Tentang Social Media: Antara Benci dan Cinta

Pertanyaan kelima dari 30 pertanyaan yang harus saya jawab di #BPN30daysblogchallenge2018 ini.

Kalau bicara tentang social media atau media sosial alias medsos, agak dilema bagi saya.

I have some kind of hate and love relationship with social media. Bisa dibilang, hubungan saya dan medsos ini antara benci dan cinta, cinta dan benci, begitu seterusnya.

Sejak internet mudah sekali diakses dan dimulainya era digital, medsos pun merajalela. Dalam artian, banyak platform medsos yang bisa saya pilih dan pergunakan.

Sebut saja friendster yang jadul banget, twitter, facebook, tumblr, path, pinterest, line, wa, linkedin, instagram, vingle, lookbook, dan banyak lainnya.

Dan jujur, semuanya pernah saya coba.

Maklum saya ini penasaran dan pernah juga punya banyak waktu luang alias pengangguran. Di sela-sela masa pencarian karier, medsos pun menjadi mainan sehari-hari.

Sejak mengenal dan bermain dengannyalah muncul rasa.

Cinta, pada awalnya. Bisa nambah teman, terkoneksi dengan teman lama atau yang jauh lokasinya, nambah banyak sekali pengetahuan, nambah kosa kata khas obrolan di medsos, juga nambah pengetahuan baru.

Lama-kelamaan, layaknya seleksi alam, satu-persatu medsos yang saya gunakan pun hilang. Ada yang memang hilang karena kalah pamor, ada yang memang sengaja saya hilangkan dari kehidupan saya.

Kemudian muncul rasa benci, karena saya merasa kalau medsos mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Kesel rasanya melihat orang disebelah atau didepan saya sibuk dengan medsos di handphone nya.

Sungguh, saya merindukan masa dimana ketika berkumpul, saling bersenda gurau, bercakap-cakap, tertawa, dan saling menatap.

Kembali cinta, karena medsos membuka mata saya akan luasnya dunia, keindahan dan kejelekannya. Medsos membuat saya bisa merengkuh dunia dan menghubungkan saya ke seluruh belahan benua, selama internet itu ada.

Benci lagi, karena medsos membuat saya seakan kecanduan. Tidak ada hari dimana saya tidak menyelipkan sedikit waktu saya mengintip medsos melalui hp.

Cinta lagi, karena medsos bisa saya gunakan untuk menyebarkan banyak kebaikan melalui berbagai media.

Benci lagi, saat saya hampir selalu disuguhi berita negatif, hoax, dan postingan yang sama sekali tidak membangun.

Begitu seterusnya, kadang cinta kadang benci, kadang benci kadang cinta.

Tapi, tidak mengapa.

Kalau hanya cinta saja, maka lama-kelamaan medsos akan menjerat kuat hidup kita, tak akan bisa hidup tanpanya.

Kalau hanya benci saja, maka kita akan tertinggal dan lama-lama tergilas jaman.

Karena diakui atau tidak, dipungkiri atau tidak, mau atau tidak mau, di era digital sekarang ini, medsos tidak akan pernah bisa lepas dan dipisahkan dari kehidupan kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s