[JFW2018 Day 6] Top White Coffee presents “Color Deconstructed” featuring Major Minor

Show yang paling saya tunggu di hari ke-6 ini, yaitu Major Minor. Kenapa? Tidak lain dan tidak bukan karena saya penasaran akan seperti apa koleksi yang ditampilkan salah satu brand yang masuk sebagai Dewi Fashion Knights 2017 di JFW 2018.

Meskipun kondisi badan tidak maksimal (saya sampai harus minum panadol), saya pun rela mengantri begitu panjang. 

Maklum, penontonnya membludak. Mungkin mereka sama penasarannya seperti saya. Mungkin juga mereka penggemar top white coffee. Atau loyal customer dari Major Minor. 

Ditambah lagi, banyaknya selebritis yang ikut menyaksikan show ini menjadi daya tarik tersendiri.

Begitu show dimulai, rasa penasaran hilang sudah. Major minor menampilkan koleksi pakaian mereka dengan detail kain yang dirangkai bak anyaman tikar dengan warna dominan putih.

Terakhir, kami dikejutkan dengan munculnya Ayushita dan Abimana yang turut menjadi model Major Minor di atas runway — Well, ga terlalu terkejut sih. Mengingat keduanya adalah brand ambassador top white coffee. Dan juga mengingat saat mengantri kami sempat bersebrangan dengan mereka. Bahkan Hanny sempat berfoto bersama Abimana. 

Advertisements

[JFW2018 Day 6] VIVO presents “VIVO V7+ Beyond Fashion” featuring Ats The Label and Monday to Sunday

Setelah melihat fashion show Major Minor di fashion tent, kami pun bergegas ke fashion atrium untuk melihat show Ats the Label dan Monday to Sunday.

Namun, sangat disayangkan kami terlambat sampai di lokasi — akibat show di fashion tent yang cukup telat dari jadwal.

Kami hanya sempat melihat finale dari fashion show kali ini. Padahal, saya ingin sekali melihat koleksi pakaian ready to wear mereka. 


[JFW2018 Day 2] ARVA School of Fashion presents BOBABABE, FARA OFFICIAL, IVAN KI, ONE & ONLY, and SUSANNA ANDRIYANTO

Kali ini di fashion tent menghadirkan para desainer muda yang mendalami ilmu fashion di ARVA School of Fashion.

Fashion tent mendadak penuh sesak oleh para pendukung desainer-desainer muda berbakat ini.

Jujur, dari semua karya desainer muda ini, yang paling membuat saya menginginkannya adalah BOBABABE. Sementara yang paling membuat saya takjub adalah  karya dari FARA OFFICIAL – just love their concept. Unique and at the same time futuristic.

BOBABABE

Koleksi kali ini memberikan kesan berada di negeri Cina. Suka sekali dengan warna-warnanya yang soft dan bergradasi.FARA OFFICIAL

Desain yang unik nan futuristic seakan membawa kami yang melihatnya menuju ke masa depan.

IVAN KI

Menjadi satu-satunya desainer pria di fashion show kali ini, tidak membuat Ivan Ki lantas meredup di antara karya para desainer wanita. Detail seperti jaring laba-laba mempertegas saya bahwa koleksi pakaian ini di desain oleh seorang pria, tidak lain dan tak bukan adalah Ivan Nurul Huda.

ONE & ONLY

SUSANNA ANDRIYANTO

 

[JFW2018 DAY 1] Fashion Design Council of India present Nitin Bal Chauhan, Novita Yunus and Nisha

Jakarta Fashion Week 2018 (JFW 2018) is finally here. Well, it was.

It was Saturday, October 21, 2017 which means the first day of JFW 2018. I was so excited more than ever because I had some of invitation for the fashion show.

Rasanya sungguh tidak sabar untuk melihat fashion show dari berbagai desainer kenamaan, baik luar negri maupun dalam negri. Di hari pertama ini, saya berkesempatan melihat karya dari desainer muda India Nitin Bal Chauhan dan Nisha bersama dengan desainer Indonesia Novita Yunus.

Ketika lampu mulai meredup, penutup runway ditarik oleh beberapa orang pria, dan musik mulai terdengar, rasa penasaran pun semakin membuncah. “Seperti apa ya karya mereka,” pikir saya dalam hati.

Nitin Bal Chauhan

Sekilas, pakaian yang ditampilkan terkesan biasa. Tampak seperti gamis atau gaun panjang dengan tidak banyak detail. Akantetapi, begitu diperhatikan, gaun tersebut tampak luar biasa dengan tambahan detail embroidery yang sangat indah dan artistik.

Entah bagaimana dia membuatnya. Bagi saya, gaun-gaun yang ditampilkan tampak seperti rentetan karya seni. Ditambah lagi dengan musik yang mengiringinya. Sangat indah.

I can see myself wear one of those long dress. Wanna have one of those artworks T_T

Lihat videonya dibawah ini,

A glimpse of @nitinbalchauhan for #JFW2018

A post shared by Melly (@mel_ces) on

NOVITA YUNUS X NISHA (NY x ashaane)

Kedua desainer ini menampilkan karya bertajuk WARNA. Dan sayapun berharap warna-warni busana akan muncul dihadapan saya. Benar saja. Berlatang belakang musik etnik, berbagai busana yang kental dengan nuansa tradisional Indonesia dan India dengan penuh warna-warni memanjakan mata saya. Aksesoris yang dikenakan para model pun menambah kesan tradisional yang memang sudah kentara.

So colorful and wearable. Super want it!

Dengar dan lihat videonya dibawah ini,

NY x aeshaane for #JFW2018 spring summer. Colorful on the runway from @yunus.novita

A post shared by Melly (@mel_ces) on

Selanjutnya,

[JFW2018 DAY 1] Embassy Of Sweden and Swedish Fashion Council present “Sustainable Swedish Fashion” featuring HOUSE OF DAGMAR, UNIFORMS FOR THE DEDICATED, and HOPE STOCKHOLM

Unique Necklaces by Schonmoi

Jatuh cinta sama aksesoris atau perhiasan dari merk local bernama Schonmoi or schon. Produk yang mereka tawarkan sangat unik. Pertama, sebagian besar terbuat dari kayu. kedua, model dan bentuknya bisa dibilang vintage atau retro. Jadi, kalau memang ingin bergaya oldies, retro or vintage, Schonmoi ini bisa jadi pilihan utama.

I like jewelry. But as a woman wearing veil, I can not wear as much or all kind of jewelry I want. Most of the time, I add jewelry such as long necklace, rings or bracelet that have uniqueness.

One of them is necklaces from a brand called Schon or Schonmoi. They focuses on the products of home décor, jewelry, accesories, and other fashion products. What I really love about their necklaces are almost all of them made of wood. So it can pretty much called as part of ecofashion.

Next, the design are unique. A little bit retro or vintage. So when you wanted to add some vintage or retro style on your daily wear or style, Schonmoi is one of the best choices out there.

IMG-20160712-WA0082

For the Love of Linen

for the love of linen 1

Linen merupakan salah satu jenis bahan yang menjadi favorit saya. Dibandingkan katun (cotton), saya lebih memilih linen menjadi pilihan utama. Harganya memang terbilang cukup mahal, namun kenyamanan pada saat memakainya membuat saya tidak perlu berpikir ulang untuk membeli bahan Linen ini. Ditambah lagi, teksturnya yang lembut dan tampilannya yang terlihat sederhana tapi elegan.

for the love of linen 2

Bahan linen ini memang mudah kusut dan bahkan terlihat ‘lusuh’ ketika dipakai, tapi justru disitulah kelebihannya, meskipun kusut alias “lecek” tidak akan menjadi masalah karena memang seperti itulah sifat alami linen. Untuk saya yang beranggapan menyetrika baju adalah pekerjaan yang paling berat di seantero jagad pekerjaan rumah tangga, Linen menjadi pilihan yang sangat pas.

for the love of linen 4

Selain itu, karena iklim tropis yang menyelimuti negara kita, udara Jakarta yang panas dan seringkali membuat kita mudah berkeringat, maka Linen dengan sifatnya dingin saat dipakai, ringan, berpori, dan menyerap keringat sekaligus mudah kering kembali tanpa meninggalkan bau yang tidak sedap, sangat cocok untuk pilihan berbusana sehari-hari.

for the love of linen 5

 

Syar’i For Urban by Si.Se.Sa

sisesa (anak Merry Pramono)

Si.Se.Sa = Siriz, Senaz, Sansa (putri desainer Merry Pramono)

Kali ini Si.Se.Sa, salah satu brand favorit saya, mengeluarkan koleksi terbarunya di tahun 2016. Bertempat di Segara Ballroom, Dharmawangsa Hotel pada Rabu, 10 Februari 2016. Satu hal yang saya suka, Si.Se.Sa menawarkan puluhan busana muslim Syar’i namun tetap fashionable.

syar'i for urban by sisesa (6)syar'i for urban by sisesa (3)Mereka tetap menjaga kaidah islami dalam setiap rancangannya. Busana yang tidak menerawang dan longgar (tidak pas badan), khimar yang menutup bagian dada, gaun yang menjuntai hingga menutup pergelangan tangan. Itulah mengapa tagline mereka, “Syar’i for Urban” bukan sekadar tagline semata. Ditambah lagi dengan taburan kristal swarovsi yang semakin membuat koleksi mereka tampak ekslusif.

syar'i for urban by sisesa (11)Tidak salah rasanya, jika Si.Se.Sa menjadi salah satu pilihan bagi kita, wanita muslim, yang ingin fashionable namun tetap Syar’i.

syar'i for urban by sisesa (4)syar'i for urban by sisesa (7)syar'i for urban by sisesa (15)syar'i for urban by sisesa (1)syar'i for urban by sisesa (14)syar'i for urban by sisesa (2)syar'i for urban by sisesa (13)syar'i for urban by sisesa (12)

Disclaimer: semua foto credit to Indonesia.style, tribunnews, and detik.com

 

 

 

Must Have Item: Sneakers Slip-On

Sejatinya, sneakers dipakai ketika kita menginginkan kenyamanan di kaki pada saat hendak melakukan perjalanan jauh, santai, dikala cuaca dingin, ataupun melakukan kegiatan yang berhubungan dengan olahraga. Pemakaian sneakers seringkali terlihat hanya disaat kita ingin bergaya kasual.

slip onashley olsendenim-shoes-weworewhat-w352

Akan tetapi, belakangan ini, sneakers menjadi salah satu must have item yang sangat populer dan dipakai di berbagai kesempatan, mulai dari kasual hingga formal. Sneakers tidak lagi hanya dipadankan dengan celana * yang biasanya memberi kesan boyish atau tomboy * melainkan juga dipadupadankan dengan dress ataupun rok. Salah satu jenis sneakers yang paling populer saat ini adalah sneakers slip-on * I love slip-on karena mudah dipakai dan tidak perlu diribetkan dengan tali-menali *

slip-on-sneakers-preppyprinted-slip-on-sneakers2e2bb5d3e406fc47a2f42f717e7a2cf3

Berbagai jenis sneakers slip-on dengan mudahnya kita lihat melengkapi outfit para fashion blogger, selebritis, hingga orang-orang di sekeliling kita. Jadi, tidak ada salahnya kalau kita mulai menambah koleksi sepatu kita dengan salah satu sneakers slip-on kece-kece berikut ini.

guiseppe zanotti zip detail slip-on sneakers

guiseppe zanotti zip detail slip-on sneakers

adidas superstar slip on

adidas superstar slip on

chuck taylor classic color slip

chuck taylor classic color slip

fendi in black leather with geometric print

fendi in black leather with geometric print

burberry Canvas Check and Calfskin Slip-on Trainers

burberry Canvas Check and Calfskin Slip-on Trainers

zara flat sneakers with elastic

zara flat sneakers with elastic

kenzo 'Tiger' slip-on sneakers

kenzo ‘Tiger’ slip-on sneakers

dolce and gabbana sequinned slip-on sneakers

dolce and gabbana sequinned slip-on sneakers

miu miu Embellished glitter slip-on sneaker

miu miu Embellished glitter slip-on sneaker

rivieras vynil rouge

rivieras vynil rouge

mango Slip-on check pattern print

mango Slip-on check pattern print

Steve Madden Buhba Animal Print Slip On Trainers

Steve Madden Buhba Animal Print Slip On Trainers

joshua sanders 'babilion' hologram viper print flatform skate slip on

joshua sanders ‘babilion’ hologram viper print flatform skate slip on

stradivarius snake print slip on

stradivarius snake print slip on

michael kors 'Kyle' cheetah print calf hair slip-ons

michael kors ‘Kyle’ cheetah print calf hair slip-ons

Givenchy persian print skate shoes

Givenchy persian print skate shoes

Giuseppe Zanotti vegas metallic sneakers

Giuseppe Zanotti vegas metallic sneakers

adidas honey 2.0 slip on

adidas honey 2.0 slip on

vans beauty and yout slip on leopard

vans beauty and yout slip on leopard

stella mccartney Binx Crouching Cat Loafers

stella mccartney Binx Crouching Cat

salvatore ferragamo pacau glittered slip-on sneakers

salvatore ferragamo pacau glittered slip-on sneakers

Keds x kate spade new york Triple Decker Bow

Keds x kate spade new york Triple Decker Bow

Chuck Taylor all star deck star slip x missoni

Chuck Taylor all star deck star slip x missoni

stradivarius slip on with fringing details

stradivarius slip on with fringing details

mango Satin slip-on sneakers

mango Satin slip-on sneakers

Busana Muslim Bagi Para Penggemar Korea

Revealing Innocence - Iva Latifah (12)Sebagai seorang muslimah, saya sering kali mencari inspirasi berbusana. Salah satu koleksi yang menarik perhatian saya adalah koleksi Iva Lativah di Indonesia Fashion Week 2014 yang bertajuk Revealing Innocence. Koleksi tersebut merupakan akulturasi Indonesia dan Korea. Busana yang ditampilkan mirip sekali dengan Hanbok (busana tradisional Korea) namun dengan sentuhan Indonesia berupa kain batik khas asli Indonesia.

Revealing Innocence - Iva Latifah (13)Saya pribadi memang terpikat oleh hanbok * akibat sering menonton drama korea yang bertema era-era Joseon * Makanya jangan heran kalau saya memasukkan film Korea berjudul “The Royal Tailor” ke dalam daftar 25 film yang layak ditonton untuk fashionnya karena disepanjang film, kita akan disuguhi berbagai hanbok yang indah dan menawan.

Sempat terbayang, hanbok itu sepertinya cocok untuk saya pakai karena desainnya yang berupa atasan dan rok panjang nan lebar, longgar, juga berlapis-lapis * dalam artian tidak menonjolkan lekuk tubuh * Oleh karena itu, ketika Iva Lativah meluncurkan koleksi akulturasinya itu, rasanya seperti salah satu impian saya terwujud sudah. * mengingat saya penggemar Korea dan pecinta batik *

Hanbok + batik + baju muslim = one of my dreams came true

Tidak salah rasanya memasukkan desainer Iva Lativah ke dalam 25 desainer busana muslim Indonesia favorit saya.

Revealing Innocence - Iva Latifah (11)Revealing Innocence - Iva Latifah (9)Revealing Innocence - Iva Latifah (14) Revealing Innocence - Iva Latifah (6) Revealing Innocence - Iva Latifah (7) Revealing Innocence - Iva Latifah (5) Revealing Innocence - Iva Latifah (10) Revealing Innocence - Iva Latifah (8) Revealing Innocence - Iva Latifah (3) Revealing Innocence - Iva Latifah (4) Revealing Innocence - Iva Latifah (2) Revealing Innocence - Iva Latifah (1)

 

disclaimer: I do not own the pictures. credit goest to wollipop.com and others right owner.

Natural Kei (Natural Style)

Kalau sebelumnya saya jatuh cinta dengan style yang namanya Mori Girl, kali ini saya mulai mengenal Natural Kei * Kei artinya Style. *

Natural Kei (5)

Kenapa akhirnya saya menyukai kedua style ini? Awalnya mungkin karena saya suka semua hal yang berhubungan dengan alam alias nature * mungkin itu sebabnya saya masuk Biologi UI kali ya * Jadi secara tidak langsung, saya suka dengan style yang bertema atau bersentuhan dengan alam.

Mengenal lebih jauh tentang Natural Kei, ternyata style ini jauh lebih dulu muncul dibandingkan Mori Girl Style (Mori Kei), yaitu sekitar tahun 1970-an. Hanya saja, gaungnya tidak menggema ke seluruh penjuru dunia. Maka ketika Mori Girl Style muncul, banyak orang yang menyangka kalau Mori Girl style itu sama dengan Natural Kei. Padahal, kedua style ini cukup berbeda * bisa dikatakan serupa tapi tak sama. Seperti saudara. ”

Mori Girl style menggambarkan seseorang yang hidup di hutan, tampak hampir seperti peri hutan, karena itu pakaiannya terlihat sederhana (walaupun dengan banyak lapisan)dengan warna-warna yang earthy (beige, brown, white, dusty green dan lainnya). Umumnya berupa bahan katun, linen, atau wol tanpa corak.

Mori Kei (1)

Sementara Natural Kei menggambarkan seseorang yang hidup di sebuah kota kecil atau pedesaan yang berbatasan dengan hutan sehingga terkadang mereka menghabiskan sebagian waktunya di hutan. Maka dari itu, pakaian mereka bisa dibilang lebih ‘trendi dan modern’ daripada Mori Girl Style.

Natural Kei (8) Natural Kei (3)

Umumnya pakaian mereka lebih berwarna, dengan berbagai corak, dan dilengkapi dengan beberapa aksesoris yang ‘unik.’ Tidak jarang Natural Kei memperlihatkan adanya pemakaian celana atau legging.

Natural Kei (2)

Banyak orang menganggap bahwa Natural Kei terinspirasi oleh kisah “Little House in The Prairie” atau seri “Anne of Green Gables.” * fortunately, they are my all time favorite books, so I kind of get the idea what natural kei looks like. *

natural kei 9

Cukup sulit memang membedakan keduanya terlebih lagi bagi orang awam seperti saya, apalagi ketika saya googling dan menemukan istilah Mori Girl bercampur dengan Natural Kei. Akan tetapi, setelah membaca dari sekian banyak postingan mengenai kedua style ini, saya merasa bahwa saya bisa membedakan keduanya dari ‘feel’ atau kesan yang diberikan. Saya membayangkan pakaian apa yang akan saya kenakan jika saya tinggal dan hidup di dalam hutan. Dan apa yang akan saya kenakan ketika hendak bermain, membaca buku, hingga menikmati keindahan hutan.

 

 

 

 

 

25 Film Bagi Para Penikmat Fashion

Event Jakarta Fashion Week (JFW) 2016 sudah di depan mata. Event tersebut akan berlangsung di Senayan City dari tanggal 24 Oktober – 30 Oktober 2015. Jadi, dalam rangka menyambut JFW 2016, pas banget rasanya kalau saya posting sesuatu bertema fashion. Apalagi kalau bukan mengenai film * secara saya penikmat segala macam tontonan, termasuk film. *

Sepanjang saya menonton sebuah film, salah satu aspek yang saya perhatikan adalah wardrobenya alias pakaian, aksesoris, attitude, dan teman-temannya yang sering kali disebut sebagai fashion. Terlebih lagi jika disepanjang film tersebut kita dimanjakan dengan berbagai macam kostum yang indah dan unik. Makanya, bukan merupakan hal yang aneh lagi jika wardrobe para aktor dan aktris sebuah film terkadang menjadi ikon atau trendsetter fashion.

