Menjejakkan Kaki di Pulau Kiluan

Sepulang dari perjalanan yang tak terlupakan ke dan dari Pantai Pegadungan Gigi Hiu atau Batu Layar, kami pun berisitirahat sejenak dan menyantap makan siang.

Sungguh, rasanya bak mimpi. Muncul rasa tidak percaya atas apa yang kami lalui dan saksikan beberapa jam ke belakang. “Beneran yah tadi ke Gigi Hiu? Beneran ya naik motor melalui jalan ga jelas itu?” terbersit dalam pikiran saya.

Kalau saja saat itu saya tidak menatap pilu namun penuh ikhlas ke HP dan kamera yang terbujur kaku di kedua tangan saya, perjalanan ke Gigi Hiu rasanya seperti mimpi saja. Seakan tidak pernah terjadi.

Sambil menyantap makan siang, rasa sedih dan kecewa kami kemarin sudah lenyap tak bersisa. Bahkan kami merasa tak akan ada lagi rasa kecewa jikalau cuaca menghadang dan membuat kami tidak bisa kemana-mana di sisa waktu kami di Teluk Kiluan.

Tapi Allah Maha Baik, disimpannya berkah hujan dari Teluk Kiluan untuk sementara.

Lepas Makan siang, kami pun bergegas menaiki Jukung (kapal tradisional nelayan Teluk Kiluan) menuju Pulau Kiluan. Semangat untuk menjejakkan kaki di pulau yang tampak indah dari kejauhan itu dan tak sabar untuk snorkeling di sekitaran pulau.

Mengingat jaraknya yang dekat, jukung yang biasanya dinaiki 2-3 orang pun mendadak jadi penuh sesak karena berisi 8 orang. Untungnya kami semua bertubuh ‘mungil dan singset.’

Sesampainya di Pulau Kiluan, jernihnya air laut dan halusnya pasir pantai menyambut kaki kami.

Indah, sungguh Indah.

img_20161005_162429 20161003_15561820161003_155631Apalagi, hanya kami ber-7 yang ada di pulau ini. A privat island just for us.

Berjalan di sepanjang garis pantai di atas pasir putih yang sangat halus dan sesekali ombak menyapu kedua kaki ditambah dengan terpaan angin laut yang dengan manjanya menyentuh setiap senti kulit kami. What an amazing feeling.

img-20161004-wa0261img-20161004-wa0264img-20161004-wa0273Tak lama kemudian, kami menyempatkan diri untuk snorkeling di sekitar pulau. Ombak yang cukup besar menyulitkan kami untuk menikmati keindahan bawah laut Pantai Pulau Kiluan. Namun saya cukup beruntung karena menjadi saya satu-satunya yang masih sempat melihat keindahan bawah laut sebelum ombak semakin besar dan hujan deras datang mengguyur.

Dingin.

Untunglah di Pulau Kiluan ini ada homestay dan juga warung yang dijaga oleh 1 orang saja. Ketika akhirnya sang penjaga datang bersama dengan kapten kapal kami. Kami pun berbahagia.

Semakin bahagia ketika Ia mengatakan bahwa kami bisa membeli dan menikmati semangkuk Indomie berkuah panas dengan telur dan cabe rawit sebagai toppingnya. Mulailah kami mengumpulkan recehan dari berbagai sempilan.

Maklum, kami sungguh tidak berencana mengindomie di pulau seindah ini. Siapa juga yang menyangka akan ada warung di pulau kecil dan terpencil ini. Maka membawa uang tidak masuk dalam daftar bawaan kami.

Disinilah kami pertama kalinya menikmati makan indomie kuah dengan telur, namun telurnya diceplok ditambah taburan irisan cabe rawit.

Dengan kondisi seluruh tubuh basah dan air menetes dari ujung pakaian kami, ditemani suara gemericik hujan, nyanyian burung dalam sangkar, deburan ombak dari sisi lain pulau, maka semangkuk indomie berkuah panas merupakan kenikmatan yang tiada tara. Apalagi ketika Wawan membawakan senampan gelas berisi the manis panas. Alhamdulillah.

“Maka, Nikmat Tuhan mana lagikah yang kau dustakan?”

20161003_17552220161003_17555920161003_175553Dan petualangan kami kali ini pun diakhiri dengan menyaksikan sisa-sisa sunset di kejauhan.
img_20161005_164316img-20161004-wa0140

Advertisements

2 thoughts on “Menjejakkan Kaki di Pulau Kiluan

  1. Pingback: Melepas Kepenatan di Pulau Kelagian Lunik | A Transient Wanderer

  2. Pingback: Lumba-lumba Teluk kiluan, Dimanakah kalian? | "A Transient Wanderer"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s