Cara Mengurus NPWP yang hilang

29 Desember 2015,

Masih melanjutkan mengurus kartu yang hilang, saya pun segera meluncur ke Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pondok Aren untuk mengurus kartu NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) saya yang hilang.

Alamat:

Jl. Bintaro Utama Sektor V

Kampus Stan Bintaro Jaya

Sehari sebelumnya, saya menyempatkan diri mendatangi kantor tersebut setelah mengurus SIM di Serpong. Tapi sesampaiya disana, petugas menyampaikan kalau untuk layanan pembuatan NPWP sudah tutup. Mereka hanya membatasi 100 kartu yang diterbitkan setiap harinya.

Hari ini, saya sengaja datang pagi sekitar jam 7 agar bisa mendapat nomor antrian paling awal. Pelayanan memang dimulai pukul 08.00 pagi, namun pengambilan nomor antrian sudah dibuka sejak jam 07.00 pagi.

Jadilah saya mendapat nomor urut 8. Setelah itu, cukup banyak orang yang datang untuk mendapatkan layanan dari Kantor Pajak Ini. Belum tepat jam 8, seluruh bangku tunggu sudah dipenuhi manusia.

Kantor ini cukup nyaman, bersih dan dingin * karena masih baru kali ya. * Interior dan furniturnya pun masih bagus. Ditambah lagi disediakan Aqua gelas gratis bagi kami yang menunggu.

Sabar menunggu, akhirnya tiba giliran saya. Loket 1, 2, dan 3 membuka layanan untuk NPWP.

Dokumen yang harus dibawa:

  1. Surat Keterangan Kehilangan dari kepolisian.
  2. Fotokopi KTP atau surat keterangan KTP.
  3. Fotokopi NPWP yang hilang.
  4. Formulir Permohonan Cetak Ulang yang sudah diisi (bisa diambil dilokasi).
  5. Formulir Perubahan Data Wajib Pajak * karena alamat saya sudah berubah alias pindah alamat * yang sudah diisi (bisa diambil di lokasi).

Semua dokumen sudah lengkap, petugas pun mengecek dan siap mencetak kartu saya. Hingga tiba-tiba…

Petugas: “maaf, tapi NPWP yang ibu berikan, di dalam data kami, statusnya telah dihapus.”

Saya: “maaf, kenapa mas? ” masih mencerna kata ‘hapus’

Petugas: “iya, jadi, kartu NPWP ibu yang hilang itu sudah dihapus, sudah tidak berlaku lagi.”

Saya: “apa!!! sejak kapan dihapusnya mas. Saya masih pakai NPWP saya itu loh mas.”

Petugas: “O gitu ya bu. Ibu pernah lapor-lapor pajak ga selama ini.”

Saya: *dalam hati saya, hellloooow* “Saya masih bayar pajak dan lapor SPT tahunan dengan nomor itu loh mas. Gimana cara, Kok bisa dihapus,”

Petugas: “iya bu, statusnya terhapus. Jadi kalau ibu mau, ibu jadinya buat kartu NPWP baru. Jadi ibu mengajukan pembuatan NPWP baru.”

Saya: “lah, gimana ceritanya mas. Nanti laporan pajak saya gimana? Pajak saya yang kemarin-kemarin kemana?”

Petugas: dia terdiam. “iya bu, tidak apa-apa ko bu. Cuma ibu jadinya harus bikin yang baru saja”

Wajar sih, dia mana tahu soal beginian, dia kan hanya petugas yang barusan mengecek data saya di computer.

Saya: menghela napas panjang. “ya sudah mas, apa yang saya butuhkan untuk buat yang baru.”

Petugas: mengambilkan formulir permohonan pembuatan KTP dan Surat keterangan bekerja. “Ibu hanya perlu mengisi ini, disertakan materai 6000. dan fotokopi KTP. nanti ibu langsung saja ke sini.”

Saya: “kalau gitu nanti saya kembali mas. makasi.”

Saya pun kembali mengambil nomor antrian dan hendak membeli materai. Sampai di luar. Entah kenapa kesalnya tak tertahan. Bagaimana bisa terhapus, selama saya kerja saya bayar pajak dan lapor pajak dengan nomor NPWP tersebut. Lantas, kemana semua uang pajak saya.

Akhirnya, saya batalkan niat untuk membuat NPWP baru. Saya akan konsultasikan dulu ke HRD tempat saya bekerja mengenai perubahan ini.

 

 

Advertisements

Cara Mengurus SIM yang Hilang

28 Desember 2015,

Melanjutkan perjuangan saya mengurus kartu-kartu yang hilang, SIM alias Surat Izin Mengemudi adalah nomor 2 yang krusial setelah KTP. Bagaimana tidak, saya tidak berani mengendarai si jagoan merah saya tanpa SIM di tangan.

Jadi, setelah selesai mengurus KTP, saya langsung meluncur menuju Serpong untuk Mengganti SIM yang hilang.

Ingat, pakai baju yang ‘pantas’. Untuk kaos, pakai yang berkerah dan pakai sepatu atau sepatu sandal. Dilarang keras pakai kaos oblong dan sandal jepit. Nanti kena tegur Pak Polisi dan disuruh pulang. nah lo.

Bagi saya yang berdomisili di Tangerang Selatan, saya sangat bersyukur dengan adanya kantor Satuan Administrasi Pelayanan SIM (Satpas) Polres Tangerang.

Alamat:

Pertigaan Jalan Raya Cisauk dan Jalan Raya Serpong, Tangerang Selatan.

Kantor ini bisa dicapai dengan menggunakan moda transportasi KRL alias commuter Line jurusan Tanah Abang-Serpong atau Tanah Abang-Maja. Dari stasiun Serpong, kita tinggal menyebrang jalan dan naik angkutan umum. Lokasinya tidak jauh dari stasiun, dengan membayar 3k sampai sudah kita di lokasi.

 

Yang harus dibawa:

  1. Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian (1 lembar).
  2. Fotokopi KTP atau dalam kasus saya, fotokopi surat keterangan KTP dalam proses (3 lembar).
  3. Fotokopi SIM yang hilang (1 lembar).
  4. KK (Kartu Keluarga) untuk kasus saya yang KTP-nya tidak ada (1 lembar fotokopi ). Tapi bawa saja untuk berjaga-jaga.
  5. Uang sebesar 175k.
  6. Pulpen (mengingat ada formulir yang harus kita isi).
  7. Handphone atau buku novel (untuk mengusir kebosanan karena menunggu antrian yang puanjang).
  8. Kipas, mengingat kantornya bisa dibilang tidak luas sementara peminatnya membludak * agak lebay sih, tapi seriusan panas banget. Penuh banget. Apalagi kalau musim liburan gini. bikin SIM udah kaya ngantri mau nonton konser artis kenamaan *

Yang harus dilakukan di Satpas:

1. Cek Kesehatan

Setelah berkas-berkas siap dan dijadikan 1 (bawa paper klip biar tidak tercecer), langsung saja masuk ke ruangan bagian cek kesehatan (ada tulisannya di pintu).

Berkasnya terdiri dari 1 lembar surat kehilangan, 1 lembar fotokopi SIM, I lembar fotokopi KK, 1 lembar fotokopi surat keterangan KTP)

Serahkan semua berkas ke petugas dan ia akan menanyakan perihal kesehatan, mulai dari tinggi badan dan berat badan dll.

Oleh karena saya tidak membuat SIM baru dan saya menyertakan fotokopi SIM yang hilang, cek kesehatan bisa dibilang merupakan formalitas saja.

Setelah itu, petugas akan mengembalikan berkas berikut hasil cek kesehatan. Berkas ini sudah diatur dan distaples sedemikian rupa oleh petugas, sehingga kita tidak perlu khawatir akan tercecer.

Biaya: 20k

2. Pembuatan kartu Asuransi Kecelakaan Diri Pengemudi (AKDP)

Keluar dari ruang cek kesehatan, langsung saja berikan berkas ke loket paling kiri, sebut saja loket 1 (ada 3 loket, namakan saja loket 1, 2, dan 3, secara berurutan).

Di sini, kita akan diminta 1 lembar fotokopi surat keterangan KTP (fotokopi KTP). Kemudian, berkas akan dikembalikan ke kita beserta dengan Kartu asuransi (AKDP).

Biaya: 30k

3. Registrasi Mengurus SIM yang Hilang (sama dengan perpanjangan SIM).

Lanjut ke loket 2. Serahkan berkas ke petugas berikut 1 lembar fotokopi surat keterangan KTP (fotokopi KTP). Saya tidak terlalu memperhatikan apa yang dilakukan petugas (mengingat penuh sesak).

Biaya: 75k

4. Pengambilan formulir pendaftaran.

Lanjut ke loket 3, kita akan diberikan berkas berikut formulir pendaftaran yang harus di isi. Disini saya dikenakan biaya 45k.

Bodohnya, saya tidak bertanya untuk apa biaya tersebut * yang kepikiran cuma cepat selesai, apalagi ruangannya panas dan penuh sesak. * Tapi saya positif thinking saja, mungkin karena saya pindah alamat, entahlah. Pas browsing2 setelah selesai, baru ngeh, untuk apa ya biaya tersebut.

5. Mengisi formulir pendaftaran.

Untuk mengisinya disediakan meja besar di luar kantor Satpas dengan tata cara pengisian yang jelas dan lengkap. Di sinilah pulpen yang kita bawa melakukan perannya * daripada susah-susah cari pinjeman *

6. Kembalikan berkas tersebut ke loket 3.

Tunggu hingga nama kita dipanggil petugas. Disinilah buku novel, handphone, dan kipas berperan besar. Lamanya menunggu tidak bisa diprediksi. Kalau beruntung, kita bisa mendapatkan kursi untuk duduk, kalau tidak, ya terpaksalah berdiri.

7. Proses Identifikasi.

Disini, kita tetap akan menunggu giliran, duduk harus sesuai urutan. Petugas akan memverifikasi data kita * penting untuk didengarkan, karena bisa jadi ada kesalahan. * Lanjut dengan merekam sidik jari jempol kanan dan kiri juga tanda tangan.

Terakhir, say cheese! Foto asal-asalan buat SIM * saya bilang asal-asalan karena kebayang donk ya penampakan wajah kita setelah melalui proses di atas dan menunggu lama. Belum lagi posisi kita saat difoto yang pastinya ga akan seindah kalo kita selfie. Belum lagi pada saat difoto ada puluhan mata memandang, aih aih. Belum lagi, proses foto yang begitu cepat (mungkin sekitar 1 detik) tanpa ada kesempatan untuk melihat hasilnya dan mengulangi *

8. Pengambilan SIM.

Finally, all is done. Kita tinggal keluar kantor kemudian menuju sebuah tempat * tepatnya sih di luar sebuah ruangan tepat di depan sebuah jendela * dan tunggu nama kita dipanggil. Ambil SIM yang baru dan TTD.

Pastikan semua data yang tertera di SIM adalah benar.

Supaya kalau ada kesalahan bisa langsung diperbaiki saat itu juga.

 

And yeay, we are done!

Tidak susah dan tidak ribet, masih terjangkau pula.

 

 

 

 

 

Cara Mengurus Kartu AEON Express Card yang Hilang

23 Desember 2015,

Meskipun kartu AEON ini tidak dapat digunakan pihak lain * karena selalu akan ada verifikasi data setiap kali kita hendak melakukan transaksi * namun, tidak ada salahnya jika saya menginginkan penggantian kartu.

[Photo Credit: www.aeon.co.id]

Kartu AEON express card akan mempermudah saya untuk membeli barang-barang melalui pembiayaan AEON.

  1. Hubungi Customer Service AEON di (021) 2971 1000 untuk menginfokan kehilangan kartu.
  2. Buat Surat Pernyataan Kehilangan Kartu dan Permohonan Penggantian Kartu Baru.
  3. Scan Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian.
  4. Scan Fotokopi Kartu AEON Express Card.
  5. Kirim email ke customercare@aeon.co.id dengan melampirkan poin 2, 3, dan 4 di atas dalam email tersebut.
  6. Hubungi Customer Service AEON di (021) 2971 1000 untuk mengonfirmasi email yang telah kita kirim.
  7. Kartu baru akan dikirim dalam jangka waktu 14 hari kerja.

Cara Mengurus KTP yang Hilang

23 Desember 2015, Rumah Pak RT

Ini dia, kartu yang paling penting sedunia. Makanya, kartu ini adalah prioritas nomor wahid untuk diurus secepatnya.

Untuk mengurus KTP atau Kartu Tanda Penduduk yang hilang, saya membutuhkan surat pengatar dari Pak RT.

Yang harus dibawa ke Pak RT:

  1. Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian
  2. Fotokopi KTP yang hilang
  3. Fotokopi KK (Kartu Keluarga)

GRATIS, tanpa biaya. Selembar surat keterangan sudah ditangan. Saya tinggal menuju Kelurahan.

Tapi, rencana tinggal rencana, Saya meminta surat tersebut di malam hari dengan maksud mengurus keesokan harinya. Tapi ternyata, it is long weekend. Saya lama tak tengok kalender hingga lupa kapan saja tanggal merahnya. terpaksa, menunggu hingga Senin tiba.

28 Desember 2015, Kelurahan Sawah

Saya start sebelum jam 08.00 pagi. Secepatnya, saya meluncur ke Kelurahan Sawah.

Yang harus dibawa ke Kelurahan:

  1. Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian
  2. Fotokopi KTP yang hilang
  3. Fotokopi KK (Kartu Keluarga)
  4. Surat Pengantar dari Pak RT

Saya langsung menuju loket pelayanan, bertemu dengan Ibu Ita (pesan dari pak RT) * ternyata Bu Ita ini juga membuatkan surat pengantar dari RW. Mungkin dimintai tolong sama pak RT kali ya. * Makasih Bu Ita * beliau sangat ramah, tutur katanya sopan, dan murah senyum. *

Ternyata, sekarang KTP balik lagi ke KTP elektronik alias e-KTP * aneh banget deh, sebelumnya saya e-KTP, ketika pindah  kelurahan eh ganti lagi jadi KTP biasa, eh sekarang suruh balik lagi jadi e-KTP. cape deh. * Alhasil, pupus sudah rencana, yang tadinya membayangkan KTP akan jadi dalam waktu seminggu, sekarang, dalam sebulan baru akan jadi * garuk-garuk pala Barbie *

Tidak lama kemudian, saya pun dipanggil dan diberikan satu berkas untuk selanjutnya dibawa ke Kecamatan * panjang ya bo. *

28 Desember 2015, Kecamatan Ciputat

Alhamdulillah, adalah kalimat pertama yang saya panjatkan. Kenapa? Karena kantor Kecamatan Ciputat berada tepat dibelakang kantor Kelurahan Sawah. Bahkan, ada jalan tembus yang mempersingkat waktu tempuh. sekali lagi, Alhamdulillah. Hemat waktu dan tenaga. * coba kalau kantornya jauh seperti dulu waktu saya belum pindah ke sini. *

Sesampainya di sana, kita jelaskan maksud kedatangan untuk kemudian diperiksa kelengkapan berkas-berkasnya dan diberikan nomor antrian. * kesan pertama, wow, kantornya lumayan juga, sudah dibuat loket-loket macam di kantor pajak. *

Yang harus dibawa ke Kecamatan:

  1. Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian
  2. Fotokopi KTP yang hilang
  3. Fotokopi KK (Kartu Keluarga)
  4. Surat pengantar dari Pak RT-RW
  5. Formulir F-1.21 dari Kelurahan
  6. 1 lembar Pas Foto ukuran 2×3 (tidak dijadikan 1 berkas, dibutuhkan untuk membuat surat keterangan KTP)

Yang harus dilakukan di Kecamatan:

1. Ambil Nomor Antrian.

Sekali lagi, datanglah sepagi mungkin, untuk menghindari antrian.

2. Proses Perekaman dan Verifikasi Berkas.

Setelah dipanggil, saya serahkan berkas tadi, untuk kemudian diproses.

Bagi yang belum pernah membuat e-KTP, maka akan dilakukan proses perekaman (foto, rekam ke sepuluh sidik jari tangan, dan rekam tanda tangan).

Bagi yang sudah pernah * seperti saya * pihak kecamatan akan mencoba mengecek data kita untuk kemudian dicocokkan kembali atau diperbaharui * seperti kasus saya, yang sekarang pindah alamat *

3. Minta Surat Keterangan Yang menyatakan KTP sedang dalam proses.

Bawa kembali berkas yang tadi menuju loket yang tersedia. Sampaikan bahwa kita membutuhkan surat keterangan sebagai pengganti KTP, mengingat e-KTP baru akan kita terima dalam jangka waktu kurang lebih 1 bulan. Surat ini juga diperlukan untuk mengambil e-KTP kita nantinya.

Tunggu beberapa saat hingga nama kita dipanggil, lalu serahkan 1 lembar pas foto ukuran 2×3 untuk selanjutnya dilem dan dicap oleh petugas.

Penting untuk diingat:

Sebelum meninggalkan tempat, baik di rumah pak RT, kelurahan, atau kecamatan. Kita HARUS mengecek kembali berkas yang dibutuhkan dan juga hasil ketikan di setiap dokumen atau formulir. Jangan sampai ada kesalahan penulisan atau ketikan (misal, namanya salah huruf, nomornya beda 1 angka, atau alamat tidak sesuai KTP dll.) Kesalahan akan mengakibatkan kita untuk mengulang kembali proses dari awal karena kita akan ditolak pada saat mengurus dokumen lainnya.

 

 

Cara Mengurus Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian (POLSEK) Terdekat

22 Desember 2015

Perjalanan panjang pun dimulai, mengurus kembali dokumen-dokumen penting yang telah hilang alias raib entah kemana, memang akan menguras tenaga, waktu, dan biaya.

