[JFW 2018 DAY 2] The Goods Dept. presents “Transit In Analog” in PIA ALISJAHBANA AWARDS 2017

Postingan ini sebagai kelanjutan dari postingan saya sebelumnya mengenai PIA ALISJAHBANA AWARDS 2017.

Di ajang penghargaan ini, The Goods Group sebagai penerima Pia Alisjahbana Awards 2017 kategori institusi menampilkan fashion show yang mengangkat tema Transit in Analog.

Barisan model berjalan di runway membawakan koleksi The Goods Dept. Seketika terdengar gemuruh para hadirin, begitu terdengar background musik disertai para model berbusana 70-80an yang membuat kita serasa kembali ke masa lalu. Masa di mana teknologi sebagian besar masih bersifat analog (dibandingkan sekarang yang semuanya serba digital).

A youthful and vintage vibe.

Simak saja videonya berikut ini. ps. I really like the song.

Dan kami pun ikut menangkap momen kami di Pia Alisjahbana Awards 2017.

 

 

Advertisements

[JFW 2018 DAY 2] PIA ALISJAHBANA AWARDS 2017

A moment in a lifetime.

It was Sunday, October 22, 2017. Felt so lucky to witness Biyan and The Goods Group received Pia Alisjahbana Awards 2017.

Kenapa saya anggap momen ini sebagai salah satu moment yang akan saya ingat sepanjang hidup saya? Tidak lain dan tidak bukan karena ajang penghargaan ini hanya diadakan setiap 5 tahun sekali. Belum tentu 5 tahun mendatang saya berkesempatan hadir di ajang ini lagi.

Pada ajang penghargaan ini pula, saya berkesempatan berada dalam satu ruangan dengan para desainer terkenal Indonesia, para petinggi Femina Group, para petinggi perusahaan yang berhubungan dengan dunia fashion, para model, sertatokoh-tokoh industri mode dan kreatif Indonesia.

Semakin merasa beruntung, karena saya duduk tepat dibelakang para founder The Goods, Founder Femina Group, Biyan, Ibu Pia Alisjahbana, Oscar Lawalata dan lainnya.

Can you believe that. Even I hardly believe it.

Bagi kalian yang belum tahu apa itu Pia Alisjahbana Award, saya akan jelaskan sedikit saja mengenai ini.

Pia Alisjahbana Awards 2017 memberikan penghargaan bagi individu dan institusi yang memberikan banyak kontribusi dan pengaruh terhadap perkembangan industri mode Indonesia. Tahun ini, penghargaan diberikan kepada desainer kenamaan Indonesia Biyan Wanaatmadja (kategori individu) dan The Goods Group (kategori institusi) sebagai penggerak mode terbaik di Indonesia.

Berikut beberapa momen di Pia Alisjahbana Awards 2017 yang bisa saya abadikan.

Selamat kepada Biyan dan The Goods Group. Teruslah berkarya untuk bangsa dan mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional.

Di ajang ini pula, saya dapat menyaksikan fashion show The Goods Dept. yang bertajuk Transit in Analog yang akan saya bahas di postingan selanjutnya.

[JFW 2018 DAY 2] The Goods Dept. presents “Transit In Analog” in PIA ALISJAHBANA AWARDS 2017

[JFW2018 DAY 1] Embassy Of Sweden and Swedish Fashion Council present “Sustainable Swedish Fashion” featuring HOUSE OF DAGMAR, UNIFORMS FOR THE DEDICATED, and HOPE STOCKHOLM

When I saw JFW2018 schedule and noticed word “Sustainable” from one of the fashion show, I definitely had to watch. Just because, I supported the idea of sustainable clothing.

Ketika mendengar kata “berkelanjutan,” saya pun langsung membayangkan pakaian yang terbuat dari bahan-bahan alami, seperti wool, katun, dan linen. Pasti nyaman dan pastinya cocok sekali dipakai saya yang tinggal di daerah tropis ini.

Sambil menunggu, kami pun jeprat sana jepret sini di area fashion tent.

Dan fashion show pun dimulai.

HOUSE OF DAGMAR

UNIFORMS FOR THE DEDICATED

 

HOPE STOCKHOLM

Watch the video down here,

[JFW2018 DAY 1] Fashion Design Council of India present Nitin Bal Chauhan, Novita Yunus and Nisha

Jakarta Fashion Week 2018 (JFW 2018) is finally here. Well, it was.

It was Saturday, October 21, 2017 which means the first day of JFW 2018. I was so excited more than ever because I had some of invitation for the fashion show.

Rasanya sungguh tidak sabar untuk melihat fashion show dari berbagai desainer kenamaan, baik luar negri maupun dalam negri. Di hari pertama ini, saya berkesempatan melihat karya dari desainer muda India Nitin Bal Chauhan dan Nisha bersama dengan desainer Indonesia Novita Yunus.

Ketika lampu mulai meredup, penutup runway ditarik oleh beberapa orang pria, dan musik mulai terdengar, rasa penasaran pun semakin membuncah. “Seperti apa ya karya mereka,” pikir saya dalam hati.

Nitin Bal Chauhan

Sekilas, pakaian yang ditampilkan terkesan biasa. Tampak seperti gamis atau gaun panjang dengan tidak banyak detail. Akantetapi, begitu diperhatikan, gaun tersebut tampak luar biasa dengan tambahan detail embroidery yang sangat indah dan artistik.

Entah bagaimana dia membuatnya. Bagi saya, gaun-gaun yang ditampilkan tampak seperti rentetan karya seni. Ditambah lagi dengan musik yang mengiringinya. Sangat indah.

I can see myself wear one of those long dress. Wanna have one of those artworks T_T

Lihat videonya dibawah ini,

A glimpse of @nitinbalchauhan for #JFW2018

A post shared by Melly (@mel_ces) on

NOVITA YUNUS X NISHA (NY x ashaane)

Kedua desainer ini menampilkan karya bertajuk WARNA. Dan sayapun berharap warna-warni busana akan muncul dihadapan saya. Benar saja. Berlatang belakang musik etnik, berbagai busana yang kental dengan nuansa tradisional Indonesia dan India dengan penuh warna-warni memanjakan mata saya. Aksesoris yang dikenakan para model pun menambah kesan tradisional yang memang sudah kentara.

So colorful and wearable. Super want it!

Dengar dan lihat videonya dibawah ini,

NY x aeshaane for #JFW2018 spring summer. Colorful on the runway from @yunus.novita

A post shared by Melly (@mel_ces) on

Selanjutnya,

[JFW2018 DAY 1] Embassy Of Sweden and Swedish Fashion Council present “Sustainable Swedish Fashion” featuring HOUSE OF DAGMAR, UNIFORMS FOR THE DEDICATED, and HOPE STOCKHOLM

Indonesia Modest Fashion Week 2017: Wardah x Itang Yunasz

Etnik.

Indonesia sekali.

Itulah kesan pertama saya terhadap koleksi Itang Yunasz yang ditampilkan di Indonesia Modest Fashion Week 2017 ini. Dengan mengangkat ragam kain khas daerah Sumba, Nusa Tenggara, membuat saya semakin cinta pada karya desainer yang satu ini. Yang paling saya suka adalah pakaian yang memadukan kain sumba dengan brokat (lace) dengan dominasi warna hitam.

Lihat videonya di bawah ini,

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Indonesia Modest Fashion Week 2017: Wardah x Malik Moestaram

Oh my God!

Those clothes are very super duper pretty.

Malik Moestaram menampilkan karyanya yang tampak seperti boneka-boneka cantik bak peri nan feminim.

Indah banget.

Permainan bahan, warna, detail, aksesoris, dan tentu saja desainnya yang modest sungguh membuat saya jatuh cinta.

Lihat videonya di bawah ini dan terpukaulah…

Indonesia Modest Fashion Week 2017: Wardah x Jeny Tjahyawati

Black is a very happy bold color.

Jeny Tjahyawati menampilkan karyanya yang didomininasi warna hitam. Pemakaian penutup kepala berbahan organza (sepertinya) yang diatur sedemikian rupa – sangat unik menurut saya – dengan warna-warna seperti merah dan biru menambah kesan bold.