Fashion Show: “Passion” Part 2

Fashion show bertema ‘Passion’ digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Center pada hari ke-3 Indonesia Fashion Week 2017, Jumat, 3 Februari 2017.

Setelah kami menyaksikan fashion show part 1 lalu dihibur oleh penampilan Maria Calista, fashion show pun dilanjutkan. Deretan desainer kenamaan Indonesia memamerkan koleksi terbaru mereka. Part 2 diisi oleh Susan Zhuang, Harry Ibrahim, Chossy Latu, Acakacak by LPTB Susan Budihardjo, dan Dinara Abdullina from Kazakhstan.

Susan Zhuang

Show dimulai dengan koleksi terbaru Susan Zhuang. Busana yang didominasi oleh warna hitam dan putih dengan sedikit bahan brokat dan berkesan feminim.

[Photo by @mikhaelandraias]

[Photo by @mikhaelandraias]

Harry Ibrahim

One of my 2 favorite in these show part 2. Koleksi Harry Ibrahim sangat indah, elegan, dan mewah. Tepat seperti tema yang diusungnya yaitu Royale Glamorous.

Saya bisa membayangkan gaun-gaun tersebut dipakai para selebritis dalam moment awards atau red carpet. What a very beautiful dress and look awfully expensive. Kunjungi www.harryibrahim.com untuk tahu lebih banyak.

[Photo by @panjulnew]

[Photo by @panjulnew]

Chossy Latu

The other favorite from 2. As much as I love Batik, I also love Songket. Songket member kesan mewah dan glamor. Selama ini songket dikenal masyarakat hanya sebagai kain yang difungsikan sebagai rok.

Akan tetapi, koleksi terbaru Chossy Latu ini memberi inspirasi baru bagaimana memanfaatkan songket menjadi busana elegan yang bisa dipakai oleh orang-orang di perkotaan. Dengan tema ‘Songket in The City’ (which remind me of Sex & the City series). Dan saya, langsung memutar otak bagaimana memodifikasinya agar bisa dipakai wanita berhijab seperti saya.

In this show, I just love the whole package. Glamour collection, perfect background music and beautiful accessories, and perfect atmosphere.

ifw-2017-20

[Photo by bajadams]

[Photo by bajadams]

 Acakacak by LPTB Susan Budihardjo

Para desainer alumni LPTB Susan Budihardjo ini menampilkan koleksi terbaru mereka bertema Camio 2. Kesan ‘acak-acakan,’ minimalis, kaku, dan futuristik terasa kental di semua koleksinya. Menyaksikan fashion show acakacak ini seakan-akan membawa kita jauh ke suatu tempat masa depan.

[Photo by irvandyyulius]

[Photo by irvandyyulius]

Dinara Abdullina

Fashion show passion ini ditutup oleh koleksi terbaru dari Samidel Dinara Abdullina yang berasal dari Kazakhstan. Busana yang ditampilkan sebagian besar berupa gaun berpotingan A-line atau babydoll dengan warna putih, hitam, biru dan merah. Yang paling menarik perhatian saya adalah motif kain yang digunakan, pola berlubang-lubang namun bukan brokat. Unik, If I may say.

ifw-2017-21

ifw-2017-22

[Photo by mikhaelandarias]

[Photo by mikhaelandarias]

Berakhirlah sudah Fashion Show yang mengusung tema Passion ini. Show yang menarik dan memanjakan mata penikmat fashion seperti saya. Yang lebih penting lagi, show yang menginspirasi untuk membuat karya yang sama atau bahkan lebih baik dari yang sebelumnya.

See you in Indonesia Fashion Week 2018.

See you when I see you.

 

Fashion Show: “Passion” in Between with Maria Calista

Fashion show bertema passion ini memang dibagi menjadi 2 bagian. Selagi menanti bagian ke-2, kami dihibur oleh suara merdu seorang Maria Calista yang menyanyikan lagu singlenya berjudul “Satu kali lagi” dan cover lagu “Closer”.

maria

Seorang penyanyi yang sosoknya sedikit mengingatkan saya kepada Agnes Monica, baik dari wajah maupun kemampuan menyanyinya (kebetulan saya pernah menonton penampilan live Agnes Monica).

