25 Cemilan yang Kurindukan

Sebagai seorang yang mengalami hidup di tahun 90-an tentunya ada masa-masa di mana saya menengok ke belakang. Bernostalgia dengan segala kenangan di masa lalu. Salah satu yang masih membekas di benak saya adalah cemilan di kala itu.

Kalau sekarang mungkin anak-anak terbiasa dengan cemilan fast food, cemilan yang lebih modern atau bersih macam pocky, nori, breadtalk, Hershey, snickers, toblerone, dan banyak lainnya. Saya dulu dimanjakan dengan jajanan yang murah, enak, banyak, dan unik * walaupun kalau sekarang dipikir lagi sepertinya jajanan kala itu kurang bersih dan menyehatkan. Tapi justru di situlah uniknya. :p *

Coba, siapa yang belum kenal cemilan yang saya rindukan di bawah ini. Jajanan yang saya kategorikan extinct (alias punah) or endangered (terancam punah). Mungkin sebagian masih bisa kita temukan sementara sebagian lagi mungkin sudah hilang tergilas zaman.

1. Anak Mas

Siapa generasi-90an yang tidak kenal anak mas. Makanan wajib saat jam istirahat di sekolah. Mie kering yang crunchy ditambah bumbu yang asin dan menggugah selera. Di jamin bikin ketagihan. Bagaimana tidak, entah berapa banyak MSG di dalamnya.

2. Wafer Superman

Ah, superhero yang satu ini memang sangat terkenal sepanjang waktu. Wafer andalan saya dahulu kala. Kalau ada jalan-jalan dari sekolah * dulu namanya studi tur * wafer yang satu ini tidak ketinggalan sebagai bekalnya. Secara dulu, wafer merk Tango belum muncul di kehidupan saya.

3. Permen karet Yosan

Oke, permen karet itu satu hal yang paling common. Bisa dibilang tiada hari tanpa permen karet. Apalagi ketika novel, film, dan sinetron Lupus lagi booming-booming nya. Ga cool kalo ga makan permen karet dan ga bisa buat balon dari permen karet. Kenapa permen legandaris Yosan? Karena Lotte belum dikenal * udah ada belum ya waktu itu? * Selain itu, entah kenapa, saat itu, kami suka sekali dengan ide, ada huruf-huruf dibalik bungkus permen karet yang kalau kita kumpulkan menjadi tulisan YOSAN maka kita bisa menukarnya untuk mendapat hadiah yang dijanjikan. Entah kenapa saat itu hampir setiap anak berlomba-lomba mengumpulkan sampai bersedia tukar-menukar dengan teman. Kalau sudah terkumpul, bangganya setengah mati walaupun seingat sya, kami tidak pernah bisa mengumpulkan penuh tulisan YOSAN. aneh.

4. Tic tic

Sebagai salah satu jenis dari ciki-cikian di jaman itu. Tic tic menjadi favorit anak-anak, selain saingan terberatnya si chiki balls.

5. Coklat ayam jago

Kalau anak sekarang kenalnya silverqueen, toblerone, Hershey, dan coklat keren lainnya. Jaman saya dulu, coklat ayam jago menjadi coklat terenak di dunia. Kalau saya pikir lagi, kenapa ya namanya ayam jago? Apa hubungannya sama coklat ya? * sekali lagi, aneh. *

6. Jagoan neon

Kala itu, permen yang ada gagangnya jadi salah satu tren. Kayanya keren banget kalau hanging out sambil makan permen bergagang. Nah, siapa coba yang tidak mau jadi jagoan, jagoan neon! * apa coba * Jadi, uniknya permen ini, kalau kita makan, maka lidah kita akan berubah warna. Saya ingat, favorit saya adalah warna biru. Sehabis makan biasanya, dengan bangganya, kami akan saling menjulurkan lidah dan melihat lidah siapa yang paling berwarna * oh my god, aneh banget, sumpah. *

7. Chicklets

Kalau permen karet satu ini, rada keren namanya untuk di jaman itu. rasanya yang manis dan warnanya yang berwarna-warni semakin membuat permen ini jadi buruan anak-anak. Setiap pergi sekolah, chicklets tidak ketinggalan selalu ada di dalam kantong baju.

8. Magic Pop

POP! Aha, ini dia salah satu favorit saya sepanjang masa. Permen jebakan buat temen-temen yang belum pernah makan ini permen. Betapa tidak, ketika si butiran permen masuk ke dalam mulut, bercampur dengan saliva di dalam lidah, tiba-tiba… “pletak pletak pletak pletak..” serasa ada percikan petasan di dalam mulut kita. Sakit, enak dan nagih, itu rasanya.

9. Coklat choyo-choyo

2d264-20140508_212255

Coklat ini dulu biasa dijual di abang-abang yang nongkrong di depan sekolah. Sehari bisa makan sampai banyak. Bisa saling tukeran tasting rasa juga sama teman-teman. Ah, saya ingat lidah saya pernah luka gara-gara sendoknya yang memang pinggirannya tajam.

10. Harum manis/ Rambut mak lampir

Ini salah satu cemilan yang sampai sekarang Alhamdulillah masih available. Abang-abang penjualnya masih suka berkeliaran di jalan-jalan walaupun tidak sebanyak dulu. Suka banget sama ini. Rasanya yang manis dicampur kepingan yang crispy terus lumer kalau dimakan. Enak.

