[JFW2018 Day 7] Amazon Tokyo Fashion Week presents ROGGYKEI and UJOH

Last but not least, the most memorable and the hardest effort for a fashion show in my life, so far… 

Perjuangannya buat liat show Amazon Tokyo Fashion Week @roggykei dan @ujoh.official ini benar-benar tidak terbayangkan sebelumnya. 

Dari mulai persiapan di rumah lanjut perjalanan ke sency alias senayan city yang penuh drama. Bahkan bisa dibilang ngalahin drama korea. Sampai perjuangan hingga bisa duduk didalam fashion tent.

Bayangkan saja, mulai dari rencana pulang tenggo (dari sekolah) yang gagal. Kemudian, tepat sebelum kita berangkat, tersadar kalau invitationnya ketinggalan di loker sekolah. Alhasil saya jadi print undangan. Bagusnya lagi, printer di rumah sedang rusak. 

Mengingat waktu yang semakin dekat, kami putuskan untuk naik kereta ke palmerah baru lanjut taksi atau grab atau gojek. 

Sampai di palmerah, kami disambut kemacetan yang luaaarr biasa. Disaat kami siap memesan gojek (karena jam sudah menunjukkan 30 menit sebelum show), hujan turun dengan derasnya. 

Saat hujan mereda, aplikasi gojek saya error. Saya tidak bisa meng-cancel gojek yang memang keberadaannya masi jauh dari lokasi. 

Akhirnya memesan grab sambil terus mencoba cancel gojek. Saya pun pasrah, ketika akhirnya abang grab membawa saya entah lewat mana demi menghindari kemacetan yang menggila. 

Saat tiba di sency, saya pun didera rasa malu luar biasa. Kenapa? Karena saya lari dengan helm grab masih terpasang dengan manisnya di kepala saya, sementara si abang teriak-teriak meminta helm-nya. Malu… 

Disaat saya merasa lega, karena akhirnya sampai di lokasi dan mendengar kabar bahs show nya tertunda, saya dikejutkan dengan penuhnya fashion tent. Sampai-sampai sulit bagi saya hanya untuk sekadar masuk ke fashion tent. 

Mungkin karena ini show terakhir di Jakarta Fashion Week 2018 sebelum finale, yaitu Dewi Fashion Knights 2018, jadinya penontonnya super membludak. 

Plus, show ini mengusung tema Jepang.  Penasaran donk pastinya. Jadiiii, mau itu jalur VIP atau reguler, sama antri dan penuhnya. 

Saking penuhnya, AC yang biasanya super dingin itupun tak berasa.

Jadi makin penasaran donk ya. Bakalan kaya apa shownya. Dengan dalih mau bertanya, berhasil merangsek ke depan, percis pas di pintu scan. Tapi, antri lagi donk yaaa.

Pas pintu dibuka, baru kali ini mau liat fashion show kaya mau nonton apaan dah, grasak grusuk dorong-dorongan saking penuh dan antusiasnya plus kayanya pada takut ga dapat tempat duduk — Ini pada ga pernah liat fashion show live apa ya. Pikir saya. 

Hellooo, pasti dapet kali. 

And then, the show begin. Too fast, I think. Can’t get enough. 


Entah kenapa, show ini terasa sangat singkat. Seakan-akan terburu-buru. 

Apakah konsepnya seperti itu atau karena jadwal show yang sudah ngaret, sementara show final DFK 2017 sudah di depan mata. 
Atau karena perjuangan saya yang teramat berat dan penuh drama, sehingga membuatnya terasa sangat singkat. 

Entahlah… 

Padahal saya suka sekali dengan koleksi mereka. Lots of linen and cotton. Layer and oversize clothes. Love it! 

