Surga Buku: Big Bad Wolf Books Sale 2018

Kalau selama ini saya mengira toko buku ataupun perpustakaan sebagai surganya para penikmat buku, maka kali ini saya tambah satu lagi daftar surga bagi para penikmat buku, yang tidak lain dan tidak bukan adalah BIG BAD WOLF BOOKS SALE.

Gema even ini memang sudah lama terdengar di telinga saya dan sudah sering sliweran di timeline beberapa medsos saya. Akan tetapi, baru pada tahun ini saya akhirnya berhasil mengajak adik saya untuk mengunjungi even ini.

Kata-kata sale tentu saja yang menjadi daya tarik utama, terlebih lagi SALE BUKU LOKAL dan IMPOR. Tidak tanggung-tanggung, sale yang ditawarkan bisa mencapai 80%. WOW. Just WOW. Yang lebih gila lagi, even ini berlangsung 24 jam nonstop. Penasaran kan gimana rasanya baca buku, belanja buku jam 1-4 pagi dini hari. Saya, jelas penasaran.

Ketika sampai di lokasi, ICE BSD, saya yang notabene kutu buku dan ngaku-ngaku proud bookworm pun langsung terkesima dan tidak bisa berkata-kata melihat gundukan buku-buku di sejauh mata memandang. NEW BOOKS. EVERYWHERE! LITERALLY!

Rasanya ingin menangis. Sungguh.

Dan saya pun langsung menghirup dalam-dalam bau buku-buku baru, yang rasanya ingin saya masukkan semua ke dalam trolley saya, kalau saja saya tidak ingat harus melewati kasir untuk membawanya pulang.

Sayangnya, kepergian saya kali ini tidak terencana. Jadi, saya datang tanpa persiapan dana yang memadai. Alhasil, saya pun hanya bisa gigit jari dan bersumpah, bahwasanya tahun depan saya akan lebih siap lagi.

 

Advertisements

Menengok Indonesia Travel Fair 2016

Di Sabtu pagi yang Alhamdulillah cerah itu, akhirnya saya dan Dwi memutuskan untuk menengok Indonesia Travel Fair 2016, yang berlangsung di JCC. Setelah sehari sebelumnya tergoda dengan harga-harga tiket pesawat yang terpampang jelas dalam poster di atas.

Untuk dapat masuk ke dalam area pameran, kita diwajibkan membayar tiket masuk IDR 20.000 atau gratis kalau kita mempunyai kartu kredit keluaran BRI. Mengingat saya dan Dwi mengajukan diri untuk membuat KK BRI on the spot, jadilah kami gratis dapat tiket masuk.

Saat kami memasuki area pameran, terlihat lapang dan ‘agak sepi’ entah karena masih pagi atau memang seperti ini atmosfernya. Sambil berkeliling, kami sibuk tengok kanan kiri, depan belakang, mencari promo tiket, hotel atau trip murah.

Pada akhirnya, yang paling menarik perhatian kami adalah tujuan Pahawang Lampung, Belitung, Bali, Lombok, Pulau Komodo, Cruise ke beberapa negara, dan pastinya UMROH. Kami memang planning untuk umroh tahun depan jadi semoga dimudahkan ya Allah, Aamiin.

Kami pun segera beranjak pergi setelah puas mengelilingi, bertanya, dan mengumpulkan brosur untuk dikemudian hari. Walaupun bisa dibilang kurang puas juga karena tenant yang mengisi pameran, menurut saya hanya sedikit dan kurang beragam.

Dari pengamatan, booth yang dipenuhi pengunjung adalah booth yang menawarkan Air Asia dan City Link. So, goodbye ITF, waiting for GTF di bulan April dan promo Air Asia selanjutnya.

Travelling and Umroh, here we come…

 

 

Indocraft 2013

Waktu saya mendengar mengenai pameran ini, ingin sekali segera meluncur ke JCC. Penasaran dengan produk apa saja yang akan dipamerkan di sana. Dalam bayangan saya, pastinya banyak sekali produk Indonesia yang akan muncul di pameran ini. Apa yang bisa dikatakan, I LOVE INDONESIA.

After we arrive there, my eyes were spoiled with all te beautiful and artistic craft. Started with batik, tenun ikat, chopper, painting, accessories, jewelry etc. Ahhh… how I love Indonesia with all its culture and craft.

A beautiful handmade craft made of chopper

A beautiful handmade craft made of chopper

Clutch made of tenun ikat and crocodile leather. One piece for one design. How exclusive it is.

Clutch made of tenun ikat and crocodile leather. One piece for one design. How exclusive it is.

indocraft 2013 1 (3)

Would love to all this art

indocraft 2013 1 (4)

It is very colorful and soul free.

indocraft 2013 1 (7)

indocraft 2013 1 (9)

Craft made of sand, sea shell etc

indocraft 2013 1 (11)

Javanese Bride made of ceramics. Cute as a pie.

indocraft 2013 1 (6)

 

Pameran Peralatan Tempur TNI AD 2013

Bermula dari Pameran alutsista TNI AD tahun 2012 , yang saya pikir tidak akan diadakan lagi setelahnya, saya dan keluarga memastikan bahwa kami akan mengunjungi pameran ini tiap tahunnya. Maka jadilah, ketika kami melihat iklan di atas, kami putuskan untuk segera meluncur ke lokasi.

Menurut saya pribadi, pameran tahun lalu jauh lebih menarik. Mungkin karena alutsista nya lebih banyak dan lebih lengkap, sejauh ingatan saya.

Mungkin juga karena saat itu, saya datang ke pameran dihari kerja, sehingga pengunjung tidak terlalu padat dan saya bisa menikmati pameran lebih puas. Atau juga karena perasaan saya saja, hehehe.

Tapi, biar bagaimanapun juga, saya sangat menghargai dan berterima kasih kepada TNI AD karena adanya pameran ini.

Masyarakat jadi lebih tahu dan merasa lebih dekat dengan TNI AD. Anak-anak kecil menjadi bangga dan bermimpi bisa jadi anggota TNI AD.

Masyarakat awam, bisa lebih mengenal dan bertambah pengetahuannya mengenai TNI AD. Para fotografer bisa puas mengabadikan momen ini.

Dan para prajurit bisa sedikit bersantai dan menjadi selebritis dadakan dalam beberapa hari. Maklum, kayanya ribuan orang minta foto bareng para prajurit TNI AD, termasuk saya.

Gayanya yang imut-imut aja ya. chibi chibi chibi!!!! cheeeseee!

Sebelum pulang, Ini dia yang paling berkesan buat saya. Salut buat para TNI AD! Rompi yang terlihat ringan ini sungguh teramat berat, belum lagi senjata yang saya pegang ini menambah berat.

Now, waktunya pulang… belum puas rasanya…

Boooooooom!!!

Ga lengkap kalo ga berpose dengan background MONAS.

 

Pameran Peranti Tata Saji Indonesia 2013

Mungkin tidak banyak orang Jakarta mengetahui even ini. Jujur, saya saja baru tahu ketika pameran telah menginjak hari ke 3. Itupun dari feed sebuah akun instagram milik williamwongso, yang dengan setia saya follow. He is such an inspirator, especially for his love through Indonesian food and Indonesian traditional market.

Bergegaslah saya mengajak partner in crime saya alias my mom, menyambangi pameran tersebut. And what a surprise! Sesampainya di sana, my eyes were spoiled with sooo many beautiful things. And it’s all made in Indonesia. How proud I am to be Indonesian. This exhibition is really worth it.

Pertama kali saya dimanjakan dengan penataan meja untuk jamuan makan dari beberapa daerah di Indonesia. And, damn, I just know it. Each province had their own table arrangement for special occasion. Can you imagine how many there are, since we have lots of provinces. Dan pastinya tidak kalah dengan penataan meja makan ala western.  Just look at these pictures.

Tata saji dari daerah Jawa Timur

Tata saji dari daerah Riau. cantik banget, sudah seperti gaya eropa.

Tata saji dari daerah Jambi.

Tata saji dari DKI Jakarta.

Tata saji dari daerah Papua. Can’t you believe that the dark brown one is served as a plate.

Puas dengan keindahan peranti tata saji beberapa daerah, saya lanjut ke bagian peranti saji koleksi beberapa kolektor di Indonesia. Mulai dari peranti untuk menyajikan sirih, peranti memasak daerah Jawa dari puluhan tahun silam, hingga peranti untuk cuci tangan. Bahan pembuatnya pun berbeda, mulai dari kayu, rotan, bambu, kuningan, tembaga, bahkan emas!

It is from Bali.

Made of bamboo.

Tikar mendongdari Kalimantan.Sebelum beranjak pergi ke bagian pameran yang lain, sempatkan diri untuk befoto. Tetap eksis bin narsis.

Look at her, she is soo happy.

Beranjak ke bagian hasil kerajinan tangan hampir semua daerah di Indonesia. Sekali lagi dimanjakan dengan berbagai pernak-pernik cantik  khas Indonesia. Oh God, please don’t let me be greedy today, that is my prayer.  Bagaimana tidak, mulai dari peralatan rumah tangga, tas, sepatu, baju, kain tikar, makanan, just name it. It’s all there.

Ini hasil kerajinan dari Kalimantan. See, my mom really want to have tikar mendong.

Rattan and bamboo made. Okay, this one is definitely in my shopping list,

Ada juga hasil kerajinan yang berupa hasil daur ulang sampah.

Kalau yang ini, hasil kerajinan yang rasanya pengen saya bawa pulang.

 

Mom: “mama mau ni dibeliin yang ini” yeee, anaknya juga mau kali maa.. hehe

See, how rich our county are, with its culture. Make me love Indonesia, more and more. Sungguh saya sangat tidak menyesal mengunjungi pameran ini. Berharap tahun depan bisa datang lagi. Semoga pemerintah bisa mengadakan banyak pameran seperti ini. Gratis untuk masyarakat.

Dan semoga publikasinya lebih gencar lagi, sebab sayang sekali jika banyak orang masih tidak tahu ada pameran semacam ini. Karena ini merupakan media pembelajaran yang sangat baik agar masyarakat umum, Indonesia khususnya, lebih mencintai negaranya dan produk dalam negrinya sendiri.

Selesai menjelajahi pameran, saya menyeberang ke pameran tetangga alias di sebelah. Kali ini adalah pameran produk dalam negri. Mulai dari perhiasan mutiara, giok, batu kristal, batu alam, kain tenun, kain batik, kain serat alami lainnya, kerajinan yang terbuat dari kulit, logam dll, bisa ditemukan di pameran ini.