Operasi Sinus (Fess), Koreksi Pembengkokan Tulang Hidung (Koreksi Septum Deviasi), dan Reduksi Konka: Pasca-Operasi.

Jadi, postingan ini kelanjutan dari postingan saya di Desember 2014.

A perfect start in Desember ,

A day at Premier Bintaro hospital, case: Sinusitis,

Operasi Sinus (Fess), Koreksi Pembengkokan Tulang Hidung (Koreksi Septum Deviasi), dan Reduksi Konka: Pra-Operasi.

Operasi Sinus (Fess), Koreksi Pembengkokan Tulang Hidung (Koreksi Septum Deviasi), dan Reduksi Konka: D-Day.

Selasa, 16 Desember 2014: Hari ke-1 Pasca-operasi.

Perasaan? Campur aduk antara mengantuk, sedikit pusing, dan mual. Sebenarnya rasa mualnya itu yang paling parah. Namun, setelah saya bertanya kepada perawat, mereka bilang itu pengaruh dari obat bius. Ooooh, oke, lebih baik mual daripada merasa nyeri atau sakit.

Hal yang paling menggangu adalah ketidakmampuan saya bernapas melalui hidung. Karena, lubang hidung saya dipenuhi tampon, dan dibalut rapi oleh kain kasa. Meskipun telah ada 2 selang * yang menurut saya sangaaat kecil sekali untuk ukuran lubang hidung saya yang besar * yang dimaksudkan sebagai sarana saya untuk bernapas, tetap saja saya tidak mersa nyaman dan kesulitan bernapas melalui hidung.

Jadi, saya lebih memilih untuk bernapas melalui mulut. rasanya, ada yang mengganjal gitu di dalam hidung * ya iyalah, ada tampon gitu loh yang membuat wajah saya terlihat agak bengkak *

Disitulah kemudian saya menyadari bahwa saya memiliki keahlian yang selama ini terpendam. Yaitu untuk menggunakan mulut sebagai sarana berbicara, makan dan bernapas pada saat yang bersamaan. Ahmazing! Bahkan, sesekali, saya terbatuk-batuk * karena memang sebelum operasi pun, masalah saya ada pada batuk ini *

Jadi, bisa dibayangkan betapa menderitaya saya, ketika batuk mendera. Setiap kali batuk, terasa ada yang mengalir di dalam lubang hidung saya * entah darah entah mucus * sementara sisa mucus bercampur darah keluar bersama dahak melalui mulut saya * saya rasa ini hanya berlaku untuk pasien sinus seperti saya. Kalau pasien sinus tidak merangkap batuk, saya rasa tidak akan timbul masalah seperti ini *

FYI, saya juga susah sekali untuk makan. Sepertinya, karena masih kaku untuk mengerakkan dan membuka mulut saya * wajar saja, didalam hidung ada jahitan,* ditambah lagi diisi tampon dan ada perekat untuk perban. Well, ini masih hari pertama jadi belum terbiasa.

Tapi yang jelas, meskipun sulit untuk makan, meskipun masih harus disuapin, meskipun makanan masih ‘tasteless’ alias hambar, yang namanya lapar tidak bisa ditunda. Sugesti diri saja, “mau cepat sembuh? Ya habiskan makanan dan minum sebanyak-banyaknya * and finally, welcome kamar mandi. Good Bye pispot *

Anyway, saya membatasi diri saya untuk mebuka mulut lebar-lebar, tidak hanya pada sat makan, tapi juga saat tersenyum dan tertawa. Karena rasanya, seperti ada yang tertarik disekitaran hidung, bibir dan pipi saya.

Seharian di hari pertama, walaupun saya mencoba mengerjakan rapor anak-anak, tapi sebagian besar kerjaan saya cuma makan, minum, dan tidur. Sayangnya, saya yang terbiasa  tidur dengan berbagai gaya sesuka hati saya, kali ini harus rela tidur terlentang bermanis ria.

Rabu, 17 Desember 2014: Hari ke-2 Pasca-Operasi

It is so much better.

Saya sudah lebih beradaptasi dengan “ganjalan’ di dalam hidung dan sekitaran pipi saya. Bernapas lewat mulut bukan masalah bagi saya mengingat sejak saya mengidap sinusitis, sebagian besar saya bernapas melalui hidung. Makan pun sudah semakin mudah dan sudah mulai ‘berasa’ tidak lagi ‘tasteless’ alias hambar.

Saya pun mengerjakan sisa rapor yang belum selesai. Alhamdulillah, saya sudah mencicilnya sebelum saya dioperasi.

Selain mengerjakan rapor, hari ini, saya kedatangan banyak visitor. Mulai dari saudara sampai anak murid saya * senangnya… * Sepupu saya dengan baik hatinya membawakan saya  golden egg tart bakery * yummy * langsung saya lahap dengan sepnuh hati * thank you beautiful sissy *

Tidak lama setelahnya, saya kedatangan Dhila, Azis, dan Lik Ika. Nah, disini ada kejadian lucu. Jadi, beberapa saat sebelum mereka datang, saya membunuh waktu dengan menonton HBO yang waktu itu filmnya tentang polisi yang menyamar menjadi wanita * lupa judulnya * Tiba-tiba di satu adegan, lucuuu banget * sumpah beneren lucu * saya dengan spontan tertawa, lupa sama keadaan hidung saya. Tertawa selebar-lebarnya dan sepuasnya.

Sampai tiba-tiba, terasa sesuatu mengalir dari dalam hidung. Serrrr… sampai ke bibir saya. Ternyata, darah mengalir dari dalam hidung dan merembes dari perban sampai ke bibir. Aaaah… jadilah mama, menyita remote TV, dan melarang saya menonton lagi * hahahaha * Dhila, yang diceritakan mengenai kejadian itu, ngeri bukan kepalang. Segera mengajak mamanya untuk pamit dan pulang * hahaha *

Tiba saatnya, tindakan angkat tampon. Hmmm.. bagaimana rasanya ya? Deg-degan antara takut bercampur penasaran. Sebelum Dr. Dini datang, perawat mempersiapkan perlengkapan dan memasang infus * yang ternyata obat penghilang nyeri * Datanglah Dr. Dini, ” oke, gimana kabarnya? kita angkat tamponnya ya?”

Perawat pun menyuntikkan cairan * semacam bius untuk menghilangkan nyeri soalnya rasanya dingin kaya pas operasi *  Saya, ” sakit ga dok?” Dr. Dini, “engga ko,” sambil tersenyum. Senyum yang sama sekali tidak menenangkan saya.

Deg deg deg …

Saya pun menutup mata erat-erat * entah kenapa * Perekat pun dibuka. Perban perlahan-lahan dilepas. Hidung saya disemprot sesuatu * penghilang rasa sakit kali ya * lalu saya dengar Dr. Dini berkata, “melly, tarik napas yang dalam dan tahan ya. Setelah hitungan ke-3.”

“1, 2, 3”

Saya pun menarik napas panjaaaaaaaaang sekali dan menahannya entah untuk berapa lama.

Oh My God… Air mata pun menetes tanpa diminta.

Rasanya, sungguh tidak tergambarkan dengan kata-kata. Saya pernah ada pengalaman dimasukkan selang ke dalam hidung hingga ke arah pipi, mata dan tenggorokan. Saya pun pernah di endoskopi hidungnya pada saat pemeriksaan awal. Tapi, kali ini, rasanya lebih dahsyat dari keduanya.

Gimana ya, rasanya ada yang tertarik dari dalam pipi dan hidung saya. Di tambah lagi, tampon saya sepertinya panjaaaaaaaang sekali mengingat sinus saya yang sudah menahun dan merambah ke mana-mana, setelah dioperasi menyisakan ruang kosong di rongga hidung dan pipi. Kebayang donk, sepanjang apa tampon yang dijejalkan di ruang kosong tersebut.

Di saat saya napas habis dan saya piker sudah selesai, ternyata masih * huaaaaa… sakit banget sih engga, cuman… ga karuan dah rasanya * Ketika akhirnya tampon selesai ditarik dan saya pikir penderitaan sudah selesai. Dr. Dini berkata, “tarik napas panjang.”

Oh My God… Astagfirullah…

Masih ada satu lagi, oh my, saya lupa lubang hidung saya ada duaaaa * huaaaaa….* rasa ga karuan yang sama pun terjadi lagi. Ketika akhirnya, Dr. Dini bilang, “Sudah selesai. Sudah enakan untuk napas kan?” Saya cuma mengangguk sembari meneteskan air mata dengan mata masih tertutup rapat.

