Ukuran Panjang Rok

Rok, salah satu pakaian yang menjadi favorit wanita * termasuk saya. *  Definisi rok menurut KBBI adalah baju perempuan bagian bawah. Rok itu sendiri ada berbagai jenisnya. Nah, bagi penggemar rok, tidak ada salahnya mengetahui jenis-jenis rok sebelum kita membeli atau bahkan membuat rok di penjahit. Kalau diliat dari Ukuran rok maka rok terbagi menjadi:

  • Rok Mikro. Rok yang panjangnya sampai batas pangkal paha.
  • Rok Mini. Rok yang panjangnya sampai pertengahan paha atau kira-kira 10 cm di atas lutut.
  • Rok Kini. Rok yang panjangnya sampai ke lutut.
  • Rok Midi. Rok yang ukuran panjangnya sampai pertengahan betis atau dibawah lutut.
  • Rok Maksi  atau maxi. Rok yang panjangnya hampir sampai ke mata kaki.
  • Rok Floor. Rok yang panjangnya sampai menyentuh lantai.

Berikut ini contoh dari jenis rok berdasarkan ukuran. Rok-rok nan indah ini dipakai sangat sempurna oleh salah satu fashion blogger favorit saya, Mayo wo (kecuali untuk gambar rok mikro dan rok floor).

Rok Mikro

Rok Mini

Rok Kini

Rok Midi

Rok Maksi

Rok Floor

Advertisements

Mengenal Bentuk Siluet

“Siluet itu apa ya?” beberapa orang seringkali menanyakan hal itu pada saya. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), si·lu·et /siluét/ n  adalah gambar bentuk menyeluruh secara blok, biasanya berwarna gelap. Kalau dalam dunia jahit-menjahit, Siluet didefinisikan sebagai bentuk luar sebuah pakaian secara umum. Contoh mudahnya adalah, jika kita melihat seseorang memakai suatu baju atau gaun, dari kejahuan akan terlihat bentuk siluetnya. Apakah siluetnya seperti huruf A, huruf H, atau siluet S dll.

Apa saja sih yang memengaruhi bentuk siluet:

  • lebar atau tinggi pakaian,
  • model pakaian, dan
  • jenis bahan

Jenis siluet yang saya ketahui:

  • Siluet A. Bentuknya sepeti huruf A. Biasanya menyempit di bagian atas dan semakin melebar ke bagian bawah. Siluet A biasanya cocok untuk semua orang, karena siluet ini memberi kesan mengecilkan bagian dada dan pinggang.
  • Siluet H atau siluet tabung. Bentuknya lurus seperti huruf H. Lebar dari bagian atas hingga ke bawah, atau sebaliknya, sempit dari bagian atas hingga ke bawah. Siluet H biasanya cocok untuk gamis atau baju muslim, karena siluet ini tidak menonjolkan bentuk tubuh pemakainya.
  • Siluet S. Seperti huruf S, menggembung di bagian atas dan bawah, dengan pinggang yang kecil (sempit di bagian tengah). Siluet ini bisa dibilang membuat kita tampil seksi.
  • Bustle Siluet. Siluet yang menonjolkan bagian belakang atau panggul. Biasanya siluet ini akan lebih jelas terlihat kalau kita melihat pakaian dari bagian samping. Siluet ini biasanya lebih sering terlihat di baju pernikahan atau pesta ballroom.

Bustle Siluet. Gaun Scarlett O’Hara dalam film Gone with the wind (salah satu film favorit saya)

Siluet A

Siluet H

Siluet S

Kepo Bahasa Slang dan Alay

Sebagai anggota Generasi 90-an, bisa dibilang saya tidak terlalu update dengan yang namanya bahasa slang, lebay, dan bahasa alay. Maklum, secara temen gaulnya udah bukan ABG yang kekinian lagi.

Saya pikir, OMG, ABG kekinian lebay plus alay. Tapi, ternyata takdir berkata lain, ketika suatu hari saya harus gaul dengan para ABG ituh, apakah yang terjadi saudara-saudara?

Tet Tot!!

Yups, ROOMING TINGKAT DEWA.

Saya blank.

Kaga ngarti sama conversation alias omongan mereka. Ngeliat muka saya yang bengong galau ga karuan, mereka dengan santainya komentar, “Aaaah, ga saik ah mba mell. Ga gaol, KUDET.”

WHATTT! SAYAH! dibilang kudet! Sama sekali ga terima. * emosi langsung memuncak naik cepat ke ubun-ubun.” Anak-anak bau kencur ituh bilang saya kudet!

But…. wait.

Kenapa saya jadi emosi jiwa? Emang kudet apaan ya? Yang saya tau mah ada juga kuper alias kurang pergaulan. Nah lo. Kalo kudet apaan lagi tuh. Saya merasa ditantang. Langsung bertanyalah saya kepada mbah gugel dan kamipun terlibat pembicaraan yang cukup alot.