Hal yang pertama harus dilakukan adalah melaporkan kehilangan tersebut ke kepolisian terdekat atau tempat kejadian perkara (TKP). Beberapa pos polisi di sekitar pasar, mall, atau kampus biasanya menyediakan layanan ini. Namun, terkadang kita baru sadar kehilangan pada saat kita sudah sampai di rumah. Maka, ada baiknya langsung saja menuju POLSEK terdekat di wilayah tempat tinggal kita.

Polsek Ciputat [Photo credit: anditomato.blogspot.com]

Untuk mempermudah dan mempercepat proses pelaporan, saya melakukan beberapa hal di bawah ini:

1. Daftar dokumen dan barang yang hilang.

Sebelum melapor, saya pribadi membuat daftar (list) tertulis mengenai dokumen apa saja yang hilang, beserta dengan nomor dokumen jika kita menyimpannya.

  1. KTP an. Ani dengan no. 12334545645646
  2. Kartu Kredit an pelapor dengan  no. 124355866
  3. SIM A an. pelapor dengan no. 1323455445564.
  4. ATM Bank BCA an. Subagyo dengan no. 122345645646.
  5. Hp Samsung Galaxy Note 5 dengan nomor Simpati 0812356565656.
  6. dan seterusnya…

Tidak perlu khawatir jika kita tidak mengingat nomor dokumen yang hilang, karena pihak kepolisian akan menulisnya dengan keterangan “dengan nomor yang tidak di ingat

Kemudian, saya lingkari nomornya untuk menandakan dokumen mana yang butuh surat keterangan kehilangan Asli sehingga saya bisa meminta pak Polisi agar di print-kan lebih dari 1. FYI, untuk mengurus dokumen yang berhubungan dengan bank (misal, ATM), STNK, Sertifikat, Pegadaian, dan beberapa dokumen lainnya dibutuhkan Surat Keterangan Asli untuk dilampirkan; atau minimal fotokopi yang dilegalisir pihak kepolisian.

2. Mencari Fotokopi dokumen yang hilang.

Mulailah mencari di rumah, jika saja terselip fotokopi dokumen-dokumen kita yang hilang. Terkadang tanpa sengaja kita memfotokopi atau pernah fotokopi untuk keperluan lain. Fotokopi tersebut akan sangat membantu dan mempermudah kita mengurus kembali dokumen yang hilang tersebut.

mental note for myself: Selalu fotokopi semua dokumen yang kita punya, termasuk kartu-kartu dsb kemudian simpan di satu folder yang mudah ditemukan.

3. Membawa fotokopi KTP yang hilang.

Dengan adanya fotokopi ini, pak Polisi akan lebih mudah mencatat laporan kehilangan kita, kemungkinan untuk salah ketik nama atau alamat dsb juga bisa lebih dihindari.

Tapi kalau memang tidak ada, lebih baik kita tulis identitas kita (sesuai KTP) di selembar kertas untuk memudahkan proses pelaporan.

4. Datanglah ke POLSEK terdekat sepagi mungkin untuk menghindari antrian.

Memang sih terkadang sepi, tapi kalau musim liburan macam saya kali ini, panjang kali antriannya. Banyak copet kali ya ataupun kita yang jadi semakin kurang waspada.

POLSEK mulai melayani pengaduan kehilangan sejak pukul 08.00 pagi.

Kemudian, mulailah pelaporan. Jelaskan kronologisnya, atas nama siapa (tunjukkan FC KTP), apa yang hilang (tunjukkan daftar yang tadi dibuat), dan hilang di mana jam berapa (semua itu akan tertera di surat kehilangan).

Yang terakhir, sebelum di print, jelaskan kepada pak Polisi kalau kita membutuhkan beberapa lembar surat asli. Saya pribadi meminta beliau nge-print sebanyak 10 lembar.

Setelah di print, kita tinggal tanda tangan di setiap lembar surat tadi dan ucapkan terima kasih kepada sang Polisi.

GRATIS tanpa biaya * walaupun terkadang ada embel-embel ‘sukarela’ *

Surat pun ditangan, lanjut mengurus surat lainnya…

Penting untuk diingat: Surat keterangan kehilangan berlaku selama 14 hari saja. Jadi, kalau kita ternyata baru bisa mengurus dokumennya ternyata lebih dari 14 hari, maka kita harus memperpanjang atau membuat surat yang baru.

 

 

 

 

Cara Mengurus Kartu Kredit Bank BCA yang Hilang

22 Desember 2015

Segera setelah saya tersadar dompet kartu saya hilang, saya langsung menghubungi pihak Bank BCA melalui HALO BCA (021) 1500888. Setelah tersambung dengan Customer Service Officer, saya jelaskan keinginan saya untuk memblokir Kartu Kredit BCA dan BCA Card sesegera mungkin.

[Photo credit: www.bca.co.id]

Saya tinggal memberikan informasi identitas saya beserta jenis kartu kredit dan nomor kartu kredit * ternyata ada manfaatnya juga saya menulis kedua nomor kartu kredit di buku goldie saya. *

Setelah menunggu beberapa saat, kartu kredit saya resmi diblokir. Sementara untuk penggantian kartu baru, saya dikenakan biaya 100k. Kartu pengganti akan dikirim dalam waktu 14 hari kerja * which is a long time since it was long holiday. *

Alhamdulillah… beres. Kalau tidak, bisa-bisa tagihan kartu kredit saya membengkak entah siapa yang menggunakannya.

 

 

For The Love Of Hello Kitty

hello kitty fabric

Di post saya sebelumnya mengenai hello kitty bracelet, saya menyatakan bahwa saya bukan penggemar fanatik hello kitty. But somehow, I love it. To the point that I am eagerly took pictures of those fabric full of hello kitty pictures. When I saw that for the first time, I wanna grab them all and turned them into clothes, pouch, tote bag, etc. I am so sure, my students would love it to see me wear them.

At the end of the day, I am getting curious about her. So, for the love of Hello Kitty, I ended up stalking some websites to find out more about her.

Hello Kitty, karakter kartun unik yang disukai banyak orang dari segala usia. Kenapa unik? Well, she is a beautiful cat * although she never been called a cat before or ever been on all four * who doesn’t have a mouth. Unik bukan?

And this is the reason why she doesn’t have one.

“It’s so that people who look at her can project their own feelings onto her face, because she has an expressionless face. Kitty looks happy when people are happy. She looks sad when they are sad. For this psychological reason, we thought she shouldn’t be tied to any emotion – and that’s why she doesn’t have a mouth.”

Oh oke, jadi kitty itu wajahnya tanpa ekspresi. Kitty baru berekspresi sesuai dengan ekspresi orang yang melihatnya. Kalau saya happy, kitty juga happy. Kalau saya sedih berarti Kitty juga sedih. * bisa dibilang, setiap orang bisa merepresentasikan ekspresinya melalui kitty. Dan yang pastinya setiap orang pasti berbeda-beda *

PROFIL HELLO KITTY

Nama Kitty White
Tanggal Lahir 1 November
Gol. Darah A
Bintang Scorpio
Tinggi Sekitar 5 apel
Berat Sekitar 3 apel
Tempat lahir Suburb London, England
Hobi Bikin cookies dan pancake, origami, budaya asing, main piano, main tennis, mengumpulkan bintang-bintang kecil, pita, dan hal lucu lainnya.
Makanan fav. Pie Apel buatan mama
Warna fav. Merah

More about Hello Kitty profile, visit sanrio town.

Wow, ternyata, Helo Kitty bukan sekedar karakter kartun biasa * takjub saya. *

PERNAK-PERNIK HELO KITTY (HELLO KITTY STORES)

Setelah saya lebih mengenal kitty * tsaaaah * sepertinya saya makin jatuh cinta. I guess I’m in love more than yesterday. Just look at some of these cute kitty stuff * drooling * I want to have them all.

Want to have some of them? Here are some of the stores:

WISATA HELLO KITTY

Selain pernak-pernik hello kitty yang tersebar luas di dunia nyata dan maya. Ada juga tempat wisata bertema hello kitty.  Di Jepang, tempat ini dikenal dengan nama Sanrio Puroland * kebayang kalau di tempat itu, sejauh mata memandang pasti isinya hello kitty semua *

Nah, di Indonesia sendiri, kita bisa merasakan berada dalam dunia Helo Kitty di Taman Impian Jaya Ancol, tepatnya di Dufan. Namanya adalah Hello Kitty Adventure.

WISATA KULINER (HELLO KITTY CAFE)

Selain taman bermain bertema hello kitty, pastilah ada restoran atau cafe bertema sama. Di indonesia sendiri, cafe bertema hello kitty ada di daerah Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Nama cafenya adalah Kitty’s Corner Cafe. * kalau ingin tahu lebih detail bisa mampir ke everybodygoesblog atau di panduan wisata.

Lucu banget ya cafenya * so cuteee..*

Tapi, seperti kata peribahasa zaman dahulu kala “rumput tetangga lebih hijau daripada rumput rumah sendiri” sama halnya dengan restoran bertema hello kitty ini, yang ada di Luar Negeri tampaknya lebih cute lagi tempatnya. Setelah menjelajah dunia maya, saya temukan informasi mendetail mengenai restoran bertema hello kitty di beberapa negara di Asia, yaitu di Hongkong, Korea Selatan, Thailand, dan China Taipei. Blog ladyironchef  mengupas tuntas ke empat cafe tersebut. * noted! must visit places during travel *

Puas sudah berhello kitty ria. Tapi tetap ya, saya bukan, sekali lagi bukan, penggemar fanatik hello kitty * ga mau ngaku *

Jadi, bagi kalian yang menggemari hello kitty, sepertinya tidak perlu khawatir ataupun bingung mencari info atau segala seuatu hal menyangkut kitty yang imut ini. Secara sudah menyebar di mana-mana * sampai mobil pun banyak yang ditempeli stiker hello kitty *

 

Pesan Indah Di Balik Musibah

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, musibah/mu·si·bah/ n  adalah

  • kejadian (peristiwa) menyedihkan yg menimpa
  • malapetaka; bencana

Lalu berapa banyak dari kita yang pernah tertimpa musibah. Berapa banyak dari kita yang pernah bersedih karenanya. Berapa banyak pula yang mungkin berputus-asa dan menyimpan amarah karenanya * termasuk saya. *

Sebagian orang yang mengalami musibah merasa bahwa dirinyalah yang paling menderita. Bahwasanya tidak ada orang lain yang lebih menderita daripadanya. Bahwasanya, tidak seorangpun di dunia ini bisa merasakan hal yang sama dengannya.

Dia lupa, bahwa ada Allah SWT yang senantiasa selalu bersamanya dan paling mengerti dirinya. Dia lupa, bahwa sesungguhnya, dibalik semua musibah yang dialaminya, terselip pesan indah untuknya.

1. Musibah adalah sarana perenungan diri.

Bisa jadi musibah itu dialami karena kesalahan atau dosa yang telah kita perbuat. Maka Allah ingatkan dia untuk segera bertaubat dan memperbaiki dirinya, kembali kepada Allah SWT.

2. Musibah adalah ujian keimanan seorang muslim.

Semakin tinggi dan kuat iman seseorang, maka semakin besar pula ujian baginya. Dan bila kita lulus melewati ujian tersebut, maka Allah akan meninggikan derajat kita.

3. Musibah adalah salah satu cara Allah SWT dalam memberikan kebaikan dan kemuliaan bagi muslim yang dikehendaki-Nya.

4. Musibah adalah salah satu ladang amal sholeh seorang muslim.

Bukankah kalau kita tertimpa musibah, maka kita akan lebih sering berpaling kepada Allah SWT? Kita akan semakin rajin beribadah, semakin mensyukuri apa yang masih kita punya, dan semakin mendekatkan diri kepada-Nya.

Jadi, janganlah kita bersedih hati, marah, dan berputus asa atas musibah yang menimpa diri kita. Senantiasalah mengingat bahwa ada pesan indah dibaliknya.

“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan dunia ini sebagai puncak keinginan kami dan akhir dari pengetahuan kami. Dan janganlah Engkau serahkan kami kepada orang yang tidak menyayangi kami.”

 

 

Operasi Sinus (Fess), Koreksi Pembengkokan Tulang Hidung (Koreksi Septum Deviasi), dan Reduksi Konka: Pasca-Operasi.

Jadi, postingan ini kelanjutan dari postingan saya di Desember 2014.

A perfect start in Desember ,

A day at Premier Bintaro hospital, case: Sinusitis,

Operasi Sinus (Fess), Koreksi Pembengkokan Tulang Hidung (Koreksi Septum Deviasi), dan Reduksi Konka: Pra-Operasi.

Operasi Sinus (Fess), Koreksi Pembengkokan Tulang Hidung (Koreksi Septum Deviasi), dan Reduksi Konka: D-Day.

Selasa, 16 Desember 2014: Hari ke-1 Pasca-operasi.

Perasaan? Campur aduk antara mengantuk, sedikit pusing, dan mual. Sebenarnya rasa mualnya itu yang paling parah. Namun, setelah saya bertanya kepada perawat, mereka bilang itu pengaruh dari obat bius. Ooooh, oke, lebih baik mual daripada merasa nyeri atau sakit.

Hal yang paling menggangu adalah ketidakmampuan saya bernapas melalui hidung. Karena, lubang hidung saya dipenuhi tampon, dan dibalut rapi oleh kain kasa. Meskipun telah ada 2 selang * yang menurut saya sangaaat kecil sekali untuk ukuran lubang hidung saya yang besar * yang dimaksudkan sebagai sarana saya untuk bernapas, tetap saja saya tidak mersa nyaman dan kesulitan bernapas melalui hidung.

Jadi, saya lebih memilih untuk bernapas melalui mulut. rasanya, ada yang mengganjal gitu di dalam hidung * ya iyalah, ada tampon gitu loh yang membuat wajah saya terlihat agak bengkak *

Disitulah kemudian saya menyadari bahwa saya memiliki keahlian yang selama ini terpendam. Yaitu untuk menggunakan mulut sebagai sarana berbicara, makan dan bernapas pada saat yang bersamaan. Ahmazing! Bahkan, sesekali, saya terbatuk-batuk * karena memang sebelum operasi pun, masalah saya ada pada batuk ini *

Jadi, bisa dibayangkan betapa menderitaya saya, ketika batuk mendera. Setiap kali batuk, terasa ada yang mengalir di dalam lubang hidung saya * entah darah entah mucus * sementara sisa mucus bercampur darah keluar bersama dahak melalui mulut saya * saya rasa ini hanya berlaku untuk pasien sinus seperti saya. Kalau pasien sinus tidak merangkap batuk, saya rasa tidak akan timbul masalah seperti ini *

FYI, saya juga susah sekali untuk makan. Sepertinya, karena masih kaku untuk mengerakkan dan membuka mulut saya * wajar saja, didalam hidung ada jahitan,* ditambah lagi diisi tampon dan ada perekat untuk perban. Well, ini masih hari pertama jadi belum terbiasa.

Tapi yang jelas, meskipun sulit untuk makan, meskipun masih harus disuapin, meskipun makanan masih ‘tasteless’ alias hambar, yang namanya lapar tidak bisa ditunda. Sugesti diri saja, “mau cepat sembuh? Ya habiskan makanan dan minum sebanyak-banyaknya * and finally, welcome kamar mandi. Good Bye pispot *

Anyway, saya membatasi diri saya untuk mebuka mulut lebar-lebar, tidak hanya pada sat makan, tapi juga saat tersenyum dan tertawa. Karena rasanya, seperti ada yang tertarik disekitaran hidung, bibir dan pipi saya.

Seharian di hari pertama, walaupun saya mencoba mengerjakan rapor anak-anak, tapi sebagian besar kerjaan saya cuma makan, minum, dan tidur. Sayangnya, saya yang terbiasa  tidur dengan berbagai gaya sesuka hati saya, kali ini harus rela tidur terlentang bermanis ria.

Rabu, 17 Desember 2014: Hari ke-2 Pasca-Operasi

It is so much better.

Saya sudah lebih beradaptasi dengan “ganjalan’ di dalam hidung dan sekitaran pipi saya. Bernapas lewat mulut bukan masalah bagi saya mengingat sejak saya mengidap sinusitis, sebagian besar saya bernapas melalui hidung. Makan pun sudah semakin mudah dan sudah mulai ‘berasa’ tidak lagi ‘tasteless’ alias hambar.

Saya pun mengerjakan sisa rapor yang belum selesai. Alhamdulillah, saya sudah mencicilnya sebelum saya dioperasi.

Selain mengerjakan rapor, hari ini, saya kedatangan banyak visitor. Mulai dari saudara sampai anak murid saya * senangnya… * Sepupu saya dengan baik hatinya membawakan saya  golden egg tart bakery * yummy * langsung saya lahap dengan sepnuh hati * thank you beautiful sissy *

Tidak lama setelahnya, saya kedatangan Dhila, Azis, dan Lik Ika. Nah, disini ada kejadian lucu. Jadi, beberapa saat sebelum mereka datang, saya membunuh waktu dengan menonton HBO yang waktu itu filmnya tentang polisi yang menyamar menjadi wanita * lupa judulnya * Tiba-tiba di satu adegan, lucuuu banget * sumpah beneren lucu * saya dengan spontan tertawa, lupa sama keadaan hidung saya. Tertawa selebar-lebarnya dan sepuasnya.

Sampai tiba-tiba, terasa sesuatu mengalir dari dalam hidung. Serrrr… sampai ke bibir saya. Ternyata, darah mengalir dari dalam hidung dan merembes dari perban sampai ke bibir. Aaaah… jadilah mama, menyita remote TV, dan melarang saya menonton lagi * hahahaha * Dhila, yang diceritakan mengenai kejadian itu, ngeri bukan kepalang. Segera mengajak mamanya untuk pamit dan pulang * hahaha *

Tiba saatnya, tindakan angkat tampon. Hmmm.. bagaimana rasanya ya? Deg-degan antara takut bercampur penasaran. Sebelum Dr. Dini datang, perawat mempersiapkan perlengkapan dan memasang infus * yang ternyata obat penghilang nyeri * Datanglah Dr. Dini, ” oke, gimana kabarnya? kita angkat tamponnya ya?”

Perawat pun menyuntikkan cairan * semacam bius untuk menghilangkan nyeri soalnya rasanya dingin kaya pas operasi *  Saya, ” sakit ga dok?” Dr. Dini, “engga ko,” sambil tersenyum. Senyum yang sama sekali tidak menenangkan saya.

Deg deg deg …

Saya pun menutup mata erat-erat * entah kenapa * Perekat pun dibuka. Perban perlahan-lahan dilepas. Hidung saya disemprot sesuatu * penghilang rasa sakit kali ya * lalu saya dengar Dr. Dini berkata, “melly, tarik napas yang dalam dan tahan ya. Setelah hitungan ke-3.”

“1, 2, 3”

Saya pun menarik napas panjaaaaaaaaang sekali dan menahannya entah untuk berapa lama.

Oh My God… Air mata pun menetes tanpa diminta.

Rasanya, sungguh tidak tergambarkan dengan kata-kata. Saya pernah ada pengalaman dimasukkan selang ke dalam hidung hingga ke arah pipi, mata dan tenggorokan. Saya pun pernah di endoskopi hidungnya pada saat pemeriksaan awal. Tapi, kali ini, rasanya lebih dahsyat dari keduanya.

Gimana ya, rasanya ada yang tertarik dari dalam pipi dan hidung saya. Di tambah lagi, tampon saya sepertinya panjaaaaaaaang sekali mengingat sinus saya yang sudah menahun dan merambah ke mana-mana, setelah dioperasi menyisakan ruang kosong di rongga hidung dan pipi. Kebayang donk, sepanjang apa tampon yang dijejalkan di ruang kosong tersebut.

Di saat saya napas habis dan saya piker sudah selesai, ternyata masih * huaaaaa… sakit banget sih engga, cuman… ga karuan dah rasanya * Ketika akhirnya tampon selesai ditarik dan saya pikir penderitaan sudah selesai. Dr. Dini berkata, “tarik napas panjang.”

Oh My God… Astagfirullah…

Masih ada satu lagi, oh my, saya lupa lubang hidung saya ada duaaaa * huaaaaa….* rasa ga karuan yang sama pun terjadi lagi. Ketika akhirnya, Dr. Dini bilang, “Sudah selesai. Sudah enakan untuk napas kan?” Saya cuma mengangguk sembari meneteskan air mata dengan mata masih tertutup rapat.

Alhamdulillah… selesai sudah.

Akhirnya saya bisa bernapas lega * setidaknya saya pikir begitu * Setelah Dr. Dini membersihkan hidung saya. Ternyata, hidung saya kembali dimasukkan kapas * masih Alhamdulillah tapinya, setidaknya tidak sedalam dan spanjang tampon. Hanya untuk mencegah kemungkinan darah masih mengalir terutama ketika saya batuk. Meskipun batuknya sudah jauh berkurang dibandingkan sebelum dioperasi *

Disaat saya masih dalam pemulihan mental setelah pengangkatan tampon. Saya mendapat obat yang menghilangkan segala rasa ga karuan saya. Kiya, salah satu murid saya, menyempatkan diri menjenguk bersama ibunya. Senangnya hatiku * maklum, my student is my precious and my happiness at the moment *

Waktu tidur pun tiba, meskipun lubang hidung masih terhalang kapas, namun saya sudah bisa sedikit-sedikit bernapas melaluinya. Bismillah, besok saya sudah bisa pulang. Aamiin…

Kamis, 18 Desember 2014: hari ke-3 Pasca-Operasi

Pagi ini saya terbangun dengan segarnya. Semangat menanti pulang ke rumah. Meskipun pelayanan Kelas 1 di RS Premier Bintaro ini sangat memuaskan dan sangat nyaman, ditambah lagi makanannya yang sekelas restoran berbintang * gaya * tetap saja, there is no place like home. Tetap paling nyaman di rumah sendiri. Kepengen cepat-cepat pulang, tidur di kamar sendiri, dan makan masakan mama sendiri.

Saya pun, segera mandi dan berganti pakaian rumah. Packing semua peralatan dan siap ntuk pulang. Saya hanya perlu menunggu persetujuan Dr. Dini untuk segera keluar dari RS.

Tick tock tick tock tick tock…

Waktu terasa lama berjalan. Tak terasa, sore sudah menjelang. Perawat pun tiba, dan bersiap mengantar saya kontrol ke Dr. Dini di lantai 1. Akhirnyaaaaah, sumbatan alias ganjalan alias kapas di dalam hidung saya diangkat * Yang ini prosesnya sama sekali biasa. Sakit sedikit karena mungkin kapasnya kering dan menempel di dalam hidung yang masih luka. Selebihnya, tidak terasa apa-apa * Alhamdulillah… saya bisa bernapas. Walaupun belum terlalu lega rasanya, entah kenapa.

Perawat pun lalu membawa kursi roda * Saya harus naik kursi roda ternyata. Oh my, maluuuuu. FYI, masih ada infusan di tangan saya. * Didoronglah saya menuju kamar periksa Dr. Dini. Sampai di sana, Dr. Dini melakukan endoskopi untuk melihat kondisi pasca-operasi. Well, hasilnya, rongga hidung saya sudah lowong, tulang yang bengkok pun sudah tak terlihat. Setelah itu, rongga hidung saya dibersihkan.

Finally…. I can breathe. Literally.

Alhamdulillah. Saya bisa bernapas dengan sangat lega. Bahkan saya kaget, entah sudah berapa lama saya tidak menghirup udara seperti ini * biasanya tiada hari tanpa hidung mampet alias tersumbat * Benar-benar lega. Alhamdulillah… Makasih Dr. Dini ^_^

Dr. Dini menyatakan saya sudah boleh pulang dan kembali lagi hari Sabtu untuk kontrol ulang dan mencabut benang yang ada di dalam hidung saya. Untuk sementara, hidung saya masih terasa kurang nyaman karena ada jahitan di bagian dalam hidung * Jadi rasanya masih seperti ada yang tertarik di dalam. Tapi tidak terlalu mengganggu. *

Selebihnya, saya sudah sehat dan terbebas dari ‘sinus nakal’ dan bisa beraktifitas seperti biasa. Untuk batuk, Dr. Dini masih merekomendasikan saya untuk terapi inhalasi. Saya tinggal berkonsultasi dengan dokter terapinya untuk menentukan berapa kali saya masih perlu di terapi.operasi melly (47)

Untuk obat-obatan, masih perlu saya konsumsi. Semacam antibiotik, vitamin, dan obat nyeri. Tidak lupa juga, yang terpenting, cairan pembersih rongga hidung yang namanya sterimar * ini wajib nih dipakai untuk membersihkan hidung pasca-operasi. Secara kan lubang hidung kita belum boleh dikorek-korek apalagi yang namanya ngupil. Jauh-jauh dulu dah untuk sementara waktu. *

Saya pun kembali ke kamar inap. Selagi menunggu penyelesaikan administrasi pemulangan. Saya mendapat terapi inhalasi di kamar dan menghabiskan botol infus terakhir.

Waktunya pulang.

Betapa puasnya saya dengan pelayanan RS Premier Bintaro ini. Ketika saya Check In, semua urusan administrasi diurus oleh pihak RS * saya tidak perlu bolak-balik seperti yang pernah di alami mama di RS lain * Saya pun jadi semakin tenang ketika bersiap untuk operasi. Dan sekarang, ketika saatnya Check Out, saya pun tidak diribetkan dengan urusan administrasi. Semua diurus oleh pihak RS. Bahkan untuk obat-obatan pun sampai diantar dan dijelaskan oleh orang dari bagian farmasi.

Sementara untuk pembayaran, saya sangat dimudahkan karena menggunakan jaminan asuransi InHealth. Semua biaya operasi dan rawat inap ditanggung oleh pihak asuransi. What a relief. Ditambah lagi, semua berkas-berkas diserahkan ke saya dengan sangat lengkap.

Mulai dari Surat keterangan sakit, rincian biaya, resep, resume, hasil rontgen, CT Scan dan hasil pemeriksaan histopatologi. Pokoknya, sangat memuaskan. Saya merasa, saya jadi semakin cepat sembuh karena pelayanan yang begitu memuaskan sehingga membuat kita nyaman dan tenang.

Yang jelas. I’m free… my nose is free… Saya lupa betapa nikmatnya bernapas tanpa sesuatu yang menghambat di dalam rongga hidung setidaknya hingga hari ini. keputusan yang sangat tepat bagi saya, untuk mengambil tindakan operasi.

There is no regret, absolutely. The pain is worth it.

Berlanjut ke postingan :

Operasi Sinus (Fess), Koreksi Pembengkokan Tulang Hidung (Koreksi Septum Deviasi), dan Reduksi Konka: Perawatan Pasca-Operasi.

Kepo Bahasa Slang dan Alay

Sebagai anggota Generasi 90-an, bisa dibilang saya tidak terlalu update dengan yang namanya bahasa slang, lebay, dan bahasa alay. Maklum, secara temen gaulnya udah bukan ABG yang kekinian lagi.

Saya pikir, OMG, ABG kekinian lebay plus alay. Tapi, ternyata takdir berkata lain, ketika suatu hari saya harus gaul dengan para ABG ituh, apakah yang terjadi saudara-saudara?

Tet Tot!!

Yups, ROOMING TINGKAT DEWA.

Saya blank.

Kaga ngarti sama conversation alias omongan mereka. Ngeliat muka saya yang bengong galau ga karuan, mereka dengan santainya komentar, “Aaaah, ga saik ah mba mell. Ga gaol, KUDET.”

WHATTT! SAYAH! dibilang kudet! Sama sekali ga terima. * emosi langsung memuncak naik cepat ke ubun-ubun.” Anak-anak bau kencur ituh bilang saya kudet!

But…. wait.

Kenapa saya jadi emosi jiwa? Emang kudet apaan ya? Yang saya tau mah ada juga kuper alias kurang pergaulan. Nah lo. Kalo kudet apaan lagi tuh. Saya merasa ditantang. Langsung bertanyalah saya kepada mbah gugel dan kamipun terlibat pembicaraan yang cukup alot.

Saya: “mbah, kudet itu apa ya maknanya?” * ceileee ‘makna’ *

dan mbah pun menjawab,

Mbah Gugel: “Aaaah, ABCDEF deeeh. Ga saik kamuh, masa kudet aja kaga tau.

Saya: “WHATTTT!” * plak! Ingin rasanya saya keplak mbah gugel kalau saja saya ga inget itu mbah bermukim di hape tercintah saya. *

Ga mungkin lah mbah gugel jawab begitu. Ternyata itu hanyalah angan-angan saya belaka.

Mbah Gugel: “Kudet itu artinya kurang updet neng.”

Gw: “Ouch.” Jadi anak-anak bau kencur itu bilang saya kurang update.

HAHA. Let me prove that you are all wrong. Secepat kilat saya meng-update info bahasa kekinian.

Setelah proses panjang selama berjam-jam menyiksa mbah gugel dengan segala pertanyaan saya. Mbah pun akhirnya angkat tangan. Memaksa saya langsung menuju pusat informasi bahasa slang and or alay di website kamus slang.

Sungguh saya tak menyangka, selain kamus bahasa Indonesia, Inggris, Jepang, dan Korea yang selalu saya hampiri. Saya mendapat satu tambahan kamus lagi yang sebenernya penting ga penting. Well, at least, untuk mencegah Kudet dalam dunia perbahasaan masa kini dan mencegah rooming yang berkepanjangan, ga ada salahnya untuk sesekali merambah kamus ‘unik’ ini.

Nah, dari ribuan bahasa slang dan atau alay di luar sana, saya mencatat beberapa kata dan singkatan yang sering masuk ke dalam indera pendengaran saya.

PHP: Pemberi Harapan Palsu.

ABCDEF: Aduh Bok Cape’ Deh Eike Fusing.

P’A: Pendek Akal. Bodoh, bego, tolol.

Kepo: Knowing Every Particular Object. Sebutan untuk orang yang serba tahu detail dari sesuatu, apapun yang lewat di hadapannya selama itu terlihat oleh matanya walaupun hanya sekelebat. Kepengen tau. Diadaptasi dari bahasa daerah Hokkian (China) yaitu Kay-Poh.

Modus: ketika kamu punya niat lain di balik pekerjaan yg akan kamu lakukan. Modal Dusta. Pengalihan supaya tidak ketahuan

Cabe-cabean:

cewe murahan atau bisa di sebut jablay , jablay cilik.
C : ewe
A : lay
B : ahan
E : wean

ABG yang dandanan-nya sok kaya cewek dewasa.

ADIDAS: Ayah Dan Ibu Doakan Aku Selalu. Anak Desa Irama Dangdut Aliran Soneta.

MBDC: Singkatan dari malesbanget!dotcom, website kesukaan kita semua!

Markibo: Mari kita bobo

Madesu: Mari depan suram

LDR: “Long Distance Relationship” Dari Bahasa Inggris Yaitu Hubungan Jarak jauh. Penyebab LDR adalah Jarak Kedua Kedua Belah Pihak , Sebuah Hubungan Dikatakan LDR Jika Sudah Memenuhi Jarak Minimum ,Jarak Minimumnya Adalah 2 Kelurahan (~45 KM).

Rebes: Beres, selesai, kelar, habis.

SKJ: Suka Kaga Jelas, Tindakan di luar batas normal.

DL: Derita Lo

Bekibolang:  Dipakai untuk persimpangan yang ada lampu merahnya, tapi untuk yang belok kiri, boleh langsung!

 

 

 

 

Operasi Sinus (Fess), Koreksi Pembengkokan Tulang Hidung (Septum Deviasi), dan Reduksi Konka: D-Day

Jadi, postingan ini kelanjutan dari postingan saya

A perfect start in Desember dan

A day at Premier Bintaro hospital, case: Sinusitis dan

Operasi Sinus (Fess), Koreksi Pembengkokan Tulang Hidung (Koreksi Septum Deviasi), dan Reduksi Konka: Pra-Operasi.

Senin, 15 Desember 2015

 

Subuh, saya sudah terbangun. Saya selesaikan rapor dan packing barang pribadi sebagai persiapan untuk rawat inap. Dokter memperkirakan saya bakal stay di RS paling lama 4 hari. Karena rumah saya tidak terlalu jauh dari RS, saya tidak terlalu ribet packing, toh saya bisa minta tolong orang rumah untuk mengambilkan barang kalau saja ada yang tertinggal. Yang pasti, saya bawa rapor anak-anak yang sudah saya kerjakan dan yang baru setengah jalan pengerjaannya. Berhubung jadwal check in saya jam 8 pagi, langsung saya meluncur ke RS.

8.30 pagi saya tiba di RS. Rencana saya, check in dulu terus langsung ke bagian rehabilitasi medis untuk terapi inhalasi sebelum operasi. Jadi, pas datang saya langsung Check in untuk rawat inap. Lanjut ke laboratorium untuk Cek Darah dan urine. Terus ke bagian radiologi untuk Rontgen dan CT scan. Karena saya dijadwalkan operasi hari itu juga, semua rasanya dipermudah. Hasil pemeriksaan pun nantinya akan langsung di antar ke dokter, jadi saya tidak perlu lama menunggu hasilnya keluar.

Setelah selesai, saya kembali ke bagian ACS untuk rawat inap. Dari sana, saya ditemani mas-mas yang berseragam abang betawi menuju ke kamar inap saya di Ruang Cendrawasih. Alhamdulillah saya dapat kamar kelas I. Lumayan nyaman lah.

Rencana awal untuk terapi inhalasi batal sudah, mengingat waktu operasi yang sudah semakin dekat. Saya diingatkan untuk puasa makan dan minum. Tapi, alhamdulillah, saya masih boleh minum sampai jam 12 siang nanti. Sembari menunggu, perawat datang silih berganti. Ada yang menjelaskan tentang menu, tentang fasilitas di kelas I, tentang perawat yang menjaga dll.

Wow, oke, begini toh rasanya di RS * maklum, seumur-umur saya belom pernah yang namanya dirawat di RS * Pengalaman RS sakit saya sebatas menemani alm kakak dan alm bapak saya ketika mereka di rawat di RS sebelum mereka meninggal * nota quite pleasant memories if I may say. * Itupun di RS Fatmawati yang jelas-jelas bedaaaa banget pelayanannya sama di Premier Bintaro.

Setelah itu, datanglah dokter Pre-Op anastesi, Dr. Irvan * aish, dokternya masih muda mana ganteng lagi. Aih aih, berdebar jantungku. Lebay * menjelaskan tentang anastesi nanti pas operasi * tapi dia bilang, bukan dia dokter anastesi saya nanti * tidak lama, datang dokter internis yang memastikan kondisi saya siap atau tidak untuk operasi. Akhirnya, datanglah dokter Dini untuk mengecek kondisi terakhir saya. Penantian pun tiba.

15.00, Perawat datang menyuruh saya mandi dengan sabun antiseptik dari RS dan memakai kostum operasi. Tidak lama berselang, perawat datang untuk memasang alat infus * perawatnya agak kesulitan mencari pembuluh darah saya yang katanya kecil dan halus, alhasil dia berkali-kali minta maaf karena khawatir akan menyakitkan *

Kemudian, datang lagi perawat untuk  mengecek suhu, tekanan darah, detak jantung dll. Tidak lama datang lagi perawat untuk menyuntik tangan saya di bagian lengan * sumpah sakit boooo! soalnya nyuntik langsung di daging *  katanya untuk mengecek alergi tidaknya saya terhadap antibiotik yang nanti akan diberikan pasca operasi. Setelah semua selesai, alhamdulillah, kondisi saya memungkinkan alias lolos untuk operasi.

16.00, Perawat mengabari kalau operasi saya ditunda selama 1 jam.

17.00, Perawat datang dan membawa saya ke ruang operasi. Waktu itu, sumpah saya sama sekali tidak merasa takut ataupun deg-degan. Saya cuma merasa malu. Masa masih sehat begini didorong pakai tempat tidur ke ruang operasi.

Sumpah malu, mana jarak ke ruang operasi lumayan jauh. Saya dengan polosnya bilang donk, “sus, ga boleh ya jalan aja ke ruang operasi?” perawatnya ketawa terus bilang, “iya sekarang bisa jalan, nanti abis operasi kan ga bisa. Ayo dipake penutup kepalanya.

Aish, akhirnya saya pura-pura tidur aja deh. Secara ya, saat itu memang bersamaan dengan jam jenguk pasien, jadi ya banyak orang-orang yang sedang menunggu atau menjenguk di depan ruang cendrawasih. Dan, secara serentak mereka semua melihat ke arah saya ketika tempat tidur saya melewati mereka * saya sempat mengitip, heheh.. *.

Masuk ruang operasi, saya ditempatkan di ruang persiapan. Hm… mulai perasaan rada aneh. Mama kelihatan sekali gelisah, untung aja ada Om dan Tante yang mendampingi beliau. Maklum, mama pernah kehilangan ayah, anak, dan suami di ranjang RS. Saya ngerti banget gimana perasaan beliau ngeliat saya seperti ini.

Di ruang persiapan, datang lagi perawat cowo yang menanyakan saya akan operasi apa * sepertinya mereka mau memastikan kalau saya tahu pasti operasi apa yang akan saya jalani * Tidak lama, datang dokter anastesi saya, Dr. Bambang Wiro * udah tua bo, tapi masih ganteng ko. Tetep ya salah fokus hehe. Apa karena mao operasi jadi semua orang keliatan ganteng ya?  error. * beliau menenangkan saya dengan mengajak bercanda. Setelah itu beliau menyalami mama, om, dan tante saya, meminta doa mereka.

17.20, 2 perawat cowo nan muda dan ganteng * sumpah beneran cakep mereka. fokus mel fokus, udah mao operasi ini. Sempet-sempetnya merhatiin perawat. * keluar dari ruang operasi dan bersiap-siap mendorong tempat tidur saya ke dalam ruang operasi. Mama yang tadinya mengira bisa melihat proses operasi melalui monitor/ TV * yang ternyata tidak bisa, * matanya mulai berkaca-kaca. Beliau tiba-tiba menciumi kening saya sambil bilang ke perawat cowo agar menjaga saya di dalam * ya elah mah, dikata anak-anak apa ya saya perlu dijagain *

Nah.. Mulailah saya berasa galau tidak karuan. Didorong di atas tempat tidur melalui lorong RS yang entah mengapa terasa jauh dan panjang * padahal tidak jauh juga * dengan pandangan tepat ke langit-langit melihat lampu RS bukan pemandangan yang indah * tiba-tiba muncul bayangan film-film yang pernah saya tonton, terutama yang ada scene di RS atau operasi * ternyata begini ya rasanya. Sebelum masuk ruang operasi, saya di tempatkan lagi di ruangan tepat di depan kamar operasi * menunggu lagi *  Tidak lama, terbukalah pintu kamar operasi, OH MY GOD.

17.30, Saya dipindahkan ke atas meja operasi. Perawat cowo tadi menjelaskan kalau kita masih menunggu Dr. Dini menyelesaikan operasi di kamar sebelah sekaligus mempersiapkan semua kebutuhan operasi. Mereka sepertinya berusaha membuat saya rileks dengan mencoba mengajak saya mengobrol * keliatan kenceng kali ya ini muka. Gimana engga. Saya, di atas meja operasi, mellihat semua alat-alat operasi di sekeliling saya ditambah lampu operasi yang jadi signature kamar operasi, plus suhu kamar operasi yang dingiiiiin bener. Gimana ga kenceng coba semua otot di tubuh saya, terlebih muka saya. *

Akhirnya, salah satu perawat membawa radio tape dan menyalakan radio kenceng-kenceng. Dia bilang, kita dengerin sekalian nyanyi aja ya biar ga bosen dan tegang. Alhasil, saya sedikit bergoyang di atas meja operasi sambil ikutan nyanyi * agak berasa kaya clubbing. Suara musik kenceng dengan lampu besar dan banyak di atas kepala. *

Ya Allah, saya mulai kepikiran, saya mau diapain ini ya? Nanti saya bangun tidak ya setelah di bius? Banyak ga ya darahnya? Rasanya nanti hidung saya kaya apa ya? Pertanyaan mulai bergelayut di otak saya.

17.50, Dua perawat cowo tadi mulai memakai masker dan mensterilisasi alat * kayanya sih, saya melihat alat-alat bedah lagi dicuci gitu. * Tidak lama, datang 2 perawat lagi menyiapkan alat-alat elektronik di sekitar saya. Terus, datanglah Dr. Bambang menyarankan saya melepas bra * ack, saya lupa, seharusnya kalau mau operasi memang tidak usah dipakai. Malu banget euy, masa diingetinnya sama dokter cowo *

Mulailah mereka sibuk sementara saya pasrah berbaring di meja operasi. Di tubuh saya mulai dipasang alat-alat. Di dada dipasangi pendeteksi detak jantung, di jari juga, belum lagi ditempat infus tadi, mulailah perawat dan Dr. Bambang menyuntikkan cairan bius. Kemudian lampu pun dinyalakan.

Dr. Dini akhirnya datang dan menyalami saya, “hai melly, gimana, udah siap? pasti laper ya?” * iya bener banget dok, lapeeeer, teriak saya dalam hati * yang ternyata hanya sanggup saya jawab dengan senyuman. Beliau lalu mempelajari hasil rontgen dan CT Scan yang sudah ditempel di salah satu lampu di sekat saya. Mereka semua pun bersiap memakai kostum operasi dan mencuci tangan mereka.

18.00, Mereka semua bersiap disekeliling saya. Menyuruh saya berdoa. Tiba-tiba mulai terasa sakit di tangan saya * ternyata lagi disuntik obat bius sama perawat * yang lama-kelamaan terasa dingin mengaliri pembuluh darah saya. Dr. Bambang bilang, “Tahan ya. Agak sakit ya?” Saya mengangguk dan hal terakhir yang saya ingat sebelum akhirnya saya tertidur dengan lelapnya adalah, Dr. Bambang sambil tersenyum bilang, “selamat tidur melly?”

20.30-21.00, Well, kata mama sih sekitar jam segitu.

Mama POV:

Saya keluar dari kamar operasi dan ditempatkan di ruang pemulihan dalam keadaan tidak sadar. Mama yang tadinya menunggu di luar bersama Om, Tante dan sepupu di panggil ke dalam ruang operasi. Mereka semua masuk untuk melihat keadaan saya. Dr. Dini dan Dr. Bambang menyalami keluarga saya dan menyatakan kalau operasi berjalan lancar.

Mama mencium kening saya dan mencoba untuk membangunkan saya. Om, tante, dan sepupu juga berkali-kali memanggil nama saya. Dokter juga mencoba menyadarkan saya. Sampai akhirnya saya bergerak dan sedikit membuka mata. Mama bilang, kalau saya babling, menggumam sesuatu tapi tidak jelas * maklum masih dalam pengaruh bius * tidak lama, perawat datang dan meminta keluarga menunggu di luar supaya saya bisa istirahat. Semua keluar kecuali mama.

Melly POV:

Sayup-sayup saya mendengar seseorang memanggil nama saya. Saya juga merasa ada menepuk badan saya. Saya merasa sudah membuka mata selebar-lebarnya, tetapi anehnya tidak ada yang kelihatan ya * padahal ternyata saya masih merem total * Saya merasa ngantuk sekali, sumpah ngantuk bener sampai-sampai kesel juga ada yang menepuk badan saya.

Gimana sih, orang ngantuk pengen tidur malah digangguin, kaya gitulah rasanya. Lama-lama, saya melihat bayangan-bayangan buram, tidak jelas siapa, yang pasti saya menebak, salah satunya pasti mama.

Saya merasa, mereka semua memaksa saya untuk bangun. Akhirnya saya paksa untuk membuka mata * perasaan udah ngebuka lebar banget * tapi tetap saja, hanya bayangan kabur terlihat. Hanya saja, kali ini, saya sudah bisa mendengar dengan jelas suara yang memanggil saya. Ada suara Dr. Bambang dan suara mama.

Dokter tanya, “melly, udah bangun, liat ini ada siapa?”

Saya jawab, “mama” padahal saya belum jelas itu siapa? cuma yakin aja kalau itu mama.

Jujur, saya tidak ingat kalau ada Dr. Dini dan keluarga yang lain di situ. Saya rasa pengaruh biusnya masih kuat. Saya saja tidak inget sedang berada di mana. Yang saya inget, saya tanya mama, “ma, ini di mana? jam berapa?” Lucunya, sehari setelahnya, mama bilang, omongan saya tidak jelas ketika menanyakan hal itu. Aish, padahal saya merasa dah jelas banget ngomongnya.

21.00-21.30, Saya masih di ruang pemulihan, menunggu untuk diantarkan kembali ke kamar inap. Saya sudah mulai sadar walaupun masih berat sekali rasanya kelopak mata untuk dibuka. Jadi, saya tertidur lagi selama menunggu.

21.40, Saya pun diantarkan ke kamar inap. Samar-samar, saya ingat ketika saya didorong keluar runag operasi, di samping saya ada mama, om, dan tante. Mama bilang, sepanjang perjalanan, orang-orang terpana melihat saya * penasaran kali ya, itu anak sakit apa, dikerumunin keluarganya keluar dari ruang operasi, abis dioperasi apa ya. * Sementara saya, dengan tenangnya meneruskan tidur lelap saya.

Entah berapa lama saya tertidur. Ketika saya terbangun dan bener-bener bisa melihat dengan jelas, saya cuma lihat mama disamping saya. Hal pertama yang saya rasakan bukanlah rasa sakit, melainkan haus dahaga dan lapar tingkat dewa. Baru kemudian saya sadar, saya tidak bisa bernapas lewat hidung. akibatnya, saya seperti ikan dikeluarkan dari dalam air, mulutnya megap-megap hanya untuk bernapas.

Karena dokter mengatakan kalau saya belum bisa makan, jadilah mama meneteskan air ke dalam mulut hanya demi menghilangkan sedikit rasa haus saya. Sementara itu, ditubuh saya masih dipasangi infus untuk obat, obat bius * untuk ngilangin rasa sakit * dan pendeteksi tekanan darah dan detak jantung.

Tiba-tiba, datanglah panggilan alam. Karena saya baru saja dioperasi dengan bius total, jadi perawat belum membolehkan saya untuk bangun apalagi berjalan ke kamar mandi. Akhirnya sodara-sodara, hal yang paling saya takutkan terjadi. Saya harus memakai pispot * oh my god *

Saya yang masih polos ini, sama sekali tidak tahu kalau bentuk pispot cewe beda dengan pispot cowo, ketakutan setengah mati. Masalahnya, saya taunya pispot cowo. Gila, gimana makenya coba, orang bentuknya aja begitu, gimana kalo nanti malah berantakan kemana-mana. Sumprit saya panik setengah mati. Sampai akhirnya perawat membawakan pispot cewe * Ooh, kaya gitu, kiraiin. Tapi tetep aja. OMG. Gimana caranya coba. * Bener aja, panik, rasanya ga karuan.

Perawat akhirnya ngebantu saya. OMG. Malu. Sumpah * rasanya pengen ambil sekop, gali lubang yang dalem, terus loncat ke dalem lubang saking malunya * ga lagi-lagi dah, cukup sekali seumur hidup.

00.00, Saya yang sudah 100 persen sadar, tapi ya masih ngantuk-ngantuk gitu. Aneh, Saya tidak merasa nyeri, sakit, ataupun pusing seperti yang diceritain orang-orang kalau habis operasi. Ternyata, karena saya masih dialiri obat bius * dari botol yang terbaring manis di samping saya * saat itu, saya cuma lapar… mama pun akhirnya membeli bolu kukus dan pelan-pelan memasukkan remah-remah bolu kukus ke dalam mulut.

Rasanya nikmaaaaaat benerrr… * memang ya, ketika kita sakit, baru terasa bahwa ada hal-hal yang sepatutnya selalu kita syukuri, sekecil apapun itu di saat kita sehat. * Maklum seharian tidak makan buat orang yang demen makan dan nyemil seperti saya, itu sama saja penyiksaan yang berat. Setelah itu, saya tidur – bangun – tidur – bangun – tidur – bangun karena perawat bolak-balik masih mengobservasi kondisi saya pasca operasi.

Lanjut ke postingan:

Operasi Sinus (Fess) dan Pembengkokan Tulang Hidung (Septum Deviasi): Pasca-Operasi

 

Operasi Sinus (Fess), Koreksi Pembengkokan Tulang Hidung (Septum Deviasi), dan Reduksi Konka: Pra-Operasi

Rasanya sudah lama banget tidak update blog. Kali ini, saya mau sharing tentang operasi sinus, koreksi tulang hidung yang bengkok, dan reduksi konka. Sebenernya, saya hanya ingin membuat rekam jejak salah satu pengalaman paling tak terlupakan dalam hidup saya ini. Sebagai pengingat saya kelak di masa depan, jangan sampai hal ini terulang lagi.

Jadi, postingan ini kelanjutan dari postingan saya

A perfect start in Desember dan

A day at Premier Bintaro hospital, case: Sinusitis.

Apa sih yang dimaksud dengan operasi Fess?

FESS is a procedure to unblock the sinus openings into the nose. This allows the lining of the sinuses to heal and decreases the discharge, pain and pressure that occurs with blocked sinuses.

Kenapa harus operasi Fess?

Untuk mencegah raa sakit dan infeksi sinus.

Bagaimana Operasi Fess dilakukan?

It is done under an anesthetic. The surgeon places a telescope with a special light system (called an endoscope) into the nose. This allows him/her to magnify and see the sinus openings. Small surgical tools are used to enlarge the sinus openings so that the sinuses can drain into the nose.

 

Setelah hampir sebulan saya menderita batuk yang tak kunjung sembuh, bagian dada dan diafragma yang nyeri, hidung yang mampet, serta puyeng yang tak kunjung pergi. Akhirnya saya memberanikan diri untuk operasi sinus, koreksi tulang rawan hidung saya yang bengkok, dan reduksi konka. ketika saya menandatangani  surat persetujuan operasi, yang ada di benak saya hanya, insyaallah sehabis operasi pasti sembuh.

Jadi, saya kembali ke Rumah Sakit Premier Bintaro, ke bagian THT (ENT) dengan Dr. Dini. Setelah menyetujui dilakukannya tindakan operasi, saya langsung menuju ACS untuk booking jadwal operasi dan kamar rawat inap. Saya dijadwalkan operasi tanggal 27 Desember 2014 jam 4 sore.

Selesai mengurus booking rawat inap, saya langsung menuju ke… bagian apa ya namanya * lupa * untuk mengetahui perincian biaya operasi. *deg deg an saya, sumpah, takut mahal banget * Setelah rincian biaya keluar, saya diminta menunggu kabar dari pihak RS yang akan konfirm terlebih dahulu ke pihak Asuransi. Saya berdoa, semoga semua biaya asuransi dan rawat inap di full cover sama asuransi * kebetulan saya memakai asuransi Inhealth Gold * Setelah itu, saya ke bagian kasir terus lanjut ke bagian farmasi.

Nah, ketika saya sedang makan sore * saking kelewatnya jadwal makan siang * pihak RS menelepon kalau semua biaya operasi saya dicover asuransi * alhamdulillah ya Allah * Ketika mendengar kabar ini, mama sampai mau nangis karena lega *

Sambil menunggu jadwal operasi, saya masih tetap kontrol dokter seminggu sekali. Saya juga meneruskan terapi inhalasi dan terapi pemanasan setiap hari * sampai-sampai perawat di tempat terapi hapal sama saya. Hapal apa bosen kali ya liat saya setiap hari *

Kamis, 11 desember 2014

Seminggu setelah persetujuan operasi, ternyata kondisi saya tidak juga membaik. Well, sedikit sih membaik, sedikit banget. Kondisi ini membuat saya terpaksa tidak bekerja. Dokter tidak mengijinkan saya bekerja karena pekerjaan saya berhubungan dengan anak-anak balita. Secara fisik, saya juga tidak kuat. Tau sendiri gimana kelincahan anak-anak usia preschool. Mereka tidak ada capenya, kaya pake baterai energizer. Saya, yang buat napas diri sendiri saja empot-empotan, mana kuat belajar, bermain, dan mengikuti level energi mereka.

Setelah berbagai pertimbangan, akhirnya saya disarankan untuk operasi secepatnya. Alhasil, jadwal operasi dimajukan ke hari senin tanggal 15 desember 2014 jam 4 sore. Which is, saat itu berarti 3 hari lagi * Oh my gosh, mulailah saya deg-degan * Pikiran saya tidak karuan. Bukan karena operasi yang saya takutkan, tapi karena saat itu jadwal pembagian ‘rapot’ di sekolah tempat saya bekerja. Saya harus menyelesaikan 7 ‘rapor’ anak-anak saya * my God, gimana saya ngerjaiinnya coba dengan kondisi saya saat itu * Anyway, sebagian saya berhasil selesaikan sebelum deadline operasi. Well, the rest, saya lanjutkan pengerjaannya di RS.

Minggu, 14 Desember 2015

Saya sama sekali tidak kepikiran mengenai operasi * sumpah deh, beneran * Yang ada di otak saya cuma rapotan. Saya harus menyelesaikan rapot yang menjadi tanggung jawab saya. Semakin malam, saya mencoba untuk tidur, tapi ternyata gagal total. Pikiran saya kosong. Tidak ingat dan tidak jelas apa yang saya pikirkan. Akibatnya, saya hanya berhasil tidur ketika pagi sudah menjelang.

Lanjut ke postingan:

Operasi Sinus (Fess), Koreksi Pembengkokan Tulang Hidung (Septum Deviasi), dan Reduksi Konka: D-day

A Day At Premier Bintaro Hospital, Case: Sinusitis

Akhirnya setelah perjuangan batuk pilek yang tak biasa bahkan bisa dibilang luar biasa serta demam selama seminggu, saya menyerah juga dan segera beranjak ke Rumah Sakit Premier Bintaro (RSPB).

Bermodalkan niat baik dan niat sembuh, daftarlah saya ke dokter THT, DR.dr. Dini Widiarni, SpTHT. Setelah lamaaaa sekali penantian, * ternyata emang lagi musim sakit yang berhubungan ama THT ya. Sumpeh ye banyak banget pasiennya terus 1 pasien lamaaa bener. Eh tapi, emang harus begitu kalo ke dokter, 1 pasien lama berarti dokternya enak dan detail meriksa and jelasinnya *

Maklum, saya dapat nomor 35, jadi rada khawatir kapan giliran saya tiba. Untungnya, banyak pasien bernomor di atas saya yang belum datang. Jadilah saya menyelak antrian mereka * hehehehe alhamdulillah *

Bismillah…

Sambil terbatuk-batuk dan dengan suara sengau, saya jelasin keluhan saya. Cuus, langsung aja saya diperiksa. Sang dokter langsung cek tenggorokan saya. Langsung saja dia berkata, “kamu ada sinusitis ya?” * Jlebb, darimana dia tau ya? Liat idung gw aja belum. Saya aja baru mangap sekali doang. * Dengan terbata-bata saya jawab, “hehe, iya dok. Ko dokter tau” * ya iyalah dia tau mellyyyy makanya dia jadi dokter THT, plisss deeh mel mel *

For your info,

Sinusitis adalah peradangan, atau pembengkakan, dari jaringan yang melapisi sinus. Biasanya sinus berisi udara, tetapi ketika sinus tersumbat dan berisi cairan, maka bakteri, virus, dan jamur dapat berkembang dan menyebabkan infeksi. Nah, kondisi yang dapat menyebabkan penyumbatan sinus antara lain flu, alergi rhinitis (pembengkakan pada lapisan hidung), polip hidung (pertumbuhan kecil di lapisan hidung), atau septum yang menyimpang (pergeseran di rongga hidung).

Lanjut deh sang dokter menginterogasi, “udah pernah dirontgen belum?” Saya bales, ” udah dok, ini dia.” Sambil deg-degan ngasihnya, takut nanti ngeliat reaksi dokter.

Apakah tambah parah atao malah…

* Ternyata tambah parah, hehehe. *

Langsung si dokter berkata, “kita endoskopi ya” Tiba-tiba sang dokter mengeluarkan sebuah alat sebelum saya sempat mencerna apa itu endoskopi. Masalahnya saya cuman denger ‘kopi’ nya aja. Sampai akhirnya saya melihat alat yang seperti solder itu digenggaman sang dokter * bak pilem horror *

* Oh My God omg omg mao diapain idung saya *

Saya juga sempet ngelirik ada jarum suntik dan kapas. Terus itu cairan yang dijarum suntik, disemprot ke kapas. Terus itu kapas di masukin ke lubang idung saya, dua-duanya.

* Oh My God omg omg mao diapain idung saya *

Ga lama, ditariklah kapas tadi. Daaaan, eng ing eng, masuklah tuh alat ke lubang idung saya. Kanan… dan Kiri…

Kelakuan si alat di dalem idung gw.

Ternyata, eh ternyata, idung saya mau diperiksa lebih jelas lagi. Jadi alat yang kaya solder tadi, di ujungnya ada kaya lampunya gitu * dan ternyata itu kamera bow *  Nah, tuh alat masuk ke dalam idung dan kita bisa liat melalui layar monitor di depan * Pfiiiuuuh… *

Reaksi saya pas liat ke monitor * udah ga berasa tuh ada alat di dalem idung saya*

Hey, that’s my nose. Grosss, Oooh, So, that is what inside my nose looks like.

Udah mampet pet, hampir rapat. Sang dokter sambil menjelaskan kalau anatomi tulang rawan di hidung saya agak bengkok sehingga mempersempit ruang hidung. Ditambah sinusitis, jadilah semakin terhambat aliran pernapasannya.

Selidik punya selidik, setelah berguru sama mbah google, ternyata endoskopi hidung adalah instrumen seperti tabung khusus, dilengkapi dengan lampu kecil dan kamera yang digunakan untuk memeriksa bagian dalam hidung dan daerah drainase sinus.

Endoskopi hidung memungkinkan dokter untuk melihat tempat yang dapat diakses jalur drainase sinus. Rongga hidung mungkin pertama kali dibuat mati rasa dengan menggunakan anestesi lokal (beberapa kasus tidak memerlukan anestesi). Kemudian endoskopi yang kaku atau fleksibel ditempatkan dalam posisi untuk melihat struktur tulang tengah rongga hidung.

Okey. Sekarang saya siap denger yang terburuk. Pengobatannya.

Eng ing eng.

Sang dokter menyarankan operasi perbaikan tulang rawan, pembersihan sinus, dan pembuangan konka * saya emang pernah ditawarin operasi, tapi perbaikan tulang rawan belom. Langsung mikir deh saya, eeeh bisa ga ya hidung saya sekalian dibikin tambah mancung bak artis hollywood or bak artis arab. hahahaha. *

Saya, terbatuk-batuk * makin parah kali ini setelah denger kata ‘operasi’ * berkata, “tapi saya ga bisa operasi dalam waktu dekat dok. Gimana ya supaya batuk-batuk dan hidung mampet saya membaik sementara nunggu operasi?” Alhamdulillah, masih ada jalan. Dokter bilang, fisioterapi aja dulu. * aiiih, apaan lagi ini * Setelah fisioterapi, kontrol lagi ke beliau.

But, I have no choice. I want to get better as soon as possible.

Jadilah saya dirujuk ke dokter fisioterapi, dan dari sana, saya dianjurkan untuk Inhalation Physiotherapy alias Terapi  Inhalasi. Pada teknik inhalasi, pengobatan dilakukan dengan menggunakan obat cair melalui wadah yang sudah tersedia dalam alat yang disebut nebulizer. Selama 10 hingga 20 menit, masker akan dikenakan di seputar area hidung.

 

Jadi, saya dianjurkan untuk 4x terapi secara berturut turut alias setiap hari * kepikiran setiap hari ke rumah sakit. aaah, nasib nasib. untung rumah sakitnya deket rumah, sangat nyaman, dan keren *

Pertama, saya diterapi panas di bagian pipi hingga hidung kiri dan kanan. Kedua, saya di inhalasi sambil dada saya diterapi panas * liat aja foto di atas. Itulah tampakan saya saat diinhalasi * Ketiga, bagian punggung saya dimassage gitu * lebih kaya ditepuk-tepuk sih * sambil saya dilatih pernapasan sama latihan batuk yang benar * ada loh cara batuk yang benar. Baru tau saya * Dan, selesailah terapi hari ini. * Yippiee… *

Keluar dari tempat terapi, saya langsung…

AHA! aku bisa bernapas lagi… Legaaaa…

So, finally,  my day at Premier Bintaro Hospital aka sehari di Rumah Sakit Bintaro kelar sudah. Dari pagi sampe sore, baru bisa menginjakkan kaki di rumah. Semoga niat baik dan niat sembuh bisa jadi kenyataan. Aamiin.

Bagi yang suka ataupun sering pilek dan batuk, cuma satu kata dari saya. WASPADALAH! WASPADALAH! Sinusitis mengancam anda.

Lanjut ke postingan: Operasi Sinus (Fess), Koreksi Pembengkokan Tulang Hidung (Septum Deviasi), dan Reduksi Konka: Pra-Operasi

 

Ga ada salahnya nambah ilmu dari:
http://putripandanwangi.blogspot.com/2010/05/penyakit-dan-gangguan-pada-mulut-hidung.html
http://lifestyle.okezone.com/read/2010/03/26/27/316560/inhalasi-ketika-batuk-tak-jua-pergi
http://www.dunia-ibu.org/artikel/kesehatan/nebulizer.html
https://www.mail-archive.com/milis-nakita@news.gramedia-majalah.com/msg01966.html

A Perfect Start in December

 

Welcome December,

As we all know, December identical with winter or rainy season. I love December. I really do. I love rain, I love the Christmas atmosphere at the mall, I love the holiday, I love the SALE when shopping, and I also love the idea that this is the last month of the year so I’ll be looking forward for the next year. I’m definitely excited to welcoming this December.

But God knows the best. I am starting this December on the bed. With cold, coughing, and fever. Then I thought, what a perfect combination for the perfect start in December. 2 days in bed and currently I am still tortured by the intense coughing. Dear God, please take away this sickness from me. The coughing is killing me. I can not open my mouth without a single coughing. Now, the mask is my best friends. hardly took it off from my face. Please…please… let me hug this December with the healthy me.

Doping apa aja udah diminum. Mulai dari obat flu, obat batuk, vitamin Imboost, ester C, enervon C, CDR, habatussauda, minyak zaitun, honeylemonshot, sampe bekal minum infused water (lemon and thyme) masih dijabanin sampe sekarang. Ngemil kencur pun mau tak mau dilakonin.

But, it is not getting better.

Gorengan yang maha enak itu dengan berat hati udah dihindari. Masakan pedas gurih yang bikin ngeces setiap kali ngeliatnya pun udah dijauhi.

But, it is not getting better.

Di urutin udah, dikerokin juga udah. dibalurin minyak angin mulai dari cap lang ampe kwan loong juga udah.

But, it is not getting better.

Pilihan terakhir adalah dokter. RS Premier Bintaro siap menanti jikalau batuk tak kunjung berhenti. Poor me.

Well, I just poured all things in heart and mind. Just rambling and babbling. Just kinda hate how I start this December. But hey, some said that “there is always a rainbow after the rain.” I guess, I’ll just have to wait for the rainbow to come. Maybe by the end of December? I’ll get my rewards. Just maybe. Stay positive, always.

Lanjut ke postingan A Day At Premier Bintaro Hospital, Case: Sinusitis

Homemade Salad in The Jar

Siapa yang suka salad? hayoo ngacung? * saya * Nah, sekarang kan lagi booming-boomingnya hidup sehat dengan cara jadi vegan, vegetarian, eat raw, even eat fully raw * jujur saya belom bisa kalo kaya gitu * Tapi, kalo untuk hidup sehat dengan cara banyak makan sayur sama buah emang udah dari kecil ditanamin di keluarga saya * thank you mom * Kalo makan kemana-mana, bisa ditebak dengan mudah kalo saya pasti pilih yang ada sayurnya atao buah. Bahkan saya beruntung, banyak dari temen saya ga suka ama yang namanya sayuran, jadinya ya, sayur yang ada di makanan mereka langsung dilemparkanlah ke saya * yippie, alhamdulillah *

Nah * lagi * berhubung saya sukaaaa bingiiit sama yang namanya sayur. Saya cari cara gimana supaya bisa makan tiap hari tanpa selalu bikin tiap saat. Ternyata, setelah saya nanya mbah gugel, saya temuin metode terbaik buat nyimpen salad * setidaknya terbaik buat sekarang ya * Which is… put them into a jar. In my case, it will be a mason jar.

So, for starts, I tried made my own salad in  a jar. Chopped lettuce, purple cabbage, bombay onion, and red paprika * apa ya bahasa inggrisnya paprika, lupa :p * and add some mini tomatoes. Then, put them inside the jar. Arrange as you like, close the lid, and we’re done! As simple and easy as it is. Last, keep them in the fridge and get them out whenever you want to eat it.

Buat saya pribadi, biasanya engga mencampur dressing-nya ke dalam jar. Kecuali, saya mau bawa itu salad buat makan di jalan, baru deh tuang dressingnya atau dressing duluan di bagian paling bawah baru saladnya, terus dikocok deh * ditutup dulu botolnya tapi ya * And the salad ready to fill my stomach. Yummy!

Untuk dressing, sesuai selera masing-masing. Kalo saya biasanya pake Hellman’s caesar atau cuma pake minyak zaitun sama air perasan jeruk lemon. Terusss, terakhirnya di taburin pake biji wijen, mmmm… * jadi laper pas nulis ini * Sekarang lagi mau coba, bikin dressing sendiri pake buah-buahan sama sayuran, tapi belom kesampean. I’ll let you know when I done it. Will it be delicious or not? I’ll see then.

Calm Down, Deep Breaths

Details in Fabrics by Jason Mraz feat. James Morisson.

It is a shame that I just got hold to this song recently, eventhough I am a fan of Jason Mraz and James Morisson. I would not even know this song if it’s not from the Heirs ost * Kdrama played by Lee Min Ho and Park Shin Hye * episode 17. Since that time I heard it, it catch my heart.

At first I though how encouraging this song is, for me. But then I youtube-ing to find the song and here I am become more encouraging than ever.

The song perfectly suits Tan (Lee Min Ho character in The Heirs) situation at that time * and maybe Won, Tan’s brother, too * and the way that it played as background music and stops when Won got a phone call from Tan who is in the Police station * as he breaking himself down after losing Eun Sang * is really matched well. As if the song told them both to get  a hold of themselves together, to hang on and face the reality in a good way.

As if the song told Won to keep strong until he reach his goal * to get the highest place in the world  and told Tan to comeback to his old self rather than being out of control cause of anger, loneliness, depression, and breaking heart of losing his loved one * Eun Sang played by Park Shin Hye   The song told Tan that the reasoning behind all of it is not his fault, so there is no reason to get all build up about something that was uncontrollable, beyond his control.

So, take things as they come and make best of what is dealt to you. Just like Tan always said * and I believe it became the message of this drama * “Go Forward, whatever happened.” And it is so true, because the least thing we can do after something bad happened is keep moving forward and live on.

So, in my point of view, after listen to this song for all this time is for us to see things as a whole not just as details. No need to sweat the small stuff for it can easily turn into huge stuff. That everything is definitely happened for a reason, even though sometimes we don’t know the reason for, yet. So all we have to do is, to think calm, get a hold of our self, and moving forward. Because in the end, everything will be alright. Put your believe in it. As I do.

So, here is the song, the one that i keep rambling about in above

Hey, what’s up? Uhh, I just lost it. At the end of the day, I f***ing lost it. I just blew up my whole entire f***ing apartment building. I told everyone to go f**k themselves. I just had a hard time today and uh, I don’t know.

Calm down
Deep breaths
And get yourself dressed instead
Of running around
And pulling all your threads and
Breaking yourself up
 
If it’s a broken part, replace it
If it’s a broken arm then brace it
If it’s a broken heart then face it
 
And hold your own
Know your name
And go your own way
Hold your own
Know your name
And go your own way
And everything will be fine
 
Hang on
Help is on the way
And stay strong
I’m doing everything
 
Hold your own
Know your name
And go your own way
 
Hold your own
Know your name
And go your own way
 
And everything
Everything will be fine
Everything
 
Are the details in the fabric
Are the things that make you panic
Are your thoughts results of static cling?
 
Are the things that make you blow
Hell, no reason, go on and scream
If you’re shocked it’s just the fault
Of faulty manufacturing
 
Everything will be fine
Everything in no time at all
Everything
 
(Hold your own, know your name)
Are the details in the fabric
Are the things that make you panic
Are your thoughts results of static cling?
(Go your own way)
 
Are the details in the fabric
(Hold your own, know your name)
Are the things that make you panic
(Go your own way)
Is it Mother Nature’s sewing machine?
 
Are the things that make you blow
(Hold your own, know your name)
Hell no reason go on and scream
If you’re shocked it’s just the fault
(Go your own way)
Of faulty manufacturing
 
Everything will be fine
Everything in no time at all
Hearts will hold

new message:

Yo what’s up man? I, uh, i don’t know man. I just wanted to say that, uh, you know, everything’s made up. I mean everything’s, everything will always be f***ed. Can’t stop being f**k, but i guess we just deal with it how it comes, deal with the humps, take the jumps. I feel like, you’re an island of reality in an ocean of diarrhea and I love you buddy. OK. bye.

Mengurus Paspor di Kanim Jakarta Selatan? Siapa Takut!

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman ketika saya membuat paspor.

MENDAFTAR SECARA ONLINE

Bagi pembuat paspor baru, saya sarankan untuk mendaftar secara online. Hal ini akan sangat mempermudah kita dan juga menghemat waktu untuk membuat paspor.

1.   Sebaiknya siapkan dokumen yang dibutuhkan untuk mengisi formulir online. Yaitu;

  • KTP
  • Kartu Keluarga
  • Akte Kelahiran/ Ijazah/ Buku Nikah (pilih salah satu saja, saya pribadi menggunakan akte kelahiran)

2.   Fotokopi ketiga dokumen tersebut di atas kertas A4.

Pastikan semua dokumen difotokopi memakai kertas A4. Begitupula dengan KTP dan Buku Nikah, jangan dipotong alias tetap dalam bentuk kertas A4. Untuk Ijazah atau Akte kelahiran yang ukurannya biasanya lebih besar dari A4, jangan lupa untuk diperkecil sehingga muat di A4 (catatan: jangan sampai terpotong). Kalau tidak dalam bentuk A4 dan terpotong, maka akan menghambat proses verifikasi  * kita akan diminta untuk memfotokopi ulang. Di Kanim memang ada tukang fotokopi, tapi biasanya ramai alias penuh. *

3.   Ketiga dokumen tersebut harus discan dan disave dalam bentuk .jpeg dengan ukuran maksimal 1.8 MB untuk setiap file. File yang di scan aslinya atau scan fotokopinya saja.

4.   Buka web http://www.imigrasi.go.id, klik Layanan Permohonan Paspor Online atau langsung buka web http://ipass.imigrasi.go.id:8080/xpasinet/faces/InetMenu.jsp.

Kemudian klik Pra Permohonan Personal. Lalu isi formulir sesuai petunjuk yang bisa kita baca di sini. Perhatikan baik-baik, isi semua data-data dengan benar sesuai dengan dokumen yang sudah kita siapkan tadi demi kelancaran proses verifikasi.

5.   Lampirkan filenya di bawah ini.

File yang sudah kita siapkan tadi (KTP, KK, Akte kelahiran/ Ijazah/ Buku Nikah) kemudian kita upload. Ingat, minimal 3 dokumen pendukung harus di-upload. Sekali lagi, hal ini untuk mempermudah proses verifikasi.

6.   Pilih Kanim yang akan didatangi untuk proses verifikasi, foto dan wawancara, dan pengambilan paspor.

Kemudian klik Cek Tanggal untuk memilih tanggal yang available (yang bisa kita datangi). (Untuk Kanim yang dipilih, tidak harus sesuai domisili di KTP). Untuk saya pribadi, saya memilih Kanim yang lokasinya mudah dijangkau dan dekat dengan tempat tinggal saya, yaitu Kanim Jakarta Selatan

7.   Setelah selesai, klik bukti permohonan dan print bukti tersebut di atas kertas A4.

Kita akan mendapatkan 2 lembar bukti permohonan. 1 lembar untuk petugas bank dan 1 lembar lagi untuk pemohon. Bukti permohonan ini HARUS diprint karena akan dilampirkan pada saat kita nanti mendatangi Kantor Imigrasi untuk proses selanjutnya.

MEMBAYAR BIAYA PASPOR

Setelah mengisi formulir dan mendapatkan bukti permohonan, proses selanjutnya adalah membayar biaya pembuatan paspor sebesar Rp. 255.ooo,-

Hal yang perlu diingat:

  • Pembayaran ini harus dilakukan di Bank BNI. Ingat bahwa, kita tidak bisa membayar melalui ATM karena kita membutuhkan lembar bukti pembayaran yang dikeluarkan oleh Bank BNI (nantinya lembar bukti tersebut akan dilampirkan pada saat mendatangi Kanim).
  • Siapkan bukti permohonan yang sudah kita print. Lembar yang dipojok kanan atas tertuliskan petugas bank.
  • Pastikan kita sudah membayar paling telat sehari sebelum tanggal kedatangan kita ke Kanim.
  • Ingat bahwa, setelah kita membayar, maksimal 7 hari masa berlakunya. Artinya, jika kita ternyata tidak bisa mendatangi Kanim hingga 7 hari setelah tanggal pembayaran, maka uang kita akan dianggap hangus (tidak bisa refund). Dan artinya, kita harus mulai lagi dari awal (mendaftar secara online).

Pengalaman saya ketika membayar biaya pembuatan paspor sungguh sangat menakjubkan. Betapa tidak, saya mendatangi Bank BNI di hari Jum’at dan setelah jam makan siang, dan lokasinya dekat pasar. Saat itu, tidak terbayang oleh saya kalau saya harus menunggu antrian, lamaaaa sekali.

  1. Datangi Bank BNI terdekat. Saya sarankan datangi Bank BNI yang lokasinya jauh dari pasar atau datang pagi-pagi sekali ketika bank baru buka, atau datang di hari sabtu pagi * ini yang saya suka, Bank BNI buka di Hari Sabtu. *
  2. Ambil nomor antrian. Untuk saya, saya datang di tempat, hari, dan waktu yang tidak tepat. Jadilah nomor antrian saya besarrr dan jumlah antrian sebelum saya adalah, jreng-jreng, 91 antrian * Oh My God. *

    paspor 1

    Nomor antrian di Bank BNI. 91 antrian!!

  3. Tunggu dengan penuh kesabaran dan kepegalan, hehehe. Untuk membayar pembuatan paspor, kita tidak perlu mengisi formulir, cukup siapkan bukti permohonan yang sudah kita print.
  4. Akhirnya tiba giliran saya * huaaa akhirnya T_T, btw, teller Bank BNI sangat ramah bahkan sekuriti yang membantu memanggil nomor antrian juga sangat humoris. * Serahkan nomor antrian, print bukti permohonan, uang sejumlah Rp 260.000 (Biaya paspor sebesar Rp. 255,000 saya dikenakan biaya Rp. 5000 jadinya total p. 260.000), dan sebutkan tujuan kita membuat paspor  * sepertinya ini akan berpengaruh terhadap berapa banyak jumlah print bukti pembayaran. * Berhubung saya bilang untuk umroh, maka saya diberikan 4 lembar bukti pembayaran.
  5. Simpan bukti yang asli, untuk kita pribadi.

MENDATANGI KANTOR IMIGRASI (KANIM) JAKARTA SELATAN UNTUK VERIFIKASI, FOTO, DAN WAWANCARA

Kanim Jakarta Selatan:
Jl. Warung Buncit Raya No. 207 Pancoran

Sebelum mendatangi Kanim, untuk mempermudah proses yang akan saya jalani nantinya, saya siapkan kembali dokumen di bawah ini, dan masukkan dalam 1 map.

  • Dokumen pendukung asli, sesuai dikumen yang kita upload pada saat mendaftar secara online (di klip jadi satu).
    1. KTP
    2. KK
    3. Akte Kelahiran/ Ijazah/ Buku Nikah
  • Dokumen asli (diklip atau distapler jadi satu)
    1. Print Bukti Permohonan (yang dipojok kanan atas tertulis untuk pemohon)
    2. Bukti pembayaran biaya pembuatan paspor dari Bank BNI (tidak usah yang asli ya)
  • Fotokopi dokumen pendukung asli (seperti yang sudah kita fotokopi sebelumnya, yaitu diatas kertas A4). Kemudian klip jadi satu.
    1. Fotokopi KTP
    2. Fotokopi KK
    3. Fotokopi Akte Kelahiran/ Ijazah/ Buku Nikah

Hal yang perlu diingat:

  • Gunakan pakaian yang sopan dan formal. Usahakan tidak memakai kaos dan sandal.
  • Untuk kepentingan foto paspor. Untuk yang tidak berjilbab, harus memakai kemeja atau kaos berkerah (hal ini juga berlaku untuk yang memakai jilbab yang tidak menutupi bagian kerah). Baju dan jilbab yang dikenakan tidak boleh berwarna putih (karena background foto berwarna putih).
  • Datangi Kanim sejak pagi sekali * kalau bisa sebelum Kanim buka deh, apalagi kalau kanimnya terkenal ramai. * Untuk Kanim Jaksel, pengambilan nomor antrian dimulai pukul 07.00 pagi. Sedangkan pelayanan dimulai pukul 08.00 pagi.
  • Bagi pendaftar yang tidak memanfaatkan sistem online, sebaiknya datang sepagi mungkin. Karena jumlah pemohon hanya dibatasi 100 orang setiap harinya * Beda dengan pendaftar online yang tidak dibatasi jumlahnya. *

Mengingat banyak cerita mengenai antrian yang panjang, akhinya saya memutuskan berangkat pagi-pagi sekali. Untuk menuju lokasi, saya memanfaatkan BUSWAY alias Bus Trans Jakarta Rute Ragunan-Kuningan. Alhamdulillah, saya langsung turun di halte Imigrasi persis di depan Kanim.

Begitu masuk Kanim, saya langsung menuju Lantai 2. Jam di tangan menunjukkan pukul 7.45 pagi. Alangkah kagetnya saya, melihat puanjaaaangnya antrian manusia yang sudah mengular * alhamdulillah, ternyata itu antrian untuk pemohon non-online. *

Tiba-tiba terdengar suara dari speaker yang menyatakan kalau jumlah pemohon non-online sudah mencapai 100 orang sehingga yang lain dipersilakan untuk datang kembali di keesokan harinya (* h my God, seingat saya, pengambilan nomor ntrian baru dibuka pukul 07.00 dan sekarang baru 07.45 tapi sudah 100 orang yang mendapat nomor antrian! *

Saya sungguh kasihan dengan puluhan atau ratusan orang yang mengantri tadi tapi ditolak karena kuotanya sudah penuh. Jadilah Kanim agak sepi, antrian manusia yang mengular tadi tiba-tiba menghilang.

  1. Datangi kanim yang sudah kita pilih saat mendaftar online. Pastikan tanggalnya juga sesuai yang kita pilih.

    Kanim Jakarta Selatan

    Kanim Jakarta Selatan

  2. Berikan dokumen asli (print bukti permohonan online, bukti pembayaran, dan dokumen pendukung) kepada petugas. Beliau akan mengecek kemudian men-scan barcode yang ada di bukti permohonan online. Lalu, keluarlah nomor antrian untuk verifikasi dokumen. Petugas akan men-stapler nomor antrian tersebut bersama-sama dengan bukti permohonan online kita.
    Mesin yang akan men-scan barcode dan mengeluarkan nomor antrian.

    Mesin yang akan men-scan barcode dan mengeluarkan nomor antrian.

    Nomor antrian (loket nomor 2 antrian ke 71)

    Nomor antrian (loket nomor 2 antrian ke 71)

  3. Menunggu… dengan penuh kesabaran, terlebih lagi jika loket yang melayani hanya 1 saja. Untuk pendaftar online, biasanya dilayani di loket 2-4.
    Loket verifikasi.

    Loket verifikasi.

    Sambil menunggu, cek kembali kelengkapan dokumen. Jika kita membuat paspor untuk umroh atau haji (tujuan negara Arab Saudi), pastikan bahwa nama yang akan tertera dalam paspor anda terdiri dari 3 suku kata. Ini adalah wajib hukumnya. Contohnya saya, nama saya melly astriani. Tapi untuk berjaga-jaga seandainya saya umroh dalam waktu dekat, saya tambahkan nama saya menjadi melly astriani somad. Nah, untuk penambahan nama ini, kita harus melampirkan surat pernyataan penambahan nama yang berisi materai. Surat ini bisa kita beli di koperasi (tempat foto kopi tepat di seberang loket 1 & 2). Harganya Rp 7000 sudah lengkap dengan materai. Kita tinggal mengisi data dan tanda tangan. Surat ini kemudian kita satukan (klip) bersama dengan fotokopi dokumen pendukung yang sudah kita siapkan.

    Surat pernyataan penambahan nama (khusus bagi kita yang mau mengunjungi arab saudi untuk umroh atau haji)

    Surat pernyataan penambahan nama (khusus bagi kita yang mau mengunjungi arab saudi untuk umroh atau haji)

  4. Ketika nomor antrian kita tiba * perhatikan loket mana yang akan melayani nomor antrian kita, * serahkan nomor antrian yg sudah distapler tadi, fotokopi dokumen pendukung, dan dokumen asli. Petugas akan mengecek (memverifikasi) data kita. Setelah dinyatakan lolos, petugas akan mengembalikan dokumen asli dan juga nomor antrian kita).

    Kelengkapan dokumen yang diserahkan ke petugas verifikasi.

    Kelengkapan dokumen yang diserahkan ke petugas verifikasi.

  5. Pergi menuju tempat foto, sidik jari biometrik, dan wawancara.

    Tempat foto dan wawancara.

    Tempat foto dan wawancara.

  6. Menunggu lagi… * Kali ini, saya menunggu cukup lama karena terpotong istirahat makan siang dan juga banyaknya antrian. *
  7. Istirahat makan siang pukul 12.00-13.00. Manfaatkan waktu untuk makan siang dan sholat. Kebetulan di lantai satu gedung imigrasi, ada Hazel & Nut Cafe yang menawarkan banyak sekali makanan. Saya pribadi memilih soto dan pancake * and it taste really good, not bad at all. *
  8. Selesai maksi, kembali mengantri. Hingga akhirnya muncullah nomor antrian saya di layar LCD. Saya lihat kala itu waktu menunjukkan pukul 15.00 * ckckckc, lumayaaaan…* Pintu akan dibuka dan serahkan nomor antrian kita.
  9. Menunggu… lagi, hingga petugas memanggil nama kita.
  10. Melly… * ya pak saya pak, semangat 45. * Waktunya pas foto dan foto biometrik alias sidik jari. Persis seperti bikin e-KTP. Alhamdulillah giliran saya tiba, begitu pikir saya hingga tiba-tiba… jreeeng!!! layar komputer si petugas blank! alamak… nge-heng! Sempat ketar-ketir berpikir, “gimana ini kalo ga bisa dibenerin, terus ditunda besok, ahhhh tidaaaak!” alhamdulillah… beberapa menit kemudian kembali normal.
  11. Jepret! diambillah foto saya yang saya jamin 100% sudah kucel, kumel, kinclong, dan tak bening lagi * hehe, kaya mukenye bening aje. sayang tu foto kaga bisa diedit kaya di hape. * Selesai foto, tinggal sidik jari kita. dan selesai sudah sesi pemotretan * berasa model. *
  12. Menunggu… lagi. Tapi kali ini tidak lama ko. Selang beberapa belas menit, nama saya dipanggil dan saya siap diwawancara. Pertanyaannya seputar tujuan kita membuat paspor. Petugas kemudian memberikan kita waktu untuk mengecek kembali data-data kita apakah penulisannya benar atau tidak. Di sinilah kesempatan terakhir kita untuk memperbaiki bila ada yang salah. Cek cek dan cek lagi.
  13. Selesai wawancara, tinggal Tanda tangan. Daaaaan, simpan tanda terima yang diberikan petugas. Tanda terima ini nantinya kita pakai untuk mengambil paspor.
    Tanda terima pengambilan paspor.

    Tanda terima pengambilan paspor.

    Dan tunggu 3-4 hari kerja, maka jadilah paspor kita. Untuk saya pribadi, petugas memberitahu untuk mengambil paspor di hari jum’at * FYI, saya diwawancara hari Senin, karena terpotong libur tahun baru, maka hari jum’at baru jadi. *

MENGAMBIL PASPOR

Tibalah hari Jum’at dan saya siap mengambil paspor. Jangan lupa untuk membawa tanda terima pengambilan paspor.

  1. Datangi loket pengambilan paspor.
  2. Taruh tanda terima di kotak yang sudah disediakan.
  3. Tunggu hingga nama kita dipanggil.
  4. Ketika dipanggil, tanda tangan di tempat diminta. Cek data kita yang tertulis di paspor * apakah ada yang salah atau tidak. * Jika ada, langsung laporkan. Jika tidak, bawa paspor dan fotokopi 1 x.
  5. Fotokopi paspor 1 x di koperasi * serahkan saja paspor ke tukang fotokopi. Mereka sudah tahu harus bagaimana memfotokopinya *
  6. Serahkan fotokopi tadi ke petugas yang tadi memberikan paspor kita.
  7. Selesai!!!!! YEEEEEEYYY!! paspor sudah di tangan.
Pasporrrr!!!

Pasporrrr!!!

Sebenarnya, sangat mudah untuk mengurus paspor sendiri. Terutama jika kita sudah menyiapkan dokumen yang dibutuhkan dan mendaftar secara online. Apalagi, kalau kita mengurusnya di hari yang tidak ramai * misal, jauh hari sebelum musim liburan atau haji atau di hari jum’at. *

Ketika saya mengambil paspor di hari jum’at, saya lihat jumlah orang yang mengantri tidak separah di hari senin. Bahkan, saya dapat info dari keluarga, kalau kita mengurus di kanim yang ‘mungkin’ lokasinya jauh * relatif ya * atau di hari sepi, paspor bisa jadi dalam satu hari dan jumlah antrian pun tidak banyak.

Intinya, pengalaman membuat paspor ini sangat bermanfaat bagi saya. Tidak sesusah dan sesulit yang saya pikirkan sebelumnya. So, BIKIN PASPOR SENDIRI? SIAPA TAKUT!!!

Have you see how mirror resemble love?

Can not explain how am I addicted to this song. Keep replaying the song whenever earphone plug in my ear. The feeling I got from hearing the music and the lyrics is unexplainable. Justin really made his comeback. I love him since NSYNC, but now he grew up even better than I expected. And I wonder, if Jessica Biel had things to do with his change? I guess she does. For she the “one and only” for him. Which is good, cos I definitely like the change.

Just read the lyrics… It definitely refer to Jessica * 100% my own opinion*

Now you’re the inspiration for this precious song
And I just wanna see your face light up since you put me on
So now I say goodbye to the old me, it’s already gone
And I can’t wait wait wait wait wait to get you home
Just to let you know, you are
You are you are the love of my life (8x)
 

This song just rocks. The music is so rich. I can feel blues, jazz, pop, even hip hop, not to mention there is also a beat box. And it became more epic when we see it live, with the entertaining performance from the back up singer and the band. Impressive. How I love the live than the recorded audio.

Just listen and watch this.

And when we talk about the lyrics. Is there any way to melt women’s heart than to say “you are my reflection, and all I see is you… Just to let you know, you are..love of my life..” * melted * How lucky Jessica to be “that” woman.

Somehow, I agree that love is like a mirror. When you look at through the mirror, you see your reflection staring back at you. It is like the one you love is another half of yourself, just like your reflection in the mirror.

Both of them (yourself and the reflection) is exactly the same. I mean, when he hurt, then she might feel hurt too. When he delight, she might feel it too.

You can not get any bigger or any smaller than your reflection and vice versa. I believe that in love relationship, man and woman should be equal. Man is not supposed to be “on top” of the woman so he can put some pressed on her, neither do woman. But he can not also under woman’s power. Or he feel the love less than her.  Man supposed to be on the side of the woman. To hold her, care he, love her, comfort her etc and viceversa.

And no matter where the mirror is, when you look through it, the reflection is always right there, whether it in front of you, behind you, or beside you. Just like our hope in life, that the one we love, will always be with us, in the past, present, and future. During hard day and happy day, he or she will never leave us. Just like our reflection does.

See how mirror resemble love? Imagine what happened when the mirror broken into pieces? When the love between man and woman is not there anymore? There will not be any reflection left. At least, not in whole pieces. Even if it is, it only small or tiny pieces that just left as memories.

Mirrors by Justin Timberlake (with the Band, Tennessee Kid)

Aren’t you something
to admire,
’cause your shine is something like a mirror
But I can’t help but notice,
you reflect in this heart of mine
If you ever
feel alone and
the glare makes me hard to find
Just know that I’m always
parallel on the other side
 
‘Cause with your hand in my hand and a pocket full of soul
I can tell you there’s no place we couldn’t go
Just put your hand on the glass,
I’m here trying to pull you through
You just gotta be strong
 
‘Cause I don’t wanna lose you now
I’m looking right at the other half of me
The vacancy that sat in my heart
Is a space that now you’re home
Show me how to fight for now
And I’ll tell you, baby, it was easy
Coming back here to you once I figured it out
You were right here all along
It’s like you’re my mirror
My mirror staring back at me
I couldn’t get any bigger
With anyone else beside of me
And now it’s clear as this promise
That we’re making two reflections into one
‘Cause it’s like you’re my mirror
My mirror staring back at me,
(staring back at me)
 
Aren’t you something,
an original,
’cause it doesn’t seem merely assembled
But I can’t help but stare ’cause
I see truth somewhere in your eyes
Ooh I can’t ever
change without you,
you reflect me, I love that about you
And if I could, I
would look at us all the time
 
‘Cause with your hand in my hand and a pocket full of soul
I can tell you there’s no place we couldn’t go
Just put your hand on the glass,
I’m here trying to pull you through
You just gotta be strong
 
‘Cause I don’t wanna lose you now
I’m looking right at the other half of me
The vacancy that sat in my heart
Is a space that now you hold
Show me how to fight for now
And I’ll tell you, baby, it was easy
Coming back here to you once I figured it out
You were right here all along
It’s like you’re my mirror
My mirror staring back at me
I couldn’t get any bigger
With anyone else beside of me
And now it’s clear as this promise
That we’re making two reflections into one
‘Cause it’s like you’re my mirror
My mirror staring back at me,
staring back at me
 
Yesterday is history
Tomorrow’s a mystery
I can see you looking back at me
Keep your eyes on me
Baby, keep your eyes on me
 
‘Cause I don’t wanna lose you now
I’m looking right at the other half of me
The vacancy that sat in my heart
Is a space that now you’re home
Show me how to fight for now (show me baby)
And I’ll tell you, baby, it was easy
Coming back here to you once I figured it out
You were right here all along
It’s like you’re my mirror
My mirror staring back at me
I couldn’t get any bigger
With anyone else beside of me
And now it’s clear as this promise
That we’re making two reflections into one
‘Cause it’s like you’re my mirror
My mirror staring back at me, staring back at me
 
You are you are the love of my life (10x)
 
Now you’re the inspiration for this precious song
And I just wanna see your face light up since you put me on
So now I say goodbye to the old me, it’s already gone
And I can’t wait wait wait wait wait to get you home
Just to let you know, you are
 
You are you are the love of my life (8x)
 
Girl you’re my reflection, all I see is you
My reflection, in everything I do
You’re my reflection and all I see is you
My reflection, in everything I do
You are you are the love of my life (16x)

Looking for a Reason to Wear Hijab

Are you still looking for a reason, why are you wearing hijab? or Why I have to wear Hijab? Here is one of the most amazing answer of that very question. It came from a Nobel Prize Winner, Tawakkol Karman.

When Tawakkol Karman asked about her hijab by journalist, and how it is not proportionate with her level of intellect and education, she replied:

“Man in the early times was almost naked, and as his intellect evolved, he started  wearing clothes. What I am today, and what I am wearing represent the highest level of thought and civilization that man as achieved, and is not regressive. It is the removal of clothes again that is regressive back to ancient times.”

Bang! her answer of the question is really open up my mind, something that I haven’t think of. It is not just a simple answer like we all always did. Such as, I;m weaing hijab because it is a must in our religion. Or because God told us to do so. Or else.

Her answer is really represent her knowledge and intellectuality. How I admire her and respect her for it. Made us, women with hijab, also be more proud of wearing it. It gave us another reason to stay istiqomah in what we already choose and did.

For your info, Tawakkol Karman born in February 7, 1979, in Ta’izz, Yemen. She got the nobel prize in year of 2011 for her non-violent struggle for the safety of women and for women’s rights to full participation in peace-building work.

Donor Sekarang, Setetes Darah Anda Nyawa Mereka

Donor Darah.

Rasanya frasa ini sering kali kita dengar di dalam kehidupan kita sehari-hari. Tapi, pernahkah kita melakukannya? Sebagian orang mungkin pernah, setidaknya sekali dalam hidupnya mendonorkan darah mereka, Sementara itu masih banyak juga orang yang “belum berani” mendonorkan darahnya.

Kenapa saya mengatakan belum berani? Karena sebagian masyarakat kita masih takut dan ragu-ragu untuk mendonor. Mereka masih memercayai mitos-mitos yang sampai saat ini, sayangnya, masih berkembang di masyarakat. Padahal, faktalah yang seharusnya kita percayai, bukan mitos. Untuk mengetahui fakta-fakta yang membantah mitos tersebut, bisa dibaca di kompas.com

Sebenarnya, apa sih donor darah itu? menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ke-3, do·nor n 1 penderma; pemberi sumbangan; 2 penderma darah (yang menyumbangkan darahnya untuk menolong orang lain yang memerlukan). Jadi, donor darah artinya adalah penderma darah.

Bagi saya, hal ini cukup menggiurkan. Bagaimana tidak, di otak saya, terpikir bahwa saya bisa menjadi seorang penderma, meskipun saya mungkin tidak punya materi untuk didermakan dalam artian materi disini adalah uang dsb.

Ditambah lagi iming-iming bahwasanya darah yang kita dermakan bisa menyelamatkan nyawa atau kehidupan orang lain. Yang artinya, keberadaan saya bisa bermanfaat bagi orang lain, walaupun dalam bentuk setetes darah saja. Dari situlah saya memberanikan diri, menguatkan hati, menyiapkan fisik, lalu mengambil seribu langkah menuju kantor PMI DKI Jakarta.

Apa sih syaratnya kalau saya mau mendonorkan darah? Hal itu yang pertama terbersit dalam benak saya ketika berniat mendonorkan darah.

Menurut Palang Merah Indonesia, kriteria umum yang ditetapkan PMI adalah sebagai berikut.

  • Calon donor harus berusia 17-60 tahun,
  • Berat badan minimal 45 kg
  • Tekanan darah 100-180 (sistole) dan 60-100 (diastole).
  • Jika berminat, calon donor dapat mengambil dan menandatangani formulir pendaftaran; lalu menjalani pemeriksaan pendahuluan seperti kondisi berat badan, HB, golongan darah; serta dilanjutkan dengan pemeriksaan dokter.
  • Jika lulus, barulah darah dan contoh darah diambil.
  • Namun, harus diingat, demi menjaga kesehatan dan keamanan darah, individu yang antara lain memiliki kondisi seperti alkoholik, penyakit hepatitis, diabetes militus, epilepsi, atau kelompok masyarakat risiko tinggi mendapatkan AIDS serta mengalami sakit seperti demam atau influensa; baru saja dicabut giginya kurang dari tiga hari; pernah menerima transfusi kurang dari setahun; begitu juga untuk yang belum setahun menato, menindik, atau akupunktur; hamil; atau sedang menyusui untuk sementara waktu tidak dapat menjadi donor.

Lalu bagaimana prosedur donor darah? Ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan. Berikut ini merupakan prosedur donor darah yang saya kutip dari website PMI DKI Jakarta dan yang sudah saya alami sendiri ketika donor darah untuk pertama kalinya.

PROSEDUR DONOR DARAH

PEMERIKSAAN PENDAHULUAN 

  • Mengisi formulir pendaftaran * pulpen disediakan, jangan lupa membawa KTP * di lobi kantor PMI.
Lobby PMI DKI Jakarta

Lobby PMI DKI Jakarta

  • Serahkan form ke petugas pencatat, tunggu hingga nama saya dipanggil
  • Selagi menunggu, timbang berat badan
  • Pemeriksaan kadar HB

PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH

Siap untuk dicek gol darah. Tapi sekarang alatnya sudah canggih, seperti pulpen, dan tidak terasa sakit.

Setelah selesai dan lolos kualifikasi, tunggu di ruangan selanjutnya hingga nama atau nomor urut saya dipanggil.

PEMERIKSAAN DOKTER

  • Pemeriksaan tekanan darah
  • Riwayat medis
  • Pemeriksaan fisik sederhana

Setelah lolos dari pemeriksaan dokter, saya dipersilakan masuk ke ruangan donor. Sebelum itu, saya diwajibkan mencuci kedua lengan saya dengan sabun agar lebih steril.

PENGAMBILAN DARAH

Perawat kemudian memanggil nama saya dan memersilakan untuk berbaring di tempat yang sudah disediakan. Biasanya, bagi pendonor lama, perawat langsung menanyakan, di lengan mana pengambilan darah biasanya dilakukan.

Sementara untuk pendonor pemula, perawat menjelaskan bahwa beliau akan mencoba mengambil darah di salah satu lengan, jika pembuluh darah sulit ditemukan, maka perawat akan menyarankan untuk mencoba di lengan yang satunya lagi.

Alhamdulillah, saat perawat mencoba di lengan kiri saya, transfusi sudah bisa dilakukan, saya hanya tinggal menunggu sambil berbaring dan menonton TV dan sesekali bertanya tentang ini-itu ke sang perawat. Selang berapa lama, kantung sudah terisi penuh, dan selesailah proses pengambilan darah.

Perawat menanyakan apakah saya pusing atau ada keluhan lain yang tidak wajar. Jika iya, maka beliau memmersilakan saya untuk berbaring dan beristirahat terlebih dahulu. Jika tidak, seperti saya, maka bisa lanjut ke proses selanjutnya.

PENGAMBILAN KARTU DONOR

Ini saatnya mengambil kartu donor. Warna kartu donor disesuaikan dengan golongan darah. Berhubung saya bergolongan darah AB, maka kartu saya berwarna kuning. Di dalam kartu donor juga diselipkan semacam ‘voucher’ makan.

ISTIRAHAT : HIDANGAN RINGAN

Darah sudah diambil, kartu sudah ditangan. Sekarang saatnya menuju cafetaria pendonor dan menikmati hidangan ringan. Yang, bagi saya sebenarnya tidak ringan. Bayangkan saja, mie, telur rebus, susu coklat, air putih siap mengisi perut.

Saya hanya perlu duduk, lalu pelayan akan mengambil ‘voucher’ makan dan mengantarkan hidangan tersebut langsung ke meja saya. Tempatnya pun, cukup cozy, untuk ukuran sebuah cafetaria.

PULANG

Ketika nampan yang tadinya penuh ‘mendadak’ kosong, itu menandakan waktunya saya untuk pulang. Tuntas sudah urusan saya. Lega, itulah yang saya rasakan. Akhirnya bisa juga donor darah, setelah 3x ‘ditolak’ dengan berbagai alasan.

Tidak ada rasa lemas, pusing, mual, ataupun yang lainnya seperti yang dikhawatirkan banyak orang. Saya justru merasa bugar, sepertinya energi positif mengaliri tubuh dan jiwa saya. Sekarang tinggal menunggu 3 bulan lagi, untuk saya mendonorkan darah kembali.

Jangan takut untuk mendonorkan darah, karena banyak manfaat positif yang kita peroleh darinya. Sesegera mungkinlah kita mendonorkan darah.

Ingatlah bahwa, setetes, ingat, bukan sekantung tapi se.te.tes darah kita bisa menyelamatkan nyawa seseorang, dan saya jelas percaya hal itu. Walaupun, takdir hidup seseorang tetaplah hanya kuasa ALLAH SWT.

Mama saya merupakan contoh nyata, bukti hidup, bahwasanya darah orang lain telah menyelamatkan nyawa beliau dan nyawa adik saya. Jika saja, saat Mama melahirkan adik saya, dan tidak ada orang yang mendonorkan darahnya untuk Mama, maka wallahua’lam, entah apa yang akan terjadi pada mereka berdua.

Jadi, sekali lagi, jangan takut untuk donor darah. Segera datangi kantor PMI terdekat atau mobil unit darah atau unit-unit donor darah lainnya yang terdekat dari rumah kita.

PMI DKI JAKARTA
Jl. Kramat Raya No. 47 Jakarta Pusat 10450
Telp.: (021) 3906666 (Hunting)
Fax.: (021) 3101107
Email: info@pmidkijakarta.or.id

Blood for life.

If you donate money, you give food, clothes, or home for living. It’s all for a better life.

But if you donate blood, you give life. A new chance for life to live.

Life is Always about Making Choices

Hidup adalah Pilihan.

Sering kali dalam hidup ini, kita dihadapkan pada suatu pilihan. Mulai dari pilihan yang amat sangat sederhana hingga pilihan yang kelak bisa menentukan arah hidup kita. Sulit memang untuk memastikan, pilihan mana yang terbaik bagi kita.

Namun, berapa pun pilihan yang terbentang di hadapan kita. Pada akhirnya, hanya akan ada dua pilihan saja. Pilihan yang sulit dan pilihan yang mudah.

Pilihan yang sulit memang susah untuk dijalani, dilakukan, dimengerti, dan ditindaklanjuti. Tapi, sebagai imbalannya, kita akan memperoleh banyak sekali pelajaran dan pengalaman selama menjalani pilihan tersebut, dan percaya tidak percaya, pilihan yang sulit itu sering kali menghasilkan ending yang membahagiakan.

Sementara itu, pilihan yang mudah hanya memberikan imbalan bahwa pilihan itu mudah. Mudah untuk dijalani, dimengerti, dan ditindaklanjuti. Dalam sekejap saja, kita sudah bisa memperoleh hasil akhir yang membahagiakan dari pilihan kita itu.

Lalu, manakah yang akan kita pilih?

Semua bergantung pada situasi dan kondisi saat pilihan itu ada di hadapan kita. Tidak penting pilihan mana yang kita pilih, keduanya pasti akan selalu dibarengi dengan konsekuensi. Baik itu konsekuensi yang baik maupun yang buruk.

Ingat saja bahwa pilihan apa pun yang akan kita pilih, pastikan bahwa kita tidak akan menyesalinya. Kita tidak boleh menyesalinya.

Yakinlah pada pilihan kita, berdoalah bahwa itu yang terbaik, dan bahwasanya Tuhan turut andil dalam menentukan pilihan yang terbaik bagi kita, lalu ikhlaskan hati kita, maka niscaya pilihan apa pun itu pastilah yang terbaik bagi kita dan pada akhirnya menghasilkan yang terindah bagi kehidupan kita.

Bijaklah dalam menentukan pilihan dalam hidup kita. Karena diri kita sekarang merupakan hasil akumulasi dari pilihan-pilihan kita di masa lalu, dan pilihan-pilihan kita saat ini akan menentukan diri kita di masa yang akan datang.

Life is a choice

Life is always about making choices

And choices specify our quality of life

Your Job is Not Your Career

which one will you choose?

Your job is not your career. Rasanya, kalimat semacam itu sering kali kita temui atau kita dengar dari orang lain. Terutama akhir-akhir ini, di mana orang merasa pekerjaan hanya sebagai alat. Alat pemenuh kebutuhan.

Setidaknya, itulah yang dirasakan sebagian besar orang-orang di lingkungan saya berada. Mereka bekerja hanya sekadar untuk mendapatkan gaji bulanan yang kelak dipakai untuk membayar tagihan-tagihan setiap bulannya.

Tidak ada lagi rasa enjoy dalam pekerjaan mereka, tidak ada lagi antusiasme ketika berangkat bekerja. Tidak ada lagi kreativitas yang bisa dipersembahkan untuk tempatnya bekerja.

Jika kita sudah merasakan hal semacam itu, maka patutlah kita berpikir untuk mencari pekerjaan lain di luar sana. Yang jauh dari tempat kita bekerja, yang berlawanan dengan pekerjaan kita, yang sesuai dengan hati dan passion kita.

Dengan begitu, kita tidak lagi hidup hanya untuk bekerja, melainkan hidup untuk mendapatkan achievement dalam hidup kita. Ketika pekerjaan kita memenuhi kebutuhan duniawi, maka karier kita seharusnya memenuhi kebutuhan spiritual dan akhirat. Dan pada akhirnya, tidak akan ada lagi rasa ‘kurang’ dalam kehidupan kita ataupun rasa tertekan karena pekerjaan kita semata.

Namun, banyak orang yang masih belum sadar bahwa kesuksesan dan pencapaian dalam hidup bukan hanya dilihat dari karier di pekerjaan kita. Bukan dari seberapa tinggi jabatan yang dapat kita raih di perusahaan tempat kita bekerja, bukan dari seberapa banyak uang dalam tabungan kita, ataupun dari seberapa mewah hidup kita dibandingkan dengan yang lainnya.

Pencapaian yang sesungguhnya adalah seberapa bermanfaatnya kita bagi orang-orang di sekitar kita.  Mulailah bertanya pada diri kita sendiri, apakah ada orang lain yang kehidupannya menjadi lebih baik karena kehadiran kita? Jika jawabannya adalah “Ya”, maka patutlah kita berbahagia, karena itulah achievement kita dalam kehidupan.

Sekarang, tengok diri kita atau bercerminlah. Sudahkah kita mendapatkannya? Achievement in life. Jika belum, carilah… karena tidak pernah ada kata terlambat untuk mendapatkannya.

We are never too old to learn. Never too old to try something new. Never too old to face up challenges. Furthermore, we are never too old to chase our dreams.

It doesn’t Hurt To be Optimistic

Life is a Journey.

Hidup ini adalah sebuah perjalanan. Perjalanan kita menuju rumah yang sejati. Pastinya, disetiap perjalanan tidak ada yang mudah. Ada berbagai jalan untuk dipilih, ada banyak kendaraan yang bisa kita gunakan, ada banyak lampu merah, kuning, dan hijau yang harus dilewati. Selain itu, ada jalan yang rata, berlubang, macet, atau bebas hambatan. Semuanya itu adalah pilihan yang selalu berbuah konsekuensi.

Tetapi ada satu hal yang bisa membuat perjalanan kita senantiasa lancar dan terasa dimudahkan. Optimis. Ya, optimis menjadi kunci bagi kita untuk terus merasa bahagia di sepanjang perjalanan.

Orang yang optimis senantiasa akan berpikir positif. Tidak ada kesedihan di matanya, tidak ada kesepian sepanjang hidupnya, dan tidak ada sedikit pun rasa putus asa dalam dirinya. Ia akan senantiasa mensyukuri kehidupannya, dan berusaha yang terbaik untuk segala apa yang dilakukannya.

Orang yang optimis akan melihat gelas setengah terisi. Sementara orang yang pesimis akan melihat gelas setengah kosong. Di malam tahun baru, orang yang optimis akan terjaga hingga tengah malam untuk memastikan bahwa tahun baru telah tiba. Sedangkan orang yang pesimis akan terjaga hingga tengah malam untuk memastikan bahwa tahun ini sudah terlewati.

Namun, tidak mudah untuk menjadi optimis. Setidaknya, tidak semudah kita mengatakannya, menuliskannya, atau merasakannya. Sulit sekali menjadi optimis bila kita terus-menerus didera kesulitan dan ujian yang tak pernah ada habisnya.

Tapi memang seperti itulah adanya, tidak ada sesuatu yang instan. Optimis tidak bisa dimunculkan dalam diri kita dalam sekejap, seperti indomie yang bisa dimasak secara instan hanya dalam 3 atau 5 menit. Optimis harus ditanam dalam-dalam, dipatri hingga ke relung jiwa, disugesti setiap hari ke dalam hati kita.

Lalu, apakah lantas kita menjadi orang yang optimis. Tidak. Kata kunci lainnya adalah “iman”. Keimanan kita menunjukkan rasa optimis kita. Semakin kuat iman kita, maka semakin kuat pula rasa optimis kita. Karena dengan iman yang kuat, kita senantiasa selalu berprasangka baik terhadap takdir yang digariskan untuk kita.

Kita akan optimis, bahwasanya esok pasti akan menjadi lebih baik, dan kalau tidak sesuai harapan, kita masih akan tetap optimis bahwa itu demi kebaikan kita.

Maka mulai sekarang, tumbuhkembangkanlah rasa optimis dalam diri kita. Kuatkan iman kita dan senantiasa bersahabatlah kita dengan orang-orang yang optimis. Mengapa? Karena mereka akan menyebarkan rasa optimis mereka ke orang-orang disekitarnya.

It doesn’t hurt to be optimistic.  You can always cry later. But at least, you will cry without regrets, for you already tried your best.

Hari Gajian, Saatnya Memberikan Kepada Yang Berhak

Finally, payment day.

Gajian sudah tiba. Mulailah saya budgeting untuk 1 bulan ke depan. Pertama, yang harus saya ingat adalah ada hak orang lain dalam gaji saya. Kedua, nabung. Ketiga, nabung. Keempat, nabung lagi.

Apa maksudnya tentang hak orang lain? Bagi saya, ada 5 hak di dalam gaji saya.

Naik Haji jika mampu.

1. Hak Allah

Berarti menggunakan sebagian rezeki saya untuk mendekatkan diri saya kepada Allah. Misalnya saja menabung untuk pergi Haji, membeli hewan kurban, atau aqiqah.

2. Hak fakir miskin

Berarti menyisihkan sebagian rezeki saya untuk membantu orang lain yang hidupnya lebih susah dari saya. Bisa dalam bentuk menyumbang ke yayasan-yayasan sosial, membeli buku untuk taman bacaan, memberi makan pengemis, memberikan susu ke pengamen anak-anak atau anak jalanan, dan banyak cara lainnya.

3. Hak orang tua

Berarti menyisihkan sebagian rezeki saya untuk orang paling penting di dunia, orangtua. Walaupun saya merasa, seberapa banyak pun yang sudah saya berikan ke mereka,  tidak akan bisa membalas semua yang mereka sudah berikan kepada saya. Tetapi, bahagia rasanya kalau saya bisa memberikan uang kepada mereka. Kan selama ini biasanya saya yang meminta uang kepada mereka.

Sayangnya, sekarang ini saya cuma bisa membahagiakan mama. Sedangkan sudah terlambat bagi saya untuk membahagiakan bapa (RIP). Oleh karena itu, apapun rasanya ingin saya berikan ke mama. Want to make her as happy as it could be.

4. Hak saya pribadi

Untuk yang satu ini, tidak perlu dibahas lebih panjang. Intinya, Anything that I, me, myself want to do, just do it. Asal sesuai budget. Tapi tetap, harus ingat untuk menggunakannya secara bijak alias wisely. Ditabung pun boleh, wajib malah hukumnya. Anggap saja tabungan untuk merealisasikan wishlist saya.

 5. Hak negara

Kalau gaji kita sudah memenuhi kriteria untuk kena pajak ya. Kalau kata iklannya sih, “Hari gini tidak bayar pajak! Apa kata dunia!”

Walaupun akhir-akhir ini banyak oknum perpajakan yang membuat kita tidak rela dan malas untuk membayar pajak, namun saya berprasangka baik saja dengan tetap membayarkannya.

Kalau memang kita sudah termasuk wajib pajak, maka bayarlah, masalah dikorupsi atau tidak oleh para oknum yang tidak bertanggung-jawab, biarlah menjadi urusan mereka dengan Tuhan.

Kalau sudah memenuhi kelima hak tersebut, maka tenanglah saya. Nikmati dan bersyukurlah.

Just enjoy and grateful for every rupiah that I get so far. 😉

Cara perpanjang masa berlaku SKCK

Back again with me, about SKCK. Setelah proses pembuatan SKCK yang kelihatannya panjang dan ribet itu, bersyukurlah karena untuk perpanjang SKCK, tak perlu seribet itu.

Maka dari itu, perhatikan baik-baik tanggal berlaku SKCK kalian, jangan sampai masa berlakunya habis. Kalau lupa dan terlewat masa berlakunya, terpaksa deh, kalian harus mengurusnya seperti saat membuat SKCK baru, walaupun prosesnya tidak sepanjang yang pertama kali.

Saya akan coba kupas tuntas di sini, bagaimana caranya memperpanjang SKCK kita.

PERSYARATAN PERPANJANGAN SKCK (Bagi yang masa berlakunya belum habis)

Mudah saja untuk memperpanjangnya. Datang ke Polres, dan siapkan berkas-berkasnya.

Yaitu,

  1. SKCK asli yang masih berlaku Ingat: masa berlaku SKCK adalah 3 bulan sejak diterbitkannya.
  2. Fotokopi KTP 1 lembar
  3. Fotokopi KK 1 lembar
  4. Foto berwarna berukuran 4 x 6 sebanyak 3 lembar

Kalau sudah lengkap, Klip jadi 1 dan serahkan ke petugas pembuat SKCK di Polres. Tunggu beberapa menit, SKCK pun jadi. Kalau untuk bayar, sama saja seperti membuat untuk pertama kali, 20 rb utk SKCK dan 5 lembar legalisir. Inget ya, SKCK-nya difotokopi sendiri, baru diserahin lagi untuk dilegalisir. hehehe.

PERSYARATAN PERPANJANGAN SKCK (Bagi yang masa berlakunya sudah habis)

Nah, kalau sudah begini. Terpaksa kalian harus meminta surat pengantar lagi dari Kelurahan. Biasanya, kalau untuk perpanjang SKCK, kita tidak perlu lagi meminta pengantar dari RT dan RW  Ga tau ya kalo di kelurahan lain, di kelurahan saya sih begitu.

Datang saja langsung ke Kelurahan, bawa fotokopi KTP dan KK, serahkan ke petugas, kemudian dibuatin deh. Bayar sih tetap 15 ribu.  Kalau surat sudah ditangan, langsung cabut menuju Polres, dan siapkan berkas-berkasnya.

Yaitu,

  1. SKCK asli yang sudah tidak berlaku
  2. Surat Pengantar dari Kelurahan
  3. Fotokopi KTP 1 lembar
  4. Fotokopi KK 1 lembar
  5. Foto berwarna berukuran 4 x 6 sebanyak 3 lembar

Kalau sudah lengkap, Klip jadi 1 dan serahkan ke petugas pembuat SKCK di Polres. Tunggu beberapa menit, SKCK pun jadi.

So, mau pilih yang mana??? tunggu masa berlakunya habis, atau… perpanjang sejak dini, alias sebelum habis masa berlakunya. Silakan dipilih sesuai hati nurani..

Membuat SKCK setingkat Polres

Bikin SKCK? di Polres? siapa takuuut!!!

Bagi kalian yang butuh SKCK setingkat Polres, jangan takut dan ragu untuk membuatnya. Apalagi kalau kalian berhasrat jadi CPNS, atau ingin membuat paspor dan visa ke Luar Negeri, atau untuk kelengkapan melamar pekerjaan, info ini akan sangat berguna buat kalian. Berhubung saya ber-KTP Tangerang Selatan, jadi yang diinfokan di sini khusus untuk warga Tangsel. Eits, tapi jangan khawatir, karena pada dasarnya persyaratannya tidak berbeda. Kecuali mungkin untuk ‘biaya’nya.

Sebelum saya beri tahu kelanjutannya, harap diketahui. Ini penting dan wajib diketahui, agar kalian tidak bolak-balik mengurusnya. Jadi, untuk warga TangSel, Pembuatan SKCK Polres terbagi di 2 wilayah. Bagi Kalian yang tinggal di wilayah berikut ini, jangan sampai salah polres ya…

WILAYAH I

  1. Kecamatan Serpong
  2. Kecamatan Serpong Utara
  3. Kecamatan Setu

Kalian yang KTP-nya termasuk dalam 3 kecamatan di atas, langsung saja menuju Polres Tiga Raksa, Tangerang

WILAYAH II

  1. Kecamatan Pondok Aren
  2. Kecamatan Pamulang
  3. Kecamatan Ciputat
  4. Kecamatan Ciputat Timur

Kalian yang KTP-nya termasuk ke dalam 3 kecamatan di atas, langsung saja menuju Polres Jakarta Selatan. Nah, kalau kalian sudah tahu harus menuju polres yang mana, kalian tinggal siapkan berkas-berkas yang diperlukan.

 PERSYARATAN PEMBUATAN SKCK (Untuk yang baru pertama kali membuat)

  1. Datangi Ketua RT dan minta Surat Pengantar Membuat SKCK. RT akan memberi surat yang sudah ditanda tangan dan dicap.
  2. Datangi Ketua RW, tunjukkan surat pengantar dari RT tadi. Surat itu akan ditanda tangani dan dicap ketua RW.
  3. Ke Kelurahan, buat surat pengantar dari kelurahan. Siapkan:
  • Surat Pengantar RT yang diketahui RW
  • Fotokopi KTP pemohon
  • Bayar 15 ribu (Kelurahan Rempoa) * itu si beberapa waktu yang lalu, ga tau ya kalo sekarang dan juga di kelurahan lain. Ada yang mau berbagi info? *

4.   Melaju ke Kecamatan. Siapkan:

  • Surat Pengantar dari Kelurahan (Asli dan 1 fotokopi)
  • 2 rangkap Fotokopi KTP pemohon
  • Bayar 10 ribu (Kecamatan Ciputat Timur) * itu si beberapa waktu yang lalu, ga tau ya kalo sekarang dan juga di kelurahan lain. Ada yang mau berbagi info? *

5.  Melaju ke Polres. Siap-siap untuk antri. Disarankan membuat SKCK di luar musim CPNS. Kalo terpaksa berbarengan dengan musim CPNS, dijamin antrian akan puanjaaaaanng sekali. Siapa cepat dia dapat. Polres pun penuh sesak. Percaya deh * Pengalaman pribadi, hehehe * Siapkan:

  • Surat Pengantar dari Kelurahan yang sudah disahkan Kecamatan.
  • Fotokopi KTP (sediakan 2 rangkap untuk yang belum pernah melaksanakan sidik jari)
  • Fotokopi KK
  • Foto berwarna berukuran 4 x 6 sebanyak 5 lembar (4 lembar utk SKCK, 1 lembar utk pelaksanaan sidik jari)
  • Blanko Isian (minta kepada petugas di loket pembuatan SKCK). Tata cara pengisian disediakan ditempat, termasuk mengenai bentuk wajah, dagu, hidung, telinga, bibir, dll). Jangan lupa mengingat berat badan dan tinggi badan kalian.

Semua berkas sudah siap. Tinggal melaksanakan sidik jari * perhatian: ini hanya untuk orang yang belum pernah satu kalipun membuat SKCK, baik di Polsek maupun di Polres. Sidik jari ini cukup sekali seumur hidup. * Pastikan kalian menyiapkan berkas2 dahulu, soalnya kalau sidik jari duluan, dijamin tangan anda kotor belepotan, menghitam sudah sepuluh jari kalian.

Sidik jari dibuat dengan bantuan petugas. Kartu sidik jari kemudian diklip bersama dengan fotokopi KTP dan membayar 10 ribu * ini harga beberapa waktu yang lalu ya. * Setelah itu, akan dibuat rumus sidik jari yang kemudian ditulis di blanko isian.

Sudah selesai dengan sidik jari? Lanjut ke loket pembuatan SKCK. Berkas yang tadi disiapkan (Surat Pengantar, FC KTP, FC KK, 4 lembar foto, blanko isian yang sudah ditulis rumus sidik jari) di kli atau di staples jadi satu * pastikan kalian membawa klip, agar tidak tercecer * Kemudian serahkan ke petugas.

Tunggu hingga anda dipanggil. Jika antrian tidak panjang, anda akan dipanggil begitu SKCK jadi. SKCK diserahkan, dan kita membayar 20 rb. 10 ribu untuk biaya pembuatan SKCK dan 10 ribu untuk legalisir sebanyak 5 lembar.

Ambil SKCK yang sudah jadi, fotokopi 5 lembar * Biasanya ada tempat fotokopi tidak jauh dari TKP * Lalu, berikan fc tersebut ke loket petugas yg melakukan legalisir. Tunggu beberapa menit. Tinggg!!! Jadi deeeeeeeh ^____^

Pfiuuuhh.. berasa panjang dan lama. Kalau hari biasa, dijamin 1 hari selesai. Tidak mengantri pula. Tappiiii, jangan harap kalo musim cpns tiba, bakalan puanjaaang dan luuama. Kita pun harus senantiasa pasang telinga, jangan sampai tidak dengar ketika dipanggil.

TIPS:

  1. Hindari membuat SKCK saat musim cpns
  2. Mulailah dari pagi buta * dimulai dengan menyambangi rumah pak RT *
  3. Siapkan semua berkas yg diperlukan
  4. Pas foto dan Fotokopi berkas yang dibutuhkan, usahakan dilebihkan 2  * buat jaga-jaga seandainya peraturan berubah, sekalian biar tidak mengantri fotokopi di TKP *
  5. Siapkan uang tak terduga, seandainya tarif berubah.
  6. Jangan lupa makan minum ya * biar ga pingsan di jalan, secara perjalanan puanjaaaaaang… hehehe *

THAT’S IT! selamat bikin ya…. ga sesulit keliatannya ko…. ^^

Am I wise enough in using my money?

money is temptation…

For your own good, save your money for something unexpected, use it wisely. Well, that is what my mom always said to me.

But, until now, I tried hard to be wisely enough. By keep doing these things below, but it is not as easy as I thought it will be. Especially when that “unexpected” factor always come in the way.

  1. First thing that I have to do after received money is budgeting for next month. Make a list of how much will I spent for others and myself.
  2. If I have to go to mall, either for hanging out with friends or just window shopping then I must not bring lots of money. Just bring enough to buy some food and to pay bus to go home.
  3. When I planned to buy something, be sure just bring money to buy that thing.
  4. Credit card? Just forget it. And if you must have it, one is more than enough.
  5. If I get tempted to buy some clothes, shoes, slipper, or bag and etc. Just try to think twice before buying it. Remember what’s inside my closet and ask these question: “Do I really need a new one? Do I had one in my closet that almost the same? Is this one thing I urgently needed?” Is the answer is yes, yes, and no. Then I won’t get tempted anymore.
  6. For saving my money, I choose to save it on Bank without ATM. And the account is only for saving. Or else, I will buy some accessories made from gold * which I hardly done it *
  7. If I had more money, then I would invest some of it to a business or people I trust. Or became an entrepreneur myself.
  8. Be grateful to God for giving us all we have until today.

Well, am I wise enough in using my money? I want to believe I am.