Alhamdulillah… selesai sudah.

Akhirnya saya bisa bernapas lega * setidaknya saya pikir begitu * Setelah Dr. Dini membersihkan hidung saya. Ternyata, hidung saya kembali dimasukkan kapas * masih Alhamdulillah tapinya, setidaknya tidak sedalam dan spanjang tampon. Hanya untuk mencegah kemungkinan darah masih mengalir terutama ketika saya batuk. Meskipun batuknya sudah jauh berkurang dibandingkan sebelum dioperasi *

Disaat saya masih dalam pemulihan mental setelah pengangkatan tampon. Saya mendapat obat yang menghilangkan segala rasa ga karuan saya. Kiya, salah satu murid saya, menyempatkan diri menjenguk bersama ibunya. Senangnya hatiku * maklum, my student is my precious and my happiness at the moment *

Waktu tidur pun tiba, meskipun lubang hidung masih terhalang kapas, namun saya sudah bisa sedikit-sedikit bernapas melaluinya. Bismillah, besok saya sudah bisa pulang. Aamiin…

Kamis, 18 Desember 2014: hari ke-3 Pasca-Operasi

Pagi ini saya terbangun dengan segarnya. Semangat menanti pulang ke rumah. Meskipun pelayanan Kelas 1 di RS Premier Bintaro ini sangat memuaskan dan sangat nyaman, ditambah lagi makanannya yang sekelas restoran berbintang * gaya * tetap saja, there is no place like home. Tetap paling nyaman di rumah sendiri. Kepengen cepat-cepat pulang, tidur di kamar sendiri, dan makan masakan mama sendiri.

Saya pun, segera mandi dan berganti pakaian rumah. Packing semua peralatan dan siap ntuk pulang. Saya hanya perlu menunggu persetujuan Dr. Dini untuk segera keluar dari RS.

Tick tock tick tock tick tock…

Waktu terasa lama berjalan. Tak terasa, sore sudah menjelang. Perawat pun tiba, dan bersiap mengantar saya kontrol ke Dr. Dini di lantai 1. Akhirnyaaaaah, sumbatan alias ganjalan alias kapas di dalam hidung saya diangkat * Yang ini prosesnya sama sekali biasa. Sakit sedikit karena mungkin kapasnya kering dan menempel di dalam hidung yang masih luka. Selebihnya, tidak terasa apa-apa * Alhamdulillah… saya bisa bernapas. Walaupun belum terlalu lega rasanya, entah kenapa.

Perawat pun lalu membawa kursi roda * Saya harus naik kursi roda ternyata. Oh my, maluuuuu. FYI, masih ada infusan di tangan saya. * Didoronglah saya menuju kamar periksa Dr. Dini. Sampai di sana, Dr. Dini melakukan endoskopi untuk melihat kondisi pasca-operasi. Well, hasilnya, rongga hidung saya sudah lowong, tulang yang bengkok pun sudah tak terlihat. Setelah itu, rongga hidung saya dibersihkan.

Finally…. I can breathe. Literally.

Alhamdulillah. Saya bisa bernapas dengan sangat lega. Bahkan saya kaget, entah sudah berapa lama saya tidak menghirup udara seperti ini * biasanya tiada hari tanpa hidung mampet alias tersumbat * Benar-benar lega. Alhamdulillah… Makasih Dr. Dini ^_^

Dr. Dini menyatakan saya sudah boleh pulang dan kembali lagi hari Sabtu untuk kontrol ulang dan mencabut benang yang ada di dalam hidung saya. Untuk sementara, hidung saya masih terasa kurang nyaman karena ada jahitan di bagian dalam hidung * Jadi rasanya masih seperti ada yang tertarik di dalam. Tapi tidak terlalu mengganggu. *

Selebihnya, saya sudah sehat dan terbebas dari ‘sinus nakal’ dan bisa beraktifitas seperti biasa. Untuk batuk, Dr. Dini masih merekomendasikan saya untuk terapi inhalasi. Saya tinggal berkonsultasi dengan dokter terapinya untuk menentukan berapa kali saya masih perlu di terapi.operasi melly (47)

