Breakfast in Arch Cafe

Arch Cafe is one of cafes you can find around central market.

It is a small cafe, but has a cozy atmosphere.

We’re so lucky that our hotel is in the same building, next to it to be precise. And the fact that our breakfast is in this cafe excites us even more.

One of signature dessert in this cafe is none other than its durian cakes. Unfortunately, I haven’t taste it, yet.

I was kinda scared to eat durian cos it’s been a long time since I tasted one. And the last experience with durian is something I won’t repeat again.

Regardless, this cafe is one of those places you can visit to kill your time. Just bring a book to read or a friend to chat along accompanied by a cup of coffee and all set up.

Menghirup Aroma Menyengat Belerang di Kawah Putih Ciwidey

Kawah putih. Salah satu tempat wisata paling ngehits di daerah Jawa Barat.

Lokasi ini menjadi sangat terkenal setelah muncul di berbagai film, video klip, pemotretan, hingga foto pre-wedding.

Pemandangan air beraroma belerang yang menyengat hidung, ranting pohon yang kering atau mati, dan kawah yang masih menyemburkan asap menjadi daya tarik utama kawah putih ini.

Oleh karenanya, saya pun excited, setelah sekian ribu purnama berniat ke kawah putih, akhirnya terlaksana jua.

Dingin. Brrrr….

Kala itu suhu udara mencapai 17° C. Lalu ketika hari semakin sore dan hujan turun, suhu pun ikut menurun.

Bau.

Bau menyengat dari belerang menusuk hidung. Bagi saya yang indra penciumannya sangat sensitif, bau ini sangatlah mengganggu, bahkan setelah memakai masker, bau belerang masih sangat ada.

Kabut. Gelap.

Saat hujan turun, kepulan asap belerang, bau belerang, air hujan, dan kabut bercampur baur jadi satu. Sungguh pengalaman yang unik, namun menyiksa saya.

Saya, adik, dan mama akhirnya memutuskan untuk segera pergi dan menikmati kawah putih dari ketinggian saja.

Tempat yang indah nan penuh kenangan.

Sampai di kawah putih lalu hujan. Naik ke tempat tinggi lalu kaki ade terkilir hingga bengkak, padahal dia harus menyetir kembali ke Jakarta.

Dan yang terparah, ditengah perjalanan pulang, hidung saya sakit, diikuti telinga yang tetiba berdenging dan seperti tuli.

Sesampainya di tol, saya merasakan sakit yang luar biasa di bagian telinga. Ketika batuk, saya mengeluarkan bercak darah. Tangis pun pecah seketika. Takut.

Sesampainya dekat rumah, saya dibawa ke UGD. Sayangnya, dokter jaga tidak berani mendiagnosa dan memberikan pengobatan. Saya pun diberi penghilang rasa sakit dan didaftarkan untuk menemui dokter THT keesokan harinya.

Sementara adik saya, menahan sakit dan bengkak di kakinya. He just doesn’t like doctors, a lot.

What a trip to Kawah Putih! Fun yet scary, for me.

The thought of something could go wrong with my hearing definitely scared me, the most.

And that particular night, I found myself crying to sleep, for it hurt too much. Even the pain killer didn’t do much.

Masjid Jamek, A 109 Years Old Mosque

More than a hundred years old ansd still use actively as a mosque. I’m astonish and curious as I can be.

Ketika berkeliling di sekitar dataran merdeka dan bangunan Sultan Abdul Samad. Hati ini terpanggil untuk mengunjungi salah satu masjid bersejarah di Malaysia ini, Masjid Jamek.

Ingin rasanya sholat dan berdoa di masjid Jamek atau sekadar melihat, mengagumi, dan merasakan masjid tua ini.

Di hari pertama, saya terpaksa harus melewatkan kesempatan ke masjid jamek. Berpikir bahwa esok hari masih ada waktu untuk ke sana.

Tapi apa mau dikata, kami sepertinya belum berjodoh. Di pagi hari sebelum kami terbang kembali ke Jakarta, saya dan Dwi menyempatkan diri ke sana dan kembali dengan penyesalan.

Tidak ada tur di masjid setiap hari Jum’at. Ah, hari ini ternyata hari Jum’at ya, baru sadar saya. Terlihat dari luar gerbang, masjid sedang dipersiapkan untuk sholat Jum’at.

Sementara di sekitar, terlihat pula beberapa turis asing yang bernasib sama seperti saya.

Alhasil, kami pun hanya mengagumi keindahan masjid ini dari luar dan dari kejauhan.

10 Things You Can Do in Kuala Lumpur

Based on my experience, here are some things you can do in Kuala Lumpur for 2 Days and 3 Nights.

And the best things of all, it cost less than I thought for transportation. Why? Because I shared cost only for grab to Batu caves. And the rest of the journey, I just need to walk or ride a free bus.

😁 And I am Happy as I can be.

1. Go climb stairs in Batu Caves


2. Stroll around Merdeka Square


3. Walk along River of Life

4. Admire Sultan Abdul Samad Building

5. Take a self- or wefie in I Love KL spot

6. Have a good look of Twin Tower

7. Get in the crowd as you walk in Petaling Street

8. See it with your own eyes, a 109 years old Mosque called Masjid Jamek.

9. Feel the nature around you in Kuala Lumpur Forest Eco-Park

10. Find your loved one some souvenir in Central Market

The Infamous Twin Tower

Last but not least, visiting twin tower is a must.

Ada pepatah berkata, “Belum benar-benar ke Malaysia kalau tidak ada bukti di Twin Tower atau Menara Kembar.”

Jadi, selain mengunjungi spot ikonik “I Love KL” di dataran merdeka, saya pun harus kudu musti wajib hukumnya ke spot turis yang satu ini.

Sayangnya, tubuh ini sudah terlalu lelah hingga saya tak sanggup berlama-lama ditempat ini. Pada akhirnya, hanya Mey, Yusti, Amel, dan Pipit yang bertahan hingga malam hari.