Selama ini mendengar single “Satu kali lagi” melalui radio atau via youtube. Kali ini menyaksikan langsung penampilannya yang ternyata sungguh memukau. Menurut saya, suara live Maria lebih bagus daripada rekamannya.

What a talented singer.

Next, Fashion Show: “Passion” Part 2

Fashion Show: “Passion” Part 1

Fashion show bertema ‘Passion’ digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Center pada hari ke-3, Jumat, 3 Februari 2017.

Deretan designer muda Indonesia dan beberapa desainer kenamaan Indonesia memamerkan koleksi mereka di gelaran Indonesia Fashion Week 2017. Part 1 diisi oleh Hanny Lovelly, Wid/Lid, Gita Orlin, Kanzi Collection by Liza Yahya, Gee Batik by Sugeng Waskito, Anwar Dani, dan Uzy Fauziyah.

Hanny Lovelly

Show dimulai dengan busana rancangan Hanny Alamsyah. Bagi saya, yang menjadi highlight adalah penggunaan bahan utama sifon dengan warna-warna pastel dan detail yang mengingatkan saya kepada busana para wanita Eropa di masa lalu, totally feminim. Koleksi Hanny bias dilihat di http://WWW.HANNYLOVELLYFASHION.COM.

ifw-2017-12

Wid/Lid

Busana Wid/Lid memberikan kesan minimalis, casual, dan wearable. Saya bisa melihat diri saya memakai busana keluaran mereka dalam keseharian saya. Warna dominan putih dan hitam dengan detail fringe berupa tassel menjadi ciri khas koleksi terbaru Wid/Lid.

ifw-2017-13

Gita Orlin

Warna hitam mendominasi koleksi terbaru Gita Orlin. Penambahan bordiran di beberapa bagian dengan warna terang membuat busana tersebut lebih eye-catching.

ifw-2017-14

Kanzi Collection by Liza Yahya

Busana koleksi Liza Yahya ini merupakan satu diantara 2 favorit saya di Passion Fashion Show Part 1. Kesan kulturnya sangat terasa, etnik. I really would love to have one of those as my outfit. Koleksi lengkap mereka bisa dilihat di www.kanzicollection.com.

ifw-2017-15

Anwar Dani

Koleksi pertama Anwar Dani bertema Summer of Love memadukan kombinasi lace dan bahan berwana metallic. Koleksi Anwar Dani bias dilihat di www.anwardaniatelier.com.

ifw-2017-16

Gee Batik by Sugeng Waskito

For I’m so in love with batik, I’m definitely really fall in love for his collection, for sure. This one is my other favorite from the show. Seluruh koleksi Sugeng Waskito memperlihatkan busana yang dibuat dari bahan sutra. Batik dan sutra, perpaduan yang membuat busana tampak elegan dan mewah, kental nuansa budaya Jawa. Want to know more, visit www.geebatik-jogja.com

ifw-2017-17

Uzy Fauziyah

Koleksi Uzy memberikan kesan maskulin namun feminim, seperti pejuang-pejuang wanita Cina bernuansa Indonesia. Koleksi ini mengingatkan saya akan tokoh Chun Li dalam balutan kain tenun.

ifw-2017-18

Dan Passion Fashion Show Part 1 pun ditutup dengan penampilan apik Maria Calista untuk kemudian dilanjutkan dengan Fashion Show: “Passion” Part 2.

Not So Fashionable Presence at Passion Fashion Show, Indonesia Fashion Week 2017

Finally, the Indonesia Fashion Week is here. Finally, we could present in one of the fashion show.

ifw-2017-25

Excited, as we see the designer line up in the invitation. I mean, Susan Zhuang, Harry Ibrahim, Chossy Latu, and Dinara Abdullina from Kazakhstan are in the line up.
Curious, as there were also new young designer show their first collection in IFW.
Worried, if there will be a PD or another meeting at work that make us late for the show.
Last but not least,
Wondering, if our outfit will be fashionable enough to attend this show.

By the time we should leave to the venue, straight from the workplace, the feeling that remains only excitement and curiousity. Worries is long gone since there was no PD whatsoever. Wondering also vanish through the air since we actually don’t have choice to change into another outfit. So there we were, wearing our work outfit.