So, these are 25 movies worth to watch for their fashion * according to me, off course. do please remember, I am not one of those fashion expert out there. *  Jadi dari sekian banyak judul film, berikut ini 25 film yang menurut saya perlu di tonton buat penyuka fashion seperti saya.

1. Breakfast at Tiffany’s (1961)

Siapa yang tidak mengenal sosok Audrey Hepburn, seorang aktris yang terkenal tidak hanya dari aktingnya tapi juga hatinya. Sosok Audrey Hepburn di fim ini, dengan semua pakaian yang ia kenakan menjadi salah satu tren di dunia fashion. Di film inilah, “little black dress” pertama kali mendunia dan gaungnya terdengar hingga saat ini.

breakfast at tiffanys2 breakfast at tiffanys1 breakfast at tiffanys

2. Heather (1988)

Kalau ingin tahu bagaimana tren fashion remaja SMU tahun 80-an, film ini merupakan pilihan. And oh, I am a big fan of Winona Ryder, well, not that it is important to know.

heather 5 heather1 heather3 heather4 heathers2

3. An Education (2009)

Sebelum orang mengenal sosok Carey Mulligan booming melalui film The Great Gatsby. Saya telah lebih dulu mengenalnya melalui film ini. She is transform from highscool student into such a classy lady. I love all her dress, her coat, her glove, her accessories in this movie.

an education2 an education3 an education4 an education1

4. Clueless (1995)

Ah. I grew up with this movie. I love Alicia Silverstone during my teenage. Makanya pas banget ketika film ini tayang, saya langsung jatuh cinta sama semua pakaian yang ia kenakan. Film clueless ini juga ada versi dramanya. Jadi tidak heran jika film ini menjadi salah satu tren fashion di era 90an, terutama untuk anak remaja kala itu. I mean, who doesn’t want to be Cher?

clueless1 clueless3 clueless4 clueless5

5. Devils Wears Prada (2006)

Dari judulnya saja ada kata Prada, sudah jelas film ini ‘berbau’ fashion. Bagaimana tidak, film ini bercerita tentang kehidupan seorang asisten editor sebuah majalah fashion terkenal di dunia. Anne Hathaway dan Meryl Streep sense of fashion in this movie really blow my mind off.

Belum lagi fakta bahwa tokoh Andrea yang dimainkan Anne, pada awalnya adalah wanita ‘biasa.’ * Well, we even could call her “dork” thinking that she is working in fashion world * Film ini membuat para wanita percaya bahwa kita bisa menjadi seperti Andrea if we get the right job, the right clothes, and the right advice * hehe, that is solely my subjektif thinking. *

devil wears prada1 devil wear prada2 devil wear prada1

6. The Talented Mr. Ripley (1999)

Here is my bias Matt Damon. Menonton film ini karena Damon in it. But, again, fall in with love all the wardrobe in it.

the-talented-mr.-ripley4 the-talented-mr.-ripley2 the-talented-mr.-ripley2 the-talented-mr.-ripley1

7. Annie Hall (1977)

This is an iconic movie. I am deeply fallen for Annie’s (Diane Keaton) quirkiness. Film ini berhasil memperlihatkan fashion style of a smart, chic, and yet quirky eccentric women. This movie shown how men’s clothing and baggy looks perfect in women too.

8. Blow Up (1966)

Mengingat film ini mengenai kehiduan di sekitar fotografer fashion, maka tidak heran jika pastinya, kita disuguhi dengan banyak sekali hal-hal yang berhubungan dengan fashion.

blow up1 blow up2 blow up3

9. Breathless (1960)

Oooh, I love this movie. Suka banget sama film ini karena aktrisnya berambut pendek * lebih dikenal dengan nama pixie-cut style. I even tried this kind of hairstyle on me .* She looks so chic. Ditambah lagi dengan pakaian yang dikenakannya, yang kebanyakan berpola garis-garis alias stripe * which is also one of my favorite patterns. *

breathless breathless1

10. Funny Face (1957)

Film di mana kita dimanjakan oleh gaun-gaun nan indah yang dikenakan oleh Audrey.

funny face6 funny face5 funny face4 Audrey Hepburn in Funny Face funny face2 funny face1

11. Klute (1977)

All I can remember from this movie is Jane Fonda’s knee-high boots * and I really want one back then. *

klute2 klute3

12. Mary Antoinette (2006)

Secara pribadi, saya selalu suka dengan segala seuatu yang berhubungan dengan Mary Antoinette. Bisa dibilang, kisah sejarah yang membawa nama Mary hingga saat ini  meninggalkan bekas yang mendalam dalam ingatan saya. I love her story life.

Ketika film ini akan tayang, jelas saya sudah membayangkan indahnya gaun-gaun yang akan bermunculan. Dan ketika tayang, benar saja, saya dimanjakan dengan gaun-gaun khas ratu Prancis die ra itu, dengan berbagai warna pastel yang membuat saya berdecak kagum. Not to mention, Kirsten Dunst in it * love all her work since Jumanji till now. *

mary antoinette1 mary antoinette2 mary antoinette3 mary antoinette4

13. The Royal Tenenbaums (2001)

the-royal-tenenbaums the-royal-tenenbaums3

14. A Single Man (2009)

a single man2

15. Valley of The Dolls (1957)

valley of the doll3 valley of the doll2 valley of the doll1 valley of the doll

16. La Dolce Vita

17. Casino

Di film ini, saya mengenal bahan sequin * yang mahal itu * Sharon Stone terlihat sangat classy, elegan, mewah dengan gaun sequinnya.

casino4

casino2

 

18. Paradise Kiss

Siapa yang tidak tahu mengenai Fashion style orang-orang Jepang. Ratusan gaya dan tren mode bermunculan dari berbagai kota di Jepang. Sebut saja, harajuku style, mori girl style, lollita style, dan banyak lainnya.

Oleh karenanya, tidak heran jika banyak film Jepang yang menjadi tren dalam hal fashion. Salah satunya yang paling membekas di ingatan saya adalah film ini. Berawal dari manga, anime, lalu ke film. It’s all about fashion.

paradise kiss8 paradise kiss7 paradise kiss6 paradise kiss5 paradise kiss4 paradise kiss1

19. Royal Tailor

Saya akui kalau saya memang pecinta drama korea, namun tidak dengan film-film mereka * walaupun ada beberapa yang saya suka juga. * Jadi, jangan heran kalau 1 film dari Korea masuk ke dalam list saya ini.

Royal Tailor adalah sebuah film yang membuat saya terpukau dengan baju tradisional Korea yang disebut hanbok. Belum lagi, Park Shin Hye yang notabene aktris Korea favorit saya, yang mengenakan pakaian tersebut, semakin membuat saya jatuh hati dengan hanbok.

Salah satu hanbok yang menurut saya paling indah di film ini adalah hanbok berwarna Gold yang dikenakan Shin Hye dengan anggunnya ketika ia menghadap sang raja di sebuah pesta kerajaan.

royal tailor1 royal taylor2

20. Coco Before Chanel (2009)

Sepertinya film yang satu ini tidak perlu panjang lebar dibahas. Just look at the title. Chanel! what an iconic brand in fashion world.

coco before chanel5 coco before chanel3 coco before chanel2 coco before chanel1

21. Pretty Woman

pretty woman3 pretty woman2 pretty woman1

22. Confessions of Shopaholic (2009)

confession of a shopholic4 confession of a shopholic3 confession of a shopholic2 confession of a shopholic1

23. Sex and The City (2008)

No words to describe this movie since its pretty musch about their sense of fashion. Sebelum saya megenal film ini, saya terlebih dahulu mengenal drama serinya. Tidak terlalu terarik pada awalnya mengingat budaya AS jelas jauh berbeda dengan budaya Indonesia.

Tapi, melihat dari aspek fashion, I’m in love with this movie. Kita benar-benar dimanjakan dengan pakaian-pakaian indah, branded, dan mix n match yang keren. Belum lagi, nilai plus dari film ini, yaitu mengenai friendship between 4 of them, really make me envy.

sex and the city1 sex and the city2 sex and the city3

24. The Great Gatsby (2013)

Film yang diangkat dari sebuah novel ini memberikan visual yang benar-benar indah. Kita dimanjakan dengan berbagai gaun cantik berwarna nude dan pastel yang dikenakan oleh Carey Mulligan * I love her. *

greatgatsby1 greatgatsby2 greatgatsby3

25. Zoolander (2001)

zoolander1

Mengenal Bentuk Kerah

Menurut KBBI, ke·rah n leher baju (yang kaku).

Kerah pada baju, secara garis besar mempunyai 2 manfaat, yaitu dekoratif dan fungsional.

Fungsional: Kerah yang berfungsi untuk melindungi leher dan bahu dari sengatan sinar matahari maupun udara dingin dan juga menutupi kekurangan tubuh kita di bagian leher serta bahu. Misalnya, kerah turtle neck atau scarf.

Dekoratif: kerah yang berfungsi sebagai ‘pemanis.’ Adanya kerah pada pakaian akan menambah indah pakaian itu sendiri maupun si pemakainya. Kerah dekoratif juga dapat meminimalisir penggunaan aksesoris tambahan seperti kalung. Misalnya, kerah ruffle atau kerah bib.

Dilihat dari letaknya, kerah itu terbagi 3.

  1. Kerah tegak atau berdiri. Kerah ini ada yang terdiri dari 2 bagian dan ada yang hanya 1 bagian. Yang 2 bagian contohnya adalah kerah kemeja. Yang 1 bagian contohnya adalah kerah shanghai/ mandarin dan clerical.
  2. Kerah rebah atau datar. Kerah yang melekat atau sejajar pada bahu hingga ke sekeliling leher. contohnya adalah kerah peter pan.
  3. Kerah menggulung. Kerah yang berdiri tegak di bagian belakang leher kemudian menggulung atau membalik dibagian depan leher. Contohnya adalah kerah shawl.