Untuk obat-obatan, masih perlu saya konsumsi. Semacam antibiotik, vitamin, dan obat nyeri. Tidak lupa juga, yang terpenting, cairan pembersih rongga hidung yang namanya sterimar * ini wajib nih dipakai untuk membersihkan hidung pasca-operasi. Secara kan lubang hidung kita belum boleh dikorek-korek apalagi yang namanya ngupil. Jauh-jauh dulu dah untuk sementara waktu. *

Saya pun kembali ke kamar inap. Selagi menunggu penyelesaikan administrasi pemulangan. Saya mendapat terapi inhalasi di kamar dan menghabiskan botol infus terakhir.

Waktunya pulang.

Betapa puasnya saya dengan pelayanan RS Premier Bintaro ini. Ketika saya Check In, semua urusan administrasi diurus oleh pihak RS * saya tidak perlu bolak-balik seperti yang pernah di alami mama di RS lain * Saya pun jadi semakin tenang ketika bersiap untuk operasi. Dan sekarang, ketika saatnya Check Out, saya pun tidak diribetkan dengan urusan administrasi. Semua diurus oleh pihak RS. Bahkan untuk obat-obatan pun sampai diantar dan dijelaskan oleh orang dari bagian farmasi.

Sementara untuk pembayaran, saya sangat dimudahkan karena menggunakan jaminan asuransi InHealth. Semua biaya operasi dan rawat inap ditanggung oleh pihak asuransi. What a relief. Ditambah lagi, semua berkas-berkas diserahkan ke saya dengan sangat lengkap.

Mulai dari Surat keterangan sakit, rincian biaya, resep, resume, hasil rontgen, CT Scan dan hasil pemeriksaan histopatologi. Pokoknya, sangat memuaskan. Saya merasa, saya jadi semakin cepat sembuh karena pelayanan yang begitu memuaskan sehingga membuat kita nyaman dan tenang.

Yang jelas. I’m free… my nose is free… Saya lupa betapa nikmatnya bernapas tanpa sesuatu yang menghambat di dalam rongga hidung setidaknya hingga hari ini. keputusan yang sangat tepat bagi saya, untuk mengambil tindakan operasi.

There is no regret, absolutely. The pain is worth it.

Berlanjut ke postingan :

Operasi Sinus (Fess), Koreksi Pembengkokan Tulang Hidung (Koreksi Septum Deviasi), dan Reduksi Konka: Perawatan Pasca-Operasi.

Advertisements

35 thoughts on “Operasi Sinus (Fess), Koreksi Pembengkokan Tulang Hidung (Koreksi Septum Deviasi), dan Reduksi Konka: Pasca-Operasi.

  1. MBA Aq mau tanya, untuk waktu operasinya itu brapa lama ya?
    Insya Allah rencana Aq hari Rabu ini operasi tulang hidung bengkok juga,
    Terima kasih

    Like

    • Operasinya doang 3 jam, blm persiapan dan pemulihan setelah operasi. Kalo mao jelasnya baca post yg Operasi fess dan hidung bengkok DDay 🙂 sukses ya operasinya.

      Like

  2. Mba Melly, terima kasih sharingnya yang bikin saya sebelumnya takut untuk operasi jadi ada keberanian untuk operasi. Operasi FESS itu kayak apa sih mba?apakah sama seperti kalo kita diperiksa yang dimasukkan alat yang ada senternya trus dikerjain gitu.. Karena dokter saya bilang semua dilakukan lewat hidung dan tidak sakit, setelah itu hidung kita akan dikasih tampon selama 3hari (informasinya sama dg yang mba ceritakan).
    Boleh tolong jelaskan seperti apa operasinya….
    Terima kasih.
    .

    Like

  3. Aduhh.. sy sudah 7 tahun berteman dgn Septum Deviasi alias hidung beng kok…!!! heheee,,

    Takut oprasi,, jd tiap hari harus bertarung dgn hidung tersumbat… sampai2 dikira korban pemakai narkoba, gara2 hidung sering berprilaku gaya kelinci… ^^

    Yg saya mu tanyakan,, berapa lama total waktu penyembuhannya dan apakah bengkok bisa balik lagi nantinya?

    salam… ^^

    Like

    • kalo sembuh setelah operasi si sebentar, seminggu setelah operasi juga sudah sembuh ko. Ya kalo mao aman sebulan dah ya. tapi kalo sembuh sinusitisnya ga bisa dibilang total apalagi kalo pola hidup dan makannya ga dijaga.

      Like

      • Mba mel baca2 sharingnya mba mel yg lucu n sebelumnya takut tuk oprasi skrg jd mendingan ga ngrasa takut n smangat. Cos hari ni insyaallah operasi persis seperti mba mel alami. Moga2 lancar. Meskipun keinget kata2 tampon jd miris ngingetnya. Smoga ga sebegitu sakitnya dah. Amin

        Like

  4. wahh kasusnya hampir sama nih sama saya, seminggu yg lalu baru operasi di sarjito jogja.. krn sinus, pembesaran konka dan septum deviasi..
    pada takut pake tampon ya? 😁 sama sih.. klo saya kemaren ditawarin pake tampon Jelly, waktu nyopot ga sakit sm sekali dan gak menyiksa kayak tampon yg panjangnya hampir 2 meter..
    sekarang lagi masa pemulihan, semoga dikedepannya ga ada kambuh2 lagi.. 😭

    Like

    • Aamiin, semoga sembuh total. Waah, baru tau ada tampon jelly, enak juga ya ga sakit. Kurang manteb kayanya ga ngrasain sakit penarikan tampon hahaha * padahal sayah iri *

      Like

  5. Hi, saya baru melakukan operasi rongga konka… dan hidung ku jadi keliatan membengkak dan membesar. Saya takut bngt bentuk hidung saya jadi berubah alias pesek. Ini baru 3 hari pasca operasi sih… tapi apakah bentuk hidung mbak kembali seperti semula setelah sembuh total ? Thanks.

    Like

    • Hi stevi, baru 3 hari barti masi di rs ya?
      Tamponnya udah dikeluarin blm?
      Klo saya, waktu tamponnya blm dicabut, iya hidungnya besar dan bengkak. Tapi pas udah dicabut, hidung jdi normal lagi, agak bengkak dikit si. Tapi malahan jadi kliatan lebih mancung dr aslinya karena ada benang jaitannya yg narik idung.
      Tapi krn risih, benang itu dicabut dan hidung kembali normal jd nyesel benangnya minta dicabut

      Setelah pemulihan, kalau saya, hidung sih tetep normal, masi kaya aslinyapdhl berharap mancung, hehe

      Like

  6. Salam kenal. Wah crtianya sama persis dgku brusja op dg dr dini juga ditmpt yg sama. Mau ty dong mel aku setalh 2 mingguan op ini msh sering buntu hidungku apkh kmu juga . Msh sering kliyengan jga nih.msh sering kluar lndir juga

    Like

    • Salam kenal endah…

      Klo saya alhamdulillah sampai setahun setelah operasi sudah jauh lebih lega nafasnya. Bahkan sudah bisa berenang dengan nyaman. Tapi memang, setelah operasi, berusaha hidup lebih sehat. Olah raga rutin, jarang sekali minum minuman dingin, jarang sekali makan-makanan pedas dan bergetah yang bisa memicu dihasilkannya ‘ingus’ dan pake ac pun tidak terlalu dingin. Bahkan sampe beberapa bulan setelah operasi, bisa dibilang saya malah hindari smua itu. Sampe saya rasa saya sudah benar2 fit. Apalagi dokter blg dokter tht yg beda saya ini sensitif sekali, mudah ingusan kalo ada pemicunya.

      Kalau hidung mampet, pusing, atau ingusan tanpa alasan, sudah tidak. Tapi memang kalo lagi musim flu, ya kadang ikutan kena flu. Kalo lagi ‘bandel’ minum es terus-terusan atau di udara dingin terlalu lama ketika tubuh sedang tidak fit, ya hidung saya jadi mampet dan ingusan. Tapi bedanya, kali ini setiap kali hidung mampet, ingusnya bisa dikeluarkan. Dan setelah keluar, jadi lega deh. Kalo pas blm operasi, boro2 bisa ngeluarin, yang ada malah ketelen daripada buntu ga bisa napas Terus kalo udah fit atau sudah ke doktet dan sembuh, ya hidung kembali seperti biasa, lega.

      Saran saya si, endah konsultasi lagi aja ke dokternya kalo emang rasanya masih mengganggu sekali. Biar endah tau, apakah itu flu biasa, atau sinusnya muncul kembali. Klo diendoskopi dan dirontgen kan keliatan tuh sinusnya.

      Oiya, bahkan saya sampai sekarang masih rajin ‘merawat’ hidung. Mulai dari pakai masker klo ke tempat yg berbau menyengat, naik angkot, dan masi suka menyemprot hidung pakai sterimar utk membersihkan lubang hidung.

      Like

  7. Ass wr,wb
    Mbak saya mau tanya,apa sekarang setelah mbak operasi ada masalah lagi (sinusitis yg semakin parah) yang timbul atau engga ?

    Like

    • Waalaikumsalam wr wb.

      Setelah operasi, hmmm… Saya ini emang bakat sinusitis, jadi walopun abis operasi, kalo macem flu pilek pasti gampang kena. Setahun abis operasi no problem selama kita jaga pola hidup. cuma ya kalo udah kena flu pilek ditambah imun tubuh lg drop, flu pilek saya bisa parah, sampe harus istirahat bener2 di rumah (tapi sebelum operasi juga seperti ini sih, malah lebih parah).

      Bedanya, sebelum operasi, saya bener2 terhambat utk bernapas, klo flu atau dingin atau habis berenang atau habis makan pedas, hidung mampet sama sekali ga bisa dipake buat napas. Ing** pun ga bisa dikeluarin lewat hidung. Makanya biasanya ditambah jadi batuk karena ing** mengalir ke tenggorokan.

      Setelah operasi, kalo flu, saya kaya orang normal, bisa tetep napas lewat hidung cuma ya meler, bisa sisih alias buang ing**. Terakhir, blm lama saya ke dokter karena flu, dibilang sama dokternya saya ini emang bakat alergi, setelah operasi, makin sensitif, harus jaga pola makan dan jalanin pola hidup sehat. Alhasil kmrn biar sembuh, sayah dilarang makan buah apapun selain pisang dan pepaya, ga boleh minum jus buah, ga boleh makan pedes dan berminyak, dan terlalu manis. Alhamdulillah diikutin sarannya sudah sembuh dari flu nyah.

      Like

  8. Hi Mba Melly.

    senang sekali baca blog mba melly. kebetulan saya tinggal di BSD dekat dengan bintaro.
    Saya ada kondisi telinga berdengung dan sering Pilek atau hidung mampet.

    setelah diaknosa dokter, katanya tulang hidung saya bengkok, jadi jalan nafas terganggu.

    apakah setelah dioperasi Mba Melly jadi jauh lebih baik?
    karena saya kuatir operasi, takut nya banyak. seperti aktifitas jadi terganggu, hilangnya penciuman (aroma).

    Mohon dibalas, dan kiranya mba melly tetap diberi kesehatan.

    salam
    danton

    Like

    • Hi @Danton,

      Jujur, jelas lebih baik setelah dioperasi. Akhirnya saya bisa bernapas lega. Kalau untuk penciuman, yang saya rasakan justru saya menjadi lebih sensitif alias ada bau sedikit aja, saya pasti sudah menciumnya sebelum orang lain * mungkin karena pengaruh dulunya saya kesulitan mencium akibat hidung mampet *

      Tapi sekali lagi saya mau sharing, meskipun sudah operasi bukan berarti hidung kita permanen bebas mampet atau pilek. Kalau pola makan dan pola hidup kita tidak dijaga, pilek dan hidung mampet pasti datang kembali. Contohnya sekarang saat musim pancaroba seperti ini, saya jadi pilek lagi * bandel juga si karena suka minum dingin berlebihan *

      Satu lagi, pastikan aja kalau operasi menjadi pilihan terakhir.

      Like

  9. Maaf mb, mau nanya, sblm operasi gejalanya apa aja ya mb?apakah sebegitu mengganggunya smp harus dioperasi?
    Soalnya saya jg ada deviasi septum nasi.kt dokter, klo ntar trlalu mengganggu ya dioperasi.nah..waktu mb Melly mutusin mau operasi tu gmn mb prosesnya?
    Btw, mksh bgt atas sharingnya mb..sy jd tau gmbarannya ttg opeasi septum nasi..
    Smg ttp sehat ya mb..mkasih..

