The Packer Lodge Yogyakarta

Sesampainya di Stasiun Tugu, Yogyakarta dari Stasiun Solo Balapan, kami langsung mengandalkan google maps untuk mencapai lokasi The Packer Lodge Yogyakarta (Terima kasih Mitha sudah booking hostel ini untuk kami).

Konon katanya, hostel ini (The Packer Lodge Yogyakarta) merupakan salah satu hostel terbaik pilihan backpacker lokal dan internasional. Jadi, kami sedikit penasaran bagaimana rasanya menginap di hostel ini.

Beruntungnya kami, hostel ini dekat dari stasiun dan bisa dijangkau hanya dengan berjalan kaki. Ditambah lagi, lokasinya yang dekat dengan Jl. Malioboro yang terkenal seantero jagad raya itu. Jalan kaki pun menjadi pilihan yang terbaik, sambil menikmati pemandangan malam di sepanjang jalan Malioboro.

Dan saya pun tertegun. Entah sudah berapa lama sejak terakhir kali saya berada di jalan ini. Dan sungguh sangat amat berubah. Sangat padat dan ramai dengan lalu-lalang orang.(untung saya pernah merasakan Malioboro yang tidak terlalu ramai dan masih terasa sekali nuansa tradisionalnya).

Tak lama kemudian, The Packer Lodge Yogyakarta tepat berada di hadapan kami. Tampak sederhana dan minimalis. Benar-benar mencirikan hostel para backpacker.

Memasuki hostel, saya langsung jatuh cinta dengan tempat ini. Tampak minimalis dan sangat bersih disertai pelayanan yang sangat ramah.

Mengingat malam yang semakin larut dan mata yang sudah mulai meredup, ingin rasanya saya segera menuju ke kamar dan merebahkan diri untuk sekadar meluruskan badan.

Dan, inilah kamar kami. And I must say, I love it!!!

Hanya saja, berhati-hatilah kalau kita dapat tempat tidur yang posisinya di atas.  Pastikan kalau kita sudah benar-benar segar dan melek 100% baru turun ke bawah. Salah-salah atau lupa atau masih mengantuk sekali, kita bisa terjatuh.

Hostel ini patut saya acungi jempol 2. Karena apa? Karena membuat saya merasa seperti di rumah sendiri atau seperti anak kos.

Ditambah lagi dengan bersihnya area hostel, mulai dari front office, dapur, kamar, hingga kamar mandi (padahal ini kamar mandinya bareng-bareng dengan tamu lainnya). Sangat bersih. Dan bagi saya, kebersihan adalah yang paling utama, terutama kebersihan kamar mandi.

Jadi, saya pasti tidak segan untuk kembali menginap di hostel ini suatu saat nanti.

A very recommended one.

Sayangnya, kami hanya sempat menginap satu malam. Bahkan tidak bisa disebut satu malam juga, karena kami baru tidur jam 12 malam dan bangun jam 3 pagi untuk mengejar sunrise di Punthuk Setumbu.

 

 

 

Advertisements

One thought on “The Packer Lodge Yogyakarta

  1. Pingback: Mengagumi Sunrise di Bukit Punthuk Setumbu | A Transient Wanderer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s