Kenapa menulis Blog?

Pertanyaan pertama dari 30 pertanyaan yang harus saya jawab di #BPN30daysblogchallenge2018 ini.

Kenapa ya saya menulis blog? Jawabannya sederhana, meskipun kedengeran klise, “ya karena saya suka nulis.”

Dari kecil, saya sudah terbiasa melihat orang tua menulis dan membaca. Ortu pun kala itu sering membelikan saya buku kecil semacam diary. Yang dulu katanya buat nulis apa aja terserah.

Jadi kayanya, dari situlah cikal bakal saya suka nulis sampai sekarang.

Lalu kenapa blog?

Kenapa ga nulis diary aja macam jaman ABG dulu atau nulis buku sekalian biar keren?

Nulis diary udah pernah, pada masa dimana komputer belom merajalela dan saya masih buta internet.

Nulis buku? Ngeri banget kedengerannya. Ilmu saya masih jauh untuk bisa nulis buku.

Terlebih lagi saya pernah bekerja sebagai seorang editor buku. Disitulah mata saya terbuka lebar, baru menyadari betapa proses membuat sebuah tulisan menjadi sebuah buku itu sungguh ga bisa dipandang sebelah mata. Amanah banget bagi saya untuk menulis sebuah buku yang kelak dibaca banyak orang. Jadi, menulis buku sepertinya masih jauh dari jangkauan saya, meskipun keinginan itu ada.

Lalu kenapa harus blog?

Karena saat itu saya baru kenal istilah blog dan lagi seneng-senengnya surfing di dunia maya. Baca-baca blog orang kesana-kemari, dan kepikiranlah “Enak kali ya punya blog. Buat tulis-tulis apa aja, semacam rekam jejak alias diary digital.”

Maklum aja, saya ini orangnya pelupa, jadi nulis blog semacam upaya saya buat nyimpen semua kenangan saya. Plus, mengetik dengan komputer jauh lebih mudah daripada harus mengetik dengan mesin tik atau bahkan menulis di atas kertas. Less energy needed. Sama sekali ga terlintas yang namanya jadi blogger terkenal, influencer, atau lainnya. Sama sekali ga kepikiran mengenai traffic, statistik, dan lainnya. Murni cuma karena pengen nulis.

Maka, mulailah perjalanan nge-Blog saya. Beberapa platform nge-Blog sudah jadi bahan eksperimen saya. Mulai dari blogspot, multiply, tumblr, vingle, dan banyak lainnya. Sampai akhirnya pilihan terakhir jatuh ke wordpress.com hingga hari ini.

Awalnya, nulis blog buat semacam terapi diri sendiri. Buat ngelepas segala carut marut yang ada di pikiran saya. Keluh kesah, cerita unfaedah yang ga ada manfaatnya pun pernah saya tulis. Kalo aja dulu sebutan anak alay sudah ada, Maka bisa dipastikan saya salah satunya. I was, I’ve been there, done that.

Lama kelamaan, ketika saya baca tulisan-tulisan saya ke belakang, mulailah rasa malu sekaligus ngerasa lucu itu timbul. Oh my goodness. “Apaan sih ini yang gue tulis” pikir saya kala itu. Tapi lucu juga, karena saya ngerasa dari tulisan di blog, sedikit demi sedikit saya bisa mellihat perjalanan pemikiran saya. Betapa saya terus bertumbuh, dari post demi post, hari demi hari, tahun ke tahun. Benar-benar sebuah rekam jejak.

Sekarang, mulai terpikir, kapan ya tiba hari dimana saya menjadi seorang blogger profesional. Walaupun saat ini baru sebatas niat aja. Masih banyak yang perlu dipelajari. Masih banyak yang perlu “dicuri” ilmu blogging-nya. Masih banyak keberanian yang perlu dikumpulin. Masih banyak lagi…

Sampai hari itu tiba, kalau masih ada orang yang tanya, “Kenapa sih elo nge-blog? Jawaban saya pun masih sama sederhana dan klisenya, “Ya karena gue suka nulis.”

1 thought on “Kenapa menulis Blog?

  1. Pingback: Kenapa Nama Blognya “A Transient Wanderer”? |

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s