Cara Mengurus SIM yang Hilang

28 Desember 2015,

Melanjutkan perjuangan saya mengurus kartu-kartu yang hilang, SIM alias Surat Izin Mengemudi adalah nomor 2 yang krusial setelah KTP. Bagaimana tidak, saya tidak berani mengendarai si jagoan merah saya tanpa SIM di tangan.

Jadi, setelah selesai mengurus KTP, saya langsung meluncur menuju Serpong untuk Mengganti SIM yang hilang.

Ingat, pakai baju yang ‘pantas’. Untuk kaos, pakai yang berkerah dan pakai sepatu atau sepatu sandal. Dilarang keras pakai kaos oblong dan sandal jepit. Nanti kena tegur Pak Polisi dan disuruh pulang. nah lo.

Bagi saya yang berdomisili di Tangerang Selatan, saya sangat bersyukur dengan adanya kantor Satuan Administrasi Pelayanan SIM (Satpas) Polres Tangerang.

Alamat:

Pertigaan Jalan Raya Cisauk dan Jalan Raya Serpong, Tangerang Selatan.

Kantor ini bisa dicapai dengan menggunakan moda transportasi KRL alias commuter Line jurusan Tanah Abang-Serpong atau Tanah Abang-Maja. Dari stasiun Serpong, kita tinggal menyebrang jalan dan naik angkutan umum. Lokasinya tidak jauh dari stasiun, dengan membayar 3k sampai sudah kita di lokasi.

 

Yang harus dibawa:

  1. Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian (1 lembar).
  2. Fotokopi KTP atau dalam kasus saya, fotokopi surat keterangan KTP dalam proses (3 lembar).
  3. Fotokopi SIM yang hilang (1 lembar).
  4. KK (Kartu Keluarga) untuk kasus saya yang KTP-nya tidak ada (1 lembar fotokopi ). Tapi bawa saja untuk berjaga-jaga.
  5. Uang sebesar 175k.
  6. Pulpen (mengingat ada formulir yang harus kita isi).
  7. Handphone atau buku novel (untuk mengusir kebosanan karena menunggu antrian yang puanjang).
  8. Kipas, mengingat kantornya bisa dibilang tidak luas sementara peminatnya membludak * agak lebay sih, tapi seriusan panas banget. Penuh banget. Apalagi kalau musim liburan gini. bikin SIM udah kaya ngantri mau nonton konser artis kenamaan *

Yang harus dilakukan di Satpas:

1. Cek Kesehatan

Setelah berkas-berkas siap dan dijadikan 1 (bawa paper klip biar tidak tercecer), langsung saja masuk ke ruangan bagian cek kesehatan (ada tulisannya di pintu).

Berkasnya terdiri dari 1 lembar surat kehilangan, 1 lembar fotokopi SIM, I lembar fotokopi KK, 1 lembar fotokopi surat keterangan KTP)

Serahkan semua berkas ke petugas dan ia akan menanyakan perihal kesehatan, mulai dari tinggi badan dan berat badan dll.

Oleh karena saya tidak membuat SIM baru dan saya menyertakan fotokopi SIM yang hilang, cek kesehatan bisa dibilang merupakan formalitas saja.

Setelah itu, petugas akan mengembalikan berkas berikut hasil cek kesehatan. Berkas ini sudah diatur dan distaples sedemikian rupa oleh petugas, sehingga kita tidak perlu khawatir akan tercecer.

Biaya: 20k

2. Pembuatan kartu Asuransi Kecelakaan Diri Pengemudi (AKDP)

Keluar dari ruang cek kesehatan, langsung saja berikan berkas ke loket paling kiri, sebut saja loket 1 (ada 3 loket, namakan saja loket 1, 2, dan 3, secara berurutan).

Di sini, kita akan diminta 1 lembar fotokopi surat keterangan KTP (fotokopi KTP). Kemudian, berkas akan dikembalikan ke kita beserta dengan Kartu asuransi (AKDP).

Biaya: 30k

3. Registrasi Mengurus SIM yang Hilang (sama dengan perpanjangan SIM).

Lanjut ke loket 2. Serahkan berkas ke petugas berikut 1 lembar fotokopi surat keterangan KTP (fotokopi KTP). Saya tidak terlalu memperhatikan apa yang dilakukan petugas (mengingat penuh sesak).

Biaya: 75k

4. Pengambilan formulir pendaftaran.

Lanjut ke loket 3, kita akan diberikan berkas berikut formulir pendaftaran yang harus di isi. Disini saya dikenakan biaya 45k.

Bodohnya, saya tidak bertanya untuk apa biaya tersebut * yang kepikiran cuma cepat selesai, apalagi ruangannya panas dan penuh sesak. * Tapi saya positif thinking saja, mungkin karena saya pindah alamat, entahlah. Pas browsing2 setelah selesai, baru ngeh, untuk apa ya biaya tersebut.

5. Mengisi formulir pendaftaran.

Untuk mengisinya disediakan meja besar di luar kantor Satpas dengan tata cara pengisian yang jelas dan lengkap. Di sinilah pulpen yang kita bawa melakukan perannya * daripada susah-susah cari pinjeman *

6. Kembalikan berkas tersebut ke loket 3.

Tunggu hingga nama kita dipanggil petugas. Disinilah buku novel, handphone, dan kipas berperan besar. Lamanya menunggu tidak bisa diprediksi. Kalau beruntung, kita bisa mendapatkan kursi untuk duduk, kalau tidak, ya terpaksalah berdiri.

7. Proses Identifikasi.

Disini, kita tetap akan menunggu giliran, duduk harus sesuai urutan. Petugas akan memverifikasi data kita * penting untuk didengarkan, karena bisa jadi ada kesalahan. * Lanjut dengan merekam sidik jari jempol kanan dan kiri juga tanda tangan.

Terakhir, say cheese! Foto asal-asalan buat SIM * saya bilang asal-asalan karena kebayang donk ya penampakan wajah kita setelah melalui proses di atas dan menunggu lama. Belum lagi posisi kita saat difoto yang pastinya ga akan seindah kalo kita selfie. Belum lagi pada saat difoto ada puluhan mata memandang, aih aih. Belum lagi, proses foto yang begitu cepat (mungkin sekitar 1 detik) tanpa ada kesempatan untuk melihat hasilnya dan mengulangi *

8. Pengambilan SIM.

Finally, all is done. Kita tinggal keluar kantor kemudian menuju sebuah tempat * tepatnya sih di luar sebuah ruangan tepat di depan sebuah jendela * dan tunggu nama kita dipanggil. Ambil SIM yang baru dan TTD.

Pastikan semua data yang tertera di SIM adalah benar.

Supaya kalau ada kesalahan bisa langsung diperbaiki saat itu juga.

 

And yeay, we are done!

Tidak susah dan tidak ribet, masih terjangkau pula.

 

 

 

 

 

One thought on “Cara Mengurus SIM yang Hilang

  1. Pingback: Mengurus NPWP yang hilang | my30uplife

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s