Bahagia Itu Sederhana

 

June 19, 2015DSC_7513

Alhamdulillah, 2 hari sudah kita berpuasa. Kenapa hari berjalan begitu cepatnya? Padahal ibadah belum semaksimal yang direncana.

Saya selalu percaya bahwa Ramadan itu adalah bulan penuh berkah. Sesulit apapun keadaan kita, pasti selalu ada kemudahan untuk menjalaninya. Seberat apapun cobaan yang menimpa kita, pasti ada kebaikan setelahnya.

Di hari ke-2 ini, entah kenapa saya merasa begitu bahagia. Rasa lelah tak terasa, bahkan wajah ini dipenuhi dengan senyum yang senantiasa merekah tiada hentinya * jadi kaya orang gila ya * Seorang teman sampai keheranan melihat saya senyam-senyum sendiri. Bahkan tambah merasa heran ketika melihat saya berteriak kegirangan. Dia sampai mengira kalau THR * ehmm, perasaan Lebaran masih lama ya, jadi ga mungkin THR kayanya * sudah diterima, secara permasalahan saya selama ini sebagian besar memusat di sektor keuangan, hehe.

Lalu, kenapa tiba-tiba saya merasa bahagia. Padahal saya dalam keadaan di mana keuangan saya semakin menipis. Mulailah otak saya bekerja mencoba mengingat kembali apa yang membuat saya begitu bahagia tiada terkira.

Oke, salah satunya karena rapotan saya sudah selesai * yippie yeaay, yang berarti saya sudah tidak perlu banyak berbicara saat rapotan dengan orang tua, secara bibir dan mulut saya sedang cidera *

Lalu, melihat tawa ceria anak-anak didik saya * sampe rasanya pengen di awetin tuh tawa ceria kalo bisa *

Kemudian, saya menerima SMS yang entah berapa lama saya sudah menunggu kedatangannya. Sungguh 1 SMS yang sangat singkat itu membuat saya sangat bahagia * kalo yang ini rahasia isi SMS-nya :p *

Terakhir, sebuah ungkapan terima kasih dari salah satu orang tua anak didik saya.

We as parents are very happy and excited to hear about Ayman’s progress both in and outside of class. We really appreciate both teacher’s efforts in supporting and facilitating Ayman’s progress. Many thanks to Ms. Melly and Ms. Anthi. (Ayman’s parents)”

Sungguh, kata-kata itu membuat saya terharu dan bahagia tak terkira. Bagi seorang guru seperti saya, terlebih lagi guru preschool * yang notabene terkadang masih dipandang sebelah mata * mendapat ucapan terima kasih yang tulus dari orang tua murid, rasanya seperti mendapat kado spesial yang sedemikian besarnya dan tak ternilai harganya. Kenapa? Karena rasanya, ilmu yang saya bagi ke anak-anak setiap harinya, membuahkan hasil (progress dalam hal perkembangan anak murid). Saya merasa diri ini ada manfaatnya bagi orang lain. Dan itu membuat saya bahagia.

Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain?

Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)

Bahagia itu sederhana…

Tidak harus melulu tentang harta

Tidak harus melulu tentang cinta

Hanya mendengar tawa ceria

Hanya sebuah balasan SMS yang tak di duga

Hanya tulusnya ungkapan terima kasih

Sudah cukup membuat saya bahagia

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s