Kalau kita sudah tahu mau kerah yang seperti apa, maka kita tinggal memilih pola kerah yang kita mau.

  • Kerah peter pan

peterpan collar

  • Kerah rebah pelaut atau kelasi

sailor collar 2 sailor collar 3 sailor collar

  • Kerah shawl atau selendang

hooded shawl collar shawl collar 1 shawl collar 4

  • Kerah rever

rever collar 2 rever collar 5

  • Kerah clerical

clerical collar 2 clerical collars

  • Kerah shanghai/ mandarin

mandarin collar 2 mandarin collar 3 mandarin collar button up

  • Kerah turtle neck/ kerah sweater

turtle neck collar 1 turtle neck collar

  • Kerah notched

 

notch collar

notch collar 2

  • Kerah bertha

bertha collar 2 bertha collar 3 bertha collar

  • kerah cape

cape collar 1 cape collar 2 cape collar 3

  • Kerah scarf

scarf collar 1 scarf collar 2 scarf collar 3 scarf collar

  • Kerah surplice

surplice collar 2 surplice collar

  • Kerah lapel

lapel collar 2 lapel collar

  • Kerah bib

bib collar 2 bib collar 3 bib collar 4 bib collar

  • Kerah Ruffle

ruffle colar ruffle collar 2 ruffle collar

 

Berbagai Jenis Blus (Kemeja Perempuan)

Blus adalah kemeja perempuan, sementara blus tunik adalah blus panjang yang biasa dipakai dengan celana panjang. Sementara kemeja adalah baju laki-laki, pada umumnya berkerah dan berkancing depan, terbuat dr katun, linen, dsb. Ada yang berlengan panjang maupun pendek.

Jadi, mulai sekarang, kita sebut kemeja untuk wanita adalah blus.

Ada beberapa jenis blus yang saya tahu, yaitu:

  • Polo. Biasanya adalah kemeja untuk olahraga dari bahan kaos dengan garis leher bulat.

Polo

  • Suit. Blus yang dikenakan bersama dengan rok atau celana, terbuat dari bahan yang sama. Contohnya adalah pakaian kerja kantoran.

Suit

  • Surplice. Blus dengan garis leher V yang rendah.

Surplice

  • Peasant. Blus yang dipenuhi dengan kerutan, misalnya di bagian lengan, pinggang, dan leher. Berbagai macam peasant blus bisa dilihat dan dibeli di sini.

Peasant

  • Middy. Blus seperti pakaian kelasi.

Middy

 

  • Empire. Blus dengan garis hias dibawah dada, seperti baby doll cut. Berbagai macam peasant blus bisa dilihat dan dibeli di sini.

 

Empire

  • Wrap. Blus dimana di satu sisi bahannya seperti membungkus tubuh si pemakai. Berbagai macam peasant blus bisa dilihat dan dibeli di sini.

Wrap

  • Button Down. Blus dengan kancing hingga ke bawah di bagian depan.

Button down

  • Hidden Button Down. Blus dengan kancing hingga ke bawah di bagian depan, namun kancingnya tersembunyi.

Hidden Button Down

25 Desainer Busana Muslim Indonesia Favorit Saya

Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia merupakan negara dengan jumlah muslim terbanyak di dunia. Semakin tahun semakin banyak muslimah yang mengenakan hijab dan berbusana muslim dalam kesehariannya. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan bila sekarang banyak sekali muncul Desainer busana muslim di Indonesia, mengingat pangsa pasar yang begitu besar di industri ini.

Bahkan, saya berdoa semoga Indonesia menjadi pusat mode busana muslim dunia, layaknya Paris yang menjadi pusat mode dunia fashion hingga saat ini.

Dari sekian banyak desainer busana muslim berbakat di Indonesia, saya memilih 25 desainer yang karyanya selalu membuat saya terkagum-kagum. Let me summarize it as my 25  favorite designer as of today onwards.

1. Irna Mutiara – IM, up2date, Irna La perle

irna la perle 2irna mutiara 2 irna mutiara 1 irna la perle 1

2. Dian PelangiDian pelangi

dian pelangi 2 dian pelangi 3 dian pelangi 4

3. Monika Jufry – sessa,  2pose

monika jufry 1 monika jufry 2

4. Jenahara NasutionJenahara

jenahara 2 jenahara 1

5. Iva Latifah

Alamat: Jl. Dederuk No.6 Sadangserang Coblong Bandung Jawa Barat, 40132

Telepon:(022) 2506149
iva latifah 3 iva latifah 2

6. Fitri AuliaKivitz

kivitz 1

kivitz 2

7. Ghaida TsurayyaGDA’s by Ghaida

gda's 1 gda's 28. Ria MirandaRia Miranda

ria miranda 3 ria miranda 2 ria miranda 19. Lulu El HasbuEl Hasbu

elhasbu 2 elhasbu 110. Toto Supangat

toto supangat 1 toto supangat 2 toton supangat 3

11. Anne Rufaidah

12. Merry PramonoSi.Se.Sa

merry pramono 1 merry pramono 2

13. Nuniek Mawardi

Alamat: Jl. Pejompongan No.29, Jakarta Pusat, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10210
Telepon:(021) 5749054
nuniek 3 nuniek 2 nuniek 1

14. Dian MarinaMissmarina

missmarina 1 missmarina 2

15. Najua Yanti

najua yanti 1 najua yanti 216. Jeny Tjahyawati

Alamat: Cipinang Cipedak IV No. 20e Polonia-Jkt Timur, Phone : 021 – 85910228/ 08158790848

 

jeny 1 jeny 2jeny 3

17. Nieta Hidayani

Alamat: No. 28A, Cipinang Cempedak 4, Ps. Rebo, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13760
Telepon:0812-8128-002
nieta hidayani 1 nieta hidayani 2

18. Hannie HanantoAnemone

hanie hananto 1 hanie hananto 219. Tuty AdibBilqis

tuty adib 2 tuty adib 120. Ida Royani

Alamat: JL Cinere Raya, Blok A No. 63, Cinere, 16514
Telepon:(021) 7545708
ida royani 1 ida royani 2

21. Nur Zahra

nurzahra 2 nurzahra 122. Norma Hauri

norma hauri 1 norma hauri 223. Restu AnggrainiEtu

etu 5 etu 1 etu 424. Zaskia SungkarZaskia Sungkar Jakarta

zaskia sungkar 125. Istafiana Candarini, Nadya Karina and Afina Candarini Kami Idea

kami idea 1kami idea 2

 

Disclaimer:

I don’t own all of pictures shown in here. Pictures credit belongs to respective owner (you know who you are!).

 

 

Fall in Love with Mori Girl Style (Mori Kei)

Saya pribadi, pertama kali mengenal gaya Mori Girl ini setelah menonton film Jepang berjudul Honey & Clover. Di film tersebut, saya jatuh cinta dengan gaya Yu Aoi. Telisik sana telisik sini, ternyata gaya tersebut di Jepang dikenal dengan nama Mori Girl Style. Yu Aoi sendiri bisa dibilang salah satu ikon Mori Girls yang paling terkenal hingga saat ini.

mori girl style (5)Mori Kei (18)

Apa sih yang dimaksud dengan Mori Girl Style. Mori Girl Style itu salah satu tren gaya fashion yang pertama kali dicetuskan di Jepang, sekitar tahun 2006. Namun, baru mulai dikenal luas di tahun 2007. Bahkan, Mori Girl ini tidak hanya sekadar menjadi tren, melainkan menjadi sebuah gaya hidup. Sebagian orang, menyebut Mori Kei sebagai Natural Kei, yang ternyata beda style.

Mori dalam bahasa Jepang berarti hutan. Nah, Mori Girls umumnya memberi kesan bahwa mereka hidup di dalam hutan, menenangkan, dan tampak seperti peri-peri hutan. Mereka memakai pakaian yang longgar, berwarna alam (beige, coklat, hijau, putih dll.), dan terkadang dilengkapi dengan aksesoris berupa bunga, renda, dedaunan, atau apapun yang terbuat dari kayu, batu, dan terkesan vintage.

Mori Kei (4) Mori Kei (6) Mori Kei (15) Mori Kei (9) Mori Kei (3) Mori Kei (8)

mori girl style (10)

Di Jepang sendiri, terdapat komunitas Mori Girls. Untuk bisa bergabung dengan komunitas tersebut dan berhak menyandang predikat sebagai Mori girls, ada beberapa aturan (per 1 Agustus 2009) yang harus diikuti atau dipenuhi, yaitu:

