A Miracle: My Card Holder is Back!

After almost 2 weeks that felt incredibly longer than usual. Finally, a miracle happened: My Card Holder is Back!

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya di postingan I have been Robbed! bahwa saya kehilangan dompet kartu berisi hampir semua kartu penting. Pada awalnya, saya ikhlas dan entah mengapa benar-benar percaya dan berharap masih ada orang baik yang akan mengembalikannya.

Sambil pasrah dan mulai mengurus hampir semua kartu saya yang hilang, di dalam hati kecil saya, masih percaya, dompet saya itu akan kembali. Kalau memang masih milik, pasti Allah akan mengembalikannya ke saya melalui jalan apapun itu.

Sampai pada akhirnya, 2 hari menjelang Tahun 2016, terdengar suara “ding dong ding dong” bel rumah pun berbunyi. Aaah, paket saya datang, pikir saya yang memang sedang menunggu paket hasil belanja online di mataharimall.com.

Ketika saya melihat pengirimnya adalah TIKI kemudian saya lihat amplopnya, saya raba, saya rasa, saya genggam, dan saya telisik, 100% saya saya yakin, INI DOMPET KARTU SAYA. Huaaaaaa… benar saja. Langsung sontak saya sujud syukur.

My card holder is back!

My london berry by Huer Card Holder is back!

Almost all my cards is Back!

Masih ada orang baik di dunia ini.

Meskipun adik saya tetap skeptis dengan berkata, “ini cuma one in a million.” Meskipun, semua kartu yang berhubungan dengan BANK raib tak berbekas * which is fine, since I already block them all. * Meskipun saya sudah mengurus semua kartu yang tadinya hilang itu. Meskipun dompet yang satunya lagi tidak mungkin kembali * since there is no ID or address whatsoever for someone to return it back to me *

Alhamdulillah…

Siapapun pengirimnya, * sayangnya alamatnya kurang jelas dan tidak ada nomor telepon * saya berterima kasih dan mendoakan semoga Allah membalas kebaikan anda. Aamiin…

 

 

Cara Mengurus NPWP yang hilang

29 Desember 2015,

Masih melanjutkan mengurus kartu yang hilang, saya pun segera meluncur ke Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pondok Aren untuk mengurus kartu NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) saya yang hilang.

Alamat:

Jl. Bintaro Utama Sektor V

Kampus Stan Bintaro Jaya

Sehari sebelumnya, saya menyempatkan diri mendatangi kantor tersebut setelah mengurus SIM di Serpong. Tapi sesampaiya disana, petugas menyampaikan kalau untuk layanan pembuatan NPWP sudah tutup. Mereka hanya membatasi 100 kartu yang diterbitkan setiap harinya.

Hari ini, saya sengaja datang pagi sekitar jam 7 agar bisa mendapat nomor antrian paling awal. Pelayanan memang dimulai pukul 08.00 pagi, namun pengambilan nomor antrian sudah dibuka sejak jam 07.00 pagi.

Jadilah saya mendapat nomor urut 8. Setelah itu, cukup banyak orang yang datang untuk mendapatkan layanan dari Kantor Pajak Ini. Belum tepat jam 8, seluruh bangku tunggu sudah dipenuhi manusia.

Kantor ini cukup nyaman, bersih dan dingin * karena masih baru kali ya. * Interior dan furniturnya pun masih bagus. Ditambah lagi disediakan Aqua gelas gratis bagi kami yang menunggu.

Sabar menunggu, akhirnya tiba giliran saya. Loket 1, 2, dan 3 membuka layanan untuk NPWP.

Dokumen yang harus dibawa:

  1. Surat Keterangan Kehilangan dari kepolisian.
  2. Fotokopi KTP atau surat keterangan KTP.
  3. Fotokopi NPWP yang hilang.
  4. Formulir Permohonan Cetak Ulang yang sudah diisi (bisa diambil dilokasi).
  5. Formulir Perubahan Data Wajib Pajak * karena alamat saya sudah berubah alias pindah alamat * yang sudah diisi (bisa diambil di lokasi).

Semua dokumen sudah lengkap, petugas pun mengecek dan siap mencetak kartu saya. Hingga tiba-tiba…

Petugas: “maaf, tapi NPWP yang ibu berikan, di dalam data kami, statusnya telah dihapus.”

Saya: “maaf, kenapa mas? ” masih mencerna kata ‘hapus’

Petugas: “iya, jadi, kartu NPWP ibu yang hilang itu sudah dihapus, sudah tidak berlaku lagi.”

Saya: “apa!!! sejak kapan dihapusnya mas. Saya masih pakai NPWP saya itu loh mas.”

Petugas: “O gitu ya bu. Ibu pernah lapor-lapor pajak ga selama ini.”

Saya: *dalam hati saya, hellloooow* “Saya masih bayar pajak dan lapor SPT tahunan dengan nomor itu loh mas. Gimana cara, Kok bisa dihapus,”

Petugas: “iya bu, statusnya terhapus. Jadi kalau ibu mau, ibu jadinya buat kartu NPWP baru. Jadi ibu mengajukan pembuatan NPWP baru.”

Saya: “lah, gimana ceritanya mas. Nanti laporan pajak saya gimana? Pajak saya yang kemarin-kemarin kemana?”

Petugas: dia terdiam. “iya bu, tidak apa-apa ko bu. Cuma ibu jadinya harus bikin yang baru saja”

Wajar sih, dia mana tahu soal beginian, dia kan hanya petugas yang barusan mengecek data saya di computer.

Saya: menghela napas panjang. “ya sudah mas, apa yang saya butuhkan untuk buat yang baru.”

Petugas: mengambilkan formulir permohonan pembuatan KTP dan Surat keterangan bekerja. “Ibu hanya perlu mengisi ini, disertakan materai 6000. dan fotokopi KTP. nanti ibu langsung saja ke sini.”

Saya: “kalau gitu nanti saya kembali mas. makasi.”

Saya pun kembali mengambil nomor antrian dan hendak membeli materai. Sampai di luar. Entah kenapa kesalnya tak tertahan. Bagaimana bisa terhapus, selama saya kerja saya bayar pajak dan lapor pajak dengan nomor NPWP tersebut. Lantas, kemana semua uang pajak saya.

Akhirnya, saya batalkan niat untuk membuat NPWP baru. Saya akan konsultasikan dulu ke HRD tempat saya bekerja mengenai perubahan ini.

 

 

Cara Mengurus SIM yang Hilang

28 Desember 2015,

Melanjutkan perjuangan saya mengurus kartu-kartu yang hilang, SIM alias Surat Izin Mengemudi adalah nomor 2 yang krusial setelah KTP. Bagaimana tidak, saya tidak berani mengendarai si jagoan merah saya tanpa SIM di tangan.

Jadi, setelah selesai mengurus KTP, saya langsung meluncur menuju Serpong untuk Mengganti SIM yang hilang.

Ingat, pakai baju yang ‘pantas’. Untuk kaos, pakai yang berkerah dan pakai sepatu atau sepatu sandal. Dilarang keras pakai kaos oblong dan sandal jepit. Nanti kena tegur Pak Polisi dan disuruh pulang. nah lo.

Bagi saya yang berdomisili di Tangerang Selatan, saya sangat bersyukur dengan adanya kantor Satuan Administrasi Pelayanan SIM (Satpas) Polres Tangerang.

Alamat:

Pertigaan Jalan Raya Cisauk dan Jalan Raya Serpong, Tangerang Selatan.

Kantor ini bisa dicapai dengan menggunakan moda transportasi KRL alias commuter Line jurusan Tanah Abang-Serpong atau Tanah Abang-Maja. Dari stasiun Serpong, kita tinggal menyebrang jalan dan naik angkutan umum. Lokasinya tidak jauh dari stasiun, dengan membayar 3k sampai sudah kita di lokasi.

 

Yang harus dibawa:

  1. Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian (1 lembar).
  2. Fotokopi KTP atau dalam kasus saya, fotokopi surat keterangan KTP dalam proses (3 lembar).
  3. Fotokopi SIM yang hilang (1 lembar).
  4. KK (Kartu Keluarga) untuk kasus saya yang KTP-nya tidak ada (1 lembar fotokopi ). Tapi bawa saja untuk berjaga-jaga.
  5. Uang sebesar 175k.
  6. Pulpen (mengingat ada formulir yang harus kita isi).
  7. Handphone atau buku novel (untuk mengusir kebosanan karena menunggu antrian yang puanjang).
  8. Kipas, mengingat kantornya bisa dibilang tidak luas sementara peminatnya membludak * agak lebay sih, tapi seriusan panas banget. Penuh banget. Apalagi kalau musim liburan gini. bikin SIM udah kaya ngantri mau nonton konser artis kenamaan *

Yang harus dilakukan di Satpas:

1. Cek Kesehatan

Setelah berkas-berkas siap dan dijadikan 1 (bawa paper klip biar tidak tercecer), langsung saja masuk ke ruangan bagian cek kesehatan (ada tulisannya di pintu).

Berkasnya terdiri dari 1 lembar surat kehilangan, 1 lembar fotokopi SIM, I lembar fotokopi KK, 1 lembar fotokopi surat keterangan KTP)

Serahkan semua berkas ke petugas dan ia akan menanyakan perihal kesehatan, mulai dari tinggi badan dan berat badan dll.

Oleh karena saya tidak membuat SIM baru dan saya menyertakan fotokopi SIM yang hilang, cek kesehatan bisa dibilang merupakan formalitas saja.

Setelah itu, petugas akan mengembalikan berkas berikut hasil cek kesehatan. Berkas ini sudah diatur dan distaples sedemikian rupa oleh petugas, sehingga kita tidak perlu khawatir akan tercecer.

Biaya: 20k

2. Pembuatan kartu Asuransi Kecelakaan Diri Pengemudi (AKDP)

Keluar dari ruang cek kesehatan, langsung saja berikan berkas ke loket paling kiri, sebut saja loket 1 (ada 3 loket, namakan saja loket 1, 2, dan 3, secara berurutan).

Di sini, kita akan diminta 1 lembar fotokopi surat keterangan KTP (fotokopi KTP). Kemudian, berkas akan dikembalikan ke kita beserta dengan Kartu asuransi (AKDP).

Biaya: 30k

3. Registrasi Mengurus SIM yang Hilang (sama dengan perpanjangan SIM).

Lanjut ke loket 2. Serahkan berkas ke petugas berikut 1 lembar fotokopi surat keterangan KTP (fotokopi KTP). Saya tidak terlalu memperhatikan apa yang dilakukan petugas (mengingat penuh sesak).

Biaya: 75k

4. Pengambilan formulir pendaftaran.

Lanjut ke loket 3, kita akan diberikan berkas berikut formulir pendaftaran yang harus di isi. Disini saya dikenakan biaya 45k.

Bodohnya, saya tidak bertanya untuk apa biaya tersebut * yang kepikiran cuma cepat selesai, apalagi ruangannya panas dan penuh sesak. * Tapi saya positif thinking saja, mungkin karena saya pindah alamat, entahlah. Pas browsing2 setelah selesai, baru ngeh, untuk apa ya biaya tersebut.

5. Mengisi formulir pendaftaran.

Untuk mengisinya disediakan meja besar di luar kantor Satpas dengan tata cara pengisian yang jelas dan lengkap. Di sinilah pulpen yang kita bawa melakukan perannya * daripada susah-susah cari pinjeman *

6. Kembalikan berkas tersebut ke loket 3.

Tunggu hingga nama kita dipanggil petugas. Disinilah buku novel, handphone, dan kipas berperan besar. Lamanya menunggu tidak bisa diprediksi. Kalau beruntung, kita bisa mendapatkan kursi untuk duduk, kalau tidak, ya terpaksalah berdiri.

7. Proses Identifikasi.

Disini, kita tetap akan menunggu giliran, duduk harus sesuai urutan. Petugas akan memverifikasi data kita * penting untuk didengarkan, karena bisa jadi ada kesalahan. * Lanjut dengan merekam sidik jari jempol kanan dan kiri juga tanda tangan.

Terakhir, say cheese! Foto asal-asalan buat SIM * saya bilang asal-asalan karena kebayang donk ya penampakan wajah kita setelah melalui proses di atas dan menunggu lama. Belum lagi posisi kita saat difoto yang pastinya ga akan seindah kalo kita selfie. Belum lagi pada saat difoto ada puluhan mata memandang, aih aih. Belum lagi, proses foto yang begitu cepat (mungkin sekitar 1 detik) tanpa ada kesempatan untuk melihat hasilnya dan mengulangi *

8. Pengambilan SIM.

Finally, all is done. Kita tinggal keluar kantor kemudian menuju sebuah tempat * tepatnya sih di luar sebuah ruangan tepat di depan sebuah jendela * dan tunggu nama kita dipanggil. Ambil SIM yang baru dan TTD.

Pastikan semua data yang tertera di SIM adalah benar.

Supaya kalau ada kesalahan bisa langsung diperbaiki saat itu juga.

 

And yeay, we are done!

Tidak susah dan tidak ribet, masih terjangkau pula.

 

 

 

 

 

Cara Mengurus Kartu AEON Express Card yang Hilang

23 Desember 2015,

Meskipun kartu AEON ini tidak dapat digunakan pihak lain * karena selalu akan ada verifikasi data setiap kali kita hendak melakukan transaksi * namun, tidak ada salahnya jika saya menginginkan penggantian kartu.

[Photo Credit: www.aeon.co.id]

Kartu AEON express card akan mempermudah saya untuk membeli barang-barang melalui pembiayaan AEON.

  1. Hubungi Customer Service AEON di (021) 2971 1000 untuk menginfokan kehilangan kartu.
  2. Buat Surat Pernyataan Kehilangan Kartu dan Permohonan Penggantian Kartu Baru.
  3. Scan Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian.
  4. Scan Fotokopi Kartu AEON Express Card.
  5. Kirim email ke customercare@aeon.co.id dengan melampirkan poin 2, 3, dan 4 di atas dalam email tersebut.
  6. Hubungi Customer Service AEON di (021) 2971 1000 untuk mengonfirmasi email yang telah kita kirim.
  7. Kartu baru akan dikirim dalam jangka waktu 14 hari kerja.

Cara Mengurus KTP yang Hilang

23 Desember 2015, Rumah Pak RT

Ini dia, kartu yang paling penting sedunia. Makanya, kartu ini adalah prioritas nomor wahid untuk diurus secepatnya.

Untuk mengurus KTP atau Kartu Tanda Penduduk yang hilang, saya membutuhkan surat pengatar dari Pak RT.

Yang harus dibawa ke Pak RT:

  1. Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian
  2. Fotokopi KTP yang hilang
  3. Fotokopi KK (Kartu Keluarga)

GRATIS, tanpa biaya. Selembar surat keterangan sudah ditangan. Saya tinggal menuju Kelurahan.

Tapi, rencana tinggal rencana, Saya meminta surat tersebut di malam hari dengan maksud mengurus keesokan harinya. Tapi ternyata, it is long weekend. Saya lama tak tengok kalender hingga lupa kapan saja tanggal merahnya. terpaksa, menunggu hingga Senin tiba.

28 Desember 2015, Kelurahan Sawah

Saya start sebelum jam 08.00 pagi. Secepatnya, saya meluncur ke Kelurahan Sawah.

Yang harus dibawa ke Kelurahan:

  1. Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian
  2. Fotokopi KTP yang hilang
  3. Fotokopi KK (Kartu Keluarga)
  4. Surat Pengantar dari Pak RT

Saya langsung menuju loket pelayanan, bertemu dengan Ibu Ita (pesan dari pak RT) * ternyata Bu Ita ini juga membuatkan surat pengantar dari RW. Mungkin dimintai tolong sama pak RT kali ya. * Makasih Bu Ita * beliau sangat ramah, tutur katanya sopan, dan murah senyum. *

Ternyata, sekarang KTP balik lagi ke KTP elektronik alias e-KTP * aneh banget deh, sebelumnya saya e-KTP, ketika pindah  kelurahan eh ganti lagi jadi KTP biasa, eh sekarang suruh balik lagi jadi e-KTP. cape deh. * Alhasil, pupus sudah rencana, yang tadinya membayangkan KTP akan jadi dalam waktu seminggu, sekarang, dalam sebulan baru akan jadi * garuk-garuk pala Barbie *

Tidak lama kemudian, saya pun dipanggil dan diberikan satu berkas untuk selanjutnya dibawa ke Kecamatan * panjang ya bo. *

28 Desember 2015, Kecamatan Ciputat

Alhamdulillah, adalah kalimat pertama yang saya panjatkan. Kenapa? Karena kantor Kecamatan Ciputat berada tepat dibelakang kantor Kelurahan Sawah. Bahkan, ada jalan tembus yang mempersingkat waktu tempuh. sekali lagi, Alhamdulillah. Hemat waktu dan tenaga. * coba kalau kantornya jauh seperti dulu waktu saya belum pindah ke sini. *

Sesampainya di sana, kita jelaskan maksud kedatangan untuk kemudian diperiksa kelengkapan berkas-berkasnya dan diberikan nomor antrian. * kesan pertama, wow, kantornya lumayan juga, sudah dibuat loket-loket macam di kantor pajak. *

Yang harus dibawa ke Kecamatan:

  1. Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian
  2. Fotokopi KTP yang hilang
  3. Fotokopi KK (Kartu Keluarga)
  4. Surat pengantar dari Pak RT-RW
  5. Formulir F-1.21 dari Kelurahan
  6. 1 lembar Pas Foto ukuran 2×3 (tidak dijadikan 1 berkas, dibutuhkan untuk membuat surat keterangan KTP)

Yang harus dilakukan di Kecamatan:

1. Ambil Nomor Antrian.

Sekali lagi, datanglah sepagi mungkin, untuk menghindari antrian.

2. Proses Perekaman dan Verifikasi Berkas.

Setelah dipanggil, saya serahkan berkas tadi, untuk kemudian diproses.

Bagi yang belum pernah membuat e-KTP, maka akan dilakukan proses perekaman (foto, rekam ke sepuluh sidik jari tangan, dan rekam tanda tangan).

Bagi yang sudah pernah * seperti saya * pihak kecamatan akan mencoba mengecek data kita untuk kemudian dicocokkan kembali atau diperbaharui * seperti kasus saya, yang sekarang pindah alamat *

3. Minta Surat Keterangan Yang menyatakan KTP sedang dalam proses.

Bawa kembali berkas yang tadi menuju loket yang tersedia. Sampaikan bahwa kita membutuhkan surat keterangan sebagai pengganti KTP, mengingat e-KTP baru akan kita terima dalam jangka waktu kurang lebih 1 bulan. Surat ini juga diperlukan untuk mengambil e-KTP kita nantinya.

Tunggu beberapa saat hingga nama kita dipanggil, lalu serahkan 1 lembar pas foto ukuran 2×3 untuk selanjutnya dilem dan dicap oleh petugas.

Penting untuk diingat:

Sebelum meninggalkan tempat, baik di rumah pak RT, kelurahan, atau kecamatan. Kita HARUS mengecek kembali berkas yang dibutuhkan dan juga hasil ketikan di setiap dokumen atau formulir. Jangan sampai ada kesalahan penulisan atau ketikan (misal, namanya salah huruf, nomornya beda 1 angka, atau alamat tidak sesuai KTP dll.) Kesalahan akan mengakibatkan kita untuk mengulang kembali proses dari awal karena kita akan ditolak pada saat mengurus dokumen lainnya.

 

 

Cara Mengurus Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian (POLSEK) Terdekat

22 Desember 2015

Perjalanan panjang pun dimulai, mengurus kembali dokumen-dokumen penting yang telah hilang alias raib entah kemana, memang akan menguras tenaga, waktu, dan biaya.

Hal yang pertama harus dilakukan adalah melaporkan kehilangan tersebut ke kepolisian terdekat atau tempat kejadian perkara (TKP). Beberapa pos polisi di sekitar pasar, mall, atau kampus biasanya menyediakan layanan ini. Namun, terkadang kita baru sadar kehilangan pada saat kita sudah sampai di rumah. Maka, ada baiknya langsung saja menuju POLSEK terdekat di wilayah tempat tinggal kita.

Polsek Ciputat [Photo credit: anditomato.blogspot.com]

Untuk mempermudah dan mempercepat proses pelaporan, saya melakukan beberapa hal di bawah ini:

1. Daftar dokumen dan barang yang hilang.

Sebelum melapor, saya pribadi membuat daftar (list) tertulis mengenai dokumen apa saja yang hilang, beserta dengan nomor dokumen jika kita menyimpannya.

  1. KTP an. Ani dengan no. 12334545645646
  2. Kartu Kredit an pelapor dengan  no. 124355866
  3. SIM A an. pelapor dengan no. 1323455445564.
  4. ATM Bank BCA an. Subagyo dengan no. 122345645646.
  5. Hp Samsung Galaxy Note 5 dengan nomor Simpati 0812356565656.
  6. dan seterusnya…

Tidak perlu khawatir jika kita tidak mengingat nomor dokumen yang hilang, karena pihak kepolisian akan menulisnya dengan keterangan “dengan nomor yang tidak di ingat

Kemudian, saya lingkari nomornya untuk menandakan dokumen mana yang butuh surat keterangan kehilangan Asli sehingga saya bisa meminta pak Polisi agar di print-kan lebih dari 1. FYI, untuk mengurus dokumen yang berhubungan dengan bank (misal, ATM), STNK, Sertifikat, Pegadaian, dan beberapa dokumen lainnya dibutuhkan Surat Keterangan Asli untuk dilampirkan; atau minimal fotokopi yang dilegalisir pihak kepolisian.

2. Mencari Fotokopi dokumen yang hilang.

Mulailah mencari di rumah, jika saja terselip fotokopi dokumen-dokumen kita yang hilang. Terkadang tanpa sengaja kita memfotokopi atau pernah fotokopi untuk keperluan lain. Fotokopi tersebut akan sangat membantu dan mempermudah kita mengurus kembali dokumen yang hilang tersebut.

mental note for myself: Selalu fotokopi semua dokumen yang kita punya, termasuk kartu-kartu dsb kemudian simpan di satu folder yang mudah ditemukan.

3. Membawa fotokopi KTP yang hilang.

Dengan adanya fotokopi ini, pak Polisi akan lebih mudah mencatat laporan kehilangan kita, kemungkinan untuk salah ketik nama atau alamat dsb juga bisa lebih dihindari.

Tapi kalau memang tidak ada, lebih baik kita tulis identitas kita (sesuai KTP) di selembar kertas untuk memudahkan proses pelaporan.

4. Datanglah ke POLSEK terdekat sepagi mungkin untuk menghindari antrian.

Memang sih terkadang sepi, tapi kalau musim liburan macam saya kali ini, panjang kali antriannya. Banyak copet kali ya ataupun kita yang jadi semakin kurang waspada.

POLSEK mulai melayani pengaduan kehilangan sejak pukul 08.00 pagi.

Kemudian, mulailah pelaporan. Jelaskan kronologisnya, atas nama siapa (tunjukkan FC KTP), apa yang hilang (tunjukkan daftar yang tadi dibuat), dan hilang di mana jam berapa (semua itu akan tertera di surat kehilangan).

Yang terakhir, sebelum di print, jelaskan kepada pak Polisi kalau kita membutuhkan beberapa lembar surat asli. Saya pribadi meminta beliau nge-print sebanyak 10 lembar.

Setelah di print, kita tinggal tanda tangan di setiap lembar surat tadi dan ucapkan terima kasih kepada sang Polisi.

GRATIS tanpa biaya * walaupun terkadang ada embel-embel ‘sukarela’ *

Surat pun ditangan, lanjut mengurus surat lainnya…

Penting untuk diingat: Surat keterangan kehilangan berlaku selama 14 hari saja. Jadi, kalau kita ternyata baru bisa mengurus dokumennya ternyata lebih dari 14 hari, maka kita harus memperpanjang atau membuat surat yang baru.

 

 

 

 

Cara Mengurus Kartu Kredit Bank BCA yang Hilang

22 Desember 2015

Segera setelah saya tersadar dompet kartu saya hilang, saya langsung menghubungi pihak Bank BCA melalui HALO BCA (021) 1500888. Setelah tersambung dengan Customer Service Officer, saya jelaskan keinginan saya untuk memblokir Kartu Kredit BCA dan BCA Card sesegera mungkin.

[Photo credit: www.bca.co.id]

Saya tinggal memberikan informasi identitas saya beserta jenis kartu kredit dan nomor kartu kredit * ternyata ada manfaatnya juga saya menulis kedua nomor kartu kredit di buku goldie saya. *

Setelah menunggu beberapa saat, kartu kredit saya resmi diblokir. Sementara untuk penggantian kartu baru, saya dikenakan biaya 100k. Kartu pengganti akan dikirim dalam waktu 14 hari kerja * which is a long time since it was long holiday. *

Alhamdulillah… beres. Kalau tidak, bisa-bisa tagihan kartu kredit saya membengkak entah siapa yang menggunakannya.