11. Permen kaki hot hot

Satu lagi permen gagang yang HOT di jamannya. Permen bentuk kaki yang rasanya pedes. Kalau makan permen ini seperti tes keberanian. Ga semua temen dulu berani makan ini. Kalau sekarang, agak aneh saya melihatnya, kenapa coba bentuknya harus kaki? Seperti menjilat-jilat kaki. * Hiiiy joorroookk! *

12.Permen Rokok

Permen rokok salah satu yang tenar. Anak cowo maupun anak cewe semangat banget makannya sambil  bergaya bak orang merokok. Wow, dipikir ulang, saya dan teman-teman dulu seperti sedang diajarin merokok sedari kecil, di sugesti, dan dibiasakan melihat juga merasakan rokok. Walupun itu cuma permen rokok. Mungkin itu salah satu alasan kenapa jadi banyak teman-teman saya yang akhirnya menjadi perokok beneran.

13. Gulali

Siapa ga kenal jajanan satu ini. Gulali yang bisa dibentuk sesuai permintaan kita. Ada yang bentuk hewan, sikat gigi, love, sampe peluit yang beneran bisa bunyi. Dibuat manual dengan si tangan abang-abang yang entah dia cuci tangan atau tidak sebelum melakukan aksinya * waktu itu, ga jadi masalah buat saya dan temen-temen. * Belum lagi, kalau yang peluit bisa bunyi beneran loh, setelah abangnya coba. Oh God, abangnya coba!!! kenapa dulu saya tidak memikirkan sampai ke situ ya. Yah, yang penting enak. Pendek kali pikiran saya kala itu.

14. Kue cubit setengah mateng

Mungkin dinamakan kue cubit karena pas mateng diangkat dan dibalik seperti kita lagi mencubit. Aih, imut ya namanya. Rasanya juga enak. Kalau versi yang dijual di sekitaran sekolah pastinya standar. Entah terigu apa, susu apa, dan mesis apa  yang digunakan. Apalagi kalau kita pesannya yang setengah matang. Hmm… itu berarti kan terigunya belum matang ya, berarti tidak sehat ya. Whatever. Sampai sekarang kue cubit ini masih bisa ditemukan di Mayestik.

15. Permen Mr. Sarmento

Permen ini sebenarnya biasa saja. Cuma dulu namanya begitu ear-catching. Dalam sekejap saja, langsung popular dikalangan anak-anak sekolah.

16. Kue Ape/ Kue T***

Kue yang bagian tengahnya bak gunung menjulang  atau t*** ini masih jadi cemilan favorit saya sampai sekarang. Terkadang sengaja menyempatkan ke Mayestik cuma untuk menikmati kue ini. Yummy.

17. Es potong

Sekarang, anak-anak mengenal es krim walls, campina, dll. Dulu, selain es kenyot yang jadi es andalan anak-anak sekolah. Ada yang namanya es potong. Es ini dipotong dan ditusuk pakai lidi. Terakhir saya makan es ini ketika Pameran Peralatan Tempur TNI AD. Saya begitu surprise ketemu sama abang-abang penjual es ini sampai-sampai semangat 45 untuk beli dan tidak lupa minta foto bareng sama abangnya.

18. Si janggut naga

Si janggut naga ini sudah lamaaaa sekali saya tidak melihat keberadaannya. Dahulu, abang-abang sering seliweran di depan rumah atau dekat sekolah. Sampai sekarang, saya belum pernah lihat lagi. Penasaran banget untuk merasakan lagi cemilan yang satu ini.

19. Permen susu

Siapa yang belum pernah coba permen ini? Dulu, satu-satunya permen yang bungkus dalamnya bisa ikutan dimakan. Kalau tidak salah karena terbuat dari beras or something. Sempat hilang dari peredaran karena diketahui mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan pemakannya. Sekarang, permen ini sudah banyak beredar lagi. Walaupun saya masih takut untuk memakannya lagi.

20. Coklat Payung

Slah satu jenis coklat yang juga tenar dijamannya. Like I said before, kayanya sesuatu yang bergagang saat itu jadi tren. Jadilah, coklat berbentuk payung ini jadi cemilan paling dicari.

21. Permen tac

Permen dengan berbagai rasa buah. Bentuknya juga kecil-kecil sehingga hemat jika memakannya. Dulu, saya dan teman-teman biasanya saling bertukar permen supaya bisa tahu berbagai rasanya.

22. Super Zuper

Super zuper ini dulu booming banget. Tapi, entah kenapa, saya bukan penggemar beratnya. Walaupun ikutan beli dan makan, biar ikutan tren ceritanya.

23. Es goyang

Digoyang maaaang! Es goyang yang sampai sekarang masih beredar di jalanan. Hanya saja sekarang, toppingnya sudah lebih beragam, mulai dari coklat, mesis, coco crunch, permen dll. Kalau dulu, pilihannya cuma 1, coklat saja. Itupun coklat yang rasanya agak pahit tapi bikin nagih.

24. Es gabus

5074859_20130114045436

 

Kyaa, ini es favorit saya. Es yang kalau kita makan rasanya seperti memakan gabus * kaya udah pernah makan gabus aja ya saya * Tapi sumpah, dulu demen banget ama ini es, sampe-sampe bisa beli banyak untuk nyetok di kulkas.

25. Es tung tung roti tawar

Last but not least. Es tung-tung yang dimakannya bukan pake cone tapi pake roti tawar. Es ini muncul sebelum es potong Singapura yang harganya sedolar itu booming di kalangan anak sekarang. Ide dasarnya ya seperti es potong Singapura. Cuma bedanya, esnya masih di-scoop * namanya juga es tung-tung, * bukan dipotong. Pilihan rasanya pun terbatas, vanilla, coklat, dan strawberry saja.

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

One thought on “25 Cemilan yang Kurindukan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s