  1. You like loose fitting dresses
  2. You always wear dresses and skirts
  3. You prefer slightly quirky clothes over simple ones (but you don’t like loud and flashy clothes)
  4. You look natural, but with your own style
  5. You are particular about fabrics
  6. You like ethnic clothes, too
  7. You wear A-line clothes
  8. You like wearing dresses that little girls would wear, too
  9. You like smock-like dresses and blouses
  10. You don’t like super sweet fashion
  11. You like deep colors like Burgundy, Fukamidori (dark green, #00552e), Koniro (navy blue, #223a70) and Chairo (dark brown, #965042)
  12. Warm colors look good on you
  13. Short nails feel more comfortable
  14. You like fluffy hats made of knitwear or fur
  15. You like ear muffs
  16. You like ponchos and boleros
  17. You want to have leather bags
  18. You use pochettes for everything
  19. You prefer gold accessories over silver
  20. You feel attracted to old things
  21. You like pocket watches
  22. You like necklaces with magnifying glasses or large designs
  23. You like designs featuring animals
  24. You like designs featuring sweets
  25. You like plaid and polka dots
  26. You like old-fashioned flower patterns
  27. You like lace
  28. You like tights and leggings
  29. Your shoes are basic and flat soled
  30. You like round toe shoes
  31. If you wear sneakers you wear them like loosely fitting cute slip-ons
  32. Instead of regular buttons you like hand-made buttons
  33. You want to wrap your stole or muffler around yourself
  34. In winter, a turtleneck design is your basis
  35. You like layering garments
  36. Puff sleeves make you feel emotional
  37. You love fairy tales
  38. Fair-skinned
  39. Your hair is loosely permed
  40. Bob cut x straight bangs
  41. Straight bangs x long loose perm
  42. Girly
  43. You like FELISSIMO
  44. Of FELISSIMO, you especially like the brands Syrup and &sloe
  45. You like the feel of Q-pot “sweets”
  46. You enjoy chilling out at cafés
  47. You like walking with a camera in your hand
  48. You unconsciously end up at variety stores
  49. You can’t help starting collections of things you like, you are a collector
  50. Finding cute books at the book store makes you happy
  51. You get excited when you visit a furniture store
  52. You like making things by hand
  53. Autumn and winter are your favorite seasons
  54. You’d like to visit Scandinavia one day
  55. You like to have round cheeks
  56. If you use perfume, you prefer faint flower scents best
  57. (You long to be) a girl that exudes a soft mood
  58. (You long to be) an uncomplicated girl
  59. You have been told you come across as laid-back
  60. You consider Hagumi Hanamoto of Honey and Clover to be a Mori Girl
  61. Shizuru Satonaka from Tada, Kimi wo Aishiteru is also a Mori Girl
  62. You have been told by a friend that it looks like you are in a forest

[Rules credit: http://www.japanesestreets.com]

WOW! just WOW! * ntar kapan-kapan saya terjemahkan ke bahasa * Jadi, bisa dibilang, aturan itu adalah guideline, patokan, checklist buat kita yang tertarik untuk mengikuti Mori Girls Style. Atau bahkan, ternyata selama ini tanpa kita sadari, kita sudah mengikuti gaya tersebut * kayanya saya sudah deh. Well at least, some of them if not all. *

Yup, some of the rules are really me * 34 out of 62. * Sebagai seorang hijaber, Mori Girls style ini rasanya cocok sekali. Mengingat pakaian yang dikenakan berupa gaun atau rok dengan warna-warna alam dan potongan yang longgar dimana sangat sesuai dengan ketentuan berpakaian bagi para muslimah yang berhijab.

Di Indonesia sendiri, jika kita ingin mencoba Mori Girl Style, kita bisa pakai system padu-padan. Bahkan beberapa desainer muslimah kenamaan dari Indonesia, rancangannya bisa dibilang masuk ke dalam style Mori Girl ini. Sebut saja, Ria Miranda, Irna Mutiara dengan Irna La Perle-nya, Ghaida Tsurayya dengan GDA’s nya, beberapa koleksi dari Si.Se.Sa, KIVITZ, dan juga beberapa koleksi dari Moschaict, bisa menjadi pilihan buat kita hunting pakaian yang fit untuk Mori Girl Style.

5riamiranda-dlm

Ria Miranda

kimberly 6

GDA’s by Ghaida Tsurayya

 

095564300_1425120152-Indonesia_Fashion_Week_2015_-_Irna_Mutiara_1

Irna Mutiara

 

 

 

 

 

 

Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015

Roksanda Ilincic adalah desainer kelahiran Serbia. Pertama kali melihat koleksi busana Roksanda, saya langsung jatuh hati dengan pemilihan warnanya yang ‘ngejreng’ alias cerah bahkan bisa dibilang permainan shades warna dan juga tabrak warna. Selain itu, permainan garis-garis dalam setiap busananya menjadikan busananya terkesan kaku namun sophisticated, klasik, sekaligus futuristic.

Sebagai muslimah, ia menjadi salah satu inspirasi berbusana saya. Bold, berani warna.

Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 11 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 2 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 13 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 7 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 10 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 6 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 3 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 1 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 4 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 8Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 5 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 9 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 12

Photo from nymag.com courtesy of http://roksandailincic.com/

 

 

 

Valentino Fall 2015

Pertama kali melihat koleksi Valentino, saya langsung jatuh hati. Terutama untuk koleksi musim gugur (Fall) mereka tahun ini. Koleksi Valentino ini menggambarkan wanita yang feminim, modest, sedikit konservatif, anggun, dan cantik tentunya.

Koleksi Valentino ini bisa dibilang wearable alias bisa banget dipakai, apalagi bagi muslimah * hijaber * seperti saya. Sebagian besar koleksinya kali ini berbentuk dress panjang dengan lengan panjang, cape, jaket, sweater, dan juga celana kulot yang bisa juga dipakai oleh para muslimah. Ditambah lagi dengan warna-warnanya yang earthy color dan print bunga-bunga serta kosmik (planet, bintang dll.) semakin membuat busana ini terlihat unik dan anggun.

Dari sekian banyak tampilan koleksi Fall 2015, sulit sekali rasanya menentukan mana yang paling favorit. Beberapa di antaranya yang saya suka adalah di bawah ini. Cukup tambahkan hijab untuk menutupi kepala dan sedikit modifikasi atau mix and match, then we could wear it comfortably.

Really, such an inspiring looks.

Beautiful Dresses (eventhough we should wear some inner inside them).

Valentino Pre-Fall 2015 (17) Valentino Pre-Fall 2015 (18) Valentino Pre-Fall 2015 (16) Valentino Pre-Fall 2015 (22) Valentino Pre-Fall 2015 (6) Valentino Pre-Fall 2015 (4) Valentino Pre-Fall 2015 (3)Valentino Pre-Fall 2015 (21)

With Outer, warm and cozy.

Valentino Pre-Fall 2015 (2) Valentino Pre-Fall 2015 (11) Valentino Pre-Fall 2015 (12) Valentino Pre-Fall 2015 (14) Valentino Pre-Fall 2015 (19) Valentino Pre-Fall 2015 (24)

Definitely could wear all these for work. Love all the colors.

Valentino Pre-Fall 2015 (15) Valentino Pre-Fall 2015 (13) Valentino Pre-Fall 2015 (10) Valentino Pre-Fall 2015 (9) Valentino Pre-Fall 2015 (1)

Modest with these two pieces outfit or looks if I may say.

Valentino Pre-Fall 2015 (7) Valentino Pre-Fall 2015 (5)

All Photo from style.com courtesy of Valentino.

Hello Kitty Bracelet

This is one of my favorite bracelet. Look how cute it is. Three Kitty is on my wrist. I got this one accidentally on this amazing online shop called missbigjillacc Let just say that it was love at the first sight. Since I kinda like hello kitty * although can not say that I am the fanatic one *

I guess being a preschool teacher made me kinda in love with cute and childish thing. This hello kitty thing is one of them. Almost all the girls in the classroom love her. So, can you imagine how their reaction when they saw me, their teacher, wore this bracelet. They love it! Gather around me and kept throwing question about the Kitty bracelet.

“Miss, it is so cute.”

“Where you buy this miss?”

“Can I touch it?”

“Can I try it, please?”

Those were some question they asked me. What cute little students of mine.

Mengenal Bahan Chiffon

chiffon silkApa itu Chiffon?

Chiffon merupakan jenis bahan yang ringan, licin, dan melayang. Nama chiffon sendiri berasal dari bahasa Perancis yang artinya pakaian. Perawatan bahan chiffon bisa dibilang cukup sulit karena bahan ini tipis dan mudah sekali untuk robek atau tertarik benangnya jika tersangkut sesuatu * misalnya saja, tersangkut kuku kita yang tajam * Chiffon ini ada yang hanya 1 warna, ombre, bahkan ada juga yang bermotif. Umumnya bahan chiffon digunakan untuk gaun malam, gaun pengantin, blus, pita, scarf, pakaian dalam, atau aksesori.

Sejarah mengenai chiffon.

Sejak tahun 1700 an Chiffon sutra sudah dikenal masyarakat Eropa. Bahkan penggunaan bahan ini menunjukkan satus dan kekayaan seseorang di masa itu. Baru pada tahun 1938, chiffon dibuat tidak hanya berbahan sutra tetapi juga Nylon. Dan pada tahun 1958, chiffon poliester mulai dikenal oleh masyarakat luas.

Chiffon di masa sekarang.

Bahan chiffon ini, sekarang sedang kembali digandrungi masyarakat, terutama dari kalangan wanita berhijab. Kenapa? Karena bahan ini jika digunakan memberikan efek ringan, jatuh, flowy, and like a princess. Bahkan, bahan ini tidak hanya digunakan sebagai bahan utama pakaian tapi juga menjadi hijab itu sendiri.

Ditambah dengan banyaknya pilihan warna, mulai dari yang berwarna terang hingga pastel seperti, mint, mocca, dusty pink, salem, dan lain sebagainya.

Saya pribadi, sangat menyukai jenis bahan ini. Sebagai hijab, bahan ini memberikan kesan sederhana tetapi elegan. Bahannya yang ringan membuat kepala terasa lebih nyaman bahkan bila saya memberikan efek draperi dalam pemakaiannya. Sebagai pakaian, jelas, saya menyukai efek alami bahan ini yang tampak melayang. Memberi kesan anggun bagi pemakainya.

Akan tetapi, mungkin sebagian masyarakat masih awam dengan bahan chiffon ini. Secara kasat mata, bahan yang tipis, halus, dan menerawang pasti langsung kita ‘judge’ sebagai bahan chiffon. Alhasil, terkadang kita salah membeli bahan sehingga hasil jahitan tidak sesuai dengan yang kita inginkan.

Satu hal lagi, bahan chiffon ini sangat sulit untuk dijahit. Bisa dibilang, tingkat kesulitan dan resikonya tinggi * kata mama yang suka menjahit * Makanya, jangan heran jika penjahit mematok harga mahal untuk menjahit pakaian dengan menggunakan bahan chiffon.