Dear @jfwofficial . . Last but not least, the most memorable and the hardest… . Perjuangannya buat liat show #amazontokyofashionweek @roggykei @ujoh.official ini bener2 dah. Dari mulai perjalanan ke sency yang penuh drama yang bisa ngalahin drama korea, sampai perjuangan hingga bisa duduk didalam fashion tent. . Mungkin karena ini show terakhir di #jfw2018 sebelum finale, yaitu DFK2018, jadinya penontonnya super membludak. Plus katanya dari negri bunga sakura itu. Penasaran donk pastinya. Jadiiii, mau itu jalur VIP atau reguler, sama antri dan penuhnya, sampai pintu masuk tent mak. Saking penuhnya, AC yang biasanya super dingin itupun tak berasa. Jadi makin penasaran donk ya. ya. ya. Bakalan kaya apa shownya. Dengan dalih mau bertanya, berhasil merangsek ke depan, percis pas di pintu scan. Tapi, antri lagi donk yaaa. Pas pintu dibuka, baru kali ini mau liat fashion show kaya mau nonton apaan dah, grasak grusuk dorong-dorongan saking penuh dan antusiasnya plus kayanya pada takut ga dapat tempat duduk. Hellooo, pasti dapet kali. And then, the show begin. Too fast, I think. Can't get enough. . JFW2018 pun ditutup dengan penuh kenangan. #myJFWmoments #jfw10yrs

A post shared by Melly (@mel_ces) on

Dan, momen saya di JFW2018 pun ditutup dengan penuh kenangan.

See you next year dear Jakarta Fashion Week! ūüėė

Advertisements

Cara Mengurus NPWP yang hilang

29 Desember 2015,

Masih melanjutkan mengurus kartu yang hilang, saya pun segera meluncur ke Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pondok Aren untuk mengurus kartu NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) saya yang hilang.

Alamat:

Jl. Bintaro Utama Sektor V

Kampus Stan Bintaro Jaya

Sehari sebelumnya, saya menyempatkan diri mendatangi kantor tersebut setelah mengurus SIM di Serpong. Tapi sesampaiya disana, petugas menyampaikan kalau untuk layanan pembuatan NPWP sudah tutup. Mereka hanya membatasi 100 kartu yang diterbitkan setiap harinya.

Hari ini, saya sengaja datang pagi sekitar jam 7 agar bisa mendapat nomor antrian paling awal. Pelayanan memang dimulai pukul 08.00 pagi, namun pengambilan nomor antrian sudah dibuka sejak jam 07.00 pagi.

Jadilah saya mendapat nomor urut 8. Setelah itu, cukup banyak orang yang datang untuk mendapatkan layanan dari Kantor Pajak Ini. Belum tepat jam 8, seluruh bangku tunggu sudah dipenuhi manusia.

Kantor ini cukup nyaman, bersih dan dingin * karena masih baru kali ya. * Interior dan furniturnya pun masih bagus. Ditambah lagi disediakan Aqua gelas gratis bagi kami yang menunggu.

Sabar menunggu, akhirnya tiba giliran saya. Loket 1, 2, dan 3 membuka layanan untuk NPWP.

Dokumen yang harus dibawa:

  1. Surat Keterangan Kehilangan dari kepolisian.
  2. Fotokopi KTP atau surat keterangan KTP.
  3. Fotokopi NPWP yang hilang.
  4. Formulir Permohonan Cetak Ulang yang sudah diisi (bisa diambil dilokasi).
  5. Formulir Perubahan Data Wajib Pajak * karena alamat saya sudah berubah alias pindah alamat * yang sudah diisi (bisa diambil di lokasi).

Semua dokumen sudah lengkap, petugas pun mengecek dan siap mencetak kartu saya. Hingga tiba-tiba…

Petugas: “maaf, tapi NPWP yang ibu berikan, di dalam data kami, statusnya telah dihapus.”

Saya: “maaf, kenapa mas?¬†” masih mencerna kata ‘hapus’

Petugas: “iya, jadi, kartu NPWP ibu yang hilang itu sudah dihapus, sudah tidak berlaku lagi.”

Saya: “apa!!! sejak kapan dihapusnya mas. Saya masih pakai NPWP saya itu loh mas.”

