Mengenal Danau Toba

Setelah mengunjungi Danau Toba, terbersit keinginan saya untuk mengenal lebih jauh mengenai danau ini. Ternyata selain kisah nyata alias sejarah terbentuknya danau ini, ada juga cerita rakyat (legenda) mengenai danau ini yang bisa dibaca di ceritarakyatnusantara.com.

danau toba trip 2016 (69)danau toba trip 2016 (68)

Sekilas mengenai Danau Toba

Dilihat dari proses pembentukannya, Danau Toba tergolong danau vulkano-tektonik.

Menurut pusat Limnologi LIPI, Luas permukaan air Danau Toba adalah 1.124 km2. Luas daratan DTA (Daerah Tangkapan Air) adalah 2.486 km2. Permukaan danau berada pada ketinggian 903 m dpl (di atas permukaan laut). Panjang maksimumnya kurang lebih 50 km dan lebar maksimumnya sekitar 27 km. Danau Toba adalah danau terbesar di Indonesia  dan di Asia Tenggara.

Karakteristik morfologi (tampak luar) dasar Danau Toba yang membentang dari barat-laut ke tenggara membentuk dua cekungan besar yakni cekungan utara dan cekungan selatan yang dipisahkan oleh adanya Pulau Samosir.

Kedalaman maksimum Danau Toba adalah 508 m (yang merupakan danau terdalam ke-9 di dunia) terdapat di cekungan utara, sedangkan di cekungan selatan kedalaman maksimumnya mencapai 420 m. Kedalaman rata-ratanya adalah 228 m.

Volume air keseluruhan danau diperkirakan 256,2 km3.

Di tengah Danau Toba terdapat Pulau Samosir dengan luas 630 km2, yang merupakan pulau terbesar di dunia yang berada di dalam suatu pulau.

Berdasarkan data dari Badan Pelaksana Kordinasi Pengelolaan Ekosistem Kawasan Danau Toba, dalam wilayah DTA Danau Toba terdapat 205 sungai yang bermuara ke Danau Toba. Dari daratan Sumatra terdapat 142 sungai sedangkan Daratan Samosir menyumbang 63 sungai.

Sementara itu satu-satunya pintu keluar (outlet) air dari Danau Toba hanyalah melalui Sungai (Sei) Asahan yang bermuara di pantai timur Sumatra.

danau toba trip 2016 (4) danau toba trip 2016 (5) danau toba trip 2016 (3)

danau toba trip 2016 (20)Sejarah Terbentuknya Danau Toba

Sejarah Danau Toba dimulai sekitar 75.000 tahun lalu, yang dari sudut geologi masih termasuk baru (recent). Sesar Semangko yang dalam, mendorong magma (molten material) mencuat ke permukaan bumi. Hal ini menimbulkan tekanan yang sangat besar yang membentuk gunung api maha besar (super volcano) yang dikenal sebagai Tumor Batak.

Kemudian gunung api raksasa ini mengalami erupsi dahsyat. Sekitar 1.500 hingga 2.000 km3 material dimuntahkan. Dengan sedemikian banyaknya material yang dimuntahkan dari kantong magma, puncak gunung api itupun runtuh dan membentuk danau kawah.

Beberapa seri erupsi lebih kecil menyusul kemudian yang membentuk gunung api kedua di dalam kawah, dan ketika ini pun kemudian runtuh, gunung api itu pun terpecah menjadi dua bagian, yang sebelah barat membentuk Pulau Samosir, dan lereng sebelah timur kemudian membentuk semenanjung antara Parapat dan Porsea. Erupsi kedua itu terjadi sekitar 30.000 tahun lalu.

Kejadian erupsi Gunung Toba purba itu dinyatakan sebagai erupsi gunung berapi terdahsyat di bumi yang pernah diketahui. Debu yang disemburkan pada kejadian erupsi menyebar ke seluruh bumi. Ketebalan debu yang mengendap di India mencapai 15 cm dan di sebagian Malaysia bahkan mencapai ketebalan 9 m.

Bumi yang bertahun-tahun diliputi debu 3,5 oC. Bencana ini dinyatakan sebagai penyebab terjadinya zaman es.

Tak hanya dipengaruhi oleh aktivitas vulkanik dari dapur magma, Danau Toba ternyata juga sangat dipengaruhi oleh kegiatan tektonik yang mengimpitnya, sehingga kalangan geology menyebutnya sebagai danau vulkano-tektonik.

20160712_113321 danau toba trip 2016 (64) danau toba trip 2016 (59) danau toba trip 2016 (58) danau toba trip 2016 (50) danau toba trip 2016 (30)

 

Sumber :

tulisan: Penelitian mengenai danau toba dari Limnologi LIPI

foto: pribadi

14 thoughts on “Mengenal Danau Toba

  1. Pingback: Shades of Peach | "A Transient Wanderer"

  2. Pingback: Dari Silangit ke Danau Toba, Sumatera Utara | "A Transient Wanderer"

  3. Pingback: Menikmati Keindahan Danau Toba dari Tugu Toga Aritonang | "A Transient Wanderer"

  4. Pingback: Sejuknya Air Terjun Janji (Waterfall of Janji) | "A Transient Wanderer"

  5. Pingback: Sejarah Huta Siallagan dan Boneka Sigale-gale di Pulau Samosir | "A Transient Wanderer"

  6. Pingback: Places to Stay in Danau Toba: Sentosa Lake Resort | my30uplife

  7. Pingback: Shades of Peach | my30uplife

  8. Pingback: Air Terjun Situmurun atau Air Terjun Binangalom | my30uplife

  9. Pingback: Sejarah Huta Siallagan dan Boneka Sigale-gale di Pulau Samosir | my30uplife

  10. Pingback: Dari Silangit ke Danau Toba, Sumatera Utara | my30uplife

  11. Pingback: Serunya Bermain Banana Boat di Danau Toba | my30uplife

  12. Pingback: Sejuknya Air Terjun Janji (Waterfall of Janji) | my30uplife

  13. Pingback: Menikmati Keindahan Danau Toba dari Tugu Toga Aritonang | my30uplife

  14. Pingback: Places to Stay in Danau Toba: Sentosa Lake Resort | my30uplife

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s