Saya: “mbah, kudet itu apa ya maknanya?” * ceileee ‘makna’ *

dan mbah pun menjawab,

Mbah Gugel: “Aaaah, ABCDEF deeeh. Ga saik kamuh, masa kudet aja kaga tau.

Saya: “WHATTTT!” * plak! Ingin rasanya saya keplak mbah gugel kalau saja saya ga inget itu mbah bermukim di hape tercintah saya. *

Ga mungkin lah mbah gugel jawab begitu. Ternyata itu hanyalah angan-angan saya belaka.

Mbah Gugel: “Kudet itu artinya kurang updet neng.”

Gw: “Ouch.” Jadi anak-anak bau kencur itu bilang saya kurang update.

HAHA. Let me prove that you are all wrong. Secepat kilat saya meng-update info bahasa kekinian.

Setelah proses panjang selama berjam-jam menyiksa mbah gugel dengan segala pertanyaan saya. Mbah pun akhirnya angkat tangan. Memaksa saya langsung menuju pusat informasi bahasa slang and or alay di website kamus slang.

Sungguh saya tak menyangka, selain kamus bahasa Indonesia, Inggris, Jepang, dan Korea yang selalu saya hampiri. Saya mendapat satu tambahan kamus lagi yang sebenernya penting ga penting. Well, at least, untuk mencegah Kudet dalam dunia perbahasaan masa kini dan mencegah rooming yang berkepanjangan, ga ada salahnya untuk sesekali merambah kamus ‘unik’ ini.

Nah, dari ribuan bahasa slang dan atau alay di luar sana, saya mencatat beberapa kata dan singkatan yang sering masuk ke dalam indera pendengaran saya.

PHP: Pemberi Harapan Palsu.

ABCDEF: Aduh Bok Cape’ Deh Eike Fusing.

P’A: Pendek Akal. Bodoh, bego, tolol.

Kepo: Knowing Every Particular Object. Sebutan untuk orang yang serba tahu detail dari sesuatu, apapun yang lewat di hadapannya selama itu terlihat oleh matanya walaupun hanya sekelebat. Kepengen tau. Diadaptasi dari bahasa daerah Hokkian (China) yaitu Kay-Poh.

Modus: ketika kamu punya niat lain di balik pekerjaan yg akan kamu lakukan. Modal Dusta. Pengalihan supaya tidak ketahuan

Cabe-cabean:

cewe murahan atau bisa di sebut jablay , jablay cilik.
C : ewe
A : lay
B : ahan
E : wean

ABG yang dandanan-nya sok kaya cewek dewasa.

ADIDAS: Ayah Dan Ibu Doakan Aku Selalu. Anak Desa Irama Dangdut Aliran Soneta.

MBDC: Singkatan dari malesbanget!dotcom, website kesukaan kita semua!

Markibo: Mari kita bobo

Madesu: Mari depan suram

LDR: “Long Distance Relationship” Dari Bahasa Inggris Yaitu Hubungan Jarak jauh. Penyebab LDR adalah Jarak Kedua Kedua Belah Pihak , Sebuah Hubungan Dikatakan LDR Jika Sudah Memenuhi Jarak Minimum ,Jarak Minimumnya Adalah 2 Kelurahan (~45 KM).

Rebes: Beres, selesai, kelar, habis.

SKJ: Suka Kaga Jelas, Tindakan di luar batas normal.

DL: Derita Lo

Bekibolang:  Dipakai untuk persimpangan yang ada lampu merahnya, tapi untuk yang belok kiri, boleh langsung!

 

 

 

 

Waiting For Indonesia Fashion Week 2015

Indonesia Fashion Week is one of the event that I’ve been waiting for. Why? Because I love the main idea of this event which is to make Indonesia as one of the world’s center for fashion. Who knows maybe one day, Indonesia will be as Famous as France, Italy, America, or Japan in terms of fashion.

This event will features 2,522 outfits from 747 Indonesian and international brands (including from Japan, Korea, India, and Australia) and 32 fashion shows on two runways. Among Indonesia’s top designers showcasing their masterpieces are: Poppy Dharsono, Anne Avantie, Lenny Agustin, Bintang Mira, Itang Yunasz, and Ivan Gunawan.

This 4 days event will surely satisfied me. But, that can only happened if I attend the whole 4 days. Too bad, reality won’t let me. Got some works to do. Must collects some money to spent for this event. Well, at least, 2 days is on my plate. Hopefully enough to feed my passion in fashion.

Other than designer mention above, I actually eager to see some collections from Moslem Fashion designers, such as Hannie Hananto, Jenahara, Ria Miranda, Nuniek Mawardi, Missmarina, Vivi Zubedi, Rani Hatta, and my favorite one, Irna Mutiara.

Ria Miranda with her shabbychic style.

Jenahara.

I wish to see their fashion show in 4 more days. But, I guess I have to be satisfied with only 2 shows from The Executive (Hannie HanantoJenahara Ria Miranda) and Irna Mutiara. Unfortunately I was late to get invitation for Moshaic by Itang Yunasz, Andalