Sejenak di Stasiun Solo Balapan

Salah satu stasiun yang paling terkenal seantero Indonesia adalah Stasiun Solo Balapan. Nama stasiun ini semakin terkenal ketika Didi Kempot menyanyikan lagu campur sari berjudul setasiun balapan.

Saya pun, ketika menjejakkan kaki di stasiun ini, spontan bersenandung, “Nang setasiun balapan, kuto solo sing dadi kenangan… kowe karo aku…” Ah… mendadak darah Jawa saya membuncah dan kemampuan berbahasa Jawa saya yang pas-pasan ini menjadi kebanggaan tersendiri.

Sambil menunggu kereta yang akan membawa kami ke Yogyakarta, saya pun sempat berkeliling dan mengagumi stasiun ini.

Lama kemudian, kereta kami tiba di stasiun dan siap membawa kami ke perjalanan selanjutnya.

Dan bahagianya kami, karena kereta kami tampak lengang alias kosong. Serasa 1 gerbong milik sendiri. Tetapi sungguh disayangkan, durasi perjalanan dengan kereta ini sangatlah singkat (kurang dari 2 jam).

Yogyakarta! Here we come!

Advertisements

One thought on “Sejenak di Stasiun Solo Balapan

  1. Pingback: The Packer Lodge Yogyakarta | A Transient Wanderer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s