    Like

    • @Dhanny Arum sebenarnya, septum deviasi itu menurut saya tidak terlalu mengganggu, apalagi kalau memang sudah bawaan lahir dari sononya. Saya saja tidak akan sadar kalau ada tulang hidung saya bengkok kalau saja saya tidak sinusitis parah.

      Kalau memang tidak mengganggu sekali, lebih baik tidak perlu dioperasi. Kecuali, tidak ada pilihan lain alias pilihan terakhir.

      Kalau kasus saya, dikarenakan saya ketika itu sinusnya sudah mengganggu aktivitas harian saya. Sampai-sampai saya terkena sinobronkhitis. Batuk, dada nyeri, ingusan, pusing, nyut-nyutan, radang tenggorokan, hampir bulanan saya alami. Menderita sekali. Kena dingin ga bisa, kena pedes ga bisa, kena manis ga bisa, kena debu apalagi.

      Saya juga sudah mencoba terlebih dahulu, mulai dari minum obat-obatan herbal, minum obat-obatan dari dokter, terapi di RS, sampai menemui dokter THT yang berbeda (untuk cari second n third opinion) sampai pada akhirnya saya memutuskan untuk operasi.

      Operasi pun tidak menjamin kita sembuh total ya. Karena biar bagaimanapun, gaya hidup serta pola makan kita tetap akan berpengaruh besar terhadap kesehatan kita.

      Like

      • Iya mb, saya msh maju mundur unt operasi.riwayat saya emang alergi debu sejak SD.tp tau ada deviasi septum baru awal tahun ini.(opnam karena migrain parah smp hipertensi juga) Keluhan sakit kepala n hidung terasa ada yg ganjal udah lama.tp akhir2 ini tmbh ganggu.smp sering mimisan jg klo lg pilek. Saya pikir, klo terus2an minum analgetik n dekongestan pastinya g bagus. Mknya kt dokter, klo ganggu terus ya operasi aja. Cuma saya kuatirnya ttg batasan mengganggu itu yg gimana.kuatir diketawain, wong cuma gitu aja kok operasi.😅 Tp mksh bnyk mb, sharingnya.. Mg2 saya cpt bisa ambil keputusan untuk penanganan deviasi septum nasi ini.. Makasih mb Melly..😊

        Sent from Samsung Mobile.

        Like

        • Sama-sama @dhannyarum, semoga apapun keputusannya, hasilnya pasti yang terbaik ya. Semoga dimudahkan dan dilancarkan. Yang penting, semoga sehat terus. hidup sehat! ^_^

          Like

  10. Halo Mbak Mel,
    Aku Uthy, kebetulan lusa aku mau cek semua yg berhubungan dgn sinus di hidungku. Rasanya campur aduk dekdekannya. Aku gak berenti googling sampe akhirnya nemu blog mu Mbak. Aku pernah di operasi di RSIB juga tp operasi bagian lain, hal ini yg bikin aku percaya sama RS ini : ) tapi aku selalu dekdekan baca adegan tampon di tarik dari hidung. Smua respon sama klo “air mata keluar dgn sendirinya”. Sesakit itukah Mbak? Aku takut banget :””< terimakasih utk share cerita yg bermanfaat yah Mbak.
    Wassalam,
    Uthy Hidayani

    Like

    • Hi @uthy… Hehe, sakit bgt iya, tapi sesaat ko. Klo dibandingin sama sakit misalnya sendi geser atau patah tulang trus diurut di H.Naim (pernah ngalamin soalnya) kayanya ga seberapa deh. Setidaknya bagi saya, sakitnya worth it banget deh, mengingat bertahun-tahun saya susah napas krn sinus. Sakit sesaat, it’s okay lah. Kuncinya, tahan napas selama mungkin pas ditarik, trus pastikan suster udah kasih obat penahan nyeri sblm ditarik tamponnya. Plusss, mungkin tergantung sinusnya dimana juga dan sudah seberapa dan seberapa besar rongga hidung. Jd tamponnya mgkn beda2 panjangnya. Intinya, ga usah takut. Sakit iya, tapi ntar juga lewat ko. Jalanin aja. ^_^

