A Walk to Discover in Singapore: Henderson Waves

Singapore! When I heard Singapore, shopping and Merlion came first at my mind. Most of people I know went to Singapore for shopping or discovered Universal Studios then taking mandatory picture with the famous Merlion.

Rarely I heard of them visit Singapore to enjoy their garden, parks or nature. So, when my cousin told us that we will do our morning run in the Southern Ridges, especially in the Henderson Waves, I was beyond thrill.

As we arrived late at night in Changi Airport, we only had few hours to sleep. And that made us woke up late in the morning. We went straight to the Mountbatten MRT station and took the train (Circle line) headed to Harbourfront station.

It was work day, so the train was full of Singaporean who were going to work or school. It was so quite in the train (remind me of how noisy it will be if it was in Indonesia) and very comfortable being inside of the train. I was impressed.

From the Harbourfront station, we planned to hike through Marang trail. But, after some thinking, we decided not to because of many reasons. So I took my phone out and reserved Uber to take us to Henderson road.

Not long after, a long and high stairs welcomed us, a stairway to heaven if I may call it. Well, I might be over exaggerated. At the end of the stairs, green scenery and a mountain trail were ahead of us, along the way to the Henderson Waves.

Finally, Henderson Waves right in front of our eyes. As we were getting ready to run along the waves, we took some snapshot here and there.

Henderson waves is the highest pedestrian bridge in Singapore which standing 36 meters above the Henderson road. It said as one of the best spots in Singapore to enjoy panoramic views of the city, harbour and the Southern Islands. And I couldn’t agree more.

It was so refreshing and relaxing. Fresh and nice air combined with beautiful scenery surely made us wanted to spend more time in here. Sadly, we had to force our self moved to another destination which is HarbourFront Centre and VivoCity also Coldplay Concert.

So, bye-bye waves. See you when I see you.

 

 

Merindukan Kesejukan di Desa Susukan, Banjar Negara

It’s been some time since we went to my mom’s hometown in Susukan Village, Central Java. Been missing the morning scenery of the sunrise, paddy fields, mountain, and hills.

short-getaway-21short-getaway-14short-getaway-23

Pulang ke kampung halaman mama selalu menjadi momen yang selalu saya tunggu. Membayangkan sejuknya udara yang bisa saya hirup, hijaunya hamparan padi, rimbunnya pepohonan di bukit, dan damainya suasana pedesaan membuat kami semakin tak sabar untuk segera kembali ke sana.

Beruntungnya saya, mama dilahirkan di sebuah desa bernama Susukan, yang masih kental dengan suasana pedesaan hingga saat ini.

Lihat saja, hamparan sawah mengapit jalanan menuju rumah Mbah saya. Betapa indah dan alami.

short-getaway-13

short-getaway-12

short-getaway-22

short-getaway-9 short-getaway-8

Aliran sungai pun ada disini. Jembatan ini merupakan jembatan bersejarah dan telah menjadi bagian dari keluarga besar kami, keluarga Sanrusdi. Entah sudah berapa lama sejak dibangunnya jembatan ini.

Yang pasti, saya melihat jembatan ini di dalam foto masa kanak-kanak Mama, masa remaja beliau, masa pernikahan beliau, masa saya masih bayi, hingga saya sekarang ini.

short-getaway-15short-getaway-20

short-getaway-18

short-getaway-17

Mengenal Danau Toba

Setelah mengunjungi Danau Toba, terbersit keinginan saya untuk mengenal lebih jauh mengenai danau ini. Ternyata selain kisah nyata alias sejarah terbentuknya danau ini, ada juga cerita rakyat (legenda) mengenai danau ini yang bisa dibaca di ceritarakyatnusantara.com.

danau toba trip 2016 (69)danau toba trip 2016 (68)

Sekilas mengenai Danau Toba

Dilihat dari proses pembentukannya, Danau Toba tergolong danau vulkano-tektonik.

Menurut pusat Limnologi LIPI, Luas permukaan air Danau Toba adalah 1.124 km2. Luas daratan DTA (Daerah Tangkapan Air) adalah 2.486 km2. Permukaan danau berada pada ketinggian 903 m dpl (di atas permukaan laut). Panjang maksimumnya kurang lebih 50 km dan lebar maksimumnya sekitar 27 km. Danau Toba adalah danau terbesar di Indonesia  dan di Asia Tenggara.

Karakteristik morfologi (tampak luar) dasar Danau Toba yang membentang dari barat-laut ke tenggara membentuk dua cekungan besar yakni cekungan utara dan cekungan selatan yang dipisahkan oleh adanya Pulau Samosir.

Kedalaman maksimum Danau Toba adalah 508 m (yang merupakan danau terdalam ke-9 di dunia) terdapat di cekungan utara, sedangkan di cekungan selatan kedalaman maksimumnya mencapai 420 m. Kedalaman rata-ratanya adalah 228 m.

Volume air keseluruhan danau diperkirakan 256,2 km3.

Di tengah Danau Toba terdapat Pulau Samosir dengan luas 630 km2, yang merupakan pulau terbesar di dunia yang berada di dalam suatu pulau.

Berdasarkan data dari Badan Pelaksana Kordinasi Pengelolaan Ekosistem Kawasan Danau Toba, dalam wilayah DTA Danau Toba terdapat 205 sungai yang bermuara ke Danau Toba. Dari daratan Sumatra terdapat 142 sungai sedangkan Daratan Samosir menyumbang 63 sungai.

Sementara itu satu-satunya pintu keluar (outlet) air dari Danau Toba hanyalah melalui Sungai (Sei) Asahan yang bermuara di pantai timur Sumatra.

danau toba trip 2016 (4) danau toba trip 2016 (5) danau toba trip 2016 (3)

danau toba trip 2016 (20)Sejarah Terbentuknya Danau Toba

Sejarah Danau Toba dimulai sekitar 75.000 tahun lalu, yang dari sudut geologi masih termasuk baru (recent). Sesar Semangko yang dalam, mendorong magma (molten material) mencuat ke permukaan bumi. Hal ini menimbulkan tekanan yang sangat besar yang membentuk gunung api maha besar (super volcano) yang dikenal sebagai Tumor Batak.

Kemudian gunung api raksasa ini mengalami erupsi dahsyat. Sekitar 1.500 hingga 2.000 km3 material dimuntahkan. Dengan sedemikian banyaknya material yang dimuntahkan dari kantong magma, puncak gunung api itupun runtuh dan membentuk danau kawah.

Beberapa seri erupsi lebih kecil menyusul kemudian yang membentuk gunung api kedua di dalam kawah, dan ketika ini pun kemudian runtuh, gunung api itu pun terpecah menjadi dua bagian, yang sebelah barat membentuk Pulau Samosir, dan lereng sebelah timur kemudian membentuk semenanjung antara Parapat dan Porsea. Erupsi kedua itu terjadi sekitar 30.000 tahun lalu.

Kejadian erupsi Gunung Toba purba itu dinyatakan sebagai erupsi gunung berapi terdahsyat di bumi yang pernah diketahui. Debu yang disemburkan pada kejadian erupsi menyebar ke seluruh bumi. Ketebalan debu yang mengendap di India mencapai 15 cm dan di sebagian Malaysia bahkan mencapai ketebalan 9 m.

Bumi yang bertahun-tahun diliputi debu 3,5 oC. Bencana ini dinyatakan sebagai penyebab terjadinya zaman es.

Tak hanya dipengaruhi oleh aktivitas vulkanik dari dapur magma, Danau Toba ternyata juga sangat dipengaruhi oleh kegiatan tektonik yang mengimpitnya, sehingga kalangan geology menyebutnya sebagai danau vulkano-tektonik.

20160712_113321 danau toba trip 2016 (64) danau toba trip 2016 (59) danau toba trip 2016 (58) danau toba trip 2016 (50) danau toba trip 2016 (30)

 

Sumber :

tulisan: Penelitian mengenai danau toba dari Limnologi LIPI

foto: pribadi

Kepulauan Seribu: Sejarah Panjang Pulau Onrust

Pulau ke-2 yang kami sambangi setelah Pulau Kelor adalah Pulau Onrust.

Penjajahan terhadap Indonesia selama 350 tahun dimulai di Pulau yang kecil ini. Pada tahun 1619 armada dan tentara VOC berkumpul di sini untuk mempersiapkan penyerangan kota Jayakarta. Sejak itulah satu persatu kerajaan di nusantara jatuh oleh Belanda.

[Tulisan yang tertera di depan kantor pengelola Pulau Onrust]

Pulau ini memiliki sejarah yang amat panjang. Dikenal dengan sebutan Pulau Unrest atau Pulau Sibuk pada masanya dulu karena kondisi pulau ini tak pernah berhenti membongkar muat barang-barang komoditi dan kegiatan perbaikan kapal-kapal.

Memasuki Pulau Onrust, kami mendapat kesempatan belajar sejarah dari guide yang ada di Pulau Onrust. Ia mengajak kami berkeliling Pulau Onrust dan menceritakan kembali kejayaan dan kejatuhan Pulau Onrust.

Setelah mendengar sepenggal kisah sejarah tersebut, muncullah rasa ingin tahu saya hingga saya menemukan rentetan sejarah Pulau Onrust di website Jakarta.go.id

Pada zaman dahulu Pulau Onrust pernah menjadi tempat peristirahatan keluarga raja-raja Banten. Namun kemudian terjadi sengketa antara Kerajaan Banten dan Jayakarta hingga tidak pernah ada upaya penyelesaian. Jayakarta merasa memiliki pulau ini karena lokasinya dekat (di hadapan Kota Jayakarta), sedangkan Banten mempunyai hak atas pulau tersebut sebab seluruh Kepulauan Seribu merupakan bagian dari teritorial kekuasaannya. Saat Belanda datang dan gagal memonopoli perdagangan di Banten kemudian mengalihkan perhatiannya ke Jayakarta dengan menggunakan salah satu pulau di Teluk Jakarta, yakni Pulau Onrust.

Tahun 1610, terjadi perjanjian antara Belanda (diwakili L. Hermit) dan Jayakarta (diwakili Pangeran Jayakarta) yang isinya memperbolehkan orang-orang Belanda mengambil kayu untuk pembuatan kapal-kapalnya di Teluk Jakarta. Melihat banyak kapal yang berlayar ke Asia terutama Asia Tenggara dan tinggal beberapa lama, sering memerlukan perbaikan kapal akibat perjalanan panjang, maka VOC berniat untuk membangun sebuah galangan kapal di Teluk Jakarta. Niat tersebut diijinkan oleh pangeran dengan menggunakan Pulau Onrust.

Tahun 1613, VOC mulai membangun Pulau Onrust.

Tahun 1615, VOC mendirikan sebuah galangan kapal dan sebuah gudang kecil. Selain sebagai galangan kapal, Jan Pieterzoon Coen mengharapkan Onrust menjadi koloni sehingga VOC mengirim keluarga Cina ke Onrust dengan segala fasilitasnya.

Tahun 1618, Coen menjadikan Onrust sebagai pulau pertahanan terhadap akibat memuncaknya ancaman Banten dan Inggris. Pembangunan sarana fisik terus dilakukan.

Tahun 1656, dibangun sebuah benteng kecil bersegi empat dengan 2 bastion (bangunan yang menjorok keluar berfungsi sebagai pos pengintai).

Tahun 1671, diperluas menjadi benteng persegi lima dengan bastion pada tiap tahap sudutnya namun tidak simetris yang semuanya terbuat dari bata dan karang.

Tahun 1674 dibangun gudang-gudang penyimpanan barang, gudang penyimpanan besi dan dok tancap yang semuanya dikerjakan oleh 74 tukang kayu dan 6 tukang lainnya. Pada tahun yang sama dibangun sebuah kincir angin untuk keperluan penggergajian kayu.

Tahun 1691–1695, dibangun sebuah kincir angin yang kedua, terdapat 148 abdi kompeni dan 200 budak.

Tahun 1800, Inggris melakukan blokade terhadap Batavia, dan pertama kali mengepung Onrust dan sekitarnya. Semua bangunan yang terdapat dipermukaan Onrust tersebut dimusnahkan.

Tahun 1803–1810, Belanda merencanakan pembangunan kembali atas Onrust sesuai dengan rencana DM. Barbier.

Tahun 1810, selesai dibangun, Pulau Onrust dihancurkan lagi oleh Inggris dan menduduki Onrust sampai 1816.

Tahun 1827, Pulau Onrust baru mendapat perhatian lagi dan pada tahun 1828 pembangunan dimulai dengan mempekerjakan orang-orang Cina, dan tahanan. Dan 1848 kegiatan berjalan kembali.

Tahun 1856 arena pelabuhan ditambah lagi dengan sebuah dok terapung yang memungkinkan perbaikan kapal laut. Setelah Pelabuhan Tanjung Priok dibangun tahun 1883, Onrust hilang perannya dalam dunia perkapalan dan pelayaran.

Tahun 1905, Onrust mendapat perhatian lagi dengan didirikannya stasiun cuaca di pulau ini dan Pulau Kuyper (Cipir).

Tahun 1911–1933, Onrust diubah fungsinya menjadi karantina Haji bagi orang-orang yang hendak berangkat ke mekah dan kembali dari Mekah.

Tahun 1933–1940, Onrust dijadikan tempat tawanan para pemberontak yang terlibat dalam “Peristiwa Kapal Tujuh” (Zeven Provincien).

Tahun 1940, Onrust dijadikan tempat tawanan orang-orang Jerman yang ada di Indonesia, diantaranya Stenfurt, mantan Kepala Administrasi Pulau Onrust.

Tahun 1942, setelah Jepang menguasai Batavia, Onrust dijadikan penjara bagi para penjahat kriminal kelas berat.

Tahun 1945, Pada masa Indonesia merdeka, pulau ini dimanfaatkan sebagai Rumah Sakit Karantina terutama bagi penderita penyakit menular di bawah pengawasan Departemen Kesehatan RI hingga awal 1960-an.

Tahun 1960–1965, Onrust dimanfaatkan untuk penampungan para gelandangan dan pengemis, selain itu juga dimanfaatkan untuk latihan militer.

Kemudian, Pulau ini terbengkalai, dianggap tak bertuan. Pada tahun 1968 terjadi pembongkaran dan pengambilan material bangunan secara besar-besaran oleh penduduk atas ijin kepolisian setempat.

Tahun 1972, Gubernur KDKI Jakarta mengeluarkan SK yang menyatakan Pulau Onrust sebagai pulau bersejarah.

What an interesting and hurtful stories of Onrust.

Di pulau Onrust, fasilitas yang disediakan sangat lengkap. Mulai dari Musholla, toilet, restoran, hingga museum dimana kita bisa melihat kisah pulau onrust.

Kepulauan Seribu: Benteng Martello di Pulau Kelor

Kali ini kami mencoba ikut Open Trip untuk pertama kalinya. Instagram telah mengenalkan kami dengan Airis Project, yang membanggakan dirinya sebagai perintis EO yang melakukan pelepasan lampion pada saat sunset di kepulauan seribu.

Pulau pertama yang kami sambangi adalah Pulau Kelor yang dahulu dikenal dengan nama Pulau Kherkof . Pulau ini merupakan 1 dari 3 pulau di Kepulauan seribu yang menjadi benteng pertahanan kolonial Belanda pada masa penjajahan di Indonesia.

Pulau Kelor juga disebut sebagai Pulau Kuburan. Pada masa itu, banyak tahanan politik ataupun pribumi yang dihukum mati atau sakit dan dikubur di pulau ini.

Sesuai dengan namanya, Kelor, pulau ini luasnya terbilang kecil, persis seperti daun pohon kelor yang memang berukuran kecil.

Di pulau ini terdapat reruntuhan benteng Martello yang dibangun pada tahun 1849. Martello itu sendiri merupakan menara untuk tujuan militer yang biasanya dilengkapi dengan senjata yang bisa bermanuver 360 derajat. Martello ini sebenarnya bagian dalam dari benteng yg didirikan di Pulau Kelor.

Benteng ini digunakan Belanda untuk menahan serangan Portugis di abad ke-17. Bata merah yang menyusun benteng ini batanya berasal dari Tangerang dan bahannya lebih kuat dari bata sekarang. Bahkan benteng ini disebut sebagai benteng anti meriam.

Luas pulau kelor ini semakin hari semakin menyusut karena abrasi laut. Oleh karena itu, pemerintah membangun tanggul di sebagian sisi pulau dan juga menaruh pilar-pilar pemecah ombak untuk menjaga kelestarian pulau ini.

Fasilitas di pulau kelor ini terbilang cukup lengkap dan bersih. Musholla dan Toilet atau kamar mandi bilas tersedia di sini dan cukup bersih. Next time coming here, I’ll make sure to swim in the beach.

Air Terjun Situmurun atau Air Terjun Binangalom

Setelah makan siang dan puas berbelanja oleh-oleh di Tomok, Pulau Samosir. Kami pun melanjutkan perjalanan menggunakan kapal motor ke salah satu air terjun terunik di Danau Toba. Disebut unik karena air terjun ini jatuh langsung ke Danau Toba, sementara air terjun lainnya hanya bermuara di Danau Toba. Untuk menikmati keindahan air terjun ini pun, kita hanya bisa menggunakan kapal alias tidak bisa melalui jalur darat.

Air Terjun Situmurun berada di Kecamatan Lumban Julu, Pulau Samosir, Sumatera Utara. Air terjun setinggi lebih kurang 70 meter dan memiliki 7 tingkatan ini juga dikenal sebagai air terjun Binangalom karena airnya berasal dari sungai di desa Binangalom.

Saat ini, pemerintah telah membangun dermaga kecil di dekat air terjun sehingga kapal bisa berlabuh dan para pengunjung bisa puas menikmati air terjun dari dekat atau bahkan berenang di bawah aliran air terjun * sayangnya kami tidak bawa perlengkapan berenang, well next time. *

IMG-20160713-WA0024

Sejuknya Air Terjun Janji (Waterfall of Janji)

Salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi di Danau Toba adalah Air terjun janji atau Waterfall of Janji.  Air terjun ini merupakan satu dari banyak sekali air terjun di kawasan danau Toba.

Air terjun ini berada di Desa Marbun Toruan, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Provinsi Sumatera Utara

Air terjun setinggi lebih kurang 30 meter ini bermuara langsung ke Danau Toba. Pada saat kami menginjakkan kaki di dermaga, kami sudah disambut dengan aliran air terjun ini. * kebetulan saya dan teman-teman sudah disewakan kapal untuk menuju lokasi ini. meskipun jalur darat juga bisa dilalui untuk sampai di sini. *

Untuk menikmati air terjun janji tidak dipungut biaya alias gratis. Namun, di air terjun ini tidak diperbolehkan untuk mandi atau bermain air langsung di bawah air terjun. Bagi pengunjung yang ingin mandi atau bermain air, disediakan bilik khusus untuk pria dan wanita tepat di bagian bawah aliran air terjun.

Baca ini juga: