Drive Safely

June 20, 2015

Bisa dibilang, saya adalah salah satu dari para pengendara motor yang ikut berjibaku dengan kemacetan yang melanda Jakarta, terutama pada jam-jam berangkat dan pulang kerja. Meskipun tidak setiap hari saya mengendarai motor, namun cukup rasanya untuk mengetahui bagaimana rasanya berada di jalanan, berburu jalan kosong, menyalip kesana-kemari sekadar untuk mempercepat waktu tempuh dari satu tempat ke tempat lainnya.

Jujur, saya tipe pengendara yang tidak terlalu berani, walaupun dibilang cukup berani juga. Saya masih perlu memikirkan 2 kali jika ingin menyalip kendaraan * terutama bis atau angkot yang terkenal sebagai raja jalanan. Yang terkadang pergerakan mobilnya sulit diprediksi * Saya masih menahan diri untuk tidak menyelip di antara jejeran 2 baris mobil. Dan saya masih menjaga kecepatan motor di tengah-tengah speedometer.

Saya tidak cukup berani, mempertaruhkan hidup saya…

Sejak saya mahir * ngaku aja saya mah mahir * mengendarai motor, saya baru merasakan, bahwasanya para pengendara motor layaknya orang yang sedang berjuang. Kesempatan kami untuk sampai di tempat tujuan dengan selamat, sama besarnya dengan kesempatan kami berakhir di kamar jenazah.

Saya pribadi, merasa, setiap kali memakai helm kesayangan saya dan menyalakan mesin motor, saya layaknya pejuang yang hendak berangkat menuju medan peperangan. Siapa yang tahu, apa yang akan terjadi di sepanjang perjalanan. Ada perasaan deg-deg an yang selalu menggelayuti setiap kali laju motor bertambah. Bahkan ada saatnya, saya merasa, “Ya Allah, apakah hari ini takdir saya untuk kembali kepada-Mu?”

Karena, seberapa pun persiapan kita untuk tetap aman * memakai helm, jaket, boots * dan seberapapun patuhnya kita berlalu-lintas, kalau Allah sudah menentukan datangnya maut, maka tidak ada satupun yang bisa menghalangi kedatangannya. Akan tetapi, bukan berarti kita lantas tidak melakukan pencegahan dan melanggar peraturan lalu-lintas semau kita.

Drive safely…

Ya, berkendaralah dengan aman, berhati-hatilah. Belajarlah dari pengalaman orang-orang yang mengalami kecelakaan.

  • Gunakan semua perlengkapan yang memang diperuntukkan melindungi keselamatan kita * yakinkan diri kita, kalau helm itu harus selalu dipakai demi keselamatan kita, bukan demi tidak ketilang polisi. *
  • Patuhi rambu lalu-lintas
  • Berpikir dua kali sebelum menyalip ataupun menyelip.
  • Bersabarlah. Ingat bahwa keluarga dan teman menanti kita di tempat tujuan dalam keadaan sehat selamat.
  • Jagalah ucapan dan emosi kita ketika berkendara * lupakan yang namanya penyebutan berbagai hewan yang ada di kebun binatang. *
  • Dan yang terpenting, senantiasa mengingat Allah selama perjalanan. Berdoalah sebelum berangkat. Bersyukurlah ketika sampai di tempat tujuan. Juga, berdzikirlah selama perjalanan, insya Allah, kita selalu akan berada dalam lindungan Allah SWT * jadi ingat ketika saya jatuh dari sepeda motor karena ojek menghindar dari menabrak kambing. Salah satu penolong kami mengingatkan saya, “mba, lain kali, jangan lupa berdzikir, supaya Allah menjaga mba,” Jleb! saya tertohok rasanya. ketawan kalau saya kadang bengong kalo lagi naik motor. Alhamdulillah, Allah masi mengingatkan saya dengan terjadinya peristiwa itu. *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s