      Like

      • Halo Mbak Mel,
        Akhirnya aku udh cek lho Mbak :> terimakasih utk sharing informasinya hehehe ternyata oh ternyata tulang hidung kiriku miring :< jadi kalau konka ku bengkak, dia akan bertubrukan dg tulang hidungku yg bengkok. Jalan keluarnya adalah di kikis tulangnya (dioperasi dan dipotong yg bengkok sampe jadi lurus). Skrg aku lg nyiapin mental utk tindakan tsb.
        Terimakasih Mbak Mel : )

        Like

        • Hi uthy, jadinya ke dokter mana? Syukur deh kalau sudah ketahuan tulang hidung bengkok. Disarankan utk operasikah? Atau rawat jalan sama jaga makanan? ‘Apapun pilihan Uthy, semoga yang terbaik dan dimudahkan ya. Semoga operasi jadi pilihan terakhir ya. Syukur2 sembuh tanpa operasi ^_^

          Like

    • @zilvi Kalau biaya pribadi, biaya operasinya saja plus minus 15an (itu untuk Kelas 1 di Premier Bintaro ya) belum sama biaya rawat inap, obat, periksa dokter dll (beda kelas beda biaya). Sekitar 30an lebih (diluar perawatan sebelum dan perawatan sesudah operasi). itu setahun yang lalu ya (mengingat sekarang dollar naik * ngaruh ga ya*)

      Like

  11. Terima kasih atas share pengalaman operasi FESS nya.
    Jadi bahan pertimbangan untuk operasi istri saya.
    Btw untuk kelanjutan ceritanya koq belum ada mengenai “Operasi Sinus (Fess), Koreksi Pembengkokan Tulang Hidung (Koreksi Septum Deviasi), dan Reduksi Konka: Perawatan Pasca-Operasi.”?
    Trims.

    Like

    • Sama-sama, semoga bermanfaat ya. hehe, “Operasi Sinus (Fess), Koreksi Pembengkokan Tulang Hidung (Koreksi Septum Deviasi), dan Reduksi Konka: Perawatan Pasca-Operasi.” masih in progress alias draft. Untung diingetin. Makasi ya. Will update soon. Ga banyak si sebenernya, karena perawatannya cuma sebentar and then Sehat se-sehat-sehatnya ^_^

      Like

  12. Pingback: Operasi Sinus (Fess), Koreksi Pembengkokan Tulang Hidung (Septum Deviasi), dan Reduksi Konka: D-Day | my30uplife

  13. Asslam.wr.wb
    Saya suka sekali baca cerita dari blog nya teteh mely mengenai operasi sinus, sungguh inpiratif dan semangatnya teh mely yg berjuang selama setahun, dan akhirnya d operasi juga hehe
    Ternyata cukup menyita pikiran jg ya sebelum dan sesudah operasi. Sinusitis emang mngganggu dan banyak org awam yg tdk mengetahui penyakit ini. Semoga cerita teh mely dapat bnyak membantu buat temen temen d luar sana yg masih ragu untuk operasi. Cerita dr teh mely sangat detail bgt dr masalah biaya yg d cover asuransi smpai proses operasi itu sendiri yg sangat menyakitkan contoh halnya bernafas seperti ikan hehe
    Intinya ketika kita sakit baru terasa nikmatnya sehat ya teh mely
    Wassllam.wr.wb

    Like

      • Sakit banget si engga, kan sebelumnya kaya di semprot or dikasi obat penghilang rasa sakit. Cuma berasa kaya ketarik bagian dalem idungnya. Ngeri idungnya copot *becanda dink. Sakit pas ditarik benangnya. Tapi dikit ko benangnya. Soalnya jaitan didalem, sebenernya pake benang yang nantinya bisa menyatu dgn daging. Jadi ga perlu dilepas sebenernya. Tdinya digunting aja yg ganggu. Tp karena saya ga nyaman pas bersihin hidung, ada juga beberapa yg akhirnya dilepas. Walopun akhirnya bleeding kaya mimisan jadinya. Tapi cuma sebentar.

        Yang jelas sakitnya ga sesakit pas tampon ditarik.

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s