Sepengetahuan saya, ada beberapa jenis bahan chiffon * kalau saya mengandalkan sentuhan tangan untk membedakan jenis chiffon ini * dengan harga yang tentunya berbeda-beda. Di antaranya adalah,

  • Chiffon sutra

Chiffon ini bisa dibilang chiffon kelas utama, yang artinya paling bagus dan paling mahal. Bahannya tentu saja sangat halus, ringan, dan sangat tipis (transparan). Kita bisa merasakan kehalusannya dengan hanya memegangnya. Tetapi, hati-hati, karena bahan ini mudah sekali robek jika terkena atau tersangkut benda tajam. Bahan ini menjadi pilihan utama jika kita ingin membuat gaun seperti tampilan para putri.

chiffon silk1

chiffon silk

  • Chiffon berbahan dasar Poliester atau Rayon.

Terkadang chiffon jenis ini disebut juga Poli chiffon, chiffon viscose, chiffon crepe, crincle chiffon, chiffon satin dll.

Chiffon semacam ini, lebih kuat dan lebih murah bila dibandingkan dengan chiffon sutra. Bahannya pun tidak mudah robek. Jika kita pegang, bahan ini memang masih tergolong halus, namun jika kita jeli, bahan ini masih terasa sedikit kasardan kaku bila dibandingkan dengan chiffon sutra. Sehingga ketika kita pakai, memberikan efek jatuh, tapi tidak se ‘jatuh’ chiffon sutra.

chiffon poliester.

chiffon poliester.

Crinkle Chiffon Polyester

Crinkle Chiffon Polyester

Chiffon viscose

Chiffon viscose

  • Chiffon berbahan dasar campuran (Chiffon blend)

Chiffon ini biasanya lebih kuat dibanding dua jenis chiffon di atas. bahkan beberapa, ada yang terkesan lebih elastis. Harganya pun masih lebih murah dibandingkan dengan chiffon sutra.

Chiffon campuran katun dan sutra.

Chiffon campuran katun dan sutra.

Rayon Silk Blend Crinkle Chiffon (campuran sutra dan rayon).

Rayon Silk Blend Crinkle Chiffon (campuran sutra dan rayon).

 

[IFW 2015] “Aku dan Sophie: Colors of Summer” by Sophie Paris

Indonesia Fashion Week 2015, Day 3.

I kinda hesitated, at first, to visit the Indonesia fashion Week 2015, for the 3rd time in a row. Not because it was not interesting enough, but more because I felt kinda exhausted. The weekdays were quite crazy. Somehow worked in that week felt much tougher than usual.

But then it hit me again, it is Sophie Paris and Irna La Perle Fashion Show that I will be attending. THE Sophie Paris and THE Irna La Perle which I adore so much. Plus, I already asked my aunty to join us (me and Mom) and she was so excited  (she had some of  sophie paris products at hand). So, I will feel guilty over her.

Then it decided. Let’s Go!

At the venue, we almost late. At least, we thought so. Thanks God, the show was kind of delayed. It means, we’re definitely safe. Inside the main stage, it was very full.

I think it is because there will be 2 show in a row. 1st is from Sophie Paris and 2nd is from Irna La Perle. So it was not a surprise. Not to mention, this is the first time, ever, Sophie Paris had their Fashion Show at Indonesia Fashion Week.

Then it’s all start…

The background picture and music made us felt like we were in Paris. It was summer in Paris, to be exact. Then, one by one, fresh, bright, young, and colorful outfit shown to the audience.

464777838

Okay, I can definitely wear this with my hijab. (Photo credit: as tagged)

464777808

This one is my aunty’s favorite. Decided to buy it. Definitely wearable for hijaber like us. (Photo credit: as tagged)

Then here comes the end of the show. I guess, after the show, some of the audience will jump aboard to their booth. Since they kindly share goodie bag with a catalog, beautiful flowery pouch, and a voucher inside.

Happy shopping!

[IFW 2015] “Miracle of The Sun” by Irna Mutiara and SMK NU Banat Kudus

Indonesia Fashion Week 2015, Day 2

This is one of the fashion show that I’ve been waiting for. Why? Because I am a huge fans of Irna Mutiara as designer and also as a person herself.

Sudah lama sekali saya menyukai karya-karya mba Irna Mutiara dengan brand-nya Irna La Perle. Karya yang dihasilkan mba Irna selalu terlihat elegan, anggun, flowy, and soft. It just so beautiful.

So when Dwi told me she got the invitation for her show, I was like, “Oh my gosh. Kyaaaa…. Mba Irna. The brain behind Irna La Perle. Kyaaaa..” and Dwi just stunned with my reaction. She didn’t know my love for her before.

Jadi, kali ini, Irna Mutiara berkolaborasi dengan anak-anak SMK NU Banat Kudus program Tata Busana dengan didukung penuh oleh Djarum Bakti Pendidikan menampilkan 45 busana muslim yang bergaya syar’i.

Mba Irna sendiri dalam instagramnya menyatakan bahwa rancangannya kali ini menampilkan busana muslim yang syar’i namun berbeda dengan yang sudah banyak di pasaran.

Ia ingin mempresentasikam sesuatu yang sesuai dengan kaidah tapi memiliki unsur kebaruan, berkesan elegan melambangkan Islam yang luhur, menghindari pakaian yang akan menimbulkan cemooh (pertentangan), berbahan sesuai kaidah (tidak mencetak badan, tidak tipis), dan merupakan pakaian yang tidak mubadzir dalam hal ini wearable, bisa dipake dalam keseharian.

A kind woman offered to take our photograph while waiting for the show.

A kind woman offered to take our photograph while waiting for the show.

Jadi, tema fashion show mba Irna ini adalah “Miracle of the Sun.” Fortunately, I sat in the third row, so it will definitely spoils my beautiful eyes. Even though the show was delayed almost an hour (even the press a little bit annoyed by the delayed time (guessed from noises they made) but, I guess all the feeling is gone out the window right after the music in the background started to sound and first 3 models walk out in the runway.

The first 3 models that make us fascinated. (photo credit: http://www.vemale.com)

I was like, “Oh My Gosh, Subhanallah… they were beautiful.” I mean whole package. The music, the lights, the story, the background picture, the clothes, the shoes, the accessories, the choreography.

Bisa dibilang saya, Dwi, dan mama terdiam membisu, speechless. Bagus banget, keren banget, indah banget! Bajunya kece badaiiii!!

Kisah ini dimulai ketika sang fajar datang hingga malam menjelang. It really is a “Miracle of the Sun.” the theme really did do the justice.

(Photo credit: m.liputan6.com)

(Photo credit: wolipop.detik.com)

After a long minutes fascinated by the show. Then we started to pour what we had in mind about the show. I told Dwi that I felt like watching some kind of fairy tale or even a movie (it actually reminds me a lot of Lord of The Ring).

Saya merasa sedang berada di sebuah negeri peri. Di awal, peri-peri nan ‘ayu’ dan rapuh memperlihatkan diri mereka, seakan-akan mereka hendak mulai keluar di saat pagi menjelang.

Kemudian, saat mentari makin tinggi, semakin bermunculan peri-peri dengan penuh kesegaran dan keceriaan, yang terwakili dengan pakaian mereka yang bernuansa kekuningan.

(photo credit: http://possore.com)

(Photo credit: m.liputan6.com)

Lalu, saat mentari bersembunyi dibalik gelapnya malam, giliran para peri yang kuat dan berani bermunculan, menguasai saat malam. They really did look like some kind of fairy that so strong, brave, and fierce that actually can protect all the other fairy.

(Photo credit: www.lintas.me.com)

Just look at how they positioned themselves at the almost end of the show. They stood there on each side. It was like guarding all the other fairy safely.

(Photo credit: www.lintas.me.com)

IFW 2015 - day 2 (25)

End of the show.

IFW 2015 - day 2 (28)

The brain behind the amazingly stunningly incredibly beautiful show. Irna Mutiara and anak-anak SMK NU Banat Kudus.

And, all the applause for them. For me, it was absolutely standing applause. Saya rasa, apa yang ingin direpresentasikan oleh mba Irna terwujud sudah. Saya juga merasa, setelah menyaksikan show ini, banyak muslimah tergerak hatinya untuk mulai berbusana lebih syar’i. Because, we definitely will look more gorgeous with these kinds of clothes.

It really is the miracle (I wonder how many times I’ve said this before). Keterlambatan selama hampir selama 1 jam terbayar sudah. What a perfect show.

And lastly, we had a very rare chance to congratulate mba Irna. Dwi dan mama malah sempat cipika-cipiki plus foto bareng.

While me, I am stunned, freezed and trembling when I actually met her in person. I couldn’t even utter some word from my own mouth. That showed how much I like her then. See you later in Irna La perle Fashion Show ya mba Irna.

[IFW 2015] “The Executive” by The Executive Collaboration With Hannie Hananto, Ria Miranda, and Jenahara

Indonesia Fashion Week 2015, Day 2

(Photo credit: http://www.tempo.co)

Melanjutkan cerita dari postingan Waiting For Indonesia Fashion Week 2015 dan Indonesia Fashion Week 2015: D-Day . Saya dan Dwi serta mama dapat kesempatan untuk menyaksikan Fashion Show karya 3 desainer muda Indonesia, yaitu Hanie Hananto, Ria Miranda, dan Jenahara yang berkolaborasi dengan The Executive.

Kami excited sekali sampai-sampai kami sudah planning jauh-jauh hari how to dress up and how to get there, fast. Maklum saja, waktu antara mulainya fashion show dengan berakhirnya jam kerja kami sangat mepet.

So, we are carefully think how to manage our time so we won’t be late. Yah, tapi benar kata orang tua, “Kita boleh berencana tapi Allah juga yang menentukan.”

