A Well Spent Saturday at Dea Club: Sport, Business, & Leisure

Finally, holiday is coming. Since it is term break in our school, I got a chance to finally do whatever I plan during holiday.

Jadi, ceritanya saya ingin sekali berenang. Sejak operasi sinus, saya belum pernah ‘benar-benar’ berenang. Jadi, semangat sekali rasanya waktu geng Bugar (bukan bundar) menawarkan ide untuk berenang.

FYI, geng ini didirikan karena saya dan teman-teman berniat kurus dan bugar. Biasanya, kegiatan kami sekadar jalan or lari ketka CFD (Car Free Day). Sesekali menyambangi gym, sauna, or swimming pool. Lalu diakhiri dengan wisata kuliner alias makan yang emmbuat olahraga kami tidak berpengaruh tampaknya.

Akhirnya weekend ini saya join mereka buat berenang. Kami memutuskan ke Menara Dea (Dea Tower) di Mega Kuningan. Di lantai 16, ada Dea Club dengan slogannya; Sports, Business & Leisure.

Cukup bermodalkan Rp 50.000 kita bisa sepuasnya berenang di rooftop, berjemur, nge-Gym, bersauna ria, dan mencicipi makanan di Dea café.

Ukuran kolam renangnya memang tidak besar, tapi karena tidak terlalu ramai, cukuplah buat memenuhi hasrat berenang saya dan teman-teman. Selain itu, fasilitas penunjang yang tersedia pun cukup memuaskan.

[Photo credit: http://i276.photobucket.com/albums/kk33/poenyakambink%5D

Tempat bilas yang cukup nyaman, loker yang berukuran besar, kamar ganti dan toilet yang bersih, serta Air hangat untuk bilas juga hairdryer.

Ah, how refreshing. Swimming in a rooftop with the sky as our view. 3 hours of swimming dengan mencoba berbagai gaya, mulai dari gaya bebas, gaya katak, gaya punggung, sampai gaya batu.

Practice how to duck dive teach by our master Dini who already have a diving license. Which is still unsuccessful. For almost 3 hours of swimming, without feeling tired at all.

Continue being in the sauna sambil rumpi ngalor-ngidul about our life and ended with filling our tummy in Domino’s Pizza, Bellagio.

It was definitely a well spent Saturday. Will be coming again to DEA club or even trying other rooftop swimming pool in Jakarta.

Operation Hours:

Sport club :
monday – friday : 06.30 a.m – 08.00 p.m
saturday : 06.30 a.m – 04.00 p.m
Cafe :
monday – friday : 08.00 a.m – 08.00 p.m
saturday : 08.00 a.m – 04.00 p.m

 

 

 

Advertisements

AYO Sehat Indonesiaku: Menjadi Bagian dari Rekor MURI Peserta Yoga Terbanyak

Kali ini, saya dan keluarga berkesempatan mengikuti kegiatan yang diprakarsai oleh AXA Mandiri. Dengan tema AYO Sehat Indonesiaku! AXA mengampanyekan gaya hidup sehat dikalangan masyarakat Indonesia. Salah satunya dengan cara berolahraga senam Yoga.

Tahun 2015 ini, Yoga serentak dilakukan di 3 kota, yaitu Jakarta (di pelataran Monas), Yogyakarta (di pelataran Candi Prambanan) dan di Bali (Tanah Lot). Kegiatan ini akan memecahkan Rekor MURI dengan peserta yoga terbanyak. Dan kami sekeluarga menjadi bagian dari Pemecahan Rekor MURI tersebut.

Tadinya sempat ragu-ragu untuk ikut mengingat saya pernah mendengar adanya Fatwa Haram yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap Yoga. Tetapi, setelah saya tanya mbah gugel, ternyata saya ketemukan fakta ini:

Pada Tahun 2009:

Forum Ijtima Ulama Komisi III Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Indonesia III mengeluarkan fatwa yang terbagi dua mengenai yoga seperti halnya rokok. Hanya yoga yang mengandung meditasi, murni ritual, dan spiritual agama lain yang hukumnya haram bagi umat Islam.

“Fatwa tersebut dibutuhkan agar umat Islam tidak mencampuradukkan yang hak dengan yang batil,” kata Ketua MUI Pusat Ma’ruf Amin di Padangpanjang, Minggu (25/1). Namun, MUI juga mengeluarkan Fatwa bahwa yoga yang murni olahraga pernapasan untuk kepentingan kesehatan hukumnya mubah (boleh).

Menurut dia, landasan hukum atas fatwa MUI itu adalah Al Quran dalam surat Muhammad ayat 33 yang mengamanatkan orang Islam agar menaati Allah SWT dan Rasul, serta jangan merusak (pahala) amal-amal yang telah diperbuat. Ayat yang mengisyaratkan larangan mencampurkanadukkan yang hak dengan yang batil terdapat dalam Surat Al Baqarah ayat 42.

(sumber: nasional.kompas.com)

Pada Tahun 2014:

Bagi mereka yang muslim, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan soal fatwa yoga yang dikeluarkan pada 2009 lalu.

“Ini hasil ijtima ulama komisi fatwa se-Indonesia di Padang panjang Sumatera Barat 2009,” kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam, Rabu (24/12/2014).

Menurut Niam, ada sejumlah keputusan terkait yoga yang ditelurkan dalam ijtima ulama itu, yakni:

1. Yoga yang murni ritual dan spiritual agama lain, hukum melakukannya bagi orang Islam adalah haram.
2. Yoga yang mengandung meditasi dan mantra atau spiritual dan ritual ajaran agama lain hukumnya haram, sebagai langkah preventif (sadd al-dzari’ah).
3. Yoga yang murni olahraga pernafasan untuk kepentingan kesehatan hukumnya mubah (boleh).

“Olahraga dianjurkan, tapi Umat Islam harus memegang kaidah agama,” tutup dia.

(sumber: news.detik.com)

So, karena saya dan keluarga senam yoga dengan niat MURNI hanya ingin berolahraga, maka saya tarik kesimpulan kalau Yoga dibolehkan alias TIDAK HARAM. Lalu, didaftarkanlah kami semua sama Dta.

Jujur, ini adalah kali pertama saya mengikuti senam Yoga yang sebenarnya. Beberapa kali pernah mengikuti secara otodidak saja, berbekal video dari Youtube atau sekadar gambar-gambar pose yoga.

Jadi, saya excited sekali untuk acara ini. Berangkat Jam 5 pagi dari Bintaro sampai di lokasi jam 6. Saya pikir sudah telat, ternyata masih sepi. Langsung saja kami registrasi dan mencari posisi paling yahud. Tapi tidak dibarisan paling depan mengingat saya masih peyoga amatiran.

yoga axa mandiri (8)yoga axa mandiri (9) yoga axa mandiri (12)Lucunya, sebelum mulai, para MC memberi kesempatan untuk berselfie, “1 2 3 selfieeee” ribuan peserta di 3 kota pun serentak taking selfie. Puas ber- selfie dan -wefie ria, Ronald sebagai MC pun mengingatkan untuk bersiap-siap.

And the Yoga begins!

We did many yoga poses, but only few that I remember the name of, such as down dog, tree, side plank, cobra, tortoise and apa lagi ya.

Kalau mau lihat videonya ada di bawah ini:

For the yoga poses, here are some of, I think.

At the end, we feel refreshed. Bagaimana tidak, kami ber yoga ria selama 1 jam tanpa henti. Secara pribadi, saya jatuh cinta sama olahraga ini.

Secara gerakannya dilakukan perlahan-lahan dan lebih seperti stretching, namun keringat dan rasa lelahnya bisa dibilang hampir sama seperti kita habis lari atau aerobik. So, I indeed love it!

HighScope 5k Fun Run

Just a little throwback. Since I love some challenge. I was kind of excited when a friend asked me to join this highscope fun run.

At first, I was think, 5k? hm… could I get through the finish line. Well, I’m not as strong as I was. But hey, what is to be afraid of. Even my doctor told me to do some sports at least thrice a week, which I rarely done it.

Here is the route.

So, there we were, planned to run along the way. I convinced my cousin, Dhila, to join me.

Ok, dengan bermodalkan semangat 45. Saya yang pede bakal kuat lari 5k, secara setiap hari salah satu kerjaannya adalah berlari bersama balita, ternyata…

1 km pertama, saya dan dhila berlari dengan penuh semangat namun tidak terlalu cepat. Menuju km 2, napas mulai terengah-engah tapi semangat masih membara.

Sampai saya liat Dhila memperlambat larinya, ngos-ngosan, dan mulai memucat wajahnya. Ckckckckc, anak jaman sekarang, fisiknya tidak sekuat anak jaman dulu (FYI, dhila masih SMP). Wajah memutih, bibir mulai membiru, dan napas memburu.

Menuju km 3, kami putuskan untuk berhenti berlari daripada anak orang pingsan. Kamipun berjalan perlahan mengatur napas. Menuju km 4,  kami tambah kecepatan kaki kami walaupun intinya masih jalan juga.

Menuju km 5, Semangat kembali membara, Dhila pun sudah jauh membaik, maka perlahan-lahan tapi  pasti, mulailah kami berlari menuju garis finish.

Finally, we did it! yeay!

And here she was, catched her breath after struggled for almost an hour. Well, at least she can smile now.

Anlene Generasi Bergerak 2013

Finally, me and my mom could join this event, since we are anleners. We couldn’t make it last year, so my mom curiously always waiting for this year event.

Pada dasarnya, acara anlene generasi bergerak ini adalah acara tahunan dimana kita berjalan kaki bersama, berolahraga.

Sedangkan menurut website resminya, Anlene Generasi Bergerak adalah Parade Jalan Sehat Lintas Generasi Pertama yang diadakan oleh PT. Fonterra Brands Indonesia, dalam rangka merayakan hari Osteoporosis Nasional tahun 2013.

Jalan sehat diselenggarakan di Monumen Nasional Jakarta menuju Bundaran HI dengan rute sepanjang 8 Km.

“Jalan kaki dari Monas ke Bundaran Hotel Indonesia kemudian kembali lagi ke Monas? keciiiil,” kata mama. Maklum, kami berdua ini memang tukang jalan. Kemana-mana seringnya jalan kaki alias ngetug.

Jadi, rute 8 km itu tidaklah seberapa. Lagipula, kalau dipikir-pikir, seandainya kami seharian keliling di mall, rasanya lebih dari 8 km. Apalagi jalan sehat ini dilakukan bersama ribuan orang lainnya, pastilah tidak terasa lelahnya.

Pertama-tama yang kami lakukan adalah mendaftarkan diri secara online di http://www.tulangsendisehat.com/anlene-generasi-bergerak. Kemudian ke Radio Cosmopolitan di Sarinah untuk mengambil goodie bag. Nah, pada hari H, kita registrasi ulang, sekaligus mendapatkan snack dan nomor dada plus mengisi kupon doorprize.

Sayangnya, menurut saya panitia kurang siap. Saya saja sampai dioper beberapa kali hingga diarahkan ke tenda untuk penukaran snack bagi peserta registrasi online. Berhubung saya masih muda jadi tidak masalah, kebayang kan kalau pesertanya sudah kaki nini,kasian!

Anyway, we did finish all the registration and waiting for main event. Oleh karena kami tidak sempat sarapan, jadi snack yang disediakan panitia sangatlah berguna untuk sekadar mengganjal perut saya dan mama.

Akhirnya, setelah meleset dari jam yang kami perkirakan (diwebsite ditulis kalau acara mulai jam 6.00 am) acara pun dimulai. Para peserta diarahkan untuk berbaris. Jadi ingat kembali masa-masa saya dipaskibra dulu.

Lalu, dibukalah acara oleh bapak menpora Roy Suryo. Yang didampingi osteofighter  (Tya Ariesta’s mom), taekwondoin Tya Ariesta, Ketua Perwosi, Perwakilan dari Fonterra dll.

Intinya, dalam rangka memperingati Hari Osteoporosis Nasional yang jatuh pada tanggal 3 November 2013, Jakarta membuat komitmen yaitu, Jakarta Bebas Osteoporosis.

Seperti yang kita tahu, osteoporosis dianggap sebagai salah satu silence killer. Penyakit mematikan yang tidak tahu kapan datangnya dan tak terlihat gejalanya, setidaknya bagi orang awam seperti saya dan mama.

Jadi, mari tingkatkan awareness terhadap osteoporosis dan lakukan pencegahan sedini mungkin.

Jalan santai sudah, senam osteoporosis sudah, foto-foto sudah. Sekarang giliran menonton pengisi acara dan menanti doorprize.

For your info, the guest star is Yovie n Nuno and RAN. Personally, I was really waiting for RAN. They are such a talented musician. In fact, listening them live is way better than the record in CD, DVD, or TV. That showed how good they are.

MC, Ihsan Akbar dan Fitrop alias Fitri Tropica

It’s doorprize time. Too bad we don’t get any.

Mama merangsek ke depan panggung, demi melihat yovie dari dekat. Walaupun pagar besi membatasinya.

Okey, while the crew preparing RAN equipment, they ask us to exercise, again! Senam osteoporosis, that wahat they called. Jujur, senamnya sulit di ikuti, seharusnya buat gerakan yang sesuai dengan perkembangan bapak-bapak dan ibu-ibu.

Akhirnyahhh, RAN!!!!!! RAYI…. ASTA…. NINO….. and the bassist is soooo cooool! ^^

Setelah penampilan RAN sebenarnya ada doorprize sepeda motor. Tapi, tapi, tapi, sayang kami harus segera beranjak pergi. Sayang sekali tidak bisa menyaksikan RAN hingga selesai. Karena kami ada kondangan ke BEKASI. hiks.

Bye RAN, kalian keren abizzzz!!!

Bye anlene…. thank you for making this event. See you next year, hopefully.

 

FUTSAL GAME, Bring It On!

It’s time for Olympic, Highscope Olympic. That afternoon, suddenly our principal told me to find other friends to join the Olympic. What kinds of sport that we will joined? FUTSAL!

What! That was my first impression, just because I haven’t played this kind of sport before, not in the real game. OK, we need 5 person minimum. Who’s on earth wanted to play futsal after their work time ended, I thought. Thanks God, with great help from Nova, we could form an ECEP Team.

So, we decided to had a practice the next day. With a blank thought, no physical preparation, none experiences,  but we did the practice just 30 minutes before the game schedule.

Impressive, right? But then, we were very confident, that we surely win. Hmm.. Where was that confidence came from? Well, just from our over self-confidence. Beside, I believe that this game will be a rare experience for me.

That it will be a journey, not a race to winning. I’ll enjoy every moment I spent with my friends while playing this game.

Wondering about the practice. It was a remarkable practice. Full of excitement, craziness, laugh, silly pose, and breathtaking or should I say loosing breath. Even the warmed up before the game was hilarious.

We got a volunteer coach on the set! He was like our savior who came at the right time. Just before we started the game. We got a precious tips from him. And, priiiit… here it is, the time that we have been waiting for… GO! GO! GO! ECEP!

I remember I was so excited to run on the first 5 minutes. Just run as fast as I can. Then, slowly, but surely, I loose my breath. Hardly breath…

Cross in my mind that I would get a heart attack because of the adrenalin.  At the end, we won. We actually won against the other team (HRD and Clinic staffs). Couldn’t imagine how we felt back then. So happy I guess. While worrying about the next game.

But then, It was only a game. We were tired but happy. And the Burger King that we ate at the end, make the happiness complete. So, playing futsal? BRING IT ON!

futsal 1