[JFW2018 Day 7] Amazon Tokyo Fashion Week presents ROGGYKEI and UJOH

Last but not least, the most memorable and the hardest effort for a fashion show in my life, so far… 

Perjuangannya buat liat show Amazon Tokyo Fashion Week @roggykei dan @ujoh.official ini benar-benar tidak terbayangkan sebelumnya. 

Dari mulai persiapan di rumah lanjut perjalanan ke sency alias senayan city yang penuh drama. Bahkan bisa dibilang ngalahin drama korea. Sampai perjuangan hingga bisa duduk didalam fashion tent.

Bayangkan saja, mulai dari rencana pulang tenggo (dari sekolah) yang gagal. Kemudian, tepat sebelum kita berangkat, tersadar kalau invitationnya ketinggalan di loker sekolah. Alhasil saya jadi print undangan. Bagusnya lagi, printer di rumah sedang rusak. 

Mengingat waktu yang semakin dekat, kami putuskan untuk naik kereta ke palmerah baru lanjut taksi atau grab atau gojek. 

Sampai di palmerah, kami disambut kemacetan yang luaaarr biasa. Disaat kami siap memesan gojek (karena jam sudah menunjukkan 30 menit sebelum show), hujan turun dengan derasnya. 

Saat hujan mereda, aplikasi gojek saya error. Saya tidak bisa meng-cancel gojek yang memang keberadaannya masi jauh dari lokasi. 

Akhirnya memesan grab sambil terus mencoba cancel gojek. Saya pun pasrah, ketika akhirnya abang grab membawa saya entah lewat mana demi menghindari kemacetan yang menggila. 

Saat tiba di sency, saya pun didera rasa malu luar biasa. Kenapa? Karena saya lari dengan helm grab masih terpasang dengan manisnya di kepala saya, sementara si abang teriak-teriak meminta helm-nya. Malu… 

Disaat saya merasa lega, karena akhirnya sampai di lokasi dan mendengar kabar bahs show nya tertunda, saya dikejutkan dengan penuhnya fashion tent. Sampai-sampai sulit bagi saya hanya untuk sekadar masuk ke fashion tent. 

Mungkin karena ini show terakhir di Jakarta Fashion Week 2018 sebelum finale, yaitu Dewi Fashion Knights 2018, jadinya penontonnya super membludak. 

Plus, show ini mengusung tema Jepang.  Penasaran donk pastinya. Jadiiii, mau itu jalur VIP atau reguler, sama antri dan penuhnya. 

Saking penuhnya, AC yang biasanya super dingin itupun tak berasa.

Jadi makin penasaran donk ya. Bakalan kaya apa shownya. Dengan dalih mau bertanya, berhasil merangsek ke depan, percis pas di pintu scan. Tapi, antri lagi donk yaaa.

Pas pintu dibuka, baru kali ini mau liat fashion show kaya mau nonton apaan dah, grasak grusuk dorong-dorongan saking penuh dan antusiasnya plus kayanya pada takut ga dapat tempat duduk — Ini pada ga pernah liat fashion show live apa ya. Pikir saya. 

Hellooo, pasti dapet kali. 

And then, the show begin. Too fast, I think. Can’t get enough. 


Entah kenapa, show ini terasa sangat singkat. Seakan-akan terburu-buru. 

Apakah konsepnya seperti itu atau karena jadwal show yang sudah ngaret, sementara show final DFK 2017 sudah di depan mata. 
Atau karena perjuangan saya yang teramat berat dan penuh drama, sehingga membuatnya terasa sangat singkat. 

Entahlah… 

Padahal saya suka sekali dengan koleksi mereka. Lots of linen and cotton. Layer and oversize clothes. Love it! 

Dear @jfwofficial . . Last but not least, the most memorable and the hardest… . Perjuangannya buat liat show #amazontokyofashionweek @roggykei @ujoh.official ini bener2 dah. Dari mulai perjalanan ke sency yang penuh drama yang bisa ngalahin drama korea, sampai perjuangan hingga bisa duduk didalam fashion tent. . Mungkin karena ini show terakhir di #jfw2018 sebelum finale, yaitu DFK2018, jadinya penontonnya super membludak. Plus katanya dari negri bunga sakura itu. Penasaran donk pastinya. Jadiiii, mau itu jalur VIP atau reguler, sama antri dan penuhnya, sampai pintu masuk tent mak. Saking penuhnya, AC yang biasanya super dingin itupun tak berasa. Jadi makin penasaran donk ya. ya. ya. Bakalan kaya apa shownya. Dengan dalih mau bertanya, berhasil merangsek ke depan, percis pas di pintu scan. Tapi, antri lagi donk yaaa. Pas pintu dibuka, baru kali ini mau liat fashion show kaya mau nonton apaan dah, grasak grusuk dorong-dorongan saking penuh dan antusiasnya plus kayanya pada takut ga dapat tempat duduk. Hellooo, pasti dapet kali. And then, the show begin. Too fast, I think. Can't get enough. . JFW2018 pun ditutup dengan penuh kenangan. #myJFWmoments #jfw10yrs

A post shared by Melly (@mel_ces) on

Dan, momen saya di JFW2018 pun ditutup dengan penuh kenangan.

See you next year dear Jakarta Fashion Week! ūüėė

Advertisements

[JFW2018 Day 6] Top White Coffee presents “Color Deconstructed” featuring Major Minor

Show yang paling saya tunggu di hari ke-6 ini, yaitu Major Minor. Kenapa? Tidak lain dan tidak bukan karena saya penasaran akan seperti apa koleksi yang ditampilkan salah satu brand yang masuk sebagai Dewi Fashion Knights 2017 di JFW 2018.

Meskipun kondisi badan tidak maksimal (saya sampai harus minum panadol), saya pun rela mengantri begitu panjang. 

Maklum, penontonnya membludak. Mungkin mereka sama penasarannya seperti saya. Mungkin juga mereka penggemar top white coffee. Atau loyal customer dari Major Minor. 

Ditambah lagi, banyaknya selebritis yang ikut menyaksikan show ini menjadi daya tarik tersendiri.

Begitu show dimulai, rasa penasaran hilang sudah. Major minor menampilkan koleksi pakaian mereka dengan detail kain yang dirangkai bak anyaman tikar dengan warna dominan putih.

Terakhir, kami dikejutkan dengan munculnya Ayushita dan Abimana yang turut menjadi model Major Minor di atas runway — Well, ga terlalu terkejut sih. Mengingat keduanya adalah brand ambassador top white coffee. Dan juga mengingat saat mengantri kami sempat bersebrangan dengan mereka. Bahkan Hanny sempat berfoto bersama Abimana. 

[JFW2018 Day 6] VIVO presents “VIVO V7+ Beyond Fashion” featuring Ats The Label and Monday to Sunday

Setelah melihat fashion show Major Minor di fashion tent, kami pun bergegas ke fashion atrium untuk melihat show Ats the Label dan Monday to Sunday.

Namun, sangat disayangkan kami terlambat sampai di lokasi — akibat show di fashion tent yang cukup telat dari jadwal.

Kami hanya sempat melihat finale dari fashion show kali ini. Padahal, saya ingin sekali melihat koleksi pakaian ready to wear mereka. 


[JFW2018 Day 6] Dekranasda present Artina, Batik Chic, Khanaan, dan Tandamata

Melaju ke Fashion Atrium di Senayan City, kami pun tiba tepat waktu – sebenarnya sudah telat kalau dari jadwal – untuk menyaksikan fashion show dari Dekranasda DKI Jakarta.

Pada kesempatan ini, kami pun melihat sosok Ibu Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur DKI Jakarta yang ikut menyaksikan show ini. Makanya tidak heran kalau fashion atrium penuh sesak oleh para penonton dan juga jurnalis.

Show pun dimulai. Mengingat show in melibatkan beberapa brand binaan Dekranasda DKI Jakarta, maka dari itu kental sekali terasa suasana DKI Jakarta di dalam fashion Atrium. Hal ini dapat dilihat dari MC yang notabene abang dan none jakarta, pembukaan show oleh kepala dekranasda, hingga musik khas DKI Jakarta yang mengiringi  para model berjalan di catwalk.

Sementara brand binaan yang menampilkan karyanya adalah Artina,Batik Chic, Khanaan, dan Tandamata. Dari semua brand tersebut, I must say I love them all.

Masing-masing mempunyai keunikan tersendiri. Batik Chic yang didesain Novita Yunus dengan kebaya encim yang modern, 3D look, dan colorful. Khanaan hasil karya Khanaan Shamlan dengan warna nude dan aksen bulu-bulu – ditambah lagi diperagakan oleh Dwi Handayani Syah Putri dan Sarah Sofyan.

Berikut ini beberapa gambar yang berhasil tertangkap kamera kami.

Batik Chic

Khanaan

TandamataFinale…Lihat videonya dibawah ini,

 

 

 

 

 

[JFW2018 Day 6] Cherryn Lim

Setelah melewatkan hari ke-3, 4, dan 5 Jakarta Fashion Week 2018 karena kondisi kesehatan yang kurang baik dan juga padatnya kegiatan di sekolah, akhirnya saya berhasil mengajak Dwi dan Hanny untuk menghadiri JFW2018 hari ke-6.

Kali ini, fashion tent dipenuhi para penggemar karya desainer Caroline Lim yang dikenal dengan merk Cherryn Lim. Selama 30 menit, kami disuguhi sederetan gaun malam dan gaun pernikahan yang indahnya bukan main.

Mulai dari gaun malam berwarna pastel hingga berwarna yang lebih berani, seperti merah. Terakhir, gaun pengantin berwarna putih yang bertahtakan detail payet yang dipakai para model terlihat sangat indah dan bersahaja.

Lihat videonya di bawah ini,

[JFW2018 Day 2] Avenue A, Yogiswari Pradjanti, and GEE Batik

Dapat posisi duduk yang tidak menguntungkan karena telat antrinya dan juga karena sangat antusiasnya orang-orang melihat karya 3 desainer unik ini (alias penuh).

Show terakhir yang saya saksikan di hari ke-2 JFW 2018. Salah satu show yang saya tunggu-tunggu karena line up desainer yang memang saya suka – meskipun kelihatannya saya suka hampir semua desainer Indonesia. Dengan tema origin diversity, kebayang kan pasti akan Indonesia sekali.

AVENUE A

Hasil karya desainer Indonesia bernama LUthfi Madjid, yang lama tinggal dan berkiprah di New York ini benar-benar menginspirasi. Betapa tidak, pakaian ready to wear yang unik dan tak biasa, namun sepertinya tampak nyaman dipakai.

Lebih gilanya lagi, pakaian tersebut bisa dipakai oleh pria maupun wanita baik tua maupun muda. Kalau kata orang dulu Unisex tapi sekarang lebih dikenal dengan nama gender bender.

YOGISWARI PRADJANTI

Melihat karya desainer satu ini melalui instagram beliau membuat saya terpana. Kreatif. Nyeni. Kata-kata yang tepat untuk karya beliau. Kali ini saya melihat secara langsung koleksi “Cerita Para Nyonyah” yang terbilang etnik dan unik dan yang pasti, ready to wear.

Lihat videonya dibawah ini.

GEE BATIK

Koleksi batik cantik karya Sugeng Waskito patut saya acungi 2 jempol. Konsep fashion show yang Jawa sekali terasa kental. Mulai dari bahan batik (yang sepertinya sutra) dengan motif tradisional ditambah aksara jawa, aksesoris yang berupa ikon Jawa, dan juga musik gamelan jawa modern semakin memperkuat tema Jawa sepanjang fashion show.

Love it to the max!

Saksikan videonya di bawah ini.

 

 

[JFW2018 Day 2] ARVA School of Fashion presents BOBABABE, FARA OFFICIAL, IVAN KI, ONE & ONLY, and SUSANNA ANDRIYANTO

Kali ini di fashion tent menghadirkan para desainer muda yang mendalami ilmu fashion di ARVA School of Fashion.

Fashion tent mendadak penuh sesak oleh para pendukung desainer-desainer muda berbakat ini.

Jujur, dari semua karya desainer muda ini, yang paling membuat saya menginginkannya adalah BOBABABE. Sementara yang paling membuat saya takjub adalah  karya dari FARA OFFICIAL – just love their concept. Unique and at the same time futuristic.

BOBABABE

Koleksi kali ini memberikan kesan berada di negeri Cina. Suka sekali dengan warna-warnanya yang soft dan bergradasi.FARA OFFICIAL

Desain yang unik nan futuristic seakan membawa kami yang melihatnya menuju ke masa depan.

IVAN KI

Menjadi satu-satunya desainer pria di fashion show kali ini, tidak membuat Ivan Ki lantas meredup di antara karya para desainer wanita. Detail seperti jaring laba-laba mempertegas saya bahwa koleksi pakaian ini di desain oleh seorang pria, tidak lain dan tak bukan adalah Ivan Nurul Huda.

ONE & ONLY

SUSANNA ANDRIYANTO

 

[JFW 2018 DAY 2] The Goods Dept. presents “Transit In Analog” in PIA ALISJAHBANA AWARDS 2017

Postingan ini sebagai kelanjutan dari postingan saya sebelumnya mengenai PIA ALISJAHBANA AWARDS 2017.

Di ajang penghargaan ini, The Goods Group sebagai penerima Pia Alisjahbana Awards 2017 kategori institusi menampilkan fashion show yang mengangkat tema Transit in Analog.

Barisan model berjalan di runway membawakan koleksi The Goods Dept. Seketika terdengar gemuruh para hadirin, begitu terdengar background musik disertai para model berbusana 70-80an yang membuat kita serasa kembali ke masa lalu. Masa di mana teknologi sebagian besar masih bersifat analog (dibandingkan sekarang yang semuanya serba digital).

A youthful and vintage vibe.

Simak saja videonya berikut ini. ps. I really like the song.

Dan kami pun ikut menangkap momen kami di Pia Alisjahbana Awards 2017.

 

 

[JFW2018 DAY 1] Embassy Of Sweden and Swedish Fashion Council present “Sustainable Swedish Fashion” featuring HOUSE OF DAGMAR, UNIFORMS FOR THE DEDICATED, and HOPE STOCKHOLM

When I saw JFW2018 schedule and noticed word “Sustainable” from one of the fashion show, I definitely had to watch. Just because, I supported the idea of sustainable clothing.

Ketika mendengar kata “berkelanjutan,” saya pun langsung membayangkan pakaian yang terbuat dari bahan-bahan alami, seperti wool, katun, dan linen. Pasti nyaman dan pastinya cocok sekali dipakai saya yang tinggal di daerah tropis ini.

Sambil menunggu, kami pun jeprat sana jepret sini di area fashion tent.

Dan fashion show pun dimulai.

HOUSE OF DAGMAR

UNIFORMS FOR THE DEDICATED

 

HOPE STOCKHOLM

Watch the video down here,

[JFW2018 DAY 1] Fashion Design Council of India present Nitin Bal Chauhan, Novita Yunus and Nisha

Jakarta Fashion Week 2018 (JFW 2018) is finally here. Well, it was.

It was Saturday, October 21, 2017 which means the first day of JFW 2018. I was so excited more than ever because I had some of invitation for the fashion show.

Rasanya sungguh tidak sabar untuk melihat fashion show dari berbagai desainer kenamaan, baik luar negri maupun dalam negri. Di hari pertama ini, saya berkesempatan melihat karya dari desainer muda India Nitin Bal Chauhan dan Nisha bersama dengan desainer Indonesia Novita Yunus.

Ketika lampu mulai meredup, penutup runway ditarik oleh beberapa orang pria, dan musik mulai terdengar, rasa penasaran pun semakin membuncah. “Seperti apa ya karya mereka,” pikir saya dalam hati.

Nitin Bal Chauhan

Sekilas, pakaian yang ditampilkan terkesan biasa. Tampak seperti gamis atau gaun panjang dengan tidak banyak detail. Akantetapi, begitu diperhatikan, gaun tersebut tampak luar biasa dengan tambahan detail embroidery yang sangat indah dan artistik.

Entah bagaimana dia membuatnya. Bagi saya, gaun-gaun yang ditampilkan tampak seperti rentetan karya seni. Ditambah lagi dengan musik yang mengiringinya. Sangat indah.

I can see myself wear one of those long dress. Wanna have one of those artworks T_T

Lihat videonya dibawah ini,

A glimpse of @nitinbalchauhan for #JFW2018

A post shared by Melly (@mel_ces) on

NOVITA YUNUS X NISHA (NY x ashaane)

Kedua desainer ini menampilkan karya bertajuk WARNA. Dan sayapun berharap warna-warni busana akan muncul dihadapan saya. Benar saja. Berlatang belakang musik etnik, berbagai busana yang kental dengan nuansa tradisional Indonesia dan India dengan penuh warna-warni memanjakan mata saya. Aksesoris yang dikenakan para model pun menambah kesan tradisional yang memang sudah kentara.

So colorful and wearable. Super want it!

Dengar dan lihat videonya dibawah ini,

NY x aeshaane for #JFW2018 spring summer. Colorful on the runway from @yunus.novita

A post shared by Melly (@mel_ces) on

Selanjutnya,

[JFW2018 DAY 1] Embassy Of Sweden and Swedish Fashion Council present ‚ÄúSustainable Swedish Fashion‚ÄĚ featuring HOUSE OF DAGMAR, UNIFORMS FOR THE DEDICATED, and HOPE¬†STOCKHOLM

[Indonesia Modest Fashion Week 2017] Wardah x Itang Yunasz

Etnik.

Indonesia sekali.

Itulah kesan pertama saya terhadap koleksi Itang Yunasz yang ditampilkan di Indonesia Modest Fashion Week 2017 ini. Dengan mengangkat ragam kain khas daerah Sumba, Nusa Tenggara, membuat saya semakin cinta pada karya desainer yang satu ini. Yang paling saya suka adalah pakaian yang memadukan kain sumba dengan brokat (lace) dengan dominasi warna hitam.

Lihat videonya di bawah ini,

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

[Indonesia Modest Fashion Week 2017] Wardah x Malik Moestaram

Oh my God!

Those clothes are very super duper pretty.

Malik Moestaram menampilkan karyanya yang tampak seperti boneka-boneka cantik bak peri nan feminim.

Indah banget.

Permainan bahan, warna, detail, aksesoris, dan tentu saja desainnya yang modest sungguh membuat saya jatuh cinta.

Lihat videonya di bawah ini dan terpukaulah…

[Indonesia Modest Fashion Week 2017] Wardah x Jeny Tjahyawati

Black is a very happy bold color.

Jeny Tjahyawati menampilkan karyanya yang didomininasi warna hitam. Pemakaian penutup kepala berbahan organza (sepertinya) yang diatur sedemikian rupa – sangat unik menurut saya – dengan warna-warna seperti merah dan biru menambah kesan bold.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

10 Local (Indonesia) Accessories Brand to Step Up Your Outfit Game

[credit: antyk butyk]

[credit: antyk butyk]

I love accessories, especially the unique one. They add more colors to our outfit. They became a center of attention if we wore a simple plain outfit they become more like statement of our outfit.

Although there are so many brands out there, I prefer brands from¬†local. Let’s just say that I support local. They have unique design, good quality, with reasonable price.

Here are some of local brands that I adore. Especially for their necklaces, which are wearable for me as hijaber. If you are looking for local accessories brand to step up your outfit game, they are some of the best out there.

Massicot by Amanda Matsuri and Ramdhan Muhammad

What I love about Massicot is that each pendulum (stone) does not have the same visual and it always one of a kind. It is a statement. It doesn’t matter if you wear a plain shirt, T-shirt, or even dress, because a piece of massicot accessories will definitely step up your plain outfit.

Schonmoi by Vedca Maria Orissa

What I really love about their necklaces are almost all of them made of wood. So it can pretty much called as part of ecofashion or sustainable fashion. The design also very unique. They are a little bit retro or vintage. So when you wanted to add some nice touch of vintage or retro style to step up your outfit game, Schon is one of the best choice out there.

Antyk butyk

All I could say about antyk butyk is not boring at all. Their accessories design or material often amazed me. The slight of culture can be see in each of their piece. You can look edgy, unique, funky, elegant, vintage, and feminine with one of their accessories in your outfit.

Environmental jewelry by Ega & Julia (EJ)

A jewelry brand which all their jewelry carefully handcrafted using dry rice grain. Yes, rice, the same rice that we used to see everyday and ate every single day. Some piece of rice add to your outfit will definitely step up your outfit game. Especially if you are a nature lover or looking for a sustainable jewelry.

Eden by sight by Jessica Saputro and Handy Yonathan

They were known for their natural gemstone in each of their accessories. Each of them are unique because of their raw nature. The design is simple and the gemstone that they use are colorful and pretty which make us look elegant.

Tealabel

If you want to look as pretty as if you are going to attend some tea party, just put on one of their accessories and you’ll definitely be center of attention. They really can mix kinds of rope with beads, shapes resin, or tassel¬†into a beautiful and unique piece.

From Tiny Islands

Just like their brand name, they do look tiny and simple. Made mostly of silver and gold plated is perfect to add a statement to your outfit. If you are looking for an elegant yet not to eye catching, they are probably the best.

Atelier Pedra by Emiria Larasati

For edgy, classic, and elegant looks to step up your outfit game, Atelier Pedra offers a a simple yet detail accessories made of gold, silver, and stone. I love how simple their design look like.

Klar by Talita Natalia

A brand which use acrylic as their main material. Looks edgy, structured, and solid. They really did justice for their philosophy which is ‘a silent statement.’

Moth Jewellery

Their accessories is beyond unique. Color pencils, literally, on your plain, simple, or effortlessly outfit will mostly gain any attention out there. Not to mention, their unique and creative design. You’ll definitely want to have one of their accessories after you see them.

[IFW 2017] ‚ÄúPassion‚ÄĚ Part 2

Fashion show bertema ‚ÄėPassion‚Äô digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Center pada hari ke-3 Indonesia Fashion Week 2017, Jumat, 3 Februari 2017.

Setelah kami menyaksikan fashion show part 1 lalu dihibur oleh penampilan Maria Calista, fashion show pun dilanjutkan. Deretan desainer kenamaan Indonesia memamerkan koleksi terbaru mereka. Part 2 diisi oleh Susan Zhuang, Harry Ibrahim, Chossy Latu, Acakacak by LPTB Susan Budihardjo, dan Dinara Abdullina from Kazakhstan.

Susan Zhuang

Show dimulai dengan koleksi terbaru Susan Zhuang. Busana yang didominasi oleh warna hitam dan putih dengan sedikit bahan brokat dan berkesan feminim.

[Photo by @mikhaelandraias]

[Photo by @mikhaelandraias]

Harry Ibrahim

One of my 2 favorite in these show part 2. Koleksi Harry Ibrahim sangat indah, elegan, dan mewah. Tepat seperti tema yang diusungnya yaitu Royale Glamorous.

Saya bisa membayangkan gaun-gaun tersebut dipakai para selebritis dalam moment awards atau red carpet. What a very beautiful dress and look awfully expensive. Kunjungi www.harryibrahim.com untuk tahu lebih banyak.

[Photo by @panjulnew]

[Photo by @panjulnew]

Chossy Latu

The other favorite from 2. As much as I love Batik, I also love Songket. Songket member kesan mewah dan glamor. Selama ini songket dikenal masyarakat hanya sebagai kain yang difungsikan sebagai rok.

Akan tetapi, koleksi terbaru Chossy Latu ini memberi inspirasi baru bagaimana memanfaatkan songket menjadi busana elegan yang bisa dipakai oleh orang-orang di perkotaan. Dengan tema ‚ÄėSongket in The City‚Äô (which remind me of Sex & the City series). Dan saya, langsung memutar otak bagaimana memodifikasinya agar bisa dipakai wanita berhijab seperti saya.

In this show, I just love the whole package. Glamour collection, perfect background music and beautiful accessories, and perfect atmosphere.

ifw-2017-20

[Photo by bajadams]

[Photo by bajadams]

 Acakacak by LPTB Susan Budihardjo

Para desainer alumni LPTB Susan Budihardjo ini menampilkan koleksi terbaru mereka bertema Camio 2. Kesan ‚Äėacak-acakan,‚Äô minimalis, kaku, dan futuristik terasa kental di semua koleksinya. Menyaksikan fashion show acakacak ini seakan-akan membawa kita jauh ke suatu tempat masa depan.

[Photo by irvandyyulius]

[Photo by irvandyyulius]

Dinara Abdullina

Fashion show passion ini ditutup oleh koleksi terbaru dari Samidel Dinara Abdullina yang berasal dari Kazakhstan. Busana yang ditampilkan sebagian besar berupa gaun berpotingan A-line atau babydoll dengan warna putih, hitam, biru dan merah. Yang paling menarik perhatian saya adalah motif kain yang digunakan, pola berlubang-lubang namun bukan brokat. Unik, If I may say.

ifw-2017-21

ifw-2017-22

[Photo by mikhaelandarias]

[Photo by mikhaelandarias]

Berakhirlah sudah Fashion Show yang mengusung tema Passion ini. Show yang menarik dan memanjakan mata penikmat fashion seperti saya. Yang lebih penting lagi, show yang menginspirasi untuk membuat karya yang sama atau bahkan lebih baik dari yang sebelumnya.

See you in Indonesia Fashion Week 2018.

See you when I see you.

 

[IFW 2017] ‚ÄúPassion‚ÄĚ Part 1

Fashion show bertema ‚ÄėPassion‚Äô digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Center pada hari ke-3, Jumat, 3 Februari 2017.

Deretan designer muda Indonesia dan beberapa desainer kenamaan Indonesia memamerkan koleksi mereka di gelaran Indonesia Fashion Week 2017. Part 1 diisi oleh Hanny Lovelly, Wid/Lid, Gita Orlin, Kanzi Collection by Liza Yahya, Gee Batik by Sugeng Waskito, Anwar Dani, dan Uzy Fauziyah.

Hanny Lovelly

Show dimulai dengan busana rancangan Hanny Alamsyah. Bagi saya, yang menjadi highlight adalah penggunaan bahan utama sifon dengan warna-warna pastel dan detail yang mengingatkan saya kepada busana para wanita Eropa di masa lalu, totally feminim. Koleksi Hanny bias dilihat di http://WWW.HANNYLOVELLYFASHION.COM.

ifw-2017-12

Wid/Lid

Busana Wid/Lid memberikan kesan minimalis, casual, dan wearable. Saya bisa melihat diri saya memakai busana keluaran mereka dalam keseharian saya. Warna dominan putih dan hitam dengan detail fringe berupa tassel menjadi ciri khas koleksi terbaru Wid/Lid.

ifw-2017-13

Gita Orlin

Warna hitam mendominasi koleksi terbaru Gita Orlin. Penambahan bordiran di beberapa bagian dengan warna terang membuat busana tersebut lebih eye-catching.

ifw-2017-14

Kanzi Collection by Liza Yahya

Busana koleksi Liza Yahya ini merupakan satu diantara 2 favorit saya di Passion Fashion Show Part 1. Kesan kulturnya sangat terasa, etnik. I really would love to have one of those as my outfit. Koleksi lengkap mereka bisa dilihat di www.kanzicollection.com.

ifw-2017-15

Anwar Dani

Koleksi pertama Anwar Dani bertema Summer of Love memadukan kombinasi lace dan bahan berwana metallic. Koleksi Anwar Dani bias dilihat di www.anwardaniatelier.com.

ifw-2017-16

Gee Batik by Sugeng Waskito

For I’m so in love with batik, I’m definitely really fall in love for his collection, for sure. This one is my other favorite from the show. Seluruh koleksi Sugeng Waskito memperlihatkan busana yang dibuat dari bahan sutra. Batik dan sutra, perpaduan yang membuat busana tampak elegan dan mewah, kental nuansa budaya Jawa. Want to know more, visit www.geebatik-jogja.com. 

ifw-2017-17

Uzy Fauziyah

Koleksi Uzy memberikan kesan maskulin namun feminim, seperti pejuang-pejuang wanita Cina bernuansa Indonesia. Koleksi ini mengingatkan saya akan tokoh Chun Li dalam balutan kain tenun.

ifw-2017-18

Dan Passion Fashion Show Part 1 pun ditutup dengan penampilan apik Maria Calista¬†untuk kemudian dilanjutkan dengan Fashion Show: “Passion” Part 2.

Dry Rice Grain Necklace from Environmental Jewelry

Suka banget sama brand satu ini. Unik dan ramah lingkungan. Bagaimana tidak, perhiasan yang mereka tawarkan terbuat dari butiran beras kering. Yup, beras. Sama seperti beras yang setiap hari kita makan.

20161007_065204As someone who graduated from Biology major and love fashion, I really  have a soft spot in my heart for a sustainable fashion, ecofashion, or  fashion with nature-based.

When I encountered this brand from one of fashion week event in Jakarta, I just fall in love at first sight. Environmental Jewelry, that what was written there. A jewelry brand which all their jewelry carefully handcrafted using dry rice grain. Yup, rice, the same rice that we used to see everyday, ate every single day.

Unique. Timeless. Interesting.

My first impression of their jewelry at the first sight. While thinking how pretty it will be to wear the necklaces, bracelets, or even rings. Unfortunately not the earrings since I wear hijab.

And they are, very uniquely pretty to wear. Pretty much as a statement add to any simple outfit. Now, they are one of my favorites.

Unique Necklaces by Schonmoi

Jatuh cinta sama aksesoris atau perhiasan dari merk local bernama Schonmoi or schon. Produk yang mereka tawarkan sangat unik. Pertama, sebagian besar terbuat dari kayu. kedua, model dan bentuknya bisa dibilang vintage atau retro. Jadi, kalau memang ingin bergaya oldies, retro or vintage, Schonmoi ini bisa jadi pilihan utama.

I like jewelry. But as a woman wearing veil, I can not wear as much or all kind of jewelry I want. Most of the time, I add jewelry such as long necklace, rings or bracelet that have uniqueness.

One of them is necklaces from a brand called Schon or Schonmoi. They focuses on the products of home décor, jewelry, accesories, and other fashion products. What I really love about their necklaces are almost all of them made of wood. So it can pretty much called as part of ecofashion.

Next, the design are unique. A little bit retro or vintage. So when you wanted to add some vintage or retro style on your daily wear or style, Schonmoi is one of the best choices out there.

IMG-20160712-WA0082

For the Love of Linen

for the love of linen 1

Linen merupakan salah satu jenis bahan yang menjadi favorit saya. Dibandingkan katun (cotton), saya lebih memilih linen menjadi pilihan utama. Harganya memang terbilang cukup mahal, namun kenyamanan pada saat memakainya membuat saya tidak perlu berpikir ulang untuk membeli bahan Linen ini. Ditambah lagi, teksturnya yang lembut dan tampilannya yang terlihat sederhana tapi elegan.

for the love of linen 2

Bahan linen ini memang mudah kusut dan bahkan terlihat ‘lusuh’ ketika dipakai, tapi justru disitulah kelebihannya, meskipun kusut alias “lecek” tidak akan menjadi masalah karena memang seperti itulah sifat alami¬†linen. Untuk saya yang beranggapan menyetrika baju adalah pekerjaan yang paling berat di seantero jagad pekerjaan rumah tangga, Linen menjadi pilihan yang sangat pas.

for the love of linen 4

Selain itu, karena iklim tropis yang menyelimuti negara kita, udara Jakarta yang panas dan seringkali membuat kita mudah berkeringat, maka Linen dengan sifatnya dingin saat dipakai, ringan, berpori, dan menyerap keringat sekaligus mudah kering kembali tanpa meninggalkan bau yang tidak sedap, sangat cocok untuk pilihan berbusana sehari-hari.

for the love of linen 5

 

Syar’i For Urban by Si.Se.Sa

sisesa (anak Merry Pramono)

Si.Se.Sa = Siriz, Senaz, Sansa (putri desainer Merry Pramono)

Kali ini Si.Se.Sa, salah satu brand favorit saya, mengeluarkan koleksi terbarunya di tahun 2016. Bertempat di Segara Ballroom, Dharmawangsa Hotel pada Rabu, 10 Februari 2016. Satu hal yang saya suka, Si.Se.Sa menawarkan puluhan busana muslim Syar’i namun tetap fashionable.

syar'i for urban by sisesa (6)syar'i for urban by sisesa (3)Mereka tetap menjaga kaidah islami dalam setiap rancangannya. Busana yang tidak menerawang dan longgar (tidak pas badan), khimar yang menutup bagian dada, gaun yang menjuntai hingga menutup pergelangan tangan. Itulah mengapa tagline mereka, “Syar’i for Urban” bukan sekadar tagline semata. Ditambah lagi dengan taburan kristal swarovsi yang semakin membuat koleksi mereka tampak ekslusif.

syar'i for urban by sisesa (11)Tidak salah rasanya, jika Si.Se.Sa menjadi salah satu pilihan bagi kita, wanita muslim, yang ingin fashionable namun tetap Syar’i.

syar'i for urban by sisesa (4)syar'i for urban by sisesa (7)syar'i for urban by sisesa (15)syar'i for urban by sisesa (1)syar'i for urban by sisesa (14)syar'i for urban by sisesa (2)syar'i for urban by sisesa (13)syar'i for urban by sisesa (12)

Disclaimer: semua foto credit to Indonesia.style, tribunnews, and detik.com

 

 

 

Must Have Item: Sneakers Slip-On

Sejatinya, sneakers dipakai ketika kita menginginkan kenyamanan di kaki pada saat hendak melakukan perjalanan jauh, santai, dikala cuaca dingin, ataupun melakukan kegiatan yang berhubungan dengan olahraga. Pemakaian sneakers seringkali terlihat hanya disaat kita ingin bergaya kasual.

slip onashley olsendenim-shoes-weworewhat-w352

Akan tetapi, belakangan ini, sneakers menjadi salah satu must have item yang sangat populer dan dipakai di berbagai kesempatan, mulai dari kasual hingga formal. Sneakers tidak lagi hanya dipadankan dengan celana * yang biasanya memberi kesan boyish atau tomboy * melainkan juga dipadupadankan dengan dress ataupun rok. Salah satu jenis sneakers yang paling populer saat ini adalah sneakers slip-on * I love slip-on karena mudah dipakai dan tidak perlu diribetkan dengan tali-menali *

slip-on-sneakers-preppyprinted-slip-on-sneakers2e2bb5d3e406fc47a2f42f717e7a2cf3

Berbagai jenis sneakers slip-on dengan mudahnya kita lihat melengkapi outfit para fashion blogger, selebritis, hingga orang-orang di sekeliling kita. Jadi, tidak ada salahnya kalau kita mulai menambah koleksi sepatu kita dengan salah satu sneakers slip-on kece-kece berikut ini.

guiseppe zanotti zip detail slip-on sneakers

guiseppe zanotti zip detail slip-on sneakers

adidas superstar slip on

adidas superstar slip on

chuck taylor classic color slip

chuck taylor classic color slip

fendi in black leather with geometric print

fendi in black leather with geometric print

burberry Canvas Check and Calfskin Slip-on Trainers

burberry Canvas Check and Calfskin Slip-on Trainers

zara flat sneakers with elastic

zara flat sneakers with elastic

kenzo 'Tiger' slip-on sneakers

kenzo ‘Tiger’ slip-on sneakers

dolce and gabbana sequinned slip-on sneakers

dolce and gabbana sequinned slip-on sneakers

miu miu Embellished glitter slip-on sneaker

miu miu Embellished glitter slip-on sneaker

rivieras vynil rouge

rivieras vynil rouge

mango Slip-on check pattern print

mango Slip-on check pattern print

Steve Madden Buhba Animal Print Slip On Trainers

Steve Madden Buhba Animal Print Slip On Trainers

joshua sanders 'babilion' hologram viper print flatform skate slip on

joshua sanders ‘babilion’ hologram viper print flatform skate slip on

stradivarius snake print slip on

stradivarius snake print slip on

michael kors 'Kyle' cheetah print calf hair slip-ons

michael kors ‘Kyle’ cheetah print calf hair slip-ons

Givenchy persian print skate shoes

Givenchy persian print skate shoes

Giuseppe Zanotti vegas metallic sneakers

Giuseppe Zanotti vegas metallic sneakers

adidas honey 2.0 slip on

adidas honey 2.0 slip on

vans beauty and yout slip on leopard

vans beauty and yout slip on leopard

stella mccartney Binx Crouching Cat Loafers

stella mccartney Binx Crouching Cat

salvatore ferragamo pacau glittered slip-on sneakers

salvatore ferragamo pacau glittered slip-on sneakers

Keds x kate spade new york Triple Decker Bow

Keds x kate spade new york Triple Decker Bow

Chuck Taylor all star deck star slip x missoni

Chuck Taylor all star deck star slip x missoni

stradivarius slip on with fringing details

stradivarius slip on with fringing details

mango Satin slip-on sneakers

mango Satin slip-on sneakers

Busana Muslim Bagi Para Penggemar Korea

Revealing Innocence - Iva Latifah (12)Sebagai seorang muslimah, saya sering kali mencari inspirasi berbusana. Salah satu koleksi yang menarik perhatian saya adalah koleksi Iva Lativah di Indonesia Fashion Week 2014 yang bertajuk Revealing Innocence. Koleksi tersebut merupakan akulturasi Indonesia dan Korea. Busana yang ditampilkan mirip sekali dengan Hanbok (busana tradisional Korea) namun dengan sentuhan Indonesia berupa kain batik khas asli Indonesia.

Revealing Innocence - Iva Latifah (13)Saya pribadi memang terpikat oleh hanbok * akibat sering menonton drama korea yang bertema era-era Joseon * Makanya jangan heran kalau saya memasukkan film Korea berjudul “The Royal Tailor” ke dalam daftar 25 film yang layak ditonton untuk fashionnya karena disepanjang film, kita akan disuguhi berbagai hanbok yang indah dan menawan.

Sempat terbayang, hanbok itu sepertinya cocok untuk saya pakai karena desainnya yang berupa atasan dan rok panjang nan lebar, longgar, juga berlapis-lapis * dalam artian tidak menonjolkan lekuk tubuh * Oleh karena itu, ketika Iva Lativah meluncurkan koleksi akulturasinya itu, rasanya seperti salah satu impian saya terwujud sudah. * mengingat saya penggemar Korea dan pecinta batik *

Hanbok + batik + baju muslim = one of my dreams came true

Tidak salah rasanya memasukkan desainer Iva Lativah ke dalam 25 desainer busana muslim Indonesia favorit saya.

Revealing Innocence - Iva Latifah (11)Revealing Innocence - Iva Latifah (9)Revealing Innocence - Iva Latifah (14) Revealing Innocence - Iva Latifah (6) Revealing Innocence - Iva Latifah (7) Revealing Innocence - Iva Latifah (5) Revealing Innocence - Iva Latifah (10) Revealing Innocence - Iva Latifah (8) Revealing Innocence - Iva Latifah (3) Revealing Innocence - Iva Latifah (4) Revealing Innocence - Iva Latifah (2) Revealing Innocence - Iva Latifah (1)

 

disclaimer: I do not own the pictures. credit goest to wollipop.com and others right owner.

Natural Kei (Natural Style)

Kalau sebelumnya saya jatuh cinta dengan style yang namanya Mori Girl, kali ini saya mulai mengenal Natural Kei * Kei artinya Style. *

Natural Kei (5)

Kenapa akhirnya saya menyukai kedua style ini? Awalnya mungkin karena saya suka semua hal yang berhubungan dengan alam alias nature * mungkin itu sebabnya saya masuk Biologi UI kali ya * Jadi secara tidak langsung, saya suka dengan style yang bertema atau bersentuhan dengan alam.

Mengenal lebih jauh tentang Natural Kei, ternyata style ini jauh lebih dulu muncul dibandingkan Mori Girl Style (Mori Kei), yaitu sekitar tahun 1970-an.¬†Hanya saja, gaungnya tidak menggema ke seluruh penjuru dunia. Maka ketika Mori Girl Style muncul, banyak orang yang menyangka kalau Mori Girl style itu sama dengan Natural Kei. Padahal, kedua style ini cukup berbeda * bisa dikatakan serupa tapi tak sama. Seperti saudara.¬†”

Mori Girl style menggambarkan seseorang yang hidup di hutan, tampak hampir seperti peri hutan, karena itu pakaiannya terlihat sederhana (walaupun dengan banyak lapisan)dengan warna-warna yang earthy (beige, brown, white, dusty green dan lainnya). Umumnya berupa bahan katun, linen, atau wol tanpa corak.

Mori Kei (1)

Sementara Natural Kei menggambarkan seseorang yang hidup di sebuah kota kecil atau pedesaan yang berbatasan dengan hutan sehingga terkadang mereka menghabiskan sebagian waktunya di hutan. Maka dari itu, pakaian mereka bisa dibilang lebih ‘trendi dan modern’ daripada Mori Girl Style.

Natural Kei (8) Natural Kei (3)

Umumnya pakaian mereka lebih berwarna, dengan berbagai corak, dan dilengkapi dengan beberapa aksesoris yang ‘unik.’ Tidak jarang Natural Kei memperlihatkan adanya pemakaian celana atau legging.

Natural Kei (2)

Banyak orang menganggap bahwa Natural Kei terinspirasi oleh kisah “Little House in The Prairie” atau seri “Anne of Green Gables.” * fortunately, they are my all time favorite books, so I kind of get the idea what natural kei looks like. *

natural kei 9

Cukup sulit memang membedakan keduanya terlebih lagi bagi orang awam seperti saya, apalagi ketika saya googling dan menemukan istilah Mori Girl bercampur dengan Natural Kei. Akan tetapi, setelah membaca dari sekian banyak postingan mengenai kedua style ini, saya merasa bahwa saya bisa membedakan keduanya dari ‘feel’ atau kesan yang diberikan. Saya membayangkan pakaian apa yang akan saya kenakan jika saya¬†tinggal dan hidup di dalam hutan. Dan apa yang akan saya kenakan ketika hendak¬†bermain, membaca buku, hingga menikmati keindahan hutan.

 

 

 

 

 

25 Film Bagi Para Penikmat Fashion

Event Jakarta Fashion Week (JFW) 2016 sudah di depan mata. Event tersebut akan berlangsung di Senayan City dari tanggal 24 Oktober – 30 Oktober 2015. Jadi, dalam rangka menyambut JFW 2016, pas banget rasanya kalau saya posting sesuatu bertema fashion. Apalagi kalau bukan mengenai film * secara saya penikmat segala macam tontonan, termasuk film. *

Sepanjang saya menonton sebuah film, salah satu aspek yang saya perhatikan adalah wardrobenya alias pakaian, aksesoris, attitude, dan teman-temannya yang sering kali disebut sebagai fashion. Terlebih lagi jika disepanjang film tersebut kita dimanjakan dengan berbagai macam kostum yang indah dan unik. Makanya, bukan merupakan hal yang aneh lagi jika wardrobe para aktor dan aktris sebuah film terkadang menjadi ikon atau trendsetter fashion.

So, these are 25 movies worth to watch for their fashion * according to me, off course. do please remember, I am not one of those fashion expert out there. *  Jadi dari sekian banyak judul film, berikut ini 25 film yang menurut saya perlu di tonton buat penyuka fashion seperti saya.

1. Breakfast at Tiffany’s (1961)

Siapa yang tidak mengenal sosok Audrey Hepburn, seorang aktris yang terkenal tidak hanya dari aktingnya tapi juga hatinya. Sosok Audrey Hepburn di fim ini, dengan semua pakaian yang ia kenakan menjadi salah satu tren di dunia fashion. Di film inilah, “little black dress” pertama kali mendunia dan gaungnya terdengar hingga saat ini.

breakfast at tiffanys2 breakfast at tiffanys1 breakfast at tiffanys

2. Heather (1988)

Kalau ingin tahu bagaimana tren fashion remaja SMU tahun 80-an, film ini merupakan pilihan. And oh, I am a big fan of Winona Ryder, well, not that it is important to know.

heather 5 heather1 heather3 heather4 heathers2

3. An Education (2009)

Sebelum orang mengenal sosok Carey Mulligan booming melalui film The Great Gatsby. Saya telah lebih dulu mengenalnya melalui film ini. She is transform from highscool student into such a classy lady. I love all her dress, her coat, her glove, her accessories in this movie.

an education2 an education3 an education4 an education1

4. Clueless (1995)

Ah. I grew up with this movie. I love Alicia Silverstone during my teenage. Makanya pas banget ketika film ini tayang, saya langsung jatuh cinta sama semua pakaian yang ia kenakan. Film clueless ini juga ada versi dramanya. Jadi tidak heran jika film ini menjadi salah satu tren fashion di era 90an, terutama untuk anak remaja kala itu. I mean, who doesn’t want to be Cher?

clueless1 clueless3 clueless4 clueless5

5. Devils Wears Prada (2006)

Dari judulnya saja ada kata Prada, sudah jelas film ini ‘berbau’ fashion. Bagaimana tidak, film ini bercerita tentang kehidupan seorang asisten editor sebuah majalah fashion terkenal di dunia. Anne Hathaway dan Meryl Streep sense of fashion in this movie really blow my mind off.

Belum lagi fakta bahwa tokoh Andrea yang dimainkan Anne, pada awalnya adalah wanita ‘biasa.’ * Well, we even could call her “dork” thinking that she is working in fashion world * Film ini membuat para wanita percaya bahwa kita bisa menjadi seperti Andrea if we get the right job, the right clothes, and the right advice * hehe, that is solely my subjektif thinking. *

devil wears prada1 devil wear prada2 devil wear prada1

6. The Talented Mr. Ripley (1999)

Here is my bias Matt Damon. Menonton film ini karena Damon in it. But, again, fall in with love all the wardrobe in it.

the-talented-mr.-ripley4 the-talented-mr.-ripley2 the-talented-mr.-ripley2 the-talented-mr.-ripley1

7. Annie Hall (1977)

This is an iconic movie. I am deeply fallen for Annie’s (Diane Keaton) quirkiness. Film ini berhasil memperlihatkan fashion style of a smart, chic, and yet quirky eccentric women. This movie shown how men’s clothing and baggy looks perfect in women too.

8. Blow Up (1966)

Mengingat film ini mengenai kehiduan di sekitar fotografer fashion, maka tidak heran jika pastinya, kita disuguhi dengan banyak sekali hal-hal yang berhubungan dengan fashion.

blow up1 blow up2 blow up3

9. Breathless (1960)

Oooh, I love this movie. Suka banget sama film ini karena aktrisnya berambut pendek * lebih dikenal dengan nama pixie-cut style. I even tried this kind of hairstyle on me .* She looks so chic. Ditambah lagi dengan pakaian yang dikenakannya, yang kebanyakan berpola garis-garis alias stripe * which is also one of my favorite patterns. *

breathless breathless1

10. Funny Face (1957)

Film di mana kita dimanjakan oleh gaun-gaun nan indah yang dikenakan oleh Audrey.

funny face6 funny face5 funny face4 Audrey Hepburn in Funny Face funny face2 funny face1

11. Klute (1977)

All I can remember from this movie is Jane Fonda’s knee-high boots * and I really want one back then. *

klute2 klute3

12. Mary Antoinette (2006)

Secara pribadi, saya selalu suka dengan segala seuatu yang berhubungan dengan Mary Antoinette. Bisa dibilang, kisah sejarah yang membawa nama Mary hingga saat ini  meninggalkan bekas yang mendalam dalam ingatan saya. I love her story life.

Ketika film ini akan tayang, jelas saya sudah membayangkan indahnya gaun-gaun yang akan bermunculan. Dan ketika tayang, benar saja, saya dimanjakan dengan gaun-gaun khas ratu Prancis die ra itu, dengan berbagai warna pastel yang membuat saya berdecak kagum. Not to mention, Kirsten Dunst in it * love all her work since Jumanji till now. *

mary antoinette1 mary antoinette2 mary antoinette3 mary antoinette4

13. The Royal Tenenbaums (2001)

the-royal-tenenbaums the-royal-tenenbaums3

14. A Single Man (2009)

a single man2

15. Valley of The Dolls (1957)

valley of the doll3 valley of the doll2 valley of the doll1 valley of the doll

16. La Dolce Vita

17. Casino

Di film ini, saya mengenal bahan sequin * yang mahal itu * Sharon Stone terlihat sangat classy, elegan, mewah dengan gaun sequinnya.

casino4

casino2

 

18. Paradise Kiss

Siapa yang tidak tahu mengenai Fashion style orang-orang Jepang. Ratusan gaya dan tren mode bermunculan dari berbagai kota di Jepang. Sebut saja, harajuku style, mori girl style, lollita style, dan banyak lainnya.

Oleh karenanya, tidak heran jika banyak film Jepang yang menjadi tren dalam hal fashion. Salah satunya yang paling membekas di ingatan saya adalah film ini. Berawal dari manga, anime, lalu ke film. It’s all about fashion.

paradise kiss8 paradise kiss7 paradise kiss6 paradise kiss5 paradise kiss4 paradise kiss1

19. Royal Tailor

Saya akui kalau saya memang pecinta drama korea, namun tidak dengan film-film mereka * walaupun ada beberapa yang saya suka juga. * Jadi, jangan heran kalau 1 film dari Korea masuk ke dalam list saya ini.

Royal Tailor adalah sebuah film yang membuat saya terpukau dengan baju tradisional Korea yang disebut hanbok. Belum lagi, Park Shin Hye yang notabene aktris Korea favorit saya, yang mengenakan pakaian tersebut, semakin membuat saya jatuh hati dengan hanbok.

Salah satu hanbok yang menurut saya paling indah di film ini adalah hanbok berwarna Gold yang dikenakan Shin Hye dengan anggunnya ketika ia menghadap sang raja di sebuah pesta kerajaan.

royal tailor1 royal taylor2

20. Coco Before Chanel (2009)

Sepertinya film yang satu ini tidak perlu panjang lebar dibahas. Just look at the title. Chanel! what an iconic brand in fashion world.

coco before chanel5 coco before chanel3 coco before chanel2 coco before chanel1

21. Pretty Woman

pretty woman3 pretty woman2 pretty woman1

22. Confessions of Shopaholic (2009)

confession of a shopholic4 confession of a shopholic3 confession of a shopholic2 confession of a shopholic1

23. Sex and The City (2008)

No words to describe this movie since its pretty musch about their sense of fashion. Sebelum saya megenal film ini, saya terlebih dahulu mengenal drama serinya. Tidak terlalu terarik pada awalnya mengingat budaya AS jelas jauh berbeda dengan budaya Indonesia.

Tapi, melihat dari aspek fashion, I’m in love with this movie. Kita benar-benar dimanjakan dengan pakaian-pakaian indah, branded, dan mix n match yang keren. Belum lagi, nilai plus dari film ini, yaitu mengenai friendship between 4 of them, really make me envy.

sex and the city1 sex and the city2 sex and the city3

24. The Great Gatsby (2013)

Film yang diangkat dari sebuah novel ini memberikan visual yang benar-benar indah. Kita dimanjakan dengan berbagai gaun cantik berwarna nude dan pastel yang dikenakan oleh Carey Mulligan * I love her. *

greatgatsby1 greatgatsby2 greatgatsby3

25. Zoolander (2001)

zoolander1

Mengenal Bentuk Kerah

Menurut KBBI, ke·rah n leher baju (yang kaku).

Kerah pada baju, secara garis besar mempunyai 2 manfaat, yaitu dekoratif dan fungsional.

Fungsional: Kerah yang berfungsi untuk melindungi leher dan bahu dari sengatan sinar matahari maupun udara dingin dan juga menutupi kekurangan tubuh kita di bagian leher serta bahu. Misalnya, kerah turtle neck atau scarf.

Dekoratif: kerah yang berfungsi sebagai ‘pemanis.’ Adanya kerah pada pakaian akan menambah indah pakaian itu sendiri maupun si pemakainya. Kerah dekoratif juga dapat meminimalisir penggunaan aksesoris tambahan seperti kalung. Misalnya, kerah ruffle atau kerah bib.

Dilihat dari letaknya, kerah itu terbagi 3.

  1. Kerah tegak atau berdiri. Kerah ini ada yang terdiri dari 2 bagian dan ada yang hanya 1 bagian. Yang 2 bagian contohnya adalah kerah kemeja. Yang 1 bagian contohnya adalah kerah shanghai/ mandarin dan clerical.
  2. Kerah rebah atau datar. Kerah yang melekat atau sejajar pada bahu hingga ke sekeliling leher. contohnya adalah kerah peter pan.
  3. Kerah menggulung. Kerah yang berdiri tegak di bagian belakang leher kemudian menggulung atau membalik dibagian depan leher. Contohnya adalah kerah shawl.

Kalau kita sudah tahu mau kerah yang seperti apa, maka kita tinggal memilih pola kerah yang kita mau.

  • Kerah peter pan

peterpan collar

  • Kerah rebah pelaut atau kelasi

sailor collar 2 sailor collar 3 sailor collar

  • Kerah shawl atau selendang

hooded shawl collar shawl collar 1 shawl collar 4

  • Kerah rever

rever collar 2 rever collar 5

  • Kerah clerical

clerical collar 2 clerical collars

  • Kerah shanghai/ mandarin

mandarin collar 2 mandarin collar 3 mandarin collar button up

  • Kerah turtle neck/ kerah sweater

turtle neck collar 1 turtle neck collar

  • Kerah notched

 

notch collar

notch collar 2

  • Kerah bertha

bertha collar 2 bertha collar 3 bertha collar

  • kerah cape

cape collar 1 cape collar 2 cape collar 3

  • Kerah scarf

scarf collar 1 scarf collar 2 scarf collar 3 scarf collar

  • Kerah surplice

surplice collar 2 surplice collar

  • Kerah lapel

lapel collar 2 lapel collar

  • Kerah bib

bib collar 2 bib collar 3 bib collar 4 bib collar

  • Kerah Ruffle

ruffle colar ruffle collar 2 ruffle collar

 

Berbagai Jenis Blus (Kemeja Perempuan)

Blus adalah kemeja perempuan, sementara blus tunik adalah blus panjang yang biasa dipakai dengan celana panjang. Sementara kemeja adalah baju laki-laki, pada umumnya berkerah dan berkancing depan, terbuat dr katun, linen, dsb. Ada yang berlengan panjang maupun pendek.

Jadi, mulai sekarang, kita sebut kemeja untuk wanita adalah blus.

Ada beberapa jenis blus yang saya tahu, yaitu:

  • Polo. Biasanya adalah kemeja untuk olahraga dari bahan kaos dengan garis leher bulat.

Polo

  • Suit. Blus yang dikenakan bersama dengan rok atau celana, terbuat dari bahan yang sama. Contohnya adalah pakaian kerja kantoran.

Suit

  • Surplice. Blus dengan garis leher V yang rendah.

Surplice

  • Peasant. Blus yang dipenuhi dengan kerutan, misalnya di bagian lengan, pinggang, dan leher. Berbagai macam peasant blus bisa dilihat dan dibeli di sini.

Peasant

  • Middy. Blus seperti pakaian kelasi.

Middy

 

  • Empire. Blus dengan garis hias dibawah dada, seperti baby doll cut. Berbagai macam peasant blus bisa dilihat dan dibeli di sini.

 

Empire

  • Wrap. Blus¬†dimana di satu sisi bahannya seperti membungkus tubuh si pemakai. Berbagai macam peasant blus bisa dilihat dan dibeli di sini.

Wrap

  • Button Down. Blus¬†dengan kancing hingga ke bawah di bagian depan.

Button down

  • Hidden Button Down. Blus dengan kancing hingga ke bawah di bagian depan, namun kancingnya tersembunyi.

Hidden Button Down

25 Desainer Busana Muslim Indonesia Favorit Saya

Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia merupakan negara dengan jumlah muslim terbanyak di dunia. Semakin tahun semakin banyak muslimah yang mengenakan hijab dan berbusana muslim dalam kesehariannya. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan bila sekarang banyak sekali muncul Desainer busana muslim di Indonesia, mengingat pangsa pasar yang begitu besar di industri ini.

Bahkan, saya berdoa semoga Indonesia menjadi pusat mode busana muslim dunia, layaknya Paris yang menjadi pusat mode dunia fashion hingga saat ini.

Dari sekian banyak desainer busana muslim berbakat di Indonesia, saya memilih 25 desainer yang karyanya selalu membuat saya terkagum-kagum. Let me summarize it as my 25  favorite designer as of today onwards.

1. Irna Mutiara – IM, up2date, Irna La perle

irna la perle 2irna mutiara 2 irna mutiara 1 irna la perle 1

2. Dian PelangiDian pelangi

dian pelangi 2 dian pelangi 3 dian pelangi 4

3. Monika Jufry Рsessa,  2pose

monika jufry 1 monika jufry 2

4. Jenahara NasutionJenahara

jenahara 2 jenahara 1

5. Iva Latifah

Alamat: Jl. Dederuk No.6 Sadangserang Coblong Bandung Jawa Barat, 40132

Telepon:(022) 2506149
iva latifah 3 iva latifah 2

6. Fitri AuliaKivitz

kivitz 1

kivitz 2

7. Ghaida TsurayyaGDA’s by Ghaida

gda's 1 gda's 28. Ria MirandaRia Miranda

ria miranda 3 ria miranda 2 ria miranda 19. Lulu El HasbuEl Hasbu

elhasbu 2 elhasbu 110. Toto Supangat

toto supangat 1 toto supangat 2 toton supangat 3

11. Anne Rufaidah

12. Merry PramonoSi.Se.Sa

merry pramono 1 merry pramono 2

13. Nuniek Mawardi

Alamat: Jl. Pejompongan No.29, Jakarta Pusat, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10210
Telepon:(021) 5749054
nuniek 3 nuniek 2 nuniek 1

14. Dian MarinaMissmarina

missmarina 1 missmarina 2

15. Najua Yanti

najua yanti 1 najua yanti 216. Jeny Tjahyawati

Alamat: Cipinang Cipedak IV No. 20e Polonia-Jkt Timur, Phone : 021 – 85910228/ 08158790848

 

jeny 1 jeny 2jeny 3

17. Nieta Hidayani

Alamat: No. 28A, Cipinang Cempedak 4, Ps. Rebo, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13760
Telepon:0812-8128-002
nieta hidayani 1 nieta hidayani 2

18. Hannie HanantoAnemone

hanie hananto 1 hanie hananto 219. Tuty AdibBilqis

tuty adib 2 tuty adib 120. Ida Royani

Alamat: JL Cinere Raya, Blok A No. 63, Cinere, 16514
Telepon:(021) 7545708
ida royani 1 ida royani 2

21. Nur Zahra

nurzahra 2 nurzahra 122. Norma Hauri

norma hauri 1 norma hauri 223. Restu AnggrainiEtu

etu 5 etu 1 etu 424. Zaskia SungkarZaskia Sungkar Jakarta

zaskia sungkar 125. Istafiana Candarini, Nadya Karina and Afina Candarini Kami Idea

kami idea 1kami idea 2

 

Disclaimer:

I don’t own all of pictures shown in here. Pictures credit belongs to respective owner (you know who you are!).

 

 

Fall in Love with Mori Girl Style (Mori Kei)

Saya pribadi, pertama kali mengenal gaya Mori Girl ini setelah menonton film Jepang berjudul Honey & Clover. Di film tersebut, saya jatuh cinta dengan gaya Yu Aoi. Telisik sana telisik sini, ternyata gaya tersebut di Jepang dikenal dengan nama Mori Girl Style. Yu Aoi sendiri bisa dibilang salah satu ikon Mori Girls yang paling terkenal hingga saat ini.

mori girl style (5)Mori Kei (18)

Apa sih yang dimaksud dengan Mori Girl Style. Mori Girl Style itu salah satu tren gaya fashion yang pertama kali dicetuskan di Jepang, sekitar tahun 2006. Namun, baru mulai dikenal luas di tahun 2007. Bahkan, Mori Girl ini tidak hanya sekadar menjadi tren, melainkan menjadi sebuah gaya hidup. Sebagian orang, menyebut Mori Kei sebagai Natural Kei, yang ternyata beda style.

Mori dalam bahasa Jepang berarti hutan. Nah, Mori Girls umumnya memberi kesan bahwa mereka hidup di dalam hutan, menenangkan, dan tampak seperti peri-peri hutan. Mereka memakai pakaian yang longgar, berwarna alam (beige, coklat, hijau, putih dll.), dan terkadang dilengkapi dengan aksesoris berupa bunga, renda, dedaunan, atau apapun yang terbuat dari kayu, batu, dan terkesan vintage.

Mori Kei (4) Mori Kei (6) Mori Kei (15) Mori Kei (9) Mori Kei (3) Mori Kei (8)

mori girl style (10)

Di Jepang sendiri, terdapat komunitas Mori Girls. Untuk bisa bergabung dengan komunitas tersebut dan berhak menyandang predikat sebagai Mori girls, ada beberapa aturan (per 1 Agustus 2009) yang harus diikuti atau dipenuhi, yaitu:

  1. You like loose fitting dresses
  2. You always wear dresses and skirts
  3. You prefer slightly quirky clothes over simple ones (but you don’t like loud and flashy clothes)
  4. You look natural, but with your own style
  5. You are particular about fabrics
  6. You like ethnic clothes, too
  7. You wear A-line clothes
  8. You like wearing dresses that little girls would wear, too
  9. You like smock-like dresses and blouses
  10. You don’t like super sweet fashion
  11. You like deep colors like Burgundy, Fukamidori (dark green, #00552e), Koniro (navy blue, #223a70) and Chairo (dark brown, #965042)
  12. Warm colors look good on you
  13. Short nails feel more comfortable
  14. You like fluffy hats made of knitwear or fur
  15. You like ear muffs
  16. You like ponchos and boleros
  17. You want to have leather bags
  18. You use pochettes for everything
  19. You prefer gold accessories over silver
  20. You feel attracted to old things
  21. You like pocket watches
  22. You like necklaces with magnifying glasses or large designs
  23. You like designs featuring animals
  24. You like designs featuring sweets
  25. You like plaid and polka dots
  26. You like old-fashioned flower patterns
  27. You like lace
  28. You like tights and leggings
  29. Your shoes are basic and flat soled
  30. You like round toe shoes
  31. If you wear sneakers you wear them like loosely fitting cute slip-ons
  32. Instead of regular buttons you like hand-made buttons
  33. You want to wrap your stole or muffler around yourself
  34. In winter, a turtleneck design is your basis
  35. You like layering garments
  36. Puff sleeves make you feel emotional
  37. You love fairy tales
  38. Fair-skinned
  39. Your hair is loosely permed
  40. Bob cut x straight bangs
  41. Straight bangs x long loose perm
  42. Girly
  43. You like FELISSIMO
  44. Of FELISSIMO, you especially like the brands Syrup and &sloe
  45. You like the feel of Q-pot ‚Äúsweets‚ÄĚ
  46. You enjoy chilling out at cafés
  47. You like walking with a camera in your hand
  48. You unconsciously end up at variety stores
  49. You can’t help starting collections of things you like, you are a collector
  50. Finding cute books at the book store makes you happy
  51. You get excited when you visit a furniture store
  52. You like making things by hand
  53. Autumn and winter are your favorite seasons
  54. You’d like to visit Scandinavia one day
  55. You like to have round cheeks
  56. If you use perfume, you prefer faint flower scents best
  57. (You long to be) a girl that exudes a soft mood
  58. (You long to be) an uncomplicated girl
  59. You have been told you come across as laid-back
  60. You consider Hagumi Hanamoto of Honey and Clover to be a Mori Girl
  61. Shizuru Satonaka from Tada, Kimi wo Aishiteru is also a Mori Girl
  62. You have been told by a friend that it looks like you are in a forest

[Rules credit: http://www.japanesestreets.com]

WOW! just WOW! * ntar kapan-kapan saya terjemahkan ke bahasa * Jadi, bisa dibilang, aturan itu adalah guideline, patokan, checklist buat kita yang tertarik untuk mengikuti Mori Girls Style. Atau bahkan, ternyata selama ini tanpa kita sadari, kita sudah mengikuti gaya tersebut * kayanya saya sudah deh. Well at least, some of them if not all. *

Yup, some of the rules are really me * 34 out of 62. * Sebagai seorang hijaber, Mori Girls style ini rasanya cocok sekali. Mengingat pakaian yang dikenakan berupa gaun atau rok dengan warna-warna alam dan potongan yang longgar dimana sangat sesuai dengan ketentuan berpakaian bagi para muslimah yang berhijab.

Di Indonesia sendiri, jika kita ingin mencoba Mori Girl Style, kita bisa pakai system padu-padan. Bahkan beberapa desainer muslimah kenamaan dari Indonesia, rancangannya bisa dibilang masuk ke dalam style Mori Girl ini. Sebut saja, Ria Miranda, Irna Mutiara dengan Irna La Perle-nya, Ghaida Tsurayya dengan GDA’s nya, beberapa koleksi dari Si.Se.Sa, KIVITZ, dan juga beberapa koleksi dari Moschaict, bisa menjadi pilihan buat kita hunting pakaian yang fit untuk¬†Mori Girl Style.

5riamiranda-dlm

Ria Miranda

kimberly 6

GDA’s by Ghaida Tsurayya

 

095564300_1425120152-Indonesia_Fashion_Week_2015_-_Irna_Mutiara_1

Irna Mutiara

 

 

 

 

 

 

Zippers Bracelet

This is one of my favorite bracelet. It is colorful and unique. Each and everytime I wear this bracelet around the town, all eyes were on me * well, not exactly on me, but on my wrist hehehe. * I figured out that they were attracted to my zipper bracelet.

Can’t put blame on them. Who can¬† imagine that a zipper could be made into a bracelet. At least, some people don’t. They just thought that zipper stays on clothes, bags, and shoes.

Nowadays, zipper made into earrings, necklaces, rings, and bracelet. For me, it is a great way to recycle zippers rather than just threw them away. It means, we can add value to the unused zipper.

So, zippers anyone?

 

Dolce & Gabbana‚Äôs Fall 2015 ready-to-wear: Viva La Mamma

Viva La Mamma!

Fall in Love sama yang namanya Dolce & Gabbana’s Fall 2015. Mulai dari model busana, printing, aksesoris, tas, sampai sepatunya. I just love them all. Meskipun koleksi busananya jelas tidak bisa secara langsung dikenakan¬†oleh muslimah berjilbab seperti saya, namun setidaknya¬†busana tersebut sungguh menginspirasi.

Betapa tidak, koleksi kali ini terinspirasi sepenuhnya oleh sosok ibu atau mama. Dengan melihat koleksi Dolce  & Gabbana ini seakan mengingatkan kita bahwa  everything we are is an extension of where we came from. Which is, semuanya berawal dari seorang ibu.

Mulai dari slogan penuh cinta terhadap mama, gambar hasil karya anak-anak, bunga mawar merah yang merepresentasikan cinta dan juga motherhood, sampai headphone yang terbuat Kristal dan bulu-bulu yang melambangkan mahkota seorang ratu di jaman modern ini.

Cinta banget sama busana di bawah ini. Seakan-akan, dengan polosnya anak-anak menggambar di atas baju mama mereka dan sang mama menunjukkan betapa bangga dirinya dengan hasil karya anak-anaknya. * pengen banget punya baju dengan printing seperti ini. *

Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 11 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 10

Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 18Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 17Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 16Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 15 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 12Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 14

Tidak hanya melalui printing tapi juga embroidery atau bordir. hasil karya anak-anak berupa gambar pun menjadi pusat perhatian dari koleksi Dolce & Gabbana kali ini.

Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 30 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 29 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 28 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 6Kalau yang ini, busananya dipenuhi oleh slogan kecintaan terhadap mama dan bunga mawar merah pertanda cinta.

Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 32 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 34 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 9 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 2 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 24

Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 3 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 7 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 5 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 26

Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 25 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 23

Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 33Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 31Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 20 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 21 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 22 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 19 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 8Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 27 Fall 2015 Ready-to-Wear - Dolce & Gabbana 4

Photo from vogue.com courtesy of Dolce & Gabbana.

 

 

 

Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015

Roksanda Ilincic adalah desainer kelahiran Serbia. Pertama kali melihat koleksi busana Roksanda, saya langsung jatuh hati dengan pemilihan warnanya yang ‘ngejreng’ alias cerah bahkan bisa dibilang permainan shades warna dan juga tabrak warna. Selain itu, permainan garis-garis¬†dalam setiap busananya menjadikan busananya terkesan kaku namun sophisticated, klasik, sekaligus futuristic.

Sebagai muslimah, ia menjadi salah satu inspirasi berbusana saya. Bold, berani warna.

Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 11 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 2 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 13 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 7 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 10 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 6 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 3 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 1 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 4 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 8Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 5 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 9 Roksanda Ilincic Pre-Fall 2015 12

Photo from nymag.com courtesy of http://roksandailincic.com/

 

 

 

Valentino Fall 2015

Pertama kali melihat koleksi Valentino, saya langsung jatuh hati. Terutama untuk koleksi musim gugur (Fall) mereka tahun ini. Koleksi Valentino ini menggambarkan wanita yang feminim, modest, sedikit konservatif, anggun, dan cantik tentunya.

Koleksi Valentino ini bisa dibilang wearable alias bisa banget dipakai, apalagi bagi muslimah * hijaber * seperti saya. Sebagian besar koleksinya kali ini berbentuk dress panjang dengan lengan panjang, cape, jaket, sweater, dan juga celana kulot yang bisa juga dipakai oleh para muslimah. Ditambah lagi dengan warna-warnanya yang earthy color dan print bunga-bunga serta kosmik (planet, bintang dll.) semakin membuat busana ini terlihat unik dan anggun.

Dari sekian banyak tampilan koleksi Fall 2015, sulit sekali rasanya menentukan mana yang paling favorit. Beberapa di antaranya yang saya suka adalah di bawah ini. Cukup tambahkan hijab untuk menutupi kepala dan sedikit modifikasi atau mix and match, then we could wear it comfortably.

Really, such an inspiring looks.

Beautiful Dresses (eventhough we should wear some inner inside them).

Valentino Pre-Fall 2015 (17) Valentino Pre-Fall 2015 (18) Valentino Pre-Fall 2015 (16) Valentino Pre-Fall 2015 (22) Valentino Pre-Fall 2015 (6) Valentino Pre-Fall 2015 (4) Valentino Pre-Fall 2015 (3)Valentino Pre-Fall 2015 (21)

With Outer, warm and cozy.

Valentino Pre-Fall 2015 (2) Valentino Pre-Fall 2015 (11) Valentino Pre-Fall 2015 (12) Valentino Pre-Fall 2015 (14) Valentino Pre-Fall 2015 (19) Valentino Pre-Fall 2015 (24)

Definitely could wear all these for work. Love all the colors.

Valentino Pre-Fall 2015 (15) Valentino Pre-Fall 2015 (13) Valentino Pre-Fall 2015 (10) Valentino Pre-Fall 2015 (9) Valentino Pre-Fall 2015 (1)

Modest with these two pieces outfit or looks if I may say.

Valentino Pre-Fall 2015 (7) Valentino Pre-Fall 2015 (5)

All Photo from style.com courtesy of Valentino.

For The Love Of Hello Kitty

hello kitty fabric

Di post saya sebelumnya mengenai hello kitty bracelet, saya menyatakan bahwa saya bukan penggemar fanatik hello kitty. But somehow, I love it. To the point that I am eagerly took pictures of those fabric full of hello kitty pictures. When I saw that for the first time, I wanna grab them all and turned them into clothes, pouch, tote bag, etc. I am so sure, my students would love it to see me wear them.

At the end of the day, I am getting curious about her. So, for the love of Hello Kitty, I ended up stalking some websites to find out more about her.

Hello Kitty,¬†karakter kartun unik yang disukai banyak orang dari segala usia. Kenapa unik? Well, she is a beautiful cat * although she never been called a cat before or ever been on all four * who doesn’t have a mouth. Unik bukan?

And this is the reason why she doesn’t have one.

“It’s so that people who look at her can project their own feelings onto her face, because she has an expressionless face. Kitty looks happy when people are happy. She looks sad when they are sad. For this psychological reason, we thought she shouldn’t be tied to any emotion – and that’s why she doesn’t have a mouth.”

Oh oke, jadi kitty itu wajahnya tanpa ekspresi. Kitty baru berekspresi sesuai dengan ekspresi orang yang melihatnya. Kalau saya happy, kitty juga happy. Kalau saya sedih berarti Kitty juga sedih. * bisa dibilang, setiap orang bisa merepresentasikan ekspresinya melalui kitty. Dan yang pastinya setiap orang pasti berbeda-beda *

PROFIL HELLO KITTY

Nama Kitty White
Tanggal Lahir 1 November
Gol. Darah A
Bintang Scorpio
Tinggi Sekitar 5 apel
Berat Sekitar 3 apel
Tempat lahir Suburb London, England
Hobi Bikin cookies dan pancake, origami, budaya asing, main piano, main tennis, mengumpulkan bintang-bintang kecil, pita, dan hal lucu lainnya.
Makanan fav. Pie Apel buatan mama
Warna fav. Merah

More about Hello Kitty profile, visit sanrio town.

Wow, ternyata, Helo Kitty bukan sekedar karakter kartun biasa * takjub saya. *

PERNAK-PERNIK HELO KITTY (HELLO KITTY STORES)

Setelah saya lebih mengenal kitty * tsaaaah * sepertinya saya makin jatuh cinta. I guess I’m in love more than yesterday. Just look at some of these cute kitty stuff * drooling * I want to have them all.

Want to have some of them? Here are some of the stores:

WISATA HELLO KITTY

Selain pernak-pernik hello kitty yang tersebar luas di dunia nyata dan maya. Ada juga tempat wisata bertema hello kitty.  Di Jepang, tempat ini dikenal dengan nama Sanrio Puroland * kebayang kalau di tempat itu, sejauh mata memandang pasti isinya hello kitty semua *

Nah, di Indonesia sendiri, kita bisa merasakan berada dalam dunia Helo Kitty di Taman Impian Jaya Ancol, tepatnya di Dufan. Namanya adalah Hello Kitty Adventure.

WISATA KULINER (HELLO KITTY CAFE)

Selain taman bermain bertema hello kitty, pastilah ada restoran atau cafe bertema sama. Di indonesia sendiri, cafe bertema hello kitty ada di daerah Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Nama cafenya adalah Kitty’s Corner Cafe. * kalau ingin tahu lebih detail bisa mampir ke¬†everybodygoesblog¬†atau di panduan wisata.

Lucu banget ya cafenya * so cuteee..*

Tapi, seperti kata peribahasa zaman dahulu kala “rumput tetangga lebih hijau daripada rumput rumah sendiri” sama halnya dengan restoran bertema hello kitty ini, yang ada di Luar Negeri tampaknya lebih cute lagi tempatnya. Setelah menjelajah dunia maya, saya temukan informasi mendetail mengenai restoran bertema hello kitty di beberapa negara di Asia, yaitu di Hongkong, Korea Selatan, Thailand, dan China Taipei. Blog ladyironchef¬†¬†mengupas tuntas ke empat cafe tersebut. * noted! must visit places during travel *

Puas sudah berhello kitty ria. Tapi tetap ya, saya bukan, sekali lagi bukan, penggemar fanatik hello kitty * ga mau ngaku *

Jadi, bagi kalian yang menggemari hello kitty, sepertinya tidak perlu khawatir ataupun bingung mencari info atau segala seuatu hal menyangkut kitty yang imut ini. Secara sudah menyebar di mana-mana * sampai mobil pun banyak yang ditempeli stiker hello kitty *

 

Hello Kitty Bracelet

This is one of my favorite bracelet. Look how cute it is. Three Kitty is on my wrist. I got this one accidentally on this amazing online shop called missbigjillacc Let just say that it was love at the first sight. Since I kinda like hello kitty * although can not say that I am the fanatic one *

I guess being a preschool teacher made me kinda in love with cute and childish thing. This hello kitty thing is one of them. Almost all the girls in the classroom love her. So, can you imagine how their reaction when they saw me, their teacher, wore this bracelet. They love it! Gather around me and kept throwing question about the Kitty bracelet.

“Miss, it is so cute.”

“Where you buy this miss?”

“Can I touch it?”

“Can I try it, please?”

Those were some question they asked me. What cute little students of mine.

5 Ide Penggunaan Bahan Chiffon

Setelah mengenal bahan chiffon, saya jadi semakin jatuh cinta dengan bahan ini. Betapa tidak, bahan ini memberikan kesan elegan, anggun, ayu bagi pemakainya. Terutama, jika warna-warna yang dipilih sangat soft alias warna pastel.

Bagi hijaber semacam saya, bahan chiffon menjadi pilihan utama jika saya hendak menjahit pakaian.

1. Sebagai kerudung, hijab, atau pashmina.

Bahan chiffon sangat cocok jika dijadikan kerudung, terutama jika kita ingin kerudung yang lebar dan panjang. Tekstur bahan yang ringan, halus, dan memberi kesan flowy sangat nyaman bila dipakai di kepala.

Saya pribadi, biasanya membuat kerudung segi empat berukuran 1,5 x 1,5 m atau pashmina berukuran 1,5 x 2 — 2,5 m. Dengan ukuran sebesar itu, saya bisa memodifikasi cara memakainya, misalnya saja dengan didobel atau diberi sentuhan draperi. Dan yang pasti, bisa menutupi bagian dada.

demenu restoran lotte mall ( IMG_1177

1-chiffon-dupatta-hijab

2. Sebagai Rok.

Bahan chiffon ini tidak diragukan lagi keindahannya sebagai bahan dasar rok. Efek flowy yang dihasilkan sangat indah. Selain tentunya sangat nyaman dipakai. Semakin panjang bahan yang digunakan sebagai bahan dasar rok, semakin flowy rok tersebut. Selain itu, rok ini bisa dipakai, baik untuk acara santai maupun formal. Plus bisa di-mix and match sesuka hati kita.

DSC_6529 IFW 2015 - Day 3 (11)

2014-Summer-Women-Mesh-Chiffon-Pleated-Long-Maxi-Skirts-Female-Vintage-Sheer-Ladies-Skirt-Free-Shipping

3. Sebagai Gaun atau Gamis.

Sekarang ini, penggunaan chiffon sebagai bahan dasar gamis bisa dibilang booming di kalangan wanita berhijab. Terlebih lagi bagi para wanita yang berhijab syar’i * semoga saya bisa mengikuti jejak mereka * Seringkali, chiffon menjadi pilihan utama, baik untuk gamis maupun hijabnya (1 set). Tentu saja, dengan dilapisi bahan furing. Untuk saya pribadi, saya suka furing dari bahan SPTI atau double chiffon * sejenis furing yang mirip chiffon kata abang-abangnya sih¬†*

20150509_121013

4. Sebagai Blus, Rompi, atau Outer

Pilihan lainnya adalah menggunakan chiffon sebagai bahan dasar blus, rompi, atau outer. Blus akan terlihat ringan dan anggun. Dengan tambahan draperi, payet, atau cutting yang tepat, blus chiffon kita akan semakin tampak cantik.

040406-2_zps456752ea

Color-Block-Poloneck-Long-Sleeve-Chiffon-T-shirt paneled-long-sleeve-chiffon-blouse

3FB110908FB36449FB2B2C9BDFC87FA8   1346056656506875217

1376714402237079162 190-Long_Line_Chiffon_Coat_1_large

outer img-thing

5. Sebagai Celana.

Umumnya, jika saya mau menggunakan chiffon sebagai bahan dasar celana, pastinya saya akan membuat celana dengan model yang besar alias tidak ketat atau slim fit apalagi skinny. Pilihan terbaik adalah membuat celana harem atau palazzo.

Untuk celana harem, usahakan gunakan chiffon motif, chiffon poliester atau chiffon blends * yang kuat dan tidak terlalu transparan. Kalaupun masih transparan, pakailah furing *

2013-fashionwomen-s-long-candy-color-ice-cream-chiffon-harem-pants-casual-pants-elegant-loose-OL  135149_P_1398154257079

2014-New-Fashion-Elastic-Waist-Chiffon-Women-s-Loose-Wide-Leg-Trousers-font-b-Palazzo-b

Broeken-1

Itulah 5 ide penggunaan bahan chiffon untuk pakaian kita sehari-hari. jadi, jangan ragu lagi untuk membeli dan memilih bahan chiffon ya * harganya juga masih bisa terjangkau kantong *

 

 

 

Mengenal Bahan Chiffon

chiffon silkApa itu Chiffon?

Chiffon merupakan jenis bahan yang ringan, licin, dan melayang. Nama chiffon sendiri berasal dari bahasa Perancis yang artinya pakaian. Perawatan bahan chiffon bisa dibilang cukup sulit karena bahan ini tipis dan mudah sekali untuk robek atau tertarik benangnya jika tersangkut sesuatu * misalnya saja, tersangkut kuku kita yang tajam * Chiffon ini ada yang hanya 1 warna, ombre, bahkan ada juga yang bermotif. Umumnya bahan chiffon digunakan untuk gaun malam, gaun pengantin, blus, pita, scarf, pakaian dalam, atau aksesori.

Sejarah mengenai chiffon.

Sejak tahun 1700 an Chiffon sutra sudah dikenal masyarakat Eropa. Bahkan penggunaan bahan ini menunjukkan satus dan kekayaan seseorang di masa itu. Baru pada tahun 1938, chiffon dibuat tidak hanya berbahan sutra tetapi juga Nylon. Dan pada tahun 1958, chiffon poliester mulai dikenal oleh masyarakat luas.

Chiffon di masa sekarang.

Bahan chiffon ini, sekarang sedang kembali digandrungi masyarakat, terutama dari kalangan wanita berhijab. Kenapa? Karena bahan ini jika digunakan memberikan efek ringan, jatuh, flowy, and like a princess. Bahkan, bahan ini tidak hanya digunakan sebagai bahan utama pakaian tapi juga menjadi hijab itu sendiri.

Ditambah dengan banyaknya pilihan warna, mulai dari yang berwarna terang hingga pastel seperti, mint, mocca, dusty pink, salem, dan lain sebagainya.

Saya pribadi, sangat menyukai jenis bahan ini. Sebagai hijab, bahan ini memberikan kesan sederhana tetapi elegan. Bahannya yang ringan membuat kepala terasa lebih nyaman bahkan bila saya memberikan efek draperi dalam pemakaiannya. Sebagai pakaian, jelas, saya menyukai efek alami bahan ini yang tampak melayang. Memberi kesan anggun bagi pemakainya.

Akan tetapi, mungkin sebagian masyarakat masih awam dengan bahan chiffon ini. Secara kasat mata, bahan yang tipis, halus, dan menerawang pasti langsung kita ‘judge’ sebagai bahan chiffon. Alhasil, terkadang kita salah membeli bahan sehingga hasil jahitan¬†tidak sesuai dengan yang kita inginkan.

Satu hal lagi, bahan chiffon ini sangat sulit untuk dijahit. Bisa dibilang, tingkat kesulitan dan resikonya tinggi * kata mama yang suka menjahit * Makanya, jangan heran jika penjahit mematok harga mahal untuk menjahit pakaian dengan menggunakan bahan chiffon.

Sepengetahuan saya, ada beberapa jenis bahan chiffon * kalau saya mengandalkan sentuhan tangan untk membedakan jenis chiffon ini * dengan harga yang tentunya berbeda-beda. Di antaranya adalah,

  • Chiffon sutra

Chiffon ini bisa dibilang chiffon kelas utama, yang artinya paling bagus dan paling mahal. Bahannya tentu saja sangat halus, ringan, dan sangat tipis (transparan). Kita bisa merasakan kehalusannya dengan hanya memegangnya. Tetapi, hati-hati, karena bahan ini mudah sekali robek jika terkena atau tersangkut benda tajam. Bahan ini menjadi pilihan utama jika kita ingin membuat gaun seperti tampilan para putri.

chiffon silk1

chiffon silk

  • Chiffon¬†berbahan dasar¬†Poliester atau Rayon.

Terkadang chiffon jenis ini disebut juga Poli chiffon, chiffon viscose, chiffon crepe, crincle chiffon, chiffon satin dll.

Chiffon semacam ini, lebih kuat dan lebih murah bila dibandingkan dengan chiffon sutra. Bahannya pun tidak mudah robek. Jika kita pegang, bahan ini memang masih tergolong halus, namun jika kita jeli, bahan ini masih terasa sedikit kasardan kaku¬†bila dibandingkan dengan chiffon sutra. Sehingga ketika kita pakai, memberikan efek jatuh, tapi tidak se ‘jatuh’ chiffon sutra.

chiffon poliester.

chiffon poliester.

Crinkle Chiffon Polyester

Crinkle Chiffon Polyester

Chiffon viscose

Chiffon viscose

  • Chiffon berbahan dasar campuran (Chiffon blend)

Chiffon ini biasanya lebih kuat dibanding dua jenis chiffon di atas. bahkan beberapa, ada yang terkesan lebih elastis. Harganya pun masih lebih murah dibandingkan dengan chiffon sutra.

Chiffon campuran katun dan sutra.

Chiffon campuran katun dan sutra.

Rayon Silk Blend Crinkle Chiffon (campuran sutra dan rayon).

Rayon Silk Blend Crinkle Chiffon (campuran sutra dan rayon).

 

[IFW 2015] “Aku dan Sophie: Colors of Summer” by Sophie Paris

Indonesia Fashion Week 2015, Day 3.

I kinda hesitated, at first, to visit the Indonesia fashion Week 2015, for the 3rd time in a row. Not because it was not interesting enough, but more because I felt kinda exhausted. The weekdays were quite crazy. Somehow worked in that week felt much tougher than usual.

But then it hit me again, it is Sophie Paris and Irna La Perle Fashion Show that I will be attending. THE Sophie Paris and THE Irna La Perle which I adore so much. Plus, I already asked my aunty to join us (me and Mom) and she was so excited  (she had some of  sophie paris products at hand). So, I will feel guilty over her.

Then it decided. Let’s Go!

At the venue, we almost late. At least, we thought so. Thanks God, the show was kind of delayed. It means, we’re definitely safe. Inside the main stage, it was very full.

I think it is because there will be 2 show in a row. 1st is from Sophie Paris and 2nd is from Irna La Perle. So it was not a surprise. Not to mention, this is the first time, ever, Sophie Paris had their Fashion Show at Indonesia Fashion Week.

Then it’s all start…

The background picture and music made us felt like we were in Paris. It was summer in Paris, to be exact. Then, one by one, fresh, bright, young, and colorful outfit shown to the audience.

464777838

Okay, I can definitely wear this with my hijab. (Photo credit: as tagged)

464777808

This one is my aunty’s favorite. Decided to buy it. Definitely wearable for hijaber like us. (Photo credit: as tagged)

Then here comes the end of the show. I guess, after the show, some of the audience will jump aboard to their booth. Since they kindly share goodie bag with a catalog, beautiful flowery pouch, and a voucher inside.

Happy shopping!

[IFW 2015] “Miracle of The Sun” by Irna Mutiara and SMK NU Banat Kudus

Indonesia Fashion Week 2015, Day 2

This is one of the fashion show that I’ve been waiting for. Why? Because I am a huge fans of Irna Mutiara as designer and also as a person herself.

Sudah lama sekali saya menyukai karya-karya mba Irna Mutiara dengan brand-nya Irna La Perle. Karya yang dihasilkan mba Irna selalu terlihat elegan, anggun, flowy, and soft. It just so beautiful.

So when Dwi told me she got the invitation for her show, I was like, “Oh my gosh. Kyaaaa…. Mba Irna. The brain behind Irna La Perle. Kyaaaa..” and Dwi just stunned with my reaction. She didn’t know my love for her before.

Jadi, kali ini, Irna Mutiara berkolaborasi dengan anak-anak SMK NU Banat Kudus program Tata Busana dengan didukung penuh oleh Djarum Bakti Pendidikan menampilkan 45 busana muslim yang bergaya syar’i.

Mba Irna sendiri dalam instagramnya menyatakan bahwa rancangannya kali ini menampilkan busana muslim yang syar’i namun berbeda dengan yang sudah banyak di pasaran.

Ia ingin mempresentasikam sesuatu yang sesuai dengan kaidah tapi memiliki unsur kebaruan, berkesan elegan melambangkan Islam yang luhur, menghindari pakaian yang akan menimbulkan cemooh (pertentangan), berbahan sesuai kaidah (tidak mencetak badan, tidak tipis), dan merupakan pakaian yang tidak mubadzir dalam hal ini wearable, bisa dipake dalam keseharian.

A kind woman offered to take our photograph while waiting for the show.

A kind woman offered to take our photograph while waiting for the show.

Jadi, tema fashion show mba Irna ini adalah “Miracle of the Sun.” Fortunately, I sat in the third row, so it will definitely spoils my beautiful eyes. Even though the show was delayed almost an hour (even the press a little bit annoyed by the delayed time (guessed from noises they made) but, I guess all the feeling is gone out the window right after the music in the background started to sound and first 3 models walk out in the runway.

The first 3 models that make us fascinated. (photo credit: http://www.vemale.com)

I was like, “Oh My Gosh, Subhanallah… they were beautiful.” I mean whole package. The music, the lights, the story, the background picture, the clothes, the shoes, the accessories, the choreography.

Bisa dibilang saya, Dwi, dan mama terdiam membisu, speechless. Bagus banget, keren banget, indah banget! Bajunya kece badaiiii!!

Kisah ini dimulai ketika sang fajar datang hingga malam menjelang. It really is a “Miracle of the Sun.” the theme really did do the justice.

(Photo credit: m.liputan6.com)

(Photo credit: wolipop.detik.com)

After a long minutes fascinated by the show. Then we started to pour what we had in mind about the show. I told Dwi that I felt like watching some kind of fairy tale or even a movie (it actually reminds me a lot of Lord of The Ring).

Saya merasa sedang berada di sebuah negeri peri. Di awal, peri-peri nan ‘ayu’ dan rapuh memperlihatkan diri mereka, seakan-akan mereka hendak mulai keluar di saat pagi menjelang.

Kemudian, saat mentari makin tinggi, semakin bermunculan peri-peri dengan penuh kesegaran dan keceriaan, yang terwakili dengan pakaian mereka yang bernuansa kekuningan.

(photo credit: http://possore.com)

(Photo credit: m.liputan6.com)

Lalu, saat mentari bersembunyi dibalik gelapnya malam, giliran para peri yang kuat dan berani bermunculan, menguasai saat malam. They really did look like some kind of fairy that so strong, brave, and fierce that actually can protect all the other fairy.

(Photo credit: www.lintas.me.com)

Just look at how they positioned themselves at the almost end of the show. They stood there on each side. It was like guarding all the other fairy safely.

(Photo credit: www.lintas.me.com)

IFW 2015 - day 2 (25)

End of the show.

IFW 2015 - day 2 (28)

The brain behind the amazingly stunningly incredibly beautiful show. Irna Mutiara and anak-anak SMK NU Banat Kudus.

And, all the applause for them. For me, it was absolutely standing applause. Saya rasa, apa yang ingin direpresentasikan oleh mba Irna terwujud sudah. Saya juga merasa, setelah menyaksikan show ini, banyak muslimah tergerak hatinya untuk mulai berbusana lebih syar’i. Because, we definitely will look more gorgeous with these kinds of clothes.

It really is the miracle (I wonder how many times I’ve said this before). Keterlambatan selama hampir selama 1 jam terbayar sudah. What a perfect show.

And lastly, we had a very rare chance to congratulate mba Irna. Dwi dan mama malah sempat cipika-cipiki plus foto bareng.

While me, I am stunned, freezed and trembling when I actually met her in person. I couldn’t even utter some word from my own mouth. That showed how much I like her then. See you later in Irna La perle Fashion Show ya mba Irna.

[IFW 2015] “The Executive” by The Executive Collaboration With Hannie Hananto, Ria Miranda, and Jenahara

Indonesia Fashion Week 2015, Day 2

(Photo credit: http://www.tempo.co)

Melanjutkan cerita dari postingan Waiting For Indonesia Fashion Week 2015 dan Indonesia Fashion Week 2015: D-Day . Saya dan Dwi serta mama dapat kesempatan untuk menyaksikan Fashion Show karya 3 desainer muda Indonesia, yaitu Hanie Hananto, Ria Miranda, dan Jenahara yang berkolaborasi dengan The Executive.

Kami excited sekali sampai-sampai kami sudah planning jauh-jauh hari how to dress up and how to get there, fast. Maklum saja, waktu antara mulainya fashion show dengan berakhirnya jam kerja kami sangat mepet.

So, we are carefully think how to manage our time so we won’t be late. Yah, tapi benar kata orang tua, “Kita boleh berencana tapi Allah juga yang menentukan.”

Saat D-Day, rencana kami buyar semua. Betapa tidak, di hari yang sama, di sekolah kami diwajibkan memakai pakaian Local Brand. Belum cukup, ditambah dengan adanya sesi pemotretan untuk Buku Tahunan yang mewajibkan kami memakai kostum favorit (kebayang donk gembolan yang kami bawa seperti apa.)

Last but not least, Setelah school hours, Professional Development about Teamwork and Meeting for Field Trip pun sudah menanti. What an unpredictable full day.

Alhasil, rencana kami pun terbang jauh out of the window. Kami pun tak sempat touch up apalagi dress up. We just hope, we can get out of the school ASAP. Not to mention, saya lapar tingkat dewa.

Anyway, Allah Maha Baik. Kami langsung dapat Taxi (biasanya kalau almost weekend gini susah dapetnya) dan lalu-lintas tidak sepadat biasanya. Sampai di lokasi, kami bertemu dengan mama yang memang sudah sampai di JCC.

Dengan penampilan yang seadanya dan tampang lusuh tak terkira, kami pun dengan FULL CONFIDENCE memasuki venue IFW 2015. Sambil menengok jam di tangan, kami melangkahkan kaki secepat kilat menuju Main Stage which is quite far from the front gate. Sampai di sana, eng ing eng, waktu Fashion Show mundur lebih kurang 1 jam.

Sejam menunggu (lumayan untuk bernarsis ria, either selfie or wefie or candid shot) akhirnya, fashion show dimulai juga. The gate is open. Penuh, sampai-sampai dorong-dorongan sudah seperti mau menonton konser saja. Seperti takut tidak kebagian tempat duduk.

IFW 2015 - day 2 (1)

Finally, the show started.

The Executive x Hannie Hananto

Sepertinya, koleksi Hannie Hananto ini cocok sekali dengan image The Executive yang dikenal luas sebagai brand untuk “orang kantoran.’ Saat satu-persatu peragawati berlenggak-lenggok di atas runway, saya benar-benar bisa membayangkan kalau busana itu dipakai bekerja, baik kalangan eksekutif muda maupun pekerja kantoran biasa.

Ciri khas Hannie Hananto (beliau berlatar belakang arsitek) adalah monochrome, black and white, bold, and clean cut. Benar-benar elegan dan sophisticated. I can even imagine myself wearing one of those clothes.

Definitely my favorite. (Photo credit: www.tribunnews.com)

(Photo credit: http://tribunnews.com)

The Executive x Ria Miranda

IFW 2015 - day 2 (9)

Warna-warna pastel dan feminim yang terkesan shabbychic memang menjadi signature dari Ria Miranda. Tidak terkecuali dengan koleksinya kali ini.

Suka sekali dengan earthy feeling dari koleksi Ria Miranda with The Executive.

The Executive x Jenahara

IFW 2015 - day 2 (10)

Koleksi jenahara yang terkenal muda dan edgy juga terlihat dalam koleksinya untuk The Executive. Saya bisa membayangkan para wanita muda, pekerja, yang ingin tampil muda, dinamis, dan stylish tapi tetap professional memakai busana karya Jenahara ini.

(Photo credit: http://tribunnews.com)

Setelah acara selesai, kami pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berfoto di atas runway. Sayang sekali kami tidak sempat menyelamati ketiga desainer kebanggaan dunia muslim Indonesia tersebut. Walaupun akhirnya ketemu juga di booth mereka masing-masing.

Kalau ditanya koleksi siapa yang paling membekas di hati saya. Jujur, no offense (ini cuma masalah preferensi tiap orang yang beda saja), saya super in love with Hannie Hananto collection.

I mean, I can imagine myself wearing those clothes, walk around the office, proudly, fierce, and act like a boss. Although, Ria Miranda and Jenahara will be best fitted also in another kind of office and another occasion.

Lastly, I am wondering if all these collection will be available in The Executive store around Indonesia. I should really save some money to grab one of those in the near future.

Bentuk garis Leher

Seringkali kita melihat pakaian dengan berbagai bentuk garis leher. Secara umum, kita mungkin hanya mengenal garis leher U atau V. Misalnya, ketika mau membeli baju, ada yang berkomentar, “eh, kamu kan gendut terus lehernya pendek, mendingan pake yang lehernya bentuk V supaya kesannya ga terlalu gemuk dan lehernya lebih jenjang.” ¬†Nah, kali ini saya mau sedikit sharing tentang garis leher.

Garis leher itu ada berbagai bentuk, yang saya tahu diantaranya adalah sebagai berikut:

  • garis leher bulat. Cocok untuk yang lehernya jenjang dan kurus.
  • garis leher U. Cocok untuk yang bahunya lebar.
  • garis leher perahu
  • garis leher decdette
  • garis leher sabrina. Cocok untuk yang bahunya sempit dan berleher pendek.
  • garis leher V. Cocok untuk orang gemuk dan berleher pendek.
  • garis leher segi empat
  • garis leher jantung hati
  • garis leher diamond
  • garis leher tapal kuda
  • garis leher seperti lubang kunci
  • garis leher bulat dengan variasi

Garis leher Sabrina

Garis leher Bulat

Garis leher Diamond

Garis leher Segi Empat

garis leher bentuk V

 

 

 

Ukuran Panjang Rok

Rok, salah satu pakaian yang menjadi favorit wanita * termasuk saya. *  Definisi rok menurut KBBI adalah baju perempuan bagian bawah. Rok itu sendiri ada berbagai jenisnya. Nah, bagi penggemar rok, tidak ada salahnya mengetahui jenis-jenis rok sebelum kita membeli atau bahkan membuat rok di penjahit. Kalau diliat dari Ukuran rok maka rok terbagi menjadi:

  • Rok Mikro. Rok yang panjangnya sampai batas pangkal paha.
  • Rok Mini. Rok yang panjangnya sampai pertengahan paha atau kira-kira 10 cm di atas lutut.
  • Rok Kini. Rok yang panjangnya sampai ke lutut.
  • Rok Midi. Rok yang ukuran panjangnya sampai pertengahan betis atau dibawah lutut.
  • Rok Maksi¬† atau maxi. Rok yang panjangnya hampir sampai ke mata kaki.
  • Rok Floor. Rok yang panjangnya sampai menyentuh lantai.

Berikut ini contoh dari jenis rok berdasarkan ukuran. Rok-rok nan indah ini dipakai sangat sempurna oleh salah satu fashion blogger favorit saya, Mayo wo (kecuali untuk gambar rok mikro dan rok floor).

Rok Mikro

Rok Mini

Rok Kini

Rok Midi

Rok Maksi

Rok Floor

Mengenal Bentuk Siluet

“Siluet itu apa ya?” beberapa orang seringkali menanyakan hal itu pada saya. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), si¬∑lu¬∑et /silu√©t/ n¬† adalah gambar bentuk menyeluruh secara blok, biasanya berwarna gelap. Kalau dalam dunia jahit-menjahit, Siluet didefinisikan sebagai bentuk luar sebuah pakaian secara umum. Contoh mudahnya adalah, jika kita melihat seseorang memakai suatu baju atau gaun, dari kejahuan akan terlihat bentuk siluetnya. Apakah siluetnya seperti huruf A, huruf H, atau siluet S dll.

Apa saja sih yang memengaruhi bentuk siluet:

  • lebar atau tinggi pakaian,
  • model pakaian, dan
  • jenis bahan

Jenis siluet yang saya ketahui:

  • Siluet A. Bentuknya sepeti huruf A. Biasanya menyempit di bagian atas dan semakin melebar ke bagian bawah. Siluet A biasanya cocok untuk semua orang, karena siluet ini memberi kesan mengecilkan bagian dada dan pinggang.
  • Siluet H atau siluet tabung. Bentuknya lurus seperti huruf H. Lebar dari bagian atas hingga ke bawah, atau sebaliknya, sempit dari bagian atas hingga ke bawah. Siluet H biasanya cocok untuk gamis atau baju muslim, karena siluet ini tidak menonjolkan bentuk tubuh pemakainya.
  • Siluet S. Seperti huruf S, menggembung di bagian atas dan bawah, dengan pinggang yang kecil (sempit di bagian tengah). Siluet ini bisa dibilang membuat kita tampil seksi.
  • Bustle Siluet. Siluet yang menonjolkan bagian belakang atau panggul. Biasanya siluet ini akan lebih jelas terlihat kalau kita melihat pakaian dari bagian samping. Siluet ini biasanya lebih sering terlihat di baju pernikahan atau pesta ballroom.

Bustle Siluet. Gaun Scarlett O’Hara dalam film Gone with the wind (salah satu film favorit saya)

Siluet A

Siluet H

Siluet S

Swarovski Bracelets

Found it! My long lost bracelet.

I remember made this bracelets looooong time ago. Me and mom went to brother land (Tanah Abang). the biggest textile market in Southeast Asia. There, we accidentally run into this cute shop. A shop in 7th floor with lots of beads, lace, etc. I eagerly came into the shop and felt like I’m in heaven. Yup, you hear me right, a heaven. Kinds of heaven for someone who love accessories or some DIY stuff like me. Any kind of beads is officially there. After a looong time exploring the shop, finally decided to buy some swarovski beads and made myself some bracelet. Just a a simple bracelets like you all can see in the pic. It’s amazing how the beads never lost its sparks after all those years.

 

The Infamous Rainbow Loom

Siapa sih yang tidak kenal rainbow loom?

Mainan yang paling “in” saat ini. Mulai dari yang original, grade ori, kw super, sampai kw biasa pun ada. Saking terkenalnya mainan ini. Wajar saja, mengingat Rainbow Loom yang mendapat award alias penghargaan sebagai 2014 Toys of The Year. Amazing bukan.

Bagi saya pribadi, permainan rainbow loom ini sangat edukatif. Why?

1. Kreatif. Siapapun yang menggunakan mainan ini dituntut untuk kreatif. Meskipun ada instruksi bagaimana memainkannya (misalnya membuat gelang), tapi bisa jadi kita berkreasi sendiri untuk membuat model gelang yang lain.

2. Sabar. Dijamin butuh kesabaran setiap kali ingin membuat sesuatu dengan rainbow loom ini. Dikarenakan menggunakan loom yang ukurannya sangat kecil.

3. Teliti. Dibutuhkan ketelitian. Jika kita tidak teliti, bisa saja ada bagian yang “miss” alias kelewat.

4. Mengasah fine-motor skill. Dibutuhkan koordinasi otot-otot halus yang ada di kedua tangan, jari, serta mata.

5. Patterns atau pola. Anak-anak bisa belajar mengenali dan membuat pola. Pola merupakan dasar dari matematika. Sehingga nantinya anak-anak terbiasa dengan pola, misalnya dalam bilangan.

6. Bisnis atau proses jual-beli. Biasanya, anak-anak yang usianya remaja mulai tertarik untuk menjual hasil karya rainbow loom mereka.

7. Fokus atau konsentrasi. Untuk membuat 1 saja gelang dari rainbow loom ini, dibutuhkan konsentrasi agar pola yang dibuat sesuai dengan yang kita inginkan. Anak-anak terlatih untuk stay, bertahan di satu kegiatan untuk beberapa lama.

8. dan masih banyak lagi.

Seumpama ada dari kalian yang belum tahu rainbow loom ini. Bisa cek website resminya dengan menge-klik www.rainbowloom.com kalau mau beli pun, disini aja jadi terjamin keasliannya.

Nah, kalau yang dibawah ini adalah rainbow loom saya. Sukaaa banget. Pertama kali memakai bracelet ini, langsung menarik perhatian anak murid saya. Mulai dari yang memuji, bertanya di mana belinya, bagaimana membuatnya, sampai ada juga yang mengenali semua warna dan bahkan mengenali adanya pola di bracelet saya. And for your info, murid saya masih balita (4-5 tahun).

 

Name Bracelet

Name bracelet. It is really one of a kind, customized. Many of us wore bracelets with our initial name or whole name on it. The materials being used also variate, from leather, rubber, silver, chopper, or even gold. I really wanted to have this kind of bracelets since long time ago * as far as I remember, I once had a necklace with my initial letter names as the charm. *

So, when I got the chance to have it * and thanks God I left some money in my saving,* I just ordered it without second thought. And gladly it turns out as I want. Lovely.

Oh, btw, that white ‘flower’ I was holding was a part of the bride flower bouquet. I was trying to catch the whole bouquet back then, fortunately only got some part of it. Lucky me. Am I?

Anchor Junkie Bracelet

nenek moyangku orang pelaut
gemar mengarung luas samudra
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa

Setidaknya, itulah sebagian lirik lagu yang saya ingat dari bagian masa kecil saya. Saat itu saya begitu percaya bahwa nenek moyang saya seorang pelaut * sampe-sampe saya ingin jadi pelaut juga. * Lagu itu juga yang kerap saya gumamkan setiap kali saya lihat jangkar. Entah dalam bentuk gambar, mainan, atau charm.

Seperti di gelang saya yang satu ini. Begitu melihat ada anchor charm alias jangkarnya, aaah, langsung jatuh hati * tambahan harganya cukup terjangkau kantong saya.* Ditambah sama warna talinya yang haru biru, semakin cocok rasanya. saya merasa bak seorang pelaut beneran. Tiba-tiba, sesaat setelah memakai gelang ini, saya merasa berada di atas sebuah kapal layar besar lengkap dengan kostum pelaut saya * lebaaayy. *

Anyway, I like anchor, I like blue, I like ocean and anything related to it. I guess that’s why I keep on attracted with anything with anchor on it. This bracelet is one of the proof. This called Anchor Junkie Bracelet from missbigjillacc.

And believe me, I am not the only one who like this bracelets. This famous fashion blogger, Anastasia Siantar also wore this one. Awesome isn’t it alias cool alias keyeeeen….

Marine Pink Bracelet

  • So I really really love arm candy. Whether they made of chains, beads, leather, plastic, rubber, strings, or charms. Love them all. Sometimes, I just ad this ‘love at first sight’ with some of my arms candies. The one that made me think, “aaahh, its so beautiful. aaaaah… it’s so unique.” So I often ended up buying them or asked someone to buy it for me as a gift * works everytime back then :p * But, I still had my conscious to keep the price low. At least they are still inside the range that I could afford.

Here is one of my favorites. A beautiful charm bracelet from missbigjill called Marine Bracelet. This is called Marine Blue Bracelet. Actually they had 3 different color for this seri. They are blue, white, and pink. But I guess, they are sold out.

And I am so happy that I had one since it is sold out now. Eventhough would eagerly buy the other color when they restock * how I wish. *

The bracelets is made of gold chain, some charms related to marine, and a small cute bow. Somehow it make me feel tough with a little bit sense of girly * well, it’s marine and it is on pink. *

Anyway, do you know why it is called charms bracelets? Well, according to wikipedia, A charm bracelet is an item of jewellery worn around the wrist. It carries personal “charms”: decorative pendants or trinkets which signify important things in the wearer’s life. Oooh, I love this idea, it make the bracelets more personal and has more meanings.

* I’m thinking now, hm… important things in my life related to marine… I do love ocean, snorkeling, or just looking at the sea itself. But I do have beautiful memories with my late dad which is when he took me to a ship called Rajabasa. There, he befriend with the captain, and he let me in to the ship control room. What an experience for younger me.*

A long time ago, the wearing of charms may have begun as a form of amulet to ward off evil spirits or bad luck. * I guess some of us still believe in those until now. By wearing it, we felt, shooo shooo shoo go away evil, go away bad luck. Although me myself don’t believe in such things *

At the end, go visit their account and do like their collections. You will definitely won’t regret it.

Nerdmob Bracelets

I do love bracelets.

As far as I know, I tend not wear accessories since I felt they don’t fit me much. But, with bracelets, It’s a different story. I love them to the max. Felt like something missing if I am not wearing them on my wrist.

One of the awesome bracelets I have is the awareness bracelets from NERDMOB Inc. | Dope Dept. It just a simple leather bracelets. But love the words that wrote on it. For me, I chose “DREAMER.” because I am indeed a dreamer. And I will put my dreams 5 cm in front of my eyes, so I can always remember my dreams and try to reach them.

And here is what we called arms candies. Can imagine myself wear all those bracelets. Yummy… * heee, it’s not food mel. wake up! *

And here is mine, wrapping my wrist nicely * and I have a big smile when I look at it. It somehow burst my spirit too. You know, for reaching out my dreams and make it into real, not just a dreams. *

2014-02-27-21-24-18_deco

It’s quite awesome if you ask me well, nobody asked thought. I guess I’m getting in love with Nerdmob bracelets or should I say getting addicted. Hmm, I guess the pick the right line then for their brand which is, “Nerd Goods would make you addicted like a drugs.” *¬†a little bit scary though, as if you couldn’t live with it if you don’t have them, just like drugs. Hahahaha, but it just some lines though, for marketing sake. *

So visit them if you are curious and get addicted like drugs:

[JFW 2014] Dewi Fashion Knights

This is the story of one awesome night in Jakarta Fashion Week 2014. A show that will last forever, at least in my own memory. It’s all about Goddes, Tales of The Goddes.

It was the last show in Jakarta Fashion Week 2014. So many people wee waiting for this show. How can’t they? There’ll be masterpiece of some of young and talented designer from Indonesia which is Oscar Lawalata, Bai Soemarlono, Toton Januar, Priyo Oktaviano, and the one and only Tex Saverio.

I was so lucky to be one of those who honored to see such an awesome and remarkable show. There, I got to see lots of designer, lots of models, and off course lots of beautiful clothes. I was impressed, by the atmosphere of the show that night.

The invitation to Dewi Fashion Knights (DFK)

When the show begins, everyone was stunned and silenced by the beauty of ‘Goddes’ which have been interpreted by all 5 designer. For me, it even started right after the master of ceremony, the stunningly gorgeous Sari Nila open the show.

Then the it starts. First, it was Optik Seis and followed by Oscar Lawalata with his collection “My Name is Andromeda.”

Bai Soemalono, a designer for Populo Batik with his batik collection.

Toton Januar with his collection “The Sulthan and The Mermaid Queen: Abyss.” And here is my favorite for the night, Priyo Oktaviano with his collection “Galore.” Love the music, the show, the fabric he used, all of them.

And last but not least is the magnificent young and talented Tex Saverio with his haute-couture collection “Exoskeleton.” I guess this is definitely something that Lady Gaga will love to wear.

Since that was my first time saw him, I’m quite surprised. He looks pretty much like a character in anime that comes to live. And since I love anime, off course I’ll love him too, well, I mean his collection.

jakarta fashion week 2014 - 13

I Heart Fleur from Massicot

I heart Fleur.

What is Fleur? Fleur A is the name of the necklace pendulum that I wore that day. Fleur is a feminine given name in French, English and other languages. It means “flower” in French.

It is a beautiful and unique pendulum I got from Massicot. Massicot is a jewerly brand from Indonesia which founded by Amanda Matsuri and Ramdhan Muhammad. What I love about Massicot is that each pendulum (stone) does not have the same visual. And it always one of a kind.

I hardly get one of their stones, cause it always sold out in a couple of minutes. Their exclusive design, their unique name, their packaging and their hospitality to the customer made Massicot a must have item.

So, that day, my outfit felt like Indonesia lover. With the scarf from Dian Pelangi (a fashion designer from Indonesia), Batik skirt (definitely from Indonesia), and Necklace from Massicot (also from Indonesia). Owh, how much I ‘m proud to be Indonesian.