[JFW2018 Day 7] Amazon Tokyo Fashion Week presents ROGGYKEI and UJOH

Last but not least, the most memorable and the hardest effort for a fashion show in my life, so far… 

Perjuangannya buat liat show Amazon Tokyo Fashion Week @roggykei dan @ujoh.official ini benar-benar tidak terbayangkan sebelumnya. 

Dari mulai persiapan di rumah lanjut perjalanan ke sency alias senayan city yang penuh drama. Bahkan bisa dibilang ngalahin drama korea. Sampai perjuangan hingga bisa duduk didalam fashion tent.

Bayangkan saja, mulai dari rencana pulang tenggo (dari sekolah) yang gagal. Kemudian, tepat sebelum kita berangkat, tersadar kalau invitationnya ketinggalan di loker sekolah. Alhasil saya jadi print undangan. Bagusnya lagi, printer di rumah sedang rusak. 

Mengingat waktu yang semakin dekat, kami putuskan untuk naik kereta ke palmerah baru lanjut taksi atau grab atau gojek. 

Sampai di palmerah, kami disambut kemacetan yang luaaarr biasa. Disaat kami siap memesan gojek (karena jam sudah menunjukkan 30 menit sebelum show), hujan turun dengan derasnya. 

Saat hujan mereda, aplikasi gojek saya error. Saya tidak bisa meng-cancel gojek yang memang keberadaannya masi jauh dari lokasi. 

Akhirnya memesan grab sambil terus mencoba cancel gojek. Saya pun pasrah, ketika akhirnya abang grab membawa saya entah lewat mana demi menghindari kemacetan yang menggila. 

Saat tiba di sency, saya pun didera rasa malu luar biasa. Kenapa? Karena saya lari dengan helm grab masih terpasang dengan manisnya di kepala saya, sementara si abang teriak-teriak meminta helm-nya. Malu… 

Disaat saya merasa lega, karena akhirnya sampai di lokasi dan mendengar kabar bahs show nya tertunda, saya dikejutkan dengan penuhnya fashion tent. Sampai-sampai sulit bagi saya hanya untuk sekadar masuk ke fashion tent. 

Mungkin karena ini show terakhir di Jakarta Fashion Week 2018 sebelum finale, yaitu Dewi Fashion Knights 2018, jadinya penontonnya super membludak. 

Plus, show ini mengusung tema Jepang.  Penasaran donk pastinya. Jadiiii, mau itu jalur VIP atau reguler, sama antri dan penuhnya. 

Saking penuhnya, AC yang biasanya super dingin itupun tak berasa.

Jadi makin penasaran donk ya. Bakalan kaya apa shownya. Dengan dalih mau bertanya, berhasil merangsek ke depan, percis pas di pintu scan. Tapi, antri lagi donk yaaa.

Pas pintu dibuka, baru kali ini mau liat fashion show kaya mau nonton apaan dah, grasak grusuk dorong-dorongan saking penuh dan antusiasnya plus kayanya pada takut ga dapat tempat duduk — Ini pada ga pernah liat fashion show live apa ya. Pikir saya. 

Hellooo, pasti dapet kali. 

And then, the show begin. Too fast, I think. Can’t get enough. 


Entah kenapa, show ini terasa sangat singkat. Seakan-akan terburu-buru. 

Apakah konsepnya seperti itu atau karena jadwal show yang sudah ngaret, sementara show final DFK 2017 sudah di depan mata. 
Atau karena perjuangan saya yang teramat berat dan penuh drama, sehingga membuatnya terasa sangat singkat. 

Entahlah… 

Padahal saya suka sekali dengan koleksi mereka. Lots of linen and cotton. Layer and oversize clothes. Love it! 

View this post on Instagram

Dear @jfwofficial . . Last but not least, the most memorable and the hardest… . Perjuangannya buat liat show #amazontokyofashionweek @roggykei @ujoh.official ini bener2 dah. Dari mulai perjalanan ke sency yang penuh drama yang bisa ngalahin drama korea, sampai perjuangan hingga bisa duduk didalam fashion tent. . Mungkin karena ini show terakhir di #jfw2018 sebelum finale, yaitu DFK2018, jadinya penontonnya super membludak. Plus katanya dari negri bunga sakura itu. Penasaran donk pastinya. Jadiiii, mau itu jalur VIP atau reguler, sama antri dan penuhnya, sampai pintu masuk tent mak. Saking penuhnya, AC yang biasanya super dingin itupun tak berasa. Jadi makin penasaran donk ya. ya. ya. Bakalan kaya apa shownya. Dengan dalih mau bertanya, berhasil merangsek ke depan, percis pas di pintu scan. Tapi, antri lagi donk yaaa. Pas pintu dibuka, baru kali ini mau liat fashion show kaya mau nonton apaan dah, grasak grusuk dorong-dorongan saking penuh dan antusiasnya plus kayanya pada takut ga dapat tempat duduk. Hellooo, pasti dapet kali. And then, the show begin. Too fast, I think. Can't get enough. . JFW2018 pun ditutup dengan penuh kenangan. #myJFWmoments #jfw10yrs

A post shared by Melly (@mel_ces) on

Dan, momen saya di JFW2018 pun ditutup dengan penuh kenangan.

See you next year dear Jakarta Fashion Week! ūüėė

Advertisements

[JFW2018 Day 6] Top White Coffee presents “Color Deconstructed” featuring Major Minor

Show yang paling saya tunggu di hari ke-6 ini, yaitu Major Minor. Kenapa? Tidak lain dan tidak bukan karena saya penasaran akan seperti apa koleksi yang ditampilkan salah satu brand yang masuk sebagai Dewi Fashion Knights 2017 di JFW 2018.

Meskipun kondisi badan tidak maksimal (saya sampai harus minum panadol), saya pun rela mengantri begitu panjang. 

Maklum, penontonnya membludak. Mungkin mereka sama penasarannya seperti saya. Mungkin juga mereka penggemar top white coffee. Atau loyal customer dari Major Minor. 

Ditambah lagi, banyaknya selebritis yang ikut menyaksikan show ini menjadi daya tarik tersendiri.

Begitu show dimulai, rasa penasaran hilang sudah. Major minor menampilkan koleksi pakaian mereka dengan detail kain yang dirangkai bak anyaman tikar dengan warna dominan putih.

Terakhir, kami dikejutkan dengan munculnya Ayushita dan Abimana yang turut menjadi model Major Minor di atas runway — Well, ga terlalu terkejut sih. Mengingat keduanya adalah brand ambassador top white coffee. Dan juga mengingat saat mengantri kami sempat bersebrangan dengan mereka. Bahkan Hanny sempat berfoto bersama Abimana. 

[JFW2018 Day 6] VIVO presents “VIVO V7+ Beyond Fashion” featuring Ats The Label and Monday to Sunday

Setelah melihat fashion show Major Minor di fashion tent, kami pun bergegas ke fashion atrium untuk melihat show Ats the Label dan Monday to Sunday.

Namun, sangat disayangkan kami terlambat sampai di lokasi — akibat show di fashion tent yang cukup telat dari jadwal.

Kami hanya sempat melihat finale dari fashion show kali ini. Padahal, saya ingin sekali melihat koleksi pakaian ready to wear mereka. 


[JFW2018 Day 6] Dekranasda present Artina, Batik Chic, Khanaan, dan Tandamata

Melaju ke Fashion Atrium di Senayan City, kami pun tiba tepat waktu – sebenarnya sudah telat kalau dari jadwal – untuk menyaksikan fashion show dari Dekranasda DKI Jakarta.

Pada kesempatan ini, kami pun melihat sosok Ibu Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur DKI Jakarta yang ikut menyaksikan show ini. Makanya tidak heran kalau fashion atrium penuh sesak oleh para penonton dan juga jurnalis.

Show pun dimulai. Mengingat show in melibatkan beberapa brand binaan Dekranasda DKI Jakarta, maka dari itu kental sekali terasa suasana DKI Jakarta di dalam fashion Atrium. Hal ini dapat dilihat dari MC yang notabene abang dan none jakarta, pembukaan show oleh kepala dekranasda, hingga musik khas DKI Jakarta yang mengiringi  para model berjalan di catwalk.

Sementara brand binaan yang menampilkan karyanya adalah Artina,Batik Chic, Khanaan, dan Tandamata. Dari semua brand tersebut, I must say I love them all.

Masing-masing mempunyai keunikan tersendiri. Batik Chic yang didesain Novita Yunus dengan kebaya encim yang modern, 3D look, dan colorful. Khanaan hasil karya Khanaan Shamlan dengan warna nude dan aksen bulu-bulu – ditambah lagi diperagakan oleh Dwi Handayani Syah Putri dan Sarah Sofyan.

Berikut ini beberapa gambar yang berhasil tertangkap kamera kami.

Batik Chic

Khanaan

TandamataFinale…Lihat videonya dibawah ini,

 

 

 

 

 

[JFW2018 Day 6] Cherryn Lim

Setelah melewatkan hari ke-3, 4, dan 5 Jakarta Fashion Week 2018 karena kondisi kesehatan yang kurang baik dan juga padatnya kegiatan di sekolah, akhirnya saya berhasil mengajak Dwi dan Hanny untuk menghadiri JFW2018 hari ke-6.

Kali ini, fashion tent dipenuhi para penggemar karya desainer Caroline Lim yang dikenal dengan merk Cherryn Lim. Selama 30 menit, kami disuguhi sederetan gaun malam dan gaun pernikahan yang indahnya bukan main.

Mulai dari gaun malam berwarna pastel hingga berwarna yang lebih berani, seperti merah. Terakhir, gaun pengantin berwarna putih yang bertahtakan detail payet yang dipakai para model terlihat sangat indah dan bersahaja.

Lihat videonya di bawah ini,

[JFW2018 Day 2] Avenue A, Yogiswari Pradjanti, and GEE Batik

Dapat posisi duduk yang tidak menguntungkan karena telat antrinya dan juga karena sangat antusiasnya orang-orang melihat karya 3 desainer unik ini (alias penuh).

Show terakhir yang saya saksikan di hari ke-2 JFW 2018. Salah satu show yang saya tunggu-tunggu karena line up desainer yang memang saya suka – meskipun kelihatannya saya suka hampir semua desainer Indonesia. Dengan tema origin diversity, kebayang kan pasti akan Indonesia sekali.

AVENUE A

Hasil karya desainer Indonesia bernama LUthfi Madjid, yang lama tinggal dan berkiprah di New York ini benar-benar menginspirasi. Betapa tidak, pakaian ready to wear yang unik dan tak biasa, namun sepertinya tampak nyaman dipakai.

Lebih gilanya lagi, pakaian tersebut bisa dipakai oleh pria maupun wanita baik tua maupun muda. Kalau kata orang dulu Unisex tapi sekarang lebih dikenal dengan nama gender bender.

YOGISWARI PRADJANTI

Melihat karya desainer satu ini melalui instagram beliau membuat saya terpana. Kreatif. Nyeni. Kata-kata yang tepat untuk karya beliau. Kali ini saya melihat secara langsung koleksi “Cerita Para Nyonyah” yang terbilang etnik dan unik dan yang pasti, ready to wear.

Lihat videonya dibawah ini.

GEE BATIK

Koleksi batik cantik karya Sugeng Waskito patut saya acungi 2 jempol. Konsep fashion show yang Jawa sekali terasa kental. Mulai dari bahan batik (yang sepertinya sutra) dengan motif tradisional ditambah aksara jawa, aksesoris yang berupa ikon Jawa, dan juga musik gamelan jawa modern semakin memperkuat tema Jawa sepanjang fashion show.

Love it to the max!

Saksikan videonya di bawah ini.

 

 

[JFW2018 Day 2] ARVA School of Fashion presents BOBABABE, FARA OFFICIAL, IVAN KI, ONE & ONLY, and SUSANNA ANDRIYANTO

Kali ini di fashion tent menghadirkan para desainer muda yang mendalami ilmu fashion di ARVA School of Fashion.

Fashion tent mendadak penuh sesak oleh para pendukung desainer-desainer muda berbakat ini.

Jujur, dari semua karya desainer muda ini, yang paling membuat saya menginginkannya adalah BOBABABE. Sementara yang paling membuat saya takjub adalah  karya dari FARA OFFICIAL – just love their concept. Unique and at the same time futuristic.

BOBABABE

Koleksi kali ini memberikan kesan berada di negeri Cina. Suka sekali dengan warna-warnanya yang soft dan bergradasi.FARA OFFICIAL

Desain yang unik nan futuristic seakan membawa kami yang melihatnya menuju ke masa depan.

IVAN KI

Menjadi satu-satunya desainer pria di fashion show kali ini, tidak membuat Ivan Ki lantas meredup di antara karya para desainer wanita. Detail seperti jaring laba-laba mempertegas saya bahwa koleksi pakaian ini di desain oleh seorang pria, tidak lain dan tak bukan adalah Ivan Nurul Huda.

ONE & ONLY

SUSANNA ANDRIYANTO

 

[JFW 2018 DAY 2] The Goods Dept. presents “Transit In Analog” in PIA ALISJAHBANA AWARDS 2017

Postingan ini sebagai kelanjutan dari postingan saya sebelumnya mengenai PIA ALISJAHBANA AWARDS 2017.

Di ajang penghargaan ini, The Goods Group sebagai penerima Pia Alisjahbana Awards 2017 kategori institusi menampilkan fashion show yang mengangkat tema Transit in Analog.

Barisan model berjalan di runway membawakan koleksi The Goods Dept. Seketika terdengar gemuruh para hadirin, begitu terdengar background musik disertai para model berbusana 70-80an yang membuat kita serasa kembali ke masa lalu. Masa di mana teknologi sebagian besar masih bersifat analog (dibandingkan sekarang yang semuanya serba digital).

A youthful and vintage vibe.

Simak saja videonya berikut ini. ps. I really like the song.

Dan kami pun ikut menangkap momen kami di Pia Alisjahbana Awards 2017.

 

 

[JFW2018 DAY 1] Embassy Of Sweden and Swedish Fashion Council present “Sustainable Swedish Fashion” featuring HOUSE OF DAGMAR, UNIFORMS FOR THE DEDICATED, and HOPE STOCKHOLM

When I saw JFW2018 schedule and noticed word “Sustainable” from one of the fashion show, I definitely had to watch. Just because, I supported the idea of sustainable clothing.

Ketika mendengar kata “berkelanjutan,” saya pun langsung membayangkan pakaian yang terbuat dari bahan-bahan alami, seperti wool, katun, dan linen. Pasti nyaman dan pastinya cocok sekali dipakai saya yang tinggal di daerah tropis ini.

Sambil menunggu, kami pun jeprat sana jepret sini di area fashion tent.

Dan fashion show pun dimulai.

HOUSE OF DAGMAR

UNIFORMS FOR THE DEDICATED

 

HOPE STOCKHOLM

Watch the video down here,

[JFW2018 DAY 1] Fashion Design Council of India present Nitin Bal Chauhan, Novita Yunus and Nisha

Jakarta Fashion Week 2018 (JFW 2018) is finally here. Well, it was.

It was Saturday, October 21, 2017 which means the first day of JFW 2018. I was so excited more than ever because I had some of invitation for the fashion show.

Rasanya sungguh tidak sabar untuk melihat fashion show dari berbagai desainer kenamaan, baik luar negri maupun dalam negri. Di hari pertama ini, saya berkesempatan melihat karya dari desainer muda India Nitin Bal Chauhan dan Nisha bersama dengan desainer Indonesia Novita Yunus.

Ketika lampu mulai meredup, penutup runway ditarik oleh beberapa orang pria, dan musik mulai terdengar, rasa penasaran pun semakin membuncah. “Seperti apa ya karya mereka,” pikir saya dalam hati.

Nitin Bal Chauhan

Sekilas, pakaian yang ditampilkan terkesan biasa. Tampak seperti gamis atau gaun panjang dengan tidak banyak detail. Akantetapi, begitu diperhatikan, gaun tersebut tampak luar biasa dengan tambahan detail embroidery yang sangat indah dan artistik.

Entah bagaimana dia membuatnya. Bagi saya, gaun-gaun yang ditampilkan tampak seperti rentetan karya seni. Ditambah lagi dengan musik yang mengiringinya. Sangat indah.

I can see myself wear one of those long dress. Wanna have one of those artworks T_T

Lihat videonya dibawah ini,

View this post on Instagram

A glimpse of @nitinbalchauhan for #JFW2018

A post shared by Melly (@mel_ces) on

NOVITA YUNUS X NISHA (NY x ashaane)

Kedua desainer ini menampilkan karya bertajuk WARNA. Dan sayapun berharap warna-warni busana akan muncul dihadapan saya. Benar saja. Berlatang belakang musik etnik, berbagai busana yang kental dengan nuansa tradisional Indonesia dan India dengan penuh warna-warni memanjakan mata saya. Aksesoris yang dikenakan para model pun menambah kesan tradisional yang memang sudah kentara.

So colorful and wearable. Super want it!

Dengar dan lihat videonya dibawah ini,

Selanjutnya,

[JFW2018 DAY 1] Embassy Of Sweden and Swedish Fashion Council present ‚ÄúSustainable Swedish Fashion‚ÄĚ featuring HOUSE OF DAGMAR, UNIFORMS FOR THE DEDICATED, and HOPE¬†STOCKHOLM

[Indonesia Modest Fashion Week 2017] Wardah x Itang Yunasz

Etnik.

Indonesia sekali.

Itulah kesan pertama saya terhadap koleksi Itang Yunasz yang ditampilkan di Indonesia Modest Fashion Week 2017 ini. Dengan mengangkat ragam kain khas daerah Sumba, Nusa Tenggara, membuat saya semakin cinta pada karya desainer yang satu ini. Yang paling saya suka adalah pakaian yang memadukan kain sumba dengan brokat (lace) dengan dominasi warna hitam.

Lihat videonya di bawah ini,

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

[Indonesia Modest Fashion Week 2017] Wardah x Malik Moestaram

Oh my God!

Those clothes are very super duper pretty.

Malik Moestaram menampilkan karyanya yang tampak seperti boneka-boneka cantik bak peri nan feminim.

Indah banget.

Permainan bahan, warna, detail, aksesoris, dan tentu saja desainnya yang modest sungguh membuat saya jatuh cinta.

Lihat videonya di bawah ini dan terpukaulah…

[Indonesia Modest Fashion Week 2017] Wardah x Jeny Tjahyawati

Black is a very happy bold color.

Jeny Tjahyawati menampilkan karyanya yang didomininasi warna hitam. Pemakaian penutup kepala berbahan organza (sepertinya) yang diatur sedemikian rupa – sangat unik menurut saya – dengan warna-warna seperti merah dan biru menambah kesan bold.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

[IFW 2017] ‚ÄúPassion‚ÄĚ Part 2

Fashion show bertema ‚ÄėPassion‚Äô digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Center pada hari ke-3 Indonesia Fashion Week 2017, Jumat, 3 Februari 2017.

Setelah kami menyaksikan fashion show part 1 lalu dihibur oleh penampilan Maria Calista, fashion show pun dilanjutkan. Deretan desainer kenamaan Indonesia memamerkan koleksi terbaru mereka. Part 2 diisi oleh Susan Zhuang, Harry Ibrahim, Chossy Latu, Acakacak by LPTB Susan Budihardjo, dan Dinara Abdullina from Kazakhstan.

Susan Zhuang

Show dimulai dengan koleksi terbaru Susan Zhuang. Busana yang didominasi oleh warna hitam dan putih dengan sedikit bahan brokat dan berkesan feminim.

[Photo by @mikhaelandraias]

[Photo by @mikhaelandraias]

Harry Ibrahim

One of my 2 favorite in these show part 2. Koleksi Harry Ibrahim sangat indah, elegan, dan mewah. Tepat seperti tema yang diusungnya yaitu Royale Glamorous.

Saya bisa membayangkan gaun-gaun tersebut dipakai para selebritis dalam moment awards atau red carpet. What a very beautiful dress and look awfully expensive. Kunjungi www.harryibrahim.com untuk tahu lebih banyak.

[Photo by @panjulnew]

[Photo by @panjulnew]

Chossy Latu

The other favorite from 2. As much as I love Batik, I also love Songket. Songket member kesan mewah dan glamor. Selama ini songket dikenal masyarakat hanya sebagai kain yang difungsikan sebagai rok.

Akan tetapi, koleksi terbaru Chossy Latu ini memberi inspirasi baru bagaimana memanfaatkan songket menjadi busana elegan yang bisa dipakai oleh orang-orang di perkotaan. Dengan tema ‚ÄėSongket in The City‚Äô (which remind me of Sex & the City series). Dan saya, langsung memutar otak bagaimana memodifikasinya agar bisa dipakai wanita berhijab seperti saya.

In this show, I just love the whole package. Glamour collection, perfect background music and beautiful accessories, and perfect atmosphere.

ifw-2017-20

[Photo by bajadams]

[Photo by bajadams]

 Acakacak by LPTB Susan Budihardjo

Para desainer alumni LPTB Susan Budihardjo ini menampilkan koleksi terbaru mereka bertema Camio 2. Kesan ‚Äėacak-acakan,‚Äô minimalis, kaku, dan futuristik terasa kental di semua koleksinya. Menyaksikan fashion show acakacak ini seakan-akan membawa kita jauh ke suatu tempat masa depan.

[Photo by irvandyyulius]

[Photo by irvandyyulius]

Dinara Abdullina

Fashion show passion ini ditutup oleh koleksi terbaru dari Samidel Dinara Abdullina yang berasal dari Kazakhstan. Busana yang ditampilkan sebagian besar berupa gaun berpotingan A-line atau babydoll dengan warna putih, hitam, biru dan merah. Yang paling menarik perhatian saya adalah motif kain yang digunakan, pola berlubang-lubang namun bukan brokat. Unik, If I may say.

ifw-2017-21

ifw-2017-22

[Photo by mikhaelandarias]

[Photo by mikhaelandarias]

Berakhirlah sudah Fashion Show yang mengusung tema Passion ini. Show yang menarik dan memanjakan mata penikmat fashion seperti saya. Yang lebih penting lagi, show yang menginspirasi untuk membuat karya yang sama atau bahkan lebih baik dari yang sebelumnya.

See you in Indonesia Fashion Week 2018.

See you when I see you.

 

[IFW 2017] ‚ÄúPassion‚ÄĚ Part 1

Fashion show bertema ‚ÄėPassion‚Äô digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Center pada hari ke-3, Jumat, 3 Februari 2017.

Deretan designer muda Indonesia dan beberapa desainer kenamaan Indonesia memamerkan koleksi mereka di gelaran Indonesia Fashion Week 2017. Part 1 diisi oleh Hanny Lovelly, Wid/Lid, Gita Orlin, Kanzi Collection by Liza Yahya, Gee Batik by Sugeng Waskito, Anwar Dani, dan Uzy Fauziyah.

Hanny Lovelly

Show dimulai dengan busana rancangan Hanny Alamsyah. Bagi saya, yang menjadi highlight adalah penggunaan bahan utama sifon dengan warna-warna pastel dan detail yang mengingatkan saya kepada busana para wanita Eropa di masa lalu, totally feminim. Koleksi Hanny bias dilihat di http://WWW.HANNYLOVELLYFASHION.COM.

ifw-2017-12

Wid/Lid

Busana Wid/Lid memberikan kesan minimalis, casual, dan wearable. Saya bisa melihat diri saya memakai busana keluaran mereka dalam keseharian saya. Warna dominan putih dan hitam dengan detail fringe berupa tassel menjadi ciri khas koleksi terbaru Wid/Lid.

ifw-2017-13

Gita Orlin

Warna hitam mendominasi koleksi terbaru Gita Orlin. Penambahan bordiran di beberapa bagian dengan warna terang membuat busana tersebut lebih eye-catching.

ifw-2017-14

Kanzi Collection by Liza Yahya

Busana koleksi Liza Yahya ini merupakan satu diantara 2 favorit saya di Passion Fashion Show Part 1. Kesan kulturnya sangat terasa, etnik. I really would love to have one of those as my outfit. Koleksi lengkap mereka bisa dilihat di www.kanzicollection.com.

ifw-2017-15

Anwar Dani

Koleksi pertama Anwar Dani bertema Summer of Love memadukan kombinasi lace dan bahan berwana metallic. Koleksi Anwar Dani bias dilihat di www.anwardaniatelier.com.

ifw-2017-16

Gee Batik by Sugeng Waskito

For I’m so in love with batik, I’m definitely really fall in love for his collection, for sure. This one is my other favorite from the show. Seluruh koleksi Sugeng Waskito memperlihatkan busana yang dibuat dari bahan sutra. Batik dan sutra, perpaduan yang membuat busana tampak elegan dan mewah, kental nuansa budaya Jawa. Want to know more, visit www.geebatik-jogja.com. 

ifw-2017-17

Uzy Fauziyah

Koleksi Uzy memberikan kesan maskulin namun feminim, seperti pejuang-pejuang wanita Cina bernuansa Indonesia. Koleksi ini mengingatkan saya akan tokoh Chun Li dalam balutan kain tenun.

ifw-2017-18

Dan Passion Fashion Show Part 1 pun ditutup dengan penampilan apik Maria Calista¬†untuk kemudian dilanjutkan dengan Fashion Show: “Passion” Part 2.

Syar’i For Urban by Si.Se.Sa

sisesa (anak Merry Pramono)

Si.Se.Sa = Siriz, Senaz, Sansa (putri desainer Merry Pramono)

Kali ini Si.Se.Sa, salah satu brand favorit saya, mengeluarkan koleksi terbarunya di tahun 2016. Bertempat di Segara Ballroom, Dharmawangsa Hotel pada Rabu, 10 Februari 2016. Satu hal yang saya suka, Si.Se.Sa menawarkan puluhan busana muslim Syar’i namun tetap fashionable.

syar'i for urban by sisesa (6)syar'i for urban by sisesa (3)Mereka tetap menjaga kaidah islami dalam setiap rancangannya. Busana yang tidak menerawang dan longgar (tidak pas badan), khimar yang menutup bagian dada, gaun yang menjuntai hingga menutup pergelangan tangan. Itulah mengapa tagline mereka, “Syar’i for Urban” bukan sekadar tagline semata. Ditambah lagi dengan taburan kristal swarovsi yang semakin membuat koleksi mereka tampak ekslusif.

syar'i for urban by sisesa (11)Tidak salah rasanya, jika Si.Se.Sa menjadi salah satu pilihan bagi kita, wanita muslim, yang ingin fashionable namun tetap Syar’i.

syar'i for urban by sisesa (4)syar'i for urban by sisesa (7)syar'i for urban by sisesa (15)syar'i for urban by sisesa (1)syar'i for urban by sisesa (14)syar'i for urban by sisesa (2)syar'i for urban by sisesa (13)syar'i for urban by sisesa (12)

Disclaimer: semua foto credit to Indonesia.style, tribunnews, and detik.com

 

 

 

Must Have Item: Sneakers Slip-On

Sejatinya, sneakers dipakai ketika kita menginginkan kenyamanan di kaki pada saat hendak melakukan perjalanan jauh, santai, dikala cuaca dingin, ataupun melakukan kegiatan yang berhubungan dengan olahraga. Pemakaian sneakers seringkali terlihat hanya disaat kita ingin bergaya kasual.

slip onashley olsendenim-shoes-weworewhat-w352

Akan tetapi, belakangan ini, sneakers menjadi salah satu must have item yang sangat populer dan dipakai di berbagai kesempatan, mulai dari kasual hingga formal. Sneakers tidak lagi hanya dipadankan dengan celana * yang biasanya memberi kesan boyish atau tomboy * melainkan juga dipadupadankan dengan dress ataupun rok. Salah satu jenis sneakers yang paling populer saat ini adalah sneakers slip-on * I love slip-on karena mudah dipakai dan tidak perlu diribetkan dengan tali-menali *

slip-on-sneakers-preppyprinted-slip-on-sneakers2e2bb5d3e406fc47a2f42f717e7a2cf3

Berbagai jenis sneakers slip-on dengan mudahnya kita lihat melengkapi outfit para fashion blogger, selebritis, hingga orang-orang di sekeliling kita. Jadi, tidak ada salahnya kalau kita mulai menambah koleksi sepatu kita dengan salah satu sneakers slip-on kece-kece berikut ini.

guiseppe zanotti zip detail slip-on sneakers

guiseppe zanotti zip detail slip-on sneakers

adidas superstar slip on

adidas superstar slip on

chuck taylor classic color slip

chuck taylor classic color slip

fendi in black leather with geometric print

fendi in black leather with geometric print

burberry Canvas Check and Calfskin Slip-on Trainers

burberry Canvas Check and Calfskin Slip-on Trainers

zara flat sneakers with elastic

zara flat sneakers with elastic

kenzo 'Tiger' slip-on sneakers

kenzo ‘Tiger’ slip-on sneakers

dolce and gabbana sequinned slip-on sneakers

dolce and gabbana sequinned slip-on sneakers

miu miu Embellished glitter slip-on sneaker

miu miu Embellished glitter slip-on sneaker

rivieras vynil rouge

rivieras vynil rouge

mango Slip-on check pattern print

mango Slip-on check pattern print

Steve Madden Buhba Animal Print Slip On Trainers

Steve Madden Buhba Animal Print Slip On Trainers

joshua sanders 'babilion' hologram viper print flatform skate slip on

joshua sanders ‘babilion’ hologram viper print flatform skate slip on

stradivarius snake print slip on

stradivarius snake print slip on

michael kors 'Kyle' cheetah print calf hair slip-ons

michael kors ‘Kyle’ cheetah print calf hair slip-ons

Givenchy persian print skate shoes

Givenchy persian print skate shoes

Giuseppe Zanotti vegas metallic sneakers

Giuseppe Zanotti vegas metallic sneakers

adidas honey 2.0 slip on

adidas honey 2.0 slip on

vans beauty and yout slip on leopard

vans beauty and yout slip on leopard

stella mccartney Binx Crouching Cat Loafers

stella mccartney Binx Crouching Cat

salvatore ferragamo pacau glittered slip-on sneakers

salvatore ferragamo pacau glittered slip-on sneakers

Keds x kate spade new york Triple Decker Bow

Keds x kate spade new york Triple Decker Bow

Chuck Taylor all star deck star slip x missoni

Chuck Taylor all star deck star slip x missoni

stradivarius slip on with fringing details

stradivarius slip on with fringing details

mango Satin slip-on sneakers

mango Satin slip-on sneakers

Busana Muslim Bagi Para Penggemar Korea

Revealing Innocence - Iva Latifah (12)Sebagai seorang muslimah, saya sering kali mencari inspirasi berbusana. Salah satu koleksi yang menarik perhatian saya adalah koleksi Iva Lativah di Indonesia Fashion Week 2014 yang bertajuk Revealing Innocence. Koleksi tersebut merupakan akulturasi Indonesia dan Korea. Busana yang ditampilkan mirip sekali dengan Hanbok (busana tradisional Korea) namun dengan sentuhan Indonesia berupa kain batik khas asli Indonesia.

Revealing Innocence - Iva Latifah (13)Saya pribadi memang terpikat oleh hanbok * akibat sering menonton drama korea yang bertema era-era Joseon * Makanya jangan heran kalau saya memasukkan film Korea berjudul “The Royal Tailor” ke dalam daftar 25 film yang layak ditonton untuk fashionnya karena disepanjang film, kita akan disuguhi berbagai hanbok yang indah dan menawan.

Sempat terbayang, hanbok itu sepertinya cocok untuk saya pakai karena desainnya yang berupa atasan dan rok panjang nan lebar, longgar, juga berlapis-lapis * dalam artian tidak menonjolkan lekuk tubuh * Oleh karena itu, ketika Iva Lativah meluncurkan koleksi akulturasinya itu, rasanya seperti salah satu impian saya terwujud sudah. * mengingat saya penggemar Korea dan pecinta batik *

Hanbok + batik + baju muslim = one of my dreams came true

Tidak salah rasanya memasukkan desainer Iva Lativah ke dalam 25 desainer busana muslim Indonesia favorit saya.

Revealing Innocence - Iva Latifah (11)Revealing Innocence - Iva Latifah (9)Revealing Innocence - Iva Latifah (14) Revealing Innocence - Iva Latifah (6) Revealing Innocence - Iva Latifah (7) Revealing Innocence - Iva Latifah (5) Revealing Innocence - Iva Latifah (10) Revealing Innocence - Iva Latifah (8) Revealing Innocence - Iva Latifah (3) Revealing Innocence - Iva Latifah (4) Revealing Innocence - Iva Latifah (2) Revealing Innocence - Iva Latifah (1)

 

disclaimer: I do not own the pictures. credit goest to wollipop.com and others right owner.

25 Desainer Busana Muslim Indonesia Favorit Saya

Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia merupakan negara dengan jumlah muslim terbanyak di dunia. Semakin tahun semakin banyak muslimah yang mengenakan hijab dan berbusana muslim dalam kesehariannya. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan bila sekarang banyak sekali muncul Desainer busana muslim di Indonesia, mengingat pangsa pasar yang begitu besar di industri ini.

Bahkan, saya berdoa semoga Indonesia menjadi pusat mode busana muslim dunia, layaknya Paris yang menjadi pusat mode dunia fashion hingga saat ini.

Dari sekian banyak desainer busana muslim berbakat di Indonesia, saya memilih 25 desainer yang karyanya selalu membuat saya terkagum-kagum. Let me summarize it as my 25  favorite designer as of today onwards.

1. Irna Mutiara – IM, up2date, Irna La perle

irna la perle 2irna mutiara 2 irna mutiara 1 irna la perle 1

2. Dian PelangiDian pelangi

dian pelangi 2 dian pelangi 3 dian pelangi 4

3. Monika Jufry Рsessa,  2pose

monika jufry 1 monika jufry 2

4. Jenahara NasutionJenahara

jenahara 2 jenahara 1

5. Iva Latifah

Alamat: Jl. Dederuk No.6 Sadangserang Coblong Bandung Jawa Barat, 40132

Telepon:(022) 2506149
iva latifah 3 iva latifah 2

6. Fitri AuliaKivitz

kivitz 1

kivitz 2

7. Ghaida TsurayyaGDA’s by Ghaida

gda's 1 gda's 28. Ria MirandaRia Miranda

ria miranda 3 ria miranda 2 ria miranda 19. Lulu El HasbuEl Hasbu

elhasbu 2 elhasbu 110. Toto Supangat

toto supangat 1 toto supangat 2 toton supangat 3

11. Anne Rufaidah

12. Merry PramonoSi.Se.Sa

merry pramono 1 merry pramono 2

13. Nuniek Mawardi

Alamat: Jl. Pejompongan No.29, Jakarta Pusat, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10210
Telepon:(021) 5749054
nuniek 3 nuniek 2 nuniek 1

14. Dian MarinaMissmarina

missmarina 1 missmarina 2

15. Najua Yanti

najua yanti 1 najua yanti 216. Jeny Tjahyawati

Alamat: Cipinang Cipedak IV No. 20e Polonia-Jkt Timur, Phone : 021 – 85910228/ 08158790848

 

jeny 1 jeny 2jeny 3

17. Nieta Hidayani

Alamat: No. 28A, Cipinang Cempedak 4, Ps. Rebo, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13760
Telepon:0812-8128-002
nieta hidayani 1 nieta hidayani 2

18. Hannie HanantoAnemone

hanie hananto 1 hanie hananto 219. Tuty AdibBilqis

tuty adib 2 tuty adib 120. Ida Royani

Alamat: JL Cinere Raya, Blok A No. 63, Cinere, 16514
Telepon:(021) 7545708
ida royani 1 ida royani 2

21. Nur Zahra

nurzahra 2 nurzahra 122. Norma Hauri

norma hauri 1 norma hauri 223. Restu AnggrainiEtu

etu 5 etu 1 etu 424. Zaskia SungkarZaskia Sungkar Jakarta

zaskia sungkar 125. Istafiana Candarini, Nadya Karina and Afina Candarini Kami Idea

kami idea 1kami idea 2

 

Disclaimer:

I don’t own all of pictures shown in here. Pictures credit belongs to respective owner (you know who you are!).

 

 

Fall in Love with Mori Girl Style (Mori Kei)

Saya pribadi, pertama kali mengenal gaya Mori Girl ini setelah menonton film Jepang berjudul Honey & Clover. Di film tersebut, saya jatuh cinta dengan gaya Yu Aoi. Telisik sana telisik sini, ternyata gaya tersebut di Jepang dikenal dengan nama Mori Girl Style. Yu Aoi sendiri bisa dibilang salah satu ikon Mori Girls yang paling terkenal hingga saat ini.

mori girl style (5)Mori Kei (18)

Apa sih yang dimaksud dengan Mori Girl Style. Mori Girl Style itu salah satu tren gaya fashion yang pertama kali dicetuskan di Jepang, sekitar tahun 2006. Namun, baru mulai dikenal luas di tahun 2007. Bahkan, Mori Girl ini tidak hanya sekadar menjadi tren, melainkan menjadi sebuah gaya hidup. Sebagian orang, menyebut Mori Kei sebagai Natural Kei, yang ternyata beda style.

Mori dalam bahasa Jepang berarti hutan. Nah, Mori Girls umumnya memberi kesan bahwa mereka hidup di dalam hutan, menenangkan, dan tampak seperti peri-peri hutan. Mereka memakai pakaian yang longgar, berwarna alam (beige, coklat, hijau, putih dll.), dan terkadang dilengkapi dengan aksesoris berupa bunga, renda, dedaunan, atau apapun yang terbuat dari kayu, batu, dan terkesan vintage.

Mori Kei (4) Mori Kei (6) Mori Kei (15) Mori Kei (9) Mori Kei (3) Mori Kei (8)

mori girl style (10)

Di Jepang sendiri, terdapat komunitas Mori Girls. Untuk bisa bergabung dengan komunitas tersebut dan berhak menyandang predikat sebagai Mori girls, ada beberapa aturan (per 1 Agustus 2009) yang harus diikuti atau dipenuhi, yaitu:

  1. You like loose fitting dresses
  2. You always wear dresses and skirts
  3. You prefer slightly quirky clothes over simple ones (but you don’t like loud and flashy clothes)
  4. You look natural, but with your own style
  5. You are particular about fabrics
  6. You like ethnic clothes, too
  7. You wear A-line clothes
  8. You like wearing dresses that little girls would wear, too
  9. You like smock-like dresses and blouses
  10. You don’t like super sweet fashion
  11. You like deep colors like Burgundy, Fukamidori (dark green, #00552e), Koniro (navy blue, #223a70) and Chairo (dark brown, #965042)
  12. Warm colors look good on you
  13. Short nails feel more comfortable
  14. You like fluffy hats made of knitwear or fur
  15. You like ear muffs
  16. You like ponchos and boleros
  17. You want to have leather bags
  18. You use pochettes for everything
  19. You prefer gold accessories over silver
  20. You feel attracted to old things
  21. You like pocket watches
  22. You like necklaces with magnifying glasses or large designs
  23. You like designs featuring animals
  24. You like designs featuring sweets
  25. You like plaid and polka dots
  26. You like old-fashioned flower patterns
  27. You like lace
  28. You like tights and leggings
  29. Your shoes are basic and flat soled
  30. You like round toe shoes
  31. If you wear sneakers you wear them like loosely fitting cute slip-ons
  32. Instead of regular buttons you like hand-made buttons
  33. You want to wrap your stole or muffler around yourself
  34. In winter, a turtleneck design is your basis
  35. You like layering garments
  36. Puff sleeves make you feel emotional
  37. You love fairy tales
  38. Fair-skinned
  39. Your hair is loosely permed
  40. Bob cut x straight bangs
  41. Straight bangs x long loose perm
  42. Girly
  43. You like FELISSIMO
  44. Of FELISSIMO, you especially like the brands Syrup and &sloe
  45. You like the feel of Q-pot ‚Äúsweets‚ÄĚ
  46. You enjoy chilling out at cafés
  47. You like walking with a camera in your hand
  48. You unconsciously end up at variety stores
  49. You can’t help starting collections of things you like, you are a collector
  50. Finding cute books at the book store makes you happy
  51. You get excited when you visit a furniture store
  52. You like making things by hand
  53. Autumn and winter are your favorite seasons
  54. You’d like to visit Scandinavia one day
  55. You like to have round cheeks
  56. If you use perfume, you prefer faint flower scents best
  57. (You long to be) a girl that exudes a soft mood
  58. (You long to be) an uncomplicated girl
  59. You have been told you come across as laid-back
  60. You consider Hagumi Hanamoto of Honey and Clover to be a Mori Girl
  61. Shizuru Satonaka from Tada, Kimi wo Aishiteru is also a Mori Girl
  62. You have been told by a friend that it looks like you are in a forest

[Rules credit: http://www.japanesestreets.com]

WOW! just WOW! * ntar kapan-kapan saya terjemahkan ke bahasa * Jadi, bisa dibilang, aturan itu adalah guideline, patokan, checklist buat kita yang tertarik untuk mengikuti Mori Girls Style. Atau bahkan, ternyata selama ini tanpa kita sadari, kita sudah mengikuti gaya tersebut * kayanya saya sudah deh. Well at least, some of them if not all. *

Yup, some of the rules are really me * 34 out of 62. * Sebagai seorang hijaber, Mori Girls style ini rasanya cocok sekali. Mengingat pakaian yang dikenakan berupa gaun atau rok dengan warna-warna alam dan potongan yang longgar dimana sangat sesuai dengan ketentuan berpakaian bagi para muslimah yang berhijab.

Di Indonesia sendiri, jika kita ingin mencoba Mori Girl Style, kita bisa pakai system padu-padan. Bahkan beberapa desainer muslimah kenamaan dari Indonesia, rancangannya bisa dibilang masuk ke dalam style Mori Girl ini. Sebut saja, Ria Miranda, Irna Mutiara dengan Irna La Perle-nya, Ghaida Tsurayya dengan GDA’s nya, beberapa koleksi dari Si.Se.Sa, KIVITZ, dan juga beberapa koleksi dari Moschaict, bisa menjadi pilihan buat kita hunting pakaian yang fit untuk¬†Mori Girl Style.

5riamiranda-dlm

Ria Miranda

kimberly 6

GDA’s by Ghaida Tsurayya

 

095564300_1425120152-Indonesia_Fashion_Week_2015_-_Irna_Mutiara_1

Irna Mutiara

 

 

 

 

 

 

Dolce & Gabbana‚Äôs Fall 2015 ready-to-wear: Viva La Mamma

Viva La Mamma!

Fall in Love sama yang namanya Dolce & Gabbana’s Fall 2015. Mulai dari model busana, printing, aksesoris, tas, sampai sepatunya. I just love them all. Meskipun koleksi busananya jelas tidak bisa secara langsung dikenakan¬†oleh muslimah berjilbab seperti saya, namun setidaknya¬†busana tersebut sungguh menginspirasi.

Betapa tidak, koleksi kali ini terinspirasi sepenuhnya oleh sosok ibu atau mama. Dengan melihat koleksi Dolce  & Gabbana ini seakan mengingatkan kita bahwa  everything we are is an extension of where we came from. Which is, semuanya berawal dari seorang ibu.

Mulai dari slogan penuh cinta terhadap mama, gambar hasil karya anak-anak, bunga mawar merah yang merepresentasikan cinta dan juga motherhood, sampai headphone yang terbuat Kristal dan bulu-bulu yang melambangkan mahkota seorang ratu di jaman modern ini.

Cinta banget sama busana di bawah ini. Seakan-akan, dengan polosnya anak-anak menggambar di atas baju mama mereka dan sang mama menunjukkan betapa bangga dirinya dengan hasil karya anak-anaknya. * pengen banget punya baju dengan printing seperti ini. *

Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 11 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 10

Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 18Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 17Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 16Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 15 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 12Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 14

Tidak hanya melalui printing tapi juga embroidery atau bordir. hasil karya anak-anak berupa gambar pun menjadi pusat perhatian dari koleksi Dolce & Gabbana kali ini.

Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 30 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 29 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 28 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 6Kalau yang ini, busananya dipenuhi oleh slogan kecintaan terhadap mama dan bunga mawar merah pertanda cinta.

Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 32 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 34 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 9 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 2 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 24

Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 3 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 7 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 5 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 26

Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 25 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 23

Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 33Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 31Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 20 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 21 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 22 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 19 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 8Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 27 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 4

Photo from vogue.com courtesy of Dolce & Gabbana.

 

 

 

Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015

Roksanda Ilincic adalah desainer kelahiran Serbia. Pertama kali melihat koleksi busana Roksanda, saya langsung jatuh hati dengan pemilihan warnanya yang ‘ngejreng’ alias cerah bahkan bisa dibilang permainan shades warna dan juga tabrak warna. Selain itu, permainan garis-garis¬†dalam setiap busananya menjadikan busananya terkesan kaku namun sophisticated, klasik, sekaligus futuristic.

Sebagai muslimah, ia menjadi salah satu inspirasi berbusana saya. Bold, berani warna.

Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 11 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 2 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 13 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 7 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 10 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 6 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 3 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 1 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 4 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 8Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 5 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 9 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 12

Photo from nymag.com courtesy of http://roksandailincic.com/

 

 

 

Valentino Fall 2015

Pertama kali melihat koleksi Valentino, saya langsung jatuh hati. Terutama untuk koleksi musim gugur (Fall) mereka tahun ini. Koleksi Valentino ini menggambarkan wanita yang feminim, modest, sedikit konservatif, anggun, dan cantik tentunya.

Koleksi Valentino ini bisa dibilang wearable alias bisa banget dipakai, apalagi bagi muslimah * hijaber * seperti saya. Sebagian besar koleksinya kali ini berbentuk dress panjang dengan lengan panjang, cape, jaket, sweater, dan juga celana kulot yang bisa juga dipakai oleh para muslimah. Ditambah lagi dengan warna-warnanya yang earthy color dan print bunga-bunga serta kosmik (planet, bintang dll.) semakin membuat busana ini terlihat unik dan anggun.

Dari sekian banyak tampilan koleksi Fall 2015, sulit sekali rasanya menentukan mana yang paling favorit. Beberapa di antaranya yang saya suka adalah di bawah ini. Cukup tambahkan hijab untuk menutupi kepala dan sedikit modifikasi atau mix and match, then we could wear it comfortably.

Really, such an inspiring looks.

Beautiful Dresses (eventhough we should wear some inner inside them).

Valentino Pre-Fall 2015 (17) Valentino Pre-Fall 2015 (18) Valentino Pre-Fall 2015 (16) Valentino Pre-Fall 2015 (22) Valentino Pre-Fall 2015 (6) Valentino Pre-Fall 2015 (4) Valentino Pre-Fall 2015 (3)Valentino Pre-Fall 2015 (21)

With Outer, warm and cozy.

Valentino Pre-Fall 2015 (2) Valentino Pre-Fall 2015 (11) Valentino Pre-Fall 2015 (12) Valentino Pre-Fall 2015 (14) Valentino Pre-Fall 2015 (19) Valentino Pre-Fall 2015 (24)

Definitely could wear all these for work. Love all the colors.

Valentino Pre-Fall 2015 (15) Valentino Pre-Fall 2015 (13) Valentino Pre-Fall 2015 (10) Valentino Pre-Fall 2015 (9) Valentino Pre-Fall 2015 (1)

Modest with these two pieces outfit or looks if I may say.

Valentino Pre-Fall 2015 (7) Valentino Pre-Fall 2015 (5)

All Photo from style.com courtesy of Valentino.

[IFW 2015] “Aku dan Sophie: Colors of Summer” by Sophie Paris

Indonesia Fashion Week 2015, Day 3.

I kinda hesitated, at first, to visit the Indonesia fashion Week 2015, for the 3rd time in a row. Not because it was not interesting enough, but more because I felt kinda exhausted. The weekdays were quite crazy. Somehow worked in that week felt much tougher than usual.

But then it hit me again, it is Sophie Paris and Irna La Perle Fashion Show that I will be attending. THE Sophie Paris and THE Irna La Perle which I adore so much. Plus, I already asked my aunty to join us (me and Mom) and she was so excited  (she had some of  sophie paris products at hand). So, I will feel guilty over her.

Then it decided. Let’s Go!

At the venue, we almost late. At least, we thought so. Thanks God, the show was kind of delayed. It means, we’re definitely safe. Inside the main stage, it was very full.

I think it is because there will be 2 show in a row. 1st is from Sophie Paris and 2nd is from Irna La Perle. So it was not a surprise. Not to mention, this is the first time, ever, Sophie Paris had their Fashion Show at Indonesia Fashion Week.

Then it’s all start…

The background picture and music made us felt like we were in Paris. It was summer in Paris, to be exact. Then, one by one, fresh, bright, young, and colorful outfit shown to the audience.

464777838

Okay, I can definitely wear this with my hijab. (Photo credit: as tagged)

464777808

This one is my aunty’s favorite. Decided to buy it. Definitely wearable for hijaber like us. (Photo credit: as tagged)

Then here comes the end of the show. I guess, after the show, some of the audience will jump aboard to their booth. Since they kindly share goodie bag with a catalog, beautiful flowery pouch, and a voucher inside.

Happy shopping!

[IFW 2015] “Miracle of The Sun” by Irna Mutiara and SMK NU Banat Kudus

Indonesia Fashion Week 2015, Day 2

This is one of the fashion show that I’ve been waiting for. Why? Because I am a huge fans of Irna Mutiara as designer and also as a person herself.

Sudah lama sekali saya menyukai karya-karya mba Irna Mutiara dengan brand-nya Irna La Perle. Karya yang dihasilkan mba Irna selalu terlihat elegan, anggun, flowy, and soft. It just so beautiful.

So when Dwi told me she got the invitation for her show, I was like, “Oh my gosh. Kyaaaa…. Mba Irna. The brain behind Irna La Perle. Kyaaaa..” and Dwi just stunned with my reaction. She didn’t know my love for her before.

Jadi, kali ini, Irna Mutiara berkolaborasi dengan anak-anak SMK NU Banat Kudus program Tata Busana dengan didukung penuh oleh Djarum Bakti Pendidikan menampilkan 45 busana muslim yang bergaya syar’i.

Mba Irna sendiri dalam instagramnya menyatakan bahwa rancangannya kali ini menampilkan busana muslim yang syar’i namun berbeda dengan yang sudah banyak di pasaran.

Ia ingin mempresentasikam sesuatu yang sesuai dengan kaidah tapi memiliki unsur kebaruan, berkesan elegan melambangkan Islam yang luhur, menghindari pakaian yang akan menimbulkan cemooh (pertentangan), berbahan sesuai kaidah (tidak mencetak badan, tidak tipis), dan merupakan pakaian yang tidak mubadzir dalam hal ini wearable, bisa dipake dalam keseharian.

A kind woman offered to take our photograph while waiting for the show.

A kind woman offered to take our photograph while waiting for the show.

Jadi, tema fashion show mba Irna ini adalah “Miracle of the Sun.” Fortunately, I sat in the third row, so it will definitely spoils my beautiful eyes. Even though the show was delayed almost an hour (even the press a little bit annoyed by the delayed time (guessed from noises they made) but, I guess all the feeling is gone out the window right after the music in the background started to sound and first 3 models walk out in the runway.

The first 3 models that make us fascinated. (photo credit: http://www.vemale.com)

I was like, “Oh My Gosh, Subhanallah… they were beautiful.” I mean whole package. The music, the lights, the story, the background picture, the clothes, the shoes, the accessories, the choreography.

Bisa dibilang saya, Dwi, dan mama terdiam membisu, speechless. Bagus banget, keren banget, indah banget! Bajunya kece badaiiii!!

Kisah ini dimulai ketika sang fajar datang hingga malam menjelang. It really is a “Miracle of the Sun.” the theme really did do the justice.

(Photo credit: m.liputan6.com)

(Photo credit: wolipop.detik.com)

After a long minutes fascinated by the show. Then we started to pour what we had in mind about the show. I told Dwi that I felt like watching some kind of fairy tale or even a movie (it actually reminds me a lot of Lord of The Ring).

Saya merasa sedang berada di sebuah negeri peri. Di awal, peri-peri nan ‘ayu’ dan rapuh memperlihatkan diri mereka, seakan-akan mereka hendak mulai keluar di saat pagi menjelang.

Kemudian, saat mentari makin tinggi, semakin bermunculan peri-peri dengan penuh kesegaran dan keceriaan, yang terwakili dengan pakaian mereka yang bernuansa kekuningan.

(photo credit: http://possore.com)

(Photo credit: m.liputan6.com)

Lalu, saat mentari bersembunyi dibalik gelapnya malam, giliran para peri yang kuat dan berani bermunculan, menguasai saat malam. They really did look like some kind of fairy that so strong, brave, and fierce that actually can protect all the other fairy.

(Photo credit: www.lintas.me.com)

Just look at how they positioned themselves at the almost end of the show. They stood there on each side. It was like guarding all the other fairy safely.

(Photo credit: www.lintas.me.com)

IFW 2015 - day 2 (25)

End of the show.

IFW 2015 - day 2 (28)

The brain behind the amazingly stunningly incredibly beautiful show. Irna Mutiara and anak-anak SMK NU Banat Kudus.

And, all the applause for them. For me, it was absolutely standing applause. Saya rasa, apa yang ingin direpresentasikan oleh mba Irna terwujud sudah. Saya juga merasa, setelah menyaksikan show ini, banyak muslimah tergerak hatinya untuk mulai berbusana lebih syar’i. Because, we definitely will look more gorgeous with these kinds of clothes.

It really is the miracle (I wonder how many times I’ve said this before). Keterlambatan selama hampir selama 1 jam terbayar sudah. What a perfect show.

And lastly, we had a very rare chance to congratulate mba Irna. Dwi dan mama malah sempat cipika-cipiki plus foto bareng.

While me, I am stunned, freezed and trembling when I actually met her in person. I couldn’t even utter some word from my own mouth. That showed how much I like her then. See you later in Irna La perle Fashion Show ya mba Irna.

[IFW 2015] “The Executive” by The Executive Collaboration With Hannie Hananto, Ria Miranda, and Jenahara

Indonesia Fashion Week 2015, Day 2

(Photo credit: http://www.tempo.co)

Melanjutkan cerita dari postingan Waiting For Indonesia Fashion Week 2015 dan Indonesia Fashion Week 2015: D-Day . Saya dan Dwi serta mama dapat kesempatan untuk menyaksikan Fashion Show karya 3 desainer muda Indonesia, yaitu Hanie Hananto, Ria Miranda, dan Jenahara yang berkolaborasi dengan The Executive.

Kami excited sekali sampai-sampai kami sudah planning jauh-jauh hari how to dress up and how to get there, fast. Maklum saja, waktu antara mulainya fashion show dengan berakhirnya jam kerja kami sangat mepet.

So, we are carefully think how to manage our time so we won’t be late. Yah, tapi benar kata orang tua, “Kita boleh berencana tapi Allah juga yang menentukan.”

Saat D-Day, rencana kami buyar semua. Betapa tidak, di hari yang sama, di sekolah kami diwajibkan memakai pakaian Local Brand. Belum cukup, ditambah dengan adanya sesi pemotretan untuk Buku Tahunan yang mewajibkan kami memakai kostum favorit (kebayang donk gembolan yang kami bawa seperti apa.)

Last but not least, Setelah school hours, Professional Development about Teamwork and Meeting for Field Trip pun sudah menanti. What an unpredictable full day.

Alhasil, rencana kami pun terbang jauh out of the window. Kami pun tak sempat touch up apalagi dress up. We just hope, we can get out of the school ASAP. Not to mention, saya lapar tingkat dewa.

Anyway, Allah Maha Baik. Kami langsung dapat Taxi (biasanya kalau almost weekend gini susah dapetnya) dan lalu-lintas tidak sepadat biasanya. Sampai di lokasi, kami bertemu dengan mama yang memang sudah sampai di JCC.

Dengan penampilan yang seadanya dan tampang lusuh tak terkira, kami pun dengan FULL CONFIDENCE memasuki venue IFW 2015. Sambil menengok jam di tangan, kami melangkahkan kaki secepat kilat menuju Main Stage which is quite far from the front gate. Sampai di sana, eng ing eng, waktu Fashion Show mundur lebih kurang 1 jam.

Sejam menunggu (lumayan untuk bernarsis ria, either selfie or wefie or candid shot) akhirnya, fashion show dimulai juga. The gate is open. Penuh, sampai-sampai dorong-dorongan sudah seperti mau menonton konser saja. Seperti takut tidak kebagian tempat duduk.

IFW 2015 - day 2 (1)

Finally, the show started.

The Executive x Hannie Hananto

Sepertinya, koleksi Hannie Hananto ini cocok sekali dengan image The Executive yang dikenal luas sebagai brand untuk “orang kantoran.’ Saat satu-persatu peragawati berlenggak-lenggok di atas runway, saya benar-benar bisa membayangkan kalau busana itu dipakai bekerja, baik kalangan eksekutif muda maupun pekerja kantoran biasa.

Ciri khas Hannie Hananto (beliau berlatar belakang arsitek) adalah monochrome, black and white, bold, and clean cut. Benar-benar elegan dan sophisticated. I can even imagine myself wearing one of those clothes.

Definitely my favorite. (Photo credit: www.tribunnews.com)

(Photo credit: http://tribunnews.com)

The Executive x Ria Miranda

IFW 2015 - day 2 (9)

Warna-warna pastel dan feminim yang terkesan shabbychic memang menjadi signature dari Ria Miranda. Tidak terkecuali dengan koleksinya kali ini.

Suka sekali dengan earthy feeling dari koleksi Ria Miranda with The Executive.

The Executive x Jenahara

IFW 2015 - day 2 (10)

Koleksi jenahara yang terkenal muda dan edgy juga terlihat dalam koleksinya untuk The Executive. Saya bisa membayangkan para wanita muda, pekerja, yang ingin tampil muda, dinamis, dan stylish tapi tetap professional memakai busana karya Jenahara ini.

(Photo credit: http://tribunnews.com)

Setelah acara selesai, kami pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berfoto di atas runway. Sayang sekali kami tidak sempat menyelamati ketiga desainer kebanggaan dunia muslim Indonesia tersebut. Walaupun akhirnya ketemu juga di booth mereka masing-masing.

Kalau ditanya koleksi siapa yang paling membekas di hati saya. Jujur, no offense (ini cuma masalah preferensi tiap orang yang beda saja), saya super in love with Hannie Hananto collection.

I mean, I can imagine myself wearing those clothes, walk around the office, proudly, fierce, and act like a boss. Although, Ria Miranda and Jenahara will be best fitted also in another kind of office and another occasion.

Lastly, I am wondering if all these collection will be available in The Executive store around Indonesia. I should really save some money to grab one of those in the near future.

[JFW 2014] Dewi Fashion Knights

This is the story of one awesome night in Jakarta Fashion Week 2014. A show that will last forever, at least in my own memory. It’s all about Goddes, Tales of The Goddes.

It was the last show in Jakarta Fashion Week 2014. So many people wee waiting for this show. How can’t they? There’ll be masterpiece of some of young and talented designer from Indonesia which is Oscar Lawalata, Bai Soemarlono, Toton Januar, Priyo Oktaviano, and the one and only Tex Saverio.

I was so lucky to be one of those who honored to see such an awesome and remarkable show. There, I got to see lots of designer, lots of models, and off course lots of beautiful clothes. I was impressed, by the atmosphere of the show that night.

The invitation to Dewi Fashion Knights (DFK)

When the show begins, everyone was stunned and silenced by the beauty of ‘Goddes’ which have been interpreted by all 5 designer. For me, it even started right after the master of ceremony, the stunningly gorgeous Sari Nila open the show.

Then the it starts. First, it was Optik Seis and followed by Oscar Lawalata with his collection “My Name is Andromeda.”

Bai Soemalono, a designer for Populo Batik with his batik collection.

Toton Januar with his collection “The Sulthan and The Mermaid Queen: Abyss.” And here is my favorite for the night, Priyo Oktaviano with his collection “Galore.” Love the music, the show, the fabric he used, all of them.

And last but not least is the magnificent young and talented Tex Saverio with his haute-couture collection “Exoskeleton.” I guess this is definitely something that Lady Gaga will love to wear.

Since that was my first time saw him, I’m quite surprised. He looks pretty much like a character in anime that comes to live. And since I love anime, off course I’ll love him too, well, I mean his collection.

jakarta fashion week 2014 - 13