Saat D-Day, rencana kami buyar semua. Betapa tidak, di hari yang sama, di sekolah kami diwajibkan memakai pakaian Local Brand. Belum cukup, ditambah dengan adanya sesi pemotretan untuk Buku Tahunan yang mewajibkan kami memakai kostum favorit (kebayang donk gembolan yang kami bawa seperti apa.)

Last but not least, Setelah school hours, Professional Development about Teamwork and Meeting for Field Trip pun sudah menanti. What an unpredictable full day.

Alhasil, rencana kami pun terbang jauh out of the window. Kami pun tak sempat touch up apalagi dress up. We just hope, we can get out of the school ASAP. Not to mention, saya lapar tingkat dewa.

Anyway, Allah Maha Baik. Kami langsung dapat Taxi (biasanya kalau almost weekend gini susah dapetnya) dan lalu-lintas tidak sepadat biasanya. Sampai di lokasi, kami bertemu dengan mama yang memang sudah sampai di JCC.

Dengan penampilan yang seadanya dan tampang lusuh tak terkira, kami pun dengan FULL CONFIDENCE memasuki venue IFW 2015. Sambil menengok jam di tangan, kami melangkahkan kaki secepat kilat menuju Main Stage which is quite far from the front gate. Sampai di sana, eng ing eng, waktu Fashion Show mundur lebih kurang 1 jam.

Sejam menunggu (lumayan untuk bernarsis ria, either selfie or wefie or candid shot) akhirnya, fashion show dimulai juga. The gate is open. Penuh, sampai-sampai dorong-dorongan sudah seperti mau menonton konser saja. Seperti takut tidak kebagian tempat duduk.

IFW 2015 - day 2 (1)

Finally, the show started.

The Executive x Hannie Hananto

Sepertinya, koleksi Hannie Hananto ini cocok sekali dengan image The Executive yang dikenal luas sebagai brand untuk “orang kantoran.’ Saat satu-persatu peragawati berlenggak-lenggok di atas runway, saya benar-benar bisa membayangkan kalau busana itu dipakai bekerja, baik kalangan eksekutif muda maupun pekerja kantoran biasa.

Ciri khas Hannie Hananto (beliau berlatar belakang arsitek) adalah monochrome, black and white, bold, and clean cut. Benar-benar elegan dan sophisticated. I can even imagine myself wearing one of those clothes.

Definitely my favorite. (Photo credit: www.tribunnews.com)

(Photo credit: http://tribunnews.com)

The Executive x Ria Miranda

IFW 2015 - day 2 (9)

Warna-warna pastel dan feminim yang terkesan shabbychic memang menjadi signature dari Ria Miranda. Tidak terkecuali dengan koleksinya kali ini.

Suka sekali dengan earthy feeling dari koleksi Ria Miranda with The Executive.

The Executive x Jenahara

IFW 2015 - day 2 (10)

Koleksi jenahara yang terkenal muda dan edgy juga terlihat dalam koleksinya untuk The Executive. Saya bisa membayangkan para wanita muda, pekerja, yang ingin tampil muda, dinamis, dan stylish tapi tetap professional memakai busana karya Jenahara ini.

(Photo credit: http://tribunnews.com)

Setelah acara selesai, kami pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berfoto di atas runway. Sayang sekali kami tidak sempat menyelamati ketiga desainer kebanggaan dunia muslim Indonesia tersebut. Walaupun akhirnya ketemu juga di booth mereka masing-masing.

Kalau ditanya koleksi siapa yang paling membekas di hati saya. Jujur, no offense (ini cuma masalah preferensi tiap orang yang beda saja), saya super in love with Hannie Hananto collection.

I mean, I can imagine myself wearing those clothes, walk around the office, proudly, fierce, and act like a boss. Although, Ria Miranda and Jenahara will be best fitted also in another kind of office and another occasion.

Lastly, I am wondering if all these collection will be available in The Executive store around Indonesia. I should really save some money to grab one of those in the near future.

Indonesia Fashion Week 2015: D-Day

So, as I post before, I will share about my experiences throughout Indonesia Fashion Week 2015. Amazingly, for this 4 days event, I came 3 days in a row, day 1 until day 3.

Indonesia Fashion Week, Day 1

I am pretty much not enjoy it. Not because of the event, but mostly because I went there with a friend after our long working hours.

Not to mention, the venue was quite far from our office (or may I say school, since I am a teacher). Even when we took a cab and the traffic are quite friendly (it was bad, but not as bad as other day other hours).

The front gate of the venue. (photo credit: http://berita.maiwanews.com).

When we arrived, I was quite surprise, the venue is not as crowd as I imagined it would be. It indeed full of fashion people but exhibition hall and booth were quite spacious, which is good, so we can freely do a window shopping. I think it was due to the fact that it was a 1st day and already night time.

First thing to do was to find Hannie Hananto booth called Anemone to get our invitation for The Executive fashion show. Then we excitedly looked around.

Oh my gosh… speechless…

I was almost cry (too exagerated). Too many beautiful clothes, shoes, bag, jewellry, accesories, dress, abaya, veil, sandals and many more.

And most of them are LOCAL BRAND which means The Brands is Made In Indonesia. Can you imagine, the website did their justice by saying 700 more local brands joined this event.

The exhibition hall. Photo credit: http://www.satuharapan.com)

If you are a fashion lover, fashionista, fashion people, fashion blogger, or simply people who love to wear locals product then this is it. The most perfect event to attend.

You can spoils your eyes or even your closet at home with brands from newbie designer to very famous designer here in Indonesia. Just name it, Ivan Gunawan, Deden Siswanto, Poppy Darsono, Lulu Lutfilabibi, Dian Pelangi, Irna Mutiara and many more.

To add more, you can met themselves, THE Designer at their booth. Also you can just walk across lots of Fashion Blogger.

I, well, we could not take it any longer. We suddenly get dizzy (literally) after a few sightseeing, and trust me we just strolled for maybe an hour. Not because it was not to our liking, but it was because I couldn’t help myself, my heart, body, and soul to just grab them all and brought them all to my closet at home.

So, rather than stayed and strolled some more, we decided to go home and buried our desire deep inside. With a mission in mind, “I’ll BE BACK.”

Bentuk garis Leher

Seringkali kita melihat pakaian dengan berbagai bentuk garis leher. Secara umum, kita mungkin hanya mengenal garis leher U atau V. Misalnya, ketika mau membeli baju, ada yang berkomentar, “eh, kamu kan gendut terus lehernya pendek, mendingan pake yang lehernya bentuk V supaya kesannya ga terlalu gemuk dan lehernya lebih jenjang.”  Nah, kali ini saya mau sedikit sharing tentang garis leher.

Garis leher itu ada berbagai bentuk, yang saya tahu diantaranya adalah sebagai berikut:

  • garis leher bulat. Cocok untuk yang lehernya jenjang dan kurus.
  • garis leher U. Cocok untuk yang bahunya lebar.
  • garis leher perahu
  • garis leher decdette
  • garis leher sabrina. Cocok untuk yang bahunya sempit dan berleher pendek.
  • garis leher V. Cocok untuk orang gemuk dan berleher pendek.
  • garis leher segi empat
  • garis leher jantung hati
  • garis leher diamond
  • garis leher tapal kuda
  • garis leher seperti lubang kunci
  • garis leher bulat dengan variasi

Garis leher Sabrina

Garis leher Bulat

Garis leher Diamond

Garis leher Segi Empat

garis leher bentuk V

 

 

 

Ukuran Panjang Rok

Rok, salah satu pakaian yang menjadi favorit wanita * termasuk saya. *  Definisi rok menurut KBBI adalah baju perempuan bagian bawah. Rok itu sendiri ada berbagai jenisnya. Nah, bagi penggemar rok, tidak ada salahnya mengetahui jenis-jenis rok sebelum kita membeli atau bahkan membuat rok di penjahit. Kalau diliat dari Ukuran rok maka rok terbagi menjadi:

  • Rok Mikro. Rok yang panjangnya sampai batas pangkal paha.
  • Rok Mini. Rok yang panjangnya sampai pertengahan paha atau kira-kira 10 cm di atas lutut.
  • Rok Kini. Rok yang panjangnya sampai ke lutut.
  • Rok Midi. Rok yang ukuran panjangnya sampai pertengahan betis atau dibawah lutut.
  • Rok Maksi  atau maxi. Rok yang panjangnya hampir sampai ke mata kaki.
  • Rok Floor. Rok yang panjangnya sampai menyentuh lantai.

Berikut ini contoh dari jenis rok berdasarkan ukuran. Rok-rok nan indah ini dipakai sangat sempurna oleh salah satu fashion blogger favorit saya, Mayo wo (kecuali untuk gambar rok mikro dan rok floor).

Rok Mikro

Rok Mini

Rok Kini

Rok Midi

Rok Maksi

Rok Floor

Mengenal Bentuk Siluet

“Siluet itu apa ya?” beberapa orang seringkali menanyakan hal itu pada saya. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), si·lu·et /siluét/ n  adalah gambar bentuk menyeluruh secara blok, biasanya berwarna gelap. Kalau dalam dunia jahit-menjahit, Siluet didefinisikan sebagai bentuk luar sebuah pakaian secara umum. Contoh mudahnya adalah, jika kita melihat seseorang memakai suatu baju atau gaun, dari kejahuan akan terlihat bentuk siluetnya. Apakah siluetnya seperti huruf A, huruf H, atau siluet S dll.

Apa saja sih yang memengaruhi bentuk siluet:

  • lebar atau tinggi pakaian,
  • model pakaian, dan
  • jenis bahan

Jenis siluet yang saya ketahui:

  • Siluet A. Bentuknya sepeti huruf A. Biasanya menyempit di bagian atas dan semakin melebar ke bagian bawah. Siluet A biasanya cocok untuk semua orang, karena siluet ini memberi kesan mengecilkan bagian dada dan pinggang.
  • Siluet H atau siluet tabung. Bentuknya lurus seperti huruf H. Lebar dari bagian atas hingga ke bawah, atau sebaliknya, sempit dari bagian atas hingga ke bawah. Siluet H biasanya cocok untuk gamis atau baju muslim, karena siluet ini tidak menonjolkan bentuk tubuh pemakainya.
  • Siluet S. Seperti huruf S, menggembung di bagian atas dan bawah, dengan pinggang yang kecil (sempit di bagian tengah). Siluet ini bisa dibilang membuat kita tampil seksi.
  • Bustle Siluet. Siluet yang menonjolkan bagian belakang atau panggul. Biasanya siluet ini akan lebih jelas terlihat kalau kita melihat pakaian dari bagian samping. Siluet ini biasanya lebih sering terlihat di baju pernikahan atau pesta ballroom.

Bustle Siluet. Gaun Scarlett O’Hara dalam film Gone with the wind (salah satu film favorit saya)

Siluet A

Siluet H

Siluet S

Waiting For Indonesia Fashion Week 2015

Indonesia Fashion Week is one of the event that I’ve been waiting for. Why? Because I love the main idea of this event which is to make Indonesia as one of the world’s center for fashion. Who knows maybe one day, Indonesia will be as Famous as France, Italy, America, or Japan in terms of fashion.

This event will features 2,522 outfits from 747 Indonesian and international brands (including from Japan, Korea, India, and Australia) and 32 fashion shows on two runways. Among Indonesia’s top designers showcasing their masterpieces are: Poppy Dharsono, Anne Avantie, Lenny Agustin, Bintang Mira, Itang Yunasz, and Ivan Gunawan.

This 4 days event will surely satisfied me. But, that can only happened if I attend the whole 4 days. Too bad, reality won’t let me. Got some works to do. Must collects some money to spent for this event. Well, at least, 2 days is on my plate. Hopefully enough to feed my passion in fashion.

Other than designer mention above, I actually eager to see some collections from Moslem Fashion designers, such as Hannie Hananto, Jenahara, Ria Miranda, Nuniek Mawardi, Missmarina, Vivi Zubedi, Rani Hatta, and my favorite one, Irna Mutiara.

Ria Miranda with her shabbychic style.

Jenahara.

I wish to see their fashion show in 4 more days. But, I guess I have to be satisfied with only 2 shows from The Executive (Hannie HanantoJenahara Ria Miranda) and Irna Mutiara. Unfortunately I was late to get invitation for Moshaic by Itang Yunasz, Andalusia Belezza by Irna La Perle also L’officiel FASHION FIRST feat Ek Thongprasert, Lulu Lutfi Labibi, and etc. I guess, I just need to visit their booth to fullfill my eagerness.

Now, let’s count down to the D-Day. I’ll share my experience in this event right after it ended (hopefully the paperworks won’t be too pile up by the end of the week).

The Heirs’s Stuff (Not Review)

Who doesn’t know The Heirs, Kim Tan, Cha Eun Sang, and also Choi Young Do. I guess, almost all people know it * except for those who really dislike korean drama. * When we talk about the Heirs, there are so many things comes up to mind. From the infamous kiss, the clothing, the soundtracks, the famous lines and don’t forget the accessories. The heirs’s stuff become famous following the drama. Lots of fans are crazily want to have the same stuff with the characters in the drama.

Let’s starts with some of my favorites:

Dreamcatcher

Panda Pendant Necklace

Wishbone Necklace

Roumang Hug Doll ($81,95)

Star-printed backpack
Accessorize Pop Tweed Rucksack (£35)

Eun Sang Il Bisonte Backpack

Jansport Canvas Backpack breaktown

IL BISONTE Leather Crossbody Bag APZA209 ($438)

Jerome dreyfuss Momo leather mini shoulder bag (£325)

Louis Quatorze Bag (578,000 Won)

Beanpole Brwon Herrit Small Tota Bag BE3CA2919C ($498)

Nanamica Cycling Pack (27,300 Yen)

Louis Quatorze Pink medium Woman Wallet ($250)

[JFW 2014] Dewi Fashion Knights

This is the story of one awesome night in Jakarta Fashion Week 2014. A show that will last forever, at least in my own memory. It’s all about Goddes, Tales of The Goddes.

It was the last show in Jakarta Fashion Week 2014. So many people wee waiting for this show. How can’t they? There’ll be masterpiece of some of young and talented designer from Indonesia which is Oscar Lawalata, Bai Soemarlono, Toton Januar, Priyo Oktaviano, and the one and only Tex Saverio.

I was so lucky to be one of those who honored to see such an awesome and remarkable show. There, I got to see lots of designer, lots of models, and off course lots of beautiful clothes. I was impressed, by the atmosphere of the show that night.

The invitation to Dewi Fashion Knights (DFK)

When the show begins, everyone was stunned and silenced by the beauty of ‘Goddes’ which have been interpreted by all 5 designer. For me, it even started right after the master of ceremony, the stunningly gorgeous Sari Nila open the show.

Then the it starts. First, it was Optik Seis and followed by Oscar Lawalata with his collection “My Name is Andromeda.”

Bai Soemalono, a designer for Populo Batik with his batik collection.

Toton Januar with his collection “The Sulthan and The Mermaid Queen: Abyss.” And here is my favorite for the night, Priyo Oktaviano with his collection “Galore.” Love the music, the show, the fabric he used, all of them.

And last but not least is the magnificent young and talented Tex Saverio with his haute-couture collection “Exoskeleton.” I guess this is definitely something that Lady Gaga will love to wear.

Since that was my first time saw him, I’m quite surprised. He looks pretty much like a character in anime that comes to live. And since I love anime, off course I’ll love him too, well, I mean his collection.

jakarta fashion week 2014 - 13

Indonesia Islamic Fashion Fair 2013

Akhirnya jadi juga saya nge-post mengenai IIFF 2013 atau yang dikenal dengan Indonesia Islamic Fashion Fair 2013 dengan jargon Style Unlimited. Meskipun latepost, tapi saya ingin sekali share mengenai pengalaman saya di IIFF 2013 ini.

One thing for sure, my prayer for that day was “God, please, don’t let me be greedy today.”

Jadi, kami beangkat ke JCC pagi-pagi, berharap kalau datang pagi maka tidak akan terlalu ramai pengunjung. Terlebih lagi, hari itu merupakan hari terakhir IIFF 2013. Saya bersama saudara dan teman berniat menjelajahi seluruh booth yang ada di IIFF. Harapannya sih begitu, tapi kenyataan berkata lain.

Tapi betapa kagetnya saya, sesampainya di sana, antrian pengunjung sudah mengular. Berarti, bukan hanya saya yang berpikir bahwa datang pagi akan sepi. Ratusan orang punya pikiran yang sama,  maka beginilah jadinya, antrian panjang di loket tiket masuk padahal loket baru saja dibuka.

Indonesia islamic fashion fair 2013-2

Begitu berhasil masuk, sambil menunggu teman yang masih dalam perjalanan, kami sempatkan diri untuk berfoto dahulu. Lumayan daripada diam menunggu. Jepret sana jepret sini, mumpung masih sepi.

Teman datang, bukannya kita langsung ke pameran, malahan foto-foto lagi. Sudah puas berfoto, barulah kami menjelajahi booth yang ada di pameran.

Oiya, di bawah ini merupakan hasil karya beberapa perancang berbakat dari Indonesia.

Indonesia islamic fashion fair 2013-5Indonesia islamic fashion fair 2013-6

Puas melihat baju nan indah, mulailah saya mampir ke beberapa booth yang memang sudah direncanakan untuk dikunjungi. Sebut saja, dian pelangi, shafira, elzatta, kivitz, mocca, vania, zoya, gda’s by ghaida,sellitoes, hingga irna la perle. They all very recommended brand for moslem fashion.

Terutama yang terakhir, Irna la Perle, yang sungguh menarik perhatian saya. Sejak dulu saya memang suka dengan koleksi mereka. Walaupun belum mampu untuk membelinya. Mulai dari modelnya yang sederhana, warna pastel dan earth color yang jadi ciri khasnya, serta bahan yang ringan dan melayang. Pokoknya, benar-benar indah.

Indonesia islamic fashion fair 2013-8

Look at my face. Mupeng alias muka pengen. Ini dia saya persembahkan, Irna La Perle collection.Setelah puas berkeliling ke booth-booth yang ada, akhirnya kami pamit juga. Walaupun pada akhirnya, tidak semua booth kami kunjungi. Takutnya saya jadi greedy alias rakus, pengen belanja sana-sini.

Untung ada mama dan sepupu yang setia menjadi ‘satpam’ saya. Senantiasa mengingatkan untuk membeli apa yang dibutuhkan alias tidak berlebihan.

Selesailah perjalanan kami kali ini. Sungguh berharap pameran ini, IIFF akan selalu hadir setiap tahunnya. Selain menambah pengetahuan untuk para hijaber di Indonesia, jakarta khususnya, pameran ini juga sebagai ajang untuk mendorong perancang muslimah muda berbakat untuk berkarya jauh lebih baik lagi.

I Heart Fleur from Massicot

I heart Fleur.

What is Fleur? Fleur A is the name of the necklace pendulum that I wore that day. Fleur is a feminine given name in French, English and other languages. It means “flower” in French.

It is a beautiful and unique pendulum I got from Massicot. Massicot is a jewerly brand from Indonesia which founded by Amanda Matsuri and Ramdhan Muhammad. What I love about Massicot is that each pendulum (stone) does not have the same visual. And it always one of a kind.

I hardly get one of their stones, cause it always sold out in a couple of minutes. Their exclusive design, their unique name, their packaging and their hospitality to the customer made Massicot a must have item.

So, that day, my outfit felt like Indonesia lover. With the scarf from Dian Pelangi (a fashion designer from Indonesia), Batik skirt (definitely from Indonesia), and Necklace from Massicot (also from Indonesia). Owh, how much I ‘m proud to be Indonesian.