I was presentable enough but not so fashionable enough. I kind of laughed at myself by the time I looked at the mirror. I remember of a line in the invitation, “We request your fashionable presence at Passion feat…” Hahaha, fashionable presence.

ifw-2017-1

ifw-2017-2 ifw-2017-3

Well, at least we were full of smile, felt comfortable, and confidence enough to come. There some said, confidence and smile is what makes you more beautiful. And our fashion, let’s just called it effortless fashion.

The show must go on. So did we. Take our own moment outside and inside the venue.

ifw-2017-4 ifw-2017-5

ifw-2017-7

ifw-2017-10 ifw-2017-8 ifw-2017-9

And let the show begins.

Fashion Show: “Passion” Part 1, Passion Show: “Passion” In Between with Maria Calista, and Fashion Show: “Passion” Part 2.

 

Indonesia Fashion Week 2017: Celebrations of Culture

ifw-2017-press-invitation

Indonesia Fashion Week is an annual event worth waiting for, at least for fashion people. An event full of fashionable people, fashion knowledge, fashion athmosphere, and local brand which reflects Indonesian culture.

Hoping that somehow, I’ll be able to cover this event at least in one of my post. Since I got the invitation after registered my blog not so long ago.

Thankfully, I can witness the Passion Fashion Show in Day 3 of Indonesia Fashion Week 2017. Which I post into 3 parts. Fashion Show: “Passion” Part 1, Fashion Show: “Passion” In between with Maria Calista, and Fashion Show: “Passion” Part 2.

Invitation to Opening Ceremony of Indonesia Fashion Week 2016

Finally, 2 more days to go before Indonesia Fashion Week (IFW) 2016. I think almost all people who love local branded, love fashion, love shopping, and love to see fashion show did the countdown in their mind. Including me, off course.

Akhirnya, 2 hari lagi menjelang perhelatan Akbar di dunia fashion Indonesia, yaitu Indonesia Fashion Week 2016. Seandainya saja, saya bisa menghadiri IFW setiap harinya, mulai dari Opening Ceremony pada tanggal 10 Maret sampai hari terakhir IFW.

Sayangnya, sebagai seorang guru Preschool, saya masih harus mengajar malaikat-malaikat kecil saya hingga hari Sabtu tiba.

Jadi, bye-bye Opening Ceremony, meskipun saya mendapat email berisi invitation ke Opening Ceremony yang juga akan dihadiri oleh beberapa Menteri dan lainnya. Semoga event IFW 2016 bisa berjalan dengan aman dan lancar.

Menanti Indonesia Fashion Week 2016: Reflection of Culture

Indonesia Fashion Week (IFW) 2016 sudah di depan mata. Setelah penantian panjang selama kurang lebih setahun, akhirnya event yang ditunggu datang juga. Mengingat IFW 2015 sangat membekas bagi saya pribadi, tidak salah jika saya mengharapkan IFW 2016 akan jauh lebih baik lagi dari tahun sebelumnya.

IFW 2016 yang bertajuk Reflection of Culture akan digelar tanggal 10-13 maret 2016 di Jakarta Convention Center. Tahun ini, IFW akan mengedepankan budaya dan tradisi lokal yang menjadi dasar serta referensi desain.

“Harapannya, pada akhirnya kita semua akan mampu mengukir identitas kita di dunia fashion dengan mencerminkan kebudayaan kita sendiri,” tutur Poppy Dharsono seperti yang dilansir oleh  tempo.

Sebagai pecinta local brand, IFW 2016 ini merupakan event yang tepat untuk memuaskan semua keingintahuan kita terhadap local brand yang berkualitas dan tentu saja membeli barang-barang produksi lokal tersebut. Dan dari pengalaman saya pribadi, dijamin barang-barang tersebut sangat memuaskan.

Semoga IFW 2016 berjalan lancar dan semoga saya mendapat kesempatan untuk menyaksikan fashion show atau sekadar bertemu dengan desainer favorit saya, lebih dari kesempatan yang saya dapatkan di IFW tahun lalu.

Baca juga: