Lengkapnya Fasilitas di Skyworld Taman Mini Indonesia Indah

Akhirnya saya berkesempatan mengunjungi Skyworld di Taman Mini Indonesia Indah dengan 2 anak murid saya (Zada dan Gema) beserta ibunya dan adiknya Gema, yaitu Gemi.

Memasuki skyworld yang tiketnya dibanderol seharga 70 ribu rupiah ini, kami pun sangat tak sabar.  Di depan pintu masuk, kami disambut oleh manekin astronot yang tinggi menjulang. Pintu masuk pun didesain ala-ala pintu masuk space station atau stasiun antariksa.

Masuk ke dalam, standee astronot pun siap digunakan untuk berfoto ria.

Meneruskan perjalanan ke dalam skyworld, kami dimanjakan dengan suasana antariksa dan berbagai informasi yang berkaitan dengan antariksa. Mulai dari info mengenai bintang, galaksi, planet-planet, satelit, roket, dan lainnya.

Gema dan Zada pun dengan antusiasnya mengobservasi dan bertanya tentang apa yang dilihatnya.

Belum puas kami menjelajahi skyworld, petugas skyworld mengingatkan kami kalau pintu planetarium sudah dibuka dan kami bisa segera menyaksikan ‘pertunjukan’ mengenai antariksa.

Planetarium ini bisa dibilang seperti planetarium yang ada di TIM, namun versi mini. Ruangannya jauh lebih kecil, tapi cukup nyaman dan memuaskan. Di sini, mulailah anak-anak merasa tidak nyaman, terutama pada saat benda-benda antariksa ukurannya semakin membesar tepat di hadapan mereka.

Usai menikmati planetarium, kami pun segera menuju lokasi cinema 5D. Jujur, saya sedikit khawatir kalau Gema dan Zada akan mundur atau menangis di tengah pertunjukan. Meskipun sedikit merasa takut, tapi Gema dan Zada bisa menonton film 5D tersebut sampai akhir.

I am so proud of you both.

Maklum saja, film yang ditampilkan memberikan sensasi seakan-akan kita sedang naik pesawat dan rollercoaster, yang notabene, saya sebagai orang dewasa pun sedikit ter-challenge dan merasa adrenalinnya meningkat.

Lanjut menjelajahi skyworld,  sambil menuju pintu keluar untuk makan siang. Sebagai info, di skyworld ini sayangnya tidak ada food court atau restoran. Hanya ada semacam minimarket tempat membeli souvenir, minum, snack, atau sekadar pop mie. Yang pastinya, ga akan cukup untuk makan siang anak-anak ini dan juga kami.

Makan siang, sudah. Perut kenyang, pasti.

Kami pun kembali memasuki skyworld supaya anak-anak bisa bermain di climbing wall, playground, trampolin, dan pastinya berenang. Jangan lupa menunjukkan tiket skyworld supaya petugas mengizinkan kita masuk lagi.

And it’s time for children to have fun.

And the fun is over.

Jadi, bagi siapapun yang belum pernah ke skyworld, silakan datang dan menikmati segala fasilitas yang ada. Fasilitas yang terbilang cukup lengkap dan memuaskan untuk anak-anak.

Hanya saja, pilihlah waktu yang tepat untuk berkunjung. Karena biasanya dimanapun tempatnya, kalau musim liburan akan penuh dan ramai sehingga kurang nyaman bagi anak-anak.

Advertisements

Kepulauan Seribu: Pulau Cipir

Pulau ke-3 atau pulau terakhir yang kami kunjungi setalah Pulau Kelor dan Pulau Onrust adalah Pulau Cipir.

Pulau ini dikenal juga dengan nama Pulau Kahyangan atau Pulau Kuyfer merupakan 1 dari 3 pulau yang menjadi benteng pertahanan Belanda.

Selain itu, pulau ini juga difungsikan sebagai tempat perawatan dan karantina penyakit menular bagi para jemaah haji. Sebelum berangkat haji mereka dikarantina untuk cek kesehatan dan setelah pulang dari ibadah haji pun dikarantina kembali untuk cek kesehatan lagi.

Pada zaman kolonial, Belanda-lah yang memberi gelar Haji. Orang-orang yang pulang dari ibadah haji, dikarantina, dan jika kemudian lulus cek kesehatan maka mereka akan mendapat gelar Haji dari kolonial Belanda. Oleh karena itu, gelar Haji hanya ada di Indonesia. * Baru tahu kalau ternyata sebutan Haji merupakan warisan penjajahan belanda *

Di pulau ini banyak sisa reruntuhan Rumah Sakit dan kamar-kamar rawat pasien.

Selain itu, telah dibangun dermaga dan menara pengamatan di pulau ini.

Kepulauan Seribu: Sejarah Panjang Pulau Onrust

Pulau ke-2 yang kami sambangi setelah Pulau Kelor adalah Pulau Onrust.

Penjajahan terhadap Indonesia selama 350 tahun dimulai di Pulau yang kecil ini. Pada tahun 1619 armada dan tentara VOC berkumpul di sini untuk mempersiapkan penyerangan kota Jayakarta. Sejak itulah satu persatu kerajaan di nusantara jatuh oleh Belanda.

[Tulisan yang tertera di depan kantor pengelola Pulau Onrust]

Pulau ini memiliki sejarah yang amat panjang. Dikenal dengan sebutan Pulau Unrest atau Pulau Sibuk pada masanya dulu karena kondisi pulau ini tak pernah berhenti membongkar muat barang-barang komoditi dan kegiatan perbaikan kapal-kapal.

Memasuki Pulau Onrust, kami mendapat kesempatan belajar sejarah dari guide yang ada di Pulau Onrust. Ia mengajak kami berkeliling Pulau Onrust dan menceritakan kembali kejayaan dan kejatuhan Pulau Onrust.

Setelah mendengar sepenggal kisah sejarah tersebut, muncullah rasa ingin tahu saya hingga saya menemukan rentetan sejarah Pulau Onrust di website Jakarta.go.id

Pada zaman dahulu Pulau Onrust pernah menjadi tempat peristirahatan keluarga raja-raja Banten. Namun kemudian terjadi sengketa antara Kerajaan Banten dan Jayakarta hingga tidak pernah ada upaya penyelesaian. Jayakarta merasa memiliki pulau ini karena lokasinya dekat (di hadapan Kota Jayakarta), sedangkan Banten mempunyai hak atas pulau tersebut sebab seluruh Kepulauan Seribu merupakan bagian dari teritorial kekuasaannya. Saat Belanda datang dan gagal memonopoli perdagangan di Banten kemudian mengalihkan perhatiannya ke Jayakarta dengan menggunakan salah satu pulau di Teluk Jakarta, yakni Pulau Onrust.

Tahun 1610, terjadi perjanjian antara Belanda (diwakili L. Hermit) dan Jayakarta (diwakili Pangeran Jayakarta) yang isinya memperbolehkan orang-orang Belanda mengambil kayu untuk pembuatan kapal-kapalnya di Teluk Jakarta. Melihat banyak kapal yang berlayar ke Asia terutama Asia Tenggara dan tinggal beberapa lama, sering memerlukan perbaikan kapal akibat perjalanan panjang, maka VOC berniat untuk membangun sebuah galangan kapal di Teluk Jakarta. Niat tersebut diijinkan oleh pangeran dengan menggunakan Pulau Onrust.

Tahun 1613, VOC mulai membangun Pulau Onrust.

Tahun 1615, VOC mendirikan sebuah galangan kapal dan sebuah gudang kecil. Selain sebagai galangan kapal, Jan Pieterzoon Coen mengharapkan Onrust menjadi koloni sehingga VOC mengirim keluarga Cina ke Onrust dengan segala fasilitasnya.

Tahun 1618, Coen menjadikan Onrust sebagai pulau pertahanan terhadap akibat memuncaknya ancaman Banten dan Inggris. Pembangunan sarana fisik terus dilakukan.

Tahun 1656, dibangun sebuah benteng kecil bersegi empat dengan 2 bastion (bangunan yang menjorok keluar berfungsi sebagai pos pengintai).

Tahun 1671, diperluas menjadi benteng persegi lima dengan bastion pada tiap tahap sudutnya namun tidak simetris yang semuanya terbuat dari bata dan karang.

Tahun 1674 dibangun gudang-gudang penyimpanan barang, gudang penyimpanan besi dan dok tancap yang semuanya dikerjakan oleh 74 tukang kayu dan 6 tukang lainnya. Pada tahun yang sama dibangun sebuah kincir angin untuk keperluan penggergajian kayu.

Tahun 1691–1695, dibangun sebuah kincir angin yang kedua, terdapat 148 abdi kompeni dan 200 budak.

Tahun 1800, Inggris melakukan blokade terhadap Batavia, dan pertama kali mengepung Onrust dan sekitarnya. Semua bangunan yang terdapat dipermukaan Onrust tersebut dimusnahkan.

Tahun 1803–1810, Belanda merencanakan pembangunan kembali atas Onrust sesuai dengan rencana DM. Barbier.

Tahun 1810, selesai dibangun, Pulau Onrust dihancurkan lagi oleh Inggris dan menduduki Onrust sampai 1816.

Tahun 1827, Pulau Onrust baru mendapat perhatian lagi dan pada tahun 1828 pembangunan dimulai dengan mempekerjakan orang-orang Cina, dan tahanan. Dan 1848 kegiatan berjalan kembali.

Tahun 1856 arena pelabuhan ditambah lagi dengan sebuah dok terapung yang memungkinkan perbaikan kapal laut. Setelah Pelabuhan Tanjung Priok dibangun tahun 1883, Onrust hilang perannya dalam dunia perkapalan dan pelayaran.

Tahun 1905, Onrust mendapat perhatian lagi dengan didirikannya stasiun cuaca di pulau ini dan Pulau Kuyper (Cipir).

Tahun 1911–1933, Onrust diubah fungsinya menjadi karantina Haji bagi orang-orang yang hendak berangkat ke mekah dan kembali dari Mekah.

Tahun 1933–1940, Onrust dijadikan tempat tawanan para pemberontak yang terlibat dalam “Peristiwa Kapal Tujuh” (Zeven Provincien).

Tahun 1940, Onrust dijadikan tempat tawanan orang-orang Jerman yang ada di Indonesia, diantaranya Stenfurt, mantan Kepala Administrasi Pulau Onrust.

Tahun 1942, setelah Jepang menguasai Batavia, Onrust dijadikan penjara bagi para penjahat kriminal kelas berat.

Tahun 1945, Pada masa Indonesia merdeka, pulau ini dimanfaatkan sebagai Rumah Sakit Karantina terutama bagi penderita penyakit menular di bawah pengawasan Departemen Kesehatan RI hingga awal 1960-an.

Tahun 1960–1965, Onrust dimanfaatkan untuk penampungan para gelandangan dan pengemis, selain itu juga dimanfaatkan untuk latihan militer.

Kemudian, Pulau ini terbengkalai, dianggap tak bertuan. Pada tahun 1968 terjadi pembongkaran dan pengambilan material bangunan secara besar-besaran oleh penduduk atas ijin kepolisian setempat.

Tahun 1972, Gubernur KDKI Jakarta mengeluarkan SK yang menyatakan Pulau Onrust sebagai pulau bersejarah.

What an interesting and hurtful stories of Onrust.

Di pulau Onrust, fasilitas yang disediakan sangat lengkap. Mulai dari Musholla, toilet, restoran, hingga museum dimana kita bisa melihat kisah pulau onrust.

Kepulauan Seribu: Benteng Martello di Pulau Kelor

Kali ini kami mencoba ikut Open Trip untuk pertama kalinya. Instagram telah mengenalkan kami dengan Airis Project, yang membanggakan dirinya sebagai perintis EO yang melakukan pelepasan lampion pada saat sunset di kepulauan seribu.

Pulau pertama yang kami sambangi adalah Pulau Kelor yang dahulu dikenal dengan nama Pulau Kherkof . Pulau ini merupakan 1 dari 3 pulau di Kepulauan seribu yang menjadi benteng pertahanan kolonial Belanda pada masa penjajahan di Indonesia.

Pulau Kelor juga disebut sebagai Pulau Kuburan. Pada masa itu, banyak tahanan politik ataupun pribumi yang dihukum mati atau sakit dan dikubur di pulau ini.

Sesuai dengan namanya, Kelor, pulau ini luasnya terbilang kecil, persis seperti daun pohon kelor yang memang berukuran kecil.

Di pulau ini terdapat reruntuhan benteng Martello yang dibangun pada tahun 1849. Martello itu sendiri merupakan menara untuk tujuan militer yang biasanya dilengkapi dengan senjata yang bisa bermanuver 360 derajat. Martello ini sebenarnya bagian dalam dari benteng yg didirikan di Pulau Kelor.

Benteng ini digunakan Belanda untuk menahan serangan Portugis di abad ke-17. Bata merah yang menyusun benteng ini batanya berasal dari Tangerang dan bahannya lebih kuat dari bata sekarang. Bahkan benteng ini disebut sebagai benteng anti meriam.

Luas pulau kelor ini semakin hari semakin menyusut karena abrasi laut. Oleh karena itu, pemerintah membangun tanggul di sebagian sisi pulau dan juga menaruh pilar-pilar pemecah ombak untuk menjaga kelestarian pulau ini.

Fasilitas di pulau kelor ini terbilang cukup lengkap dan bersih. Musholla dan Toilet atau kamar mandi bilas tersedia di sini dan cukup bersih. Next time coming here, I’ll make sure to swim in the beach.

Mengenal Jenis Layang-layang di Museum Layang-layang Indonesia

Kala itu, liburan telah tiba. Waktunya kami mengeksplorasi dan memperkaya pengetahuan mengenai Indonesia.

Teringat akan permainan tradisional yang sering kami mainkan saat masih kanak-kanak, yaitu layang-layang. Kamipun beranjak menuju Museum Layang-layang Indonesia di daerah Pondok labu, Jakarta Selatan.

img_3074

Begitu masuk gerbang Museum, kami disambut dengan pemandangan yang sangat asri. Lanjut memasuki ruang dalam museum, kamipun terkagum-kagum.

img_3055

Meskipun ruangannya tidak terlalu besar, namun ruangan tersebut dimanfaatkan dengan sangat baik. Banyak sekali layang-layang super besar yang tergantung di dinding maupun di langit-langit. Ada juga layang-layang dalam kotak kaca ataupun yang diletakkan di lantai.

img_2996

img_3013

Kami semakin tidak sabar untuk mengetahui lebih lanjut mengenai museum ini. Pemandu wisata museum pun mulai menjelaskan asal muasal museum ini.

img_2952

Museum layang-layang didirikan oleh seorang pakar kecantikan bernama Endang W. Puspoyo yang memiliki passion terhadap dunia layang-layang. Beliau menekuni dunia layang-layang sejak tahun 1985 yang diawali dengan membentuk merindo Kites & Gallery. Sejak itu, beliau secara aktif mengikuti berbagai festival layang-layang baik di dalam maupun di luar negeri. Karena cintanya itu, maka beliau mendirikan Museum layang-layang pada tanggal 21 Maret 2003 untuk memperkenalkan layang-layang dari seluruh daerah di Indonesia.

Kami mendapat pengetahuan baru. Bahwa salah satu permainan tradisional Indonesia ini sudah ada sejak zaman prasejarah. Bahwa setiap daerah di Indonesia memiliki layang-layang khas daerahnya masing-masing.

Koleksi Layang-layang Purba

Layang-layang sudah ada sejak zaman prasejarah. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya Lukisan layang-layang dalam gua di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. yang dilukis dengan menggunakan getah daun.

img_3030

Layang-layang purba umumnya terbuat dari daun ubi hutan atau gadung. Kerangkanya terbuat dari bamboo dan benangnya terbuat dari serat daun pandan duri.

img_3008

Koleksi layang-layang 2 dimensi (2D) dari berbagai daerah di Indonesia

img_3001

img_3017

img_3011

img_3031

img_3045

img_3047

Koleksi layang-layang 3 dimensi (3D) yang ada di museum ini

Layang-layang berbentuk rangkaian lingkaran merupakan bagian dari tubuh layang-layang berbentuk naga yang panjangnya bisa mencapai 15-250 meter.  Sekilas mirip naga kecil (liong) kalau dalam pertunjukan barongsai. Jika diterbangkan, layang-layang naga biasanya dilengkapi alat yang bisa mengeluarkan asap merah dari mulutnya.

img_3040

img_2998

Sang pemandu juga bercerita kalau layang-layang yang terkenal dari Indonesia, terutama buatan workshop museum adalah layang-layang berbentuk ikan Koi.

img_2999

Layang-layang ini harganya mencapai 15 juta rupiah. Namun akhir-akhir ini, layang-layang bentuk koi tersebut sering diklaim asli buatan Malaysia.

img_2953

img_2978

img_2955

Berikut ini adalah alat yang digunakan pelayang jika mereka menerbangkan layang-layang berukuran sangat besar, seperti layang-layang 3D. Mereka akan duduk di alat tersebut sembari menerbangkan layang-layang.

img_3043

Koleksi layang-layang berukuran kecil

img_3000

 

Masih ingat rasanya bermain layang-layang?

Ingatkah sensasi keberhasilan menerbangkan layang-layang?

 

Operasional

Buka setiap hari, kecuali hari libur nasional
Buka: 09:00 – 16:00 WIB
HTM:  Rp. 15.000

Alamat

Jl H Kamang No.38, Pondok Labu, Jakarta Selatan 12450,
No. Tlp 021.7658075 –  021. 7505112
Fax. 021. 75904863

Serunya Membuat Layang-layang di Museum Layang-layang Indonesia

Generasi 90an mungkin tidak ada yang tidak mengenal layang-layang. Permainan tradisional yang umumnya dimainkan disiang hari hingga sore hari, kala angin sedang berhembus kencang. Selain bantuan angin, diperlukan juga keahlian serta teknik untuk menerbangkannya.

img_3057

Kalau biasanya kita membeli layang-layang. Sekarang saatnya membuat layang-layang sendiri. Museum layang-layang Indonesia memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk dapat pengalaman membuat layang-layangnya sendiri yang nantinya bisa dibawa pulang.

Tahapan membuat layang-layang:

Mengelem rangka layang-layang untuk ditempel di kertas

Menggunting kertas sesuai ukuran rangka

Mengelem sisi pinggir kertas ke rangka layang-layang

Menghias, melukis, atau menggambar di atas layang-layang

Layang-layang siap diterbangkan

img_2993

 

Sebelum kita menerbangkannya, pemandu wisata museum akan menempelkan ekor layang-layang dan memasangkan tali. Lalu, layang-layangpun siap mengudara.

img_3060img_3061img_3072

Menarik bukan?

Pernahkah Anda membuat layang-layang sendiri daripada membelinya?

Seperti apa layang-layang yang Anda buat?

Puaskah Anda?

Mengamati Peninggalan Maskapai Dagang Belanda (NHM Batavia) di Museum Bank Mandiri

Dalam rangka memenuhi keinginan untuk menjelajahi museum-museum yang ada di Jakarta, maka kami pun manyambangi Museum Bank Mandiri di dekat Kota Tua jakarta.

Bangunan museum pada mulanya adalah kantor Nederlandsch Handel-Maatschappij (NHM) atau Netherlands Trading Corporation alias Maskapai Dagang Belanda. Kantor pusat NHM berada di Amsterdam, sedangkan Batavia (nama Jakarta tempo dulu) merupakan kantor cabangnya.

NHM Batavia dikenal dengan sebutan Factorij atau factory dalam bahasa Inggris yang berarti agen dagang di negara asing. Setelah Indonesia merdeka, NHM dinasionalisasi (1960), lalu berkembang menjadi Bank Exim yang berpusat di Gedung Factorij. Bank Exim kemudian bergabung ke dalam Bank Mandiri (1999). Sejak 2005 Gedung Factorij difungsikan sebagai Museum Bank Mandiri.

img-20131012-wa0033

Di lantai satu terdapat kantor inspektur gula (Suiker Bergcultuur Inspecteur) di sebelah kiri dan kantor direksi di sebelah kanan.

Di lantai dasar terdapat Pelayanan effecten (efek atau surat berharga) dan safe deposit di sebelah kiri sementara Ruang Treasury (Kas Afdeeling), Ruang Pembukuan (kamar khusus untuk buku besar), dan Ruang Kasir China (Chineesche Kas) di sebelah kanan.

 

museum-bank-mandiri-20

Di sayap selatan terdapat Ruang Perlengkapan Bank, Ruang Kearsipan dan Komunikasi, serta Ruang ATM.

museum-bank-mandiri-27

Buku besar di bawah ini disebut Groot Boek Nederlandsche Handel Maatschappij NV (NHM) 1833-1837img_6429

Beberapa koleksi museum ini.

img-20131012-wa0029img-20131012-wa0030dsc_8091dsc_8050dsc_8073dsc_8075

Arsitektur Museum Bank Mandiri

img_6530img_6520museum-bank-mandiri-15img_6531img_6524

Mengenal Eksistensi Suku Tionghoa di Indonesia melalui Taman Tionghoa

Kali ini saya ingin memperkenalkan Taman budaya Tionghoa yang berada di Taman Mini Indonesia Indah. Mungkin belum banyak pengunjung yang mengetahui keberadaan taman ini. Terlebih lagi letaknya yang berada di bagian belakang kompleks taman mini.

Bagi saya yang biasanya jalan kaki menjelajahi taman mini, bisa dibilang jarang sekali saya mencapai bagian belakang taman ini. Hingga suatu hari, saya memanfaatkan penyewaan sepeda dengan maksud mengelilingi seluruh bagian dalam kompleks taman mini. Dan berhentilah saya, di sebuah taman yang khas sekali dengan budaya Tionghoa.

dsc05474dsc05493

Tujuan dibangunnya taman ini sebenarnya agar masyarakat luas menyadari bahwa suku Tionghoa merupakan bagian dalam sejarah dan budaya bangsa Indonesia. Taman ini memamerkan berbagai artefak, foto-foto, arsitektur, taman, dan lain-lain yang berkaitan dengan eksistensi suku Tionghoa di Indonesia.

dsc05475dsc05481dsc05479dsc05486dsc05489

Baca juga:
Taman budaya tionghoa
Perkembangan taman Budaya Tionghoa di TMII
Taman Budaya Tionghoa Indonesia

One Stop Holiday di Taman Mini Indonesia Indah

Taman Mini Indonesia Indah. Sesuai dengan namanya, taman ini merupakan bentuk mini atau miniatur Indonesia yang kaya budaya dan indah alamnya.

Taman ini merupakan lokasi wisata wajib dikalangan pelajar Indonesia. Bahkan, taman ini menjadi salah satu destinasi utama para wisatawan lokal dan mancanegara.

dsc055232september07cimg1240

Kalau kita mengenal jargon one stop shopping untuk beberapa mall yang ada di Jakarta, maka TMII saya tetapkan sebagai one stop holiday. Alasan utamanya adalah, di TMII, kita bisa menemukan banyak pilihan untuk rekreasi atau sekadar memanjakan mata dengan kekayaan rumah adat yang ada di setiap provinsi di Indonesia.

dsc05517

Di tengah-tengah taman, terdapat miniatur kepulauan yang ada di Indonesia. Ada juga anjungan yang mewakili setiap provinsi di Indonesia. Bagi penyuka permainan air, ada Snowbay. Bagi petualang museum, di TMII-lah tempatnya berdiri sebagian besar museum. Bagi anak-anak, terdapat Istana anak-anak dan juga Taman Legenda.

dsc05460dsc05453dsc05466

Bagi yang suka nonton film, ada teater keong mas dan teater untuk menonton film 4 dimensi. Bagi penyuka hewan, ada taman burung dan reptil. Bagi penyuka tanaman dan bunga, ada taman anggrek dan taman keong mas.

dsc05501

Bagi yang senang menonton pertunjukan budaya, di beberapa pengelola anjungan hampir setiap minggunya mengadakan pertunjukan budaya. Bagi yang suka olahraga, setiap minggu pagi ada yang namanya minggu ria. Bagi yang ingin beribadah sesuai dengan agamanya masing-masing, TMII pun menyediakan rumah ibadahnya.

Terakhir, bagi pengunjung yang hendak menikmati pemandangan Taman Mini Indonesia Indah bisa memanfaatkan kereta aeromovel, kereta biasa, mobil keliling, skylift, ataupun berbagai jenis sepeda.

dsc05447
dsc05450dsc05521

Tidak lupa, puluhan toko souvenir yang menjajakan cendera mata khas Taman Mini Indonesia Indah dan juga setiap provinsi di Indonesia bisa dengan mudah kita temui di sini.

Untuk lebih jelasnya, ini dia tempat yang bisa kita kunjungi di TMII. Meskipun sebagian besar tempat tersebut belum semuanya saya jelajahi.

Bangunan keagamaan 

  • Masjid Pangeran Diponegoro
  • Gereja Katolik Santa Catharina
  • Gereja Protestan Haleluya
  • Pura Penataran Agung Kertabhumi
  • Wihara Arya Dwipa Arama
  • Sasana Adirasa Pangeran Samber Nyawa
  • Kuil Konghucu Kong Miao

Sarana rekreasi

  • Istana Anak-anak Indonesia
  • Kereta gantung
  • Perahu Angsa Arsipel Indonesia
  • Taman Among Putro
  • Taman Ria Atmaja
  • Desa Wisata
  • Kolam renang Snow Bay

Taman

  • Taman Anggrek
  • Taman Apotek Hidup
  • Taman Kaktus
  • Taman Melati
  • Taman Bunga Keong Emas
  • Akuarium Ikan Air Tawar
  • Taman Bekisar
  • Taman Burung
  • Taman Ria Atmaja Park, panggung pagelaran musik
  • Taman Budaya Tionghoa Indonesia
  • Taman Legenda

Museum

  • Museum Purna Bhakti Pertiwi
  • Museum Indonesia
  • Museum Purna Bhakti Pertiwi
  • Museum Keprajuritan Indonesia
  • Museum Perangko Indonesia
  • Museum Pusaka
  • Museum Transportasi
  • Museum Listrik dan Energi Baru
  • Museum Telekomunikasi
  • Museum Penerangan
  • Museum Olahraga
  • Museum Asmat
  • Museum Komodo dan Taman Reptil
  • Museum Serangga dan Taman Kupu-Kupu
  • Museum Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
  • Museum Minyak dan Gas Bumi
  • Museum Timor Timur (bekas Anjungan Timor Timur)
  • Museum Peranakan Tionghoa

Teater atau bioskop

  • Teater IMAX Keong Emas
  • Teater Tanah Airku
  • Teater 4D

Jadi, sudahkah Anda mengunjungi TMII? Butuh berapa lama bagi Anda untuk menjelajahi seluruh bagian di dalam TMII?

Baca juga:
Excursion to Taman Mini Indonesia Indah – Week 11 (aisyear2.wordpress.com)
Miniatures In Jakarta Land: A Dream-Within-A-Dream (igneousbomb.wordpress.com)
Taman Mini: I held a snake edition (teachingtravelingwriting.wordpress.com)

Menyambangi Konservasi Penyu Sisik di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu

dsc00037dsc00036dsc00045

Berawal dari Muara Angke, kami naik perahu menuju Pulau Pramuka. Di pulau ini, kami mengunjungi tempat konservasi penyu.

Kala itu, beberapa penyu dewasa sedang dalam perawatan, ada juga penyu yang mengalami cacat sehingga tidak dapat dilepas lagi ke lautan. Petugas konservasi mengatakan kalau penyu ini tidak akan bisa bertahan hidup jika dilepas ke laut terbuka.

dsc00059

Selain penyu dewasa, disini juga ada banyak bayi-bayi penyu atau biasa disebut tukik. Tukik-tukik ini dipersiapkan untuk nantinya dilepas ke lautan. Mengapa penyu dikonservasi? Karena penyu merupakan salah satu hewan yang terancam punah.

dsc00051

Mendengar penjelasan dari petugas konservasi dan memandangi penyu-penyu yang kian sulit ditemui di lautan ternyata telah memakan waktu cukup lama. Kami pun segera beranjak dan berjalan-jalan di Pulau Pramuka ini.

Pulau Pramuka merupakan pusat administratif (Ibukota) Kabupaten Kepulauan Seribu. Jadi jangan heran jika di pulau ini kita bisa menemukan gedung pemerintahan, sekolah, masjid, rumah makan, serta fasilitas umum lainnya.

dsc00092

Di Pulau Pramuka, kami juga mengunjungi rumah salah satu penjaga taman nasional kepulauan seribu. Bagaimana kami mengenal beliau? Rupanya teman-teman seperjalanan saya ini yang mengenal beliau.

Pembicaraan pun menjadi panjang, terlebih lagi sembari menikmati hidangan seafood. Mulai dari cerita pengalaman beliau sebagai penjaga taman nasional, apa saja yang dikonservasi, kesulitan yang dihadapi, sampai kisah-kisah mistis yang beredar di kepulaun seribu. Semua dibahas habis. Sampai-sampai tak terasa waktu menunjukkan pukul 12 malam.

What a nice visit. Terima kasih sudah menjaga dan mengawasi kelestarian lingkungan di daerah kepulauan seribu ya pak. Respect!

Bagaimana dengan Anda?

Sudahkah menjaga kelestarian lingkungan dengan cara Anda sendiri?

Berlabuh Sejenak di Nusa Keramba, Kepulauan Seribu

dsc00204

Selain mengunjungi berbagai pulau yang ada di Kepulauan Seribu dan memuaskan diri snorkeling di sekitaran kepulauan seribu, tidak ada salahnya jika kita berlabuh sejenak di suatu tempat bernama keramba.

snorkeling di pulau seribu4-001Keramba ini berada di tengah laut dan sebagian bahkan mengapung di laut. Tidak jauh dari lokasi konservasi dan budidaya terumbu karang. Di kawasan ini, kita bisa menikmati indahnya lautan luas, karena sejauh mata memandang, ke manapun kita memandang, birunya laut menjadi perhatian.

dsc00185

snorkeling di pulau seribu6-001Di keramba ini kita bisa santai sejenak di restoran Nusa Keramba dan menikmati hidangan seafood yang disajikan sebagai menu utama. Kita juga bisa mencoba bermain jetski. Atau sekadar berkeliling keramba untuk melihat berbagai jenis ikan yang memang diternakkan di sini.

img_20130519_141613

Ikan yang menarik perhatian saya adalah ikan yang saya lihat di film finding nemo yang bersama-sama membentuk panah demi menunjukkan arah jalan bagi Dori dan Marlin. Lalu, yang menjadi favorit pengunjung, yaitu ikan hiu, atau tepatnya, bayi ikan hiu. Puluhan bayi ikan hiu memang berada ditangkar di keramba ini.

Meskipun tergolong bayi, hiu tetap saja hiu, sebagai carnivora yang paling ditakuti di sejagad lautan luas, memiliki gigi yang super tajam yang siap memangsa siapapun yang mengusik ketenangannya. Lihat saja kondisi ikan yang menjadi makan siang mereka saat itu, dagingnya bersih tak bersisa, hanya menyisakan tulang belulang saja.

snorkeling di pulau seribu5-001Pernahkah Anda berlabuh di Nusa keramba?
Berenang bersama bayi-bayi hiu?
Beranikah Anda?

Mengelilingi Pulau Semak Daun, Kepulauan Seribu

dsc00065

Pulau Semak Daun menjadi salah satu destinasi wisata di Kepulauan Seribu. Terakhir kali saya menginjakkan kaki di sini, tidak ada dermaga indah yang menyambut saya, terlebih lagi warung makanan. Pulau ini bisa dibilang tak berpenghuni.

dsc00064

Akan tetapi, sekarang telah dibangun dermaga yang rapi dan terdapat pula warung penjaja makan dan minum.  Pulau ini jadi terlihat ‘terawat.’ Penasaran dengan kondisi pulau semak daun terkini, saya pun mengelilingi pulau mengikuti garis pantai.

Kaget bukan main, di salah satu sudut pulau ini, terdapat tumpukan bahkan bisa dibilang gunungan sampah yang sebagian besar berisi sampah kardus makanan dan minuman. Sungguh amat disayangkan, pulau yang indah ini ternodai dengan keberadaan sampah.

Hal ini mengingatkan saya untuk menjadi wanderer yang bertanggung jawab. Wanderer yang tidak meninggalkan ‘jejak’ yang memberikan dampak negatif terhadap lingkungan yang dikunjunginya.

Salah satu caranya adalah dengan tidak membuang sampah di tempat yang saya kunjungi terutama tempat yang tidak mempunyai tempat pembuangan sampah akhir atau pengolahan sampah. Solusinya adalah bawa kembali sampahmu!

Menyusuri Kota Tua-Pasar Asemka-Masjid Istiqlal

Kali ini, libur akhir pekan kami habiskan dengan menyusuri Kota TuaPasar AsemkaMasjid Istiqlal. Saat itu, cuaca cukup bersahabat, panas berawan, panas yang tidak terlalu menyengat di kulit.

img_20130209_105120img_20130209_104944

Akan tetapi, suasana di Kota Tua sungguh tidak bersahabat. Di sana pengunjung memenuhi setiap sudut Kota Tua, hingga agak sulit rasanya untuk menikmati atau sekadar bernostalgia  dengan bangunan kuno khas Belanda yang ada di sana.

img_20130209_105321dsc05434Pasar Asemka

Puas berjalan-jalan di Kota Tua, kamipun melanjutkan perjalanan menuju Pasar Asemka. Pasar ini sangat terkenal dikalangan masyarakat luas. Di pasar ini kita bisa membeli alat tulis dan kantor (ATK), tas, souvenir, mainan anak-anak, serta aksesoris dengan harga yang jauh lebih murah daripada di toko atau tempat lainnya. Modelnya pun sangat beragam.

[credit: gogirlmagz.com]

[credit: gogirlmagz.com]

Terlebih lagi kalau kita membelinya dalam jumlah grosiran, harga yang ditawarkan benar-benar miring. Hanya saja, kondisi pasar ini memprihatinkan. Jangan berharap kalau kondisi pasarnya bakal nyaman. Apalagi kalau pasar ini diguyur hujan. Selain becek, macet pula.

Masjid Istiqlal

Selesai berkeliling dan berbelanja di pasar Asemka, kamipun memanfaatkan Busway untuk menuju perhentian terakhir kami, yaitu Masjid Istiqlal (Istiqlal = Kemerdekaan).

[credit: indonesiakaya.com]

[credit: indonesiakaya.com]

Selain memang sudah waktunya beribadah, kamipun hendak mengingat kembali sejarah Masjid yang menjadi salah satu ikon di ibukota Jakarta.

Masjid Istiqlal berdiri di atas lahan seluas 9,5 Hektar yang meliputi bangunan masjid, taman, tempat parkir, dan kolam air mancur.

Bangunan masjid sendiri terdiri dari beberapa bagian, antara lain gedung utama, gedung pendahuluan, teras raksasa, menara, dan lantai dasar.

2013-05-10-00-02-20_deco dsc05853

Lantai utama Masjid Istiqlal mampu menampung jamaah hingga 16.000 orang. Sementara, pada sisi kanan, kiri, dan belakang terdapat lantai bertingkat 5 yang mampu menampung jamaah hingga 61.000 orang.

[credit: indonesiakaya.com]

[credit: indonesiakaya.com]