Petugas: “O gitu ya bu. Ibu pernah lapor-lapor pajak ga selama ini.”

Saya: *dalam hati saya, hellloooow* “Saya masih bayar pajak dan lapor SPT tahunan dengan nomor itu loh mas. Gimana cara, Kok bisa dihapus,”

Petugas: “iya bu, statusnya terhapus. Jadi kalau ibu mau, ibu jadinya buat kartu NPWP baru. Jadi ibu mengajukan pembuatan NPWP baru.”

Saya: “lah, gimana ceritanya mas. Nanti laporan pajak saya gimana? Pajak saya yang kemarin-kemarin kemana?”

Petugas: dia terdiam. “iya bu, tidak apa-apa ko bu. Cuma ibu jadinya harus bikin yang baru saja”

Wajar sih, dia mana tahu soal beginian, dia kan hanya petugas yang barusan mengecek data saya di computer.

Saya: menghela napas panjang. “ya sudah mas, apa yang saya butuhkan untuk buat yang baru.”

Petugas: mengambilkan formulir permohonan pembuatan KTP dan Surat keterangan bekerja. “Ibu hanya perlu mengisi ini, disertakan materai 6000. dan fotokopi KTP. nanti ibu langsung saja ke sini.”

Saya: “kalau gitu nanti saya kembali mas. makasi.”

Saya pun kembali mengambil nomor antrian dan hendak membeli materai. Sampai di luar. Entah kenapa kesalnya tak tertahan. Bagaimana bisa terhapus, selama saya kerja saya bayar pajak dan lapor pajak dengan nomor NPWP tersebut. Lantas, kemana semua uang pajak saya.

Akhirnya, saya batalkan niat untuk membuat NPWP baru. Saya akan konsultasikan dulu ke HRD tempat saya bekerja mengenai perubahan ini.

 

 

Cara Mengurus Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian (POLSEK) Terdekat

22 Desember 2015

Perjalanan panjang pun dimulai, mengurus kembali dokumen-dokumen penting yang telah hilang alias raib entah kemana, memang akan menguras tenaga, waktu, dan biaya.

Hal yang pertama harus dilakukan adalah melaporkan kehilangan tersebut ke kepolisian terdekat atau tempat kejadian perkara (TKP). Beberapa pos polisi di sekitar pasar, mall, atau kampus biasanya menyediakan layanan ini. Namun, terkadang kita baru sadar kehilangan pada saat kita sudah sampai di rumah. Maka, ada baiknya langsung saja menuju POLSEK terdekat di wilayah tempat tinggal kita.

Polsek Ciputat [Photo credit: anditomato.blogspot.com]

Untuk mempermudah dan mempercepat proses pelaporan, saya melakukan beberapa hal di bawah ini:

1. Daftar dokumen dan barang yang hilang.

Sebelum melapor, saya pribadi membuat daftar (list) tertulis mengenai dokumen apa saja yang hilang, beserta dengan nomor dokumen jika kita menyimpannya.

  1. KTP an. Ani dengan no. 12334545645646
  2. Kartu Kredit an pelapor dengan  no. 124355866
  3. SIM A an. pelapor dengan no. 1323455445564.
  4. ATM Bank BCA an. Subagyo dengan no. 122345645646.
  5. Hp Samsung Galaxy Note 5 dengan nomor Simpati 0812356565656.
  6. dan seterusnya…

Tidak perlu khawatir jika kita tidak mengingat nomor dokumen yang hilang, karena pihak kepolisian akan menulisnya dengan keterangan “dengan nomor yang tidak di ingat

Kemudian, saya lingkari nomornya untuk menandakan dokumen mana yang butuh surat keterangan kehilangan Asli sehingga saya bisa meminta pak Polisi agar di print-kan lebih dari 1. FYI, untuk mengurus dokumen yang berhubungan dengan bank (misal, ATM), STNK, Sertifikat, Pegadaian, dan beberapa dokumen lainnya dibutuhkan Surat Keterangan Asli untuk dilampirkan; atau minimal fotokopi yang dilegalisir pihak kepolisian.

2. Mencari Fotokopi dokumen yang hilang.

Mulailah mencari di rumah, jika saja terselip fotokopi dokumen-dokumen kita yang hilang. Terkadang tanpa sengaja kita memfotokopi atau pernah fotokopi untuk keperluan lain. Fotokopi tersebut akan sangat membantu dan mempermudah kita mengurus kembali dokumen yang hilang tersebut.

mental note for myself: Selalu fotokopi semua dokumen yang kita punya, termasuk kartu-kartu dsb kemudian simpan di satu folder yang mudah ditemukan.

3. Membawa fotokopi KTP yang hilang.

Dengan adanya fotokopi ini, pak Polisi akan lebih mudah mencatat laporan kehilangan kita, kemungkinan untuk salah ketik nama atau alamat dsb juga bisa lebih dihindari.

Tapi kalau memang tidak ada, lebih baik kita tulis identitas kita (sesuai KTP) di selembar kertas untuk memudahkan proses pelaporan.

4. Datanglah ke POLSEK terdekat sepagi mungkin untuk menghindari antrian.

Memang sih terkadang sepi, tapi kalau musim liburan macam saya kali ini, panjang kali antriannya. Banyak copet kali ya ataupun kita yang jadi semakin kurang waspada.

POLSEK mulai melayani pengaduan kehilangan sejak pukul 08.00 pagi.

Kemudian, mulailah pelaporan. Jelaskan kronologisnya, atas nama siapa (tunjukkan FC KTP), apa yang hilang (tunjukkan daftar yang tadi dibuat), dan hilang di mana jam berapa (semua itu akan tertera di surat kehilangan).

Yang terakhir, sebelum di print, jelaskan kepada pak Polisi kalau kita membutuhkan beberapa lembar surat asli. Saya pribadi meminta beliau nge-print sebanyak 10 lembar.

Setelah di print, kita tinggal tanda tangan di setiap lembar surat tadi dan ucapkan terima kasih kepada sang Polisi.

GRATIS tanpa biaya * walaupun terkadang ada embel-embel ‘sukarela’ *

Surat pun ditangan, lanjut mengurus surat lainnya…

Penting untuk diingat: Surat keterangan kehilangan berlaku selama 14 hari saja. Jadi, kalau kita ternyata baru bisa mengurus dokumennya ternyata lebih dari 14 hari, maka kita harus memperpanjang atau membuat surat yang baru.

 

 

 

 

Cara Mengurus Kartu Kredit Bank BCA yang Hilang

22 Desember 2015

Segera setelah saya tersadar dompet kartu saya hilang, saya langsung menghubungi pihak Bank BCA melalui HALO BCA (021) 1500888. Setelah tersambung dengan Customer Service Officer, saya jelaskan keinginan saya untuk memblokir Kartu Kredit BCA dan BCA Card sesegera mungkin.

[Photo credit: www.bca.co.id]

Saya tinggal memberikan informasi identitas saya beserta jenis kartu kredit dan nomor kartu kredit * ternyata ada manfaatnya juga saya menulis kedua nomor kartu kredit di buku goldie saya. *

Setelah menunggu beberapa saat, kartu kredit saya resmi diblokir. Sementara untuk penggantian kartu baru, saya dikenakan biaya 100k. Kartu pengganti akan dikirim dalam waktu 14 hari kerja * which is a long time since it was long holiday. *

Alhamdulillah… beres. Kalau tidak, bisa-bisa tagihan kartu kredit saya membengkak entah siapa yang menggunakannya.

 

 

Clean Up Day

June 26, 2015

It was the last day of school before my veeeery loooong holiday.

Since the kids already in their holiday, it was time for us to clean up all the mess left untouch during PC and Graduation * sumpah, kelas saya sudah seperti kapal pecah *

Aaah, it reminds me of my kids. During clean up, it is always fun. We sing, we dance, we move, we pretend, we cooperated to clean up together. But here I am, clean up almost all by myself * pfiiuh what a long day ahead. *

So then I sing to myself “what a wonderful world

Continue with:

Clean up clean up
Everybody everywhere
Clean up clean up
Everybody do your share

But then, I realized, there was no one else here but me, myself, I * except my partner which busy with other things *

But then, I realized again, I do love to clean up. I am a neat freak. Besides, there is even a hadith about cleanliness and neatness.

Kebersihan itu sebagian dari Iman

The Last Day of Peach Roomers

June 24, 2015

It was a happy but also gloomy day.

This is the last day of our school, before our long holiday and also the last day of Peach Roomers as a whole. Some of my kids will graduate tomorrow and move to K1 (elementary school). I have such a mixed feeling about it. I am so happy and look forward for the long holiday.

On the other hand, I felt sad because I won’t see my kids laughter for almost a month * their laughter and happy smile is my vitamins to get through the day * Not to mention, the graduates one will not be there, in Peach Room, by the time our holiday is over.

 

It was an exciting day.

Since it will be the first time we, Peach Roomers, played soccer with children’s dads. The dads are excited either do we. We played happily, running around and kicking the ball all around the mini soccer field.

 

It was a tiring and long day.

We had so many activities to do on that day. Since we played soccer in the morning and continue with practice for the Graduation Ceremony and Performance, conduct the last Parent Conference, and prepared for the Graduation (such as decorating etc.). We even break our fast on the hall while decorated and prepared things. I just leaved around 7 pm. The best part is, I was so sleepy since I could not bring myself to sleep the other night * must be because of the mixed feeling for saying goodbye with my kiddos *

 

 

Bahagia Itu Sederhana

June 19, 2015

Alhamdulillah, 2 hari sudah kita berpuasa. Kenapa hari berjalan begitu cepatnya? Padahal ibadah belum semaksimal yang direncana.

Saya selalu percaya bahwa Ramadan itu adalah bulan penuh berkah. Sesulit apapun keadaan kita, pasti selalu ada kemudahan untuk menjalaninya. Seberat apapun cobaan yang menimpa kita, pasti ada kebaikan setelahnya.

Di hari ke-2 ini, entah kenapa saya merasa begitu bahagia. Rasa lelah tak terasa, bahkan wajah ini dipenuhi dengan senyum yang senantiasa merekah tiada hentinya * jadi kaya orang gila ya * Seorang teman sampai keheranan melihat saya senyam-senyum sendiri. Bahkan tambah merasa heran ketika melihat saya berteriak kegirangan. Dia sampai mengira kalau THR * ehmm, perasaan Lebaran masih lama ya, jadi ga mungkin THR kayanya * sudah diterima, secara permasalahan saya selama ini sebagian besar memusat di sektor keuangan, hehe.

Lalu, kenapa tiba-tiba saya merasa bahagia. Padahal saya dalam keadaan di mana keuangan saya semakin menipis. Mulailah otak saya bekerja mencoba mengingat kembali apa yang membuat saya begitu bahagia tiada terkira.

Oke, salah satunya karena rapotan saya sudah selesai * yippie yeaay, yang berarti saya sudah tidak perlu banyak berbicara saat rapotan dengan orang tua, secara bibir dan mulut saya sedang cidera *

Lalu, melihat tawa ceria anak-anak didik saya * sampe rasanya pengen di awetin tuh tawa ceria kalo bisa *

Kemudian, saya menerima SMS yang entah berapa lama saya sudah menunggu kedatangannya. Sungguh 1 SMS yang sangat singkat itu membuat saya sangat bahagia * kalo yang ini rahasia isi SMS-nya :p *

Terakhir, sebuah ungkapan terima kasih dari salah satu orang tua anak didik saya.

We as parents are very happy and excited to hear about Ayman’s progress both in and outside of class. We really appreciate both teacher’s efforts in supporting and facilitating Ayman’s progress. Many thanks to Ms. Melly and Ms. Anthi. (Ayman’s parents)”

Sungguh, kata-kata itu membuat saya terharu dan bahagia tak terkira. Bagi seorang guru seperti saya, terlebih lagi guru preschool * yang notabene terkadang masih dipandang sebelah mata * mendapat ucapan terima kasih yang tulus dari orang tua murid, rasanya seperti mendapat kado spesial yang sedemikian besarnya dan tak ternilai harganya. Kenapa? Karena rasanya, ilmu yang saya bagi ke anak-anak setiap harinya, membuahkan hasil (progress dalam hal perkembangan anak murid). Saya merasa diri ini ada manfaatnya bagi orang lain. Dan itu membuat saya bahagia.

Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain?

Diriwayatkan dari Jabir berkata,‚ÄĚRasulullah saw bersabda,‚ÄôOrang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.‚ÄĚ (HR. Thabrani dan Daruquthni)

Bahagia itu sederhana…

Tidak harus melulu tentang harta

Tidak harus melulu tentang cinta

Hanya mendengar tawa ceria

Hanya sebuah balasan SMS yang tak di duga

Hanya tulusnya ungkapan terima kasih

Sudah cukup membuat saya bahagia

 

 

An Accidentally Cut on The Lips

June 18, 2015

First day of Ramadhan, I was like, Oh My God, it is hurts, my lips are definitely hurt. I got into an accident and it split my lip open. It was swollen, dry also tends to crack and resplit frequently each and every time I move my mouth. And how am I going to shut my mouth out if it is the only way for me to make a living?

Seems impossible.

No, it is definitely impossible.

And now, while I’m fasting, I am fighting the urge to drinks lots of water just to keep it moist. And it is so frustrating. But, thinking that we are in Ramadan, I tend to be more patient to get through this.

Wondering how, I got into the accident. Here what happened not so far back then. Well, it was yesterday, actually.
Lips, oh my dear lips…

That day, was a beautiful and happy day just like any other day. I spent almost half of day with my lovely little children.

We were playing happily during Work Time, when suddenly; some kids were bouncing up and down on the chair and almost fell down and hurt each other. At first, I remind them to play safely * but I guess they were too excited * but then they kept doing what they were doing.

When one of them almost fell down and bump to each other, I was running as fast as I can tried to keep them save. And they did save. Unfortunately, a kid keep bouncing * even though I already catch him from falling * and ‚Äúduaaaggh‚ÄĚ bump his head to my lips.

I was shocked, because the collision was quite hard. Afraid that it will hurt his head * still, children will be my first priority * although I was crying inside * darn its hurt *

Later, some kids told me, ‚Äúmiss, you are bleeding.‚ÄĚ Aaah, I can taste my own blood in my mouth. Okey, I got my upper lip cut and there is a big wound left in there. The kid who was collide with me looks a little bit afraid. He hid his face on the table. I was quite angry that time, not because I was hurt, but because they could be hurt.

I tried to solve the problems with them. We talked about the accident and how to play safely. The kid accidentally collides with me, still doesn’t want to look at me * I think, he was afraid that I would get angry at him. *

Then, I told him that I wasn’t angry at him. I reminded him to play safely and then assured him that my lips were fine. It could be healed in no time. He nodded and suddenly looks at me with his two bright eyes. He looks sorry for me, but he was not afraid anymore.

When I asked him to wash his hand (because it almost Snack Time), he told me, ‚Äúsorry miss melly.‚ÄĚ I just smiled at him and totally forgot about the cut on my lips. I don’t even had chance to get a treatment on it. But hey, as long as the kids is fine, then fine by me then. * just don’t let this happen again next time, please T_T *

Dini and Hafthor Wedding

My dear bestfriend Dini,

and the love of her life, Hafthor.

When Allah wants two hearts to meet,

He will move both of them, not just one

And Allah did! To both of you.

Saturday, May 9th, 2015

One of my besties is gone through one of the happiest day of her life. She finally can call herself ‘wife’ How can I not happy for her. We’ve known each other since High School. We’ve been living life through the easy and hard one. Including our love story one. And God know how much we have been waiting for this kind of day to come * remember every single of our chit-chat about man and love *

dini&hafthor wedding (5)

Wedding party. Dini and Hafthor in Javanese traditional costume.

This morning, you look absolutely beautiful that I can’t even describe it much by words. You kept your nervousness inside, very well. And the happiness from within you is glowing outside. Somehow, my eyes got teary. Please don’t misunderstand me. I am happy for you, I truly am. I can guarantee you that these all are happy tears.

dini&hafthor wedding (4)

With the family of Biology (University of Indonesia), class of 2000.

From this day onwards, left behind all the sad memories * you know what kind of memories right? * Creates new memories full of joy and happiness. And, even though along the way you will face some struggles and hardships. The most beautiful thing about it, is that you are going through all those difficult times with the one you love the most, which is none other than Hafthor * so, make sure you’ll be good to her, Hafthor *

dini&hafthor wedding (22)

During Ijab Qabul.

I hope both of you have a happiest marriage life. Grow old together. Annoy each other each and every day. And fall for each other over and over again for the rest of your life. Finally, may your marriage leads both of you to Jannah. Aaamiin.

Don’t forget to update your new happy life there, in Iceland.

PS:

For Hafthor.

Remember the rules. Rule number 1, your wife is always right. Rule number 2, when you feel she is wrong, read rule number 1 again. Okey! * hehehehe *

dini&hafthor wedding (7)

Bridesmaids. Vei – Chika – Dini – Tri – Me

dini&hafthor wedding (25) dini&hafthor wedding (39) dini&hafthor wedding (14)

Kejadian Aneh di Pagi Hari Saat Sendiri

Pagi ini dimulai dengan kejadian aneh apa memalukan ya? Jadi begini, saya sengaja dateng pagi buta l* lebay *  ke tempat kerja, dengan rencana menyiapkan segala sesuatunya sebelum kelas dimulai * padahal mah takut macet tuh klo kesiangan.* Jelas, saat itu saya pasti masih sendirian, guru-guru lainpun kayanya belum keliatan batang hidungnya.  Nah, saya tariklah kursi seukuran anak TK dan bersiaplah untuk duduk.

Sampe tiba-tiba, saya mencoba duduk dan terjengkanglah saya saudara-saudara. Demi mencegah tumbukan keras antara pan*** sama ubin, dengan sigap dan secepat kilat, saya pakelah sikut sebagai tumpuan * buggg! efek suaranya. * Alhasil, lecet sudah sudah sikut kanan saya. Kejadiannya sepersekian detik. Kaget, sumpah saya kaget. Karena seinget saya, itu kursi posisinya ga jauh kaya gitu * hiiiiy, siapa ya yang narik kursi saya? atuuuuut *

Untungnya saat itu saya ga berpikiran mistis. Pas jatoh, yang pertama saya lakuin adalah bangun sambil cengengesan kaya orang gila. Berasa ngetawaiin diri sendiri. Terus, bersyukur karena ga ada saksi mata di tempat kejadian * bisa-bisa saya diketawaiin abis-abisan. Kalo yang ngetawaiin sekece Lee Min Ho si kaga nape-nape. *  Eh, terus, saya malah keinget adegan pas Fitri Tropica percis ngalamin kejadian yang sama. Semalem kejadiannya, pas di acara club lawak indonesia * pamali kali ya gw waktu itu ngetawaiin si fitrop.*

Hikmah yang saya petik dari kejadian ini. Besok-besok, kalo duduk, liat dulu kursinya. Baca dulu Bismillah… kalo engga, bisa jadi lain kali ga cuma lecet yang saya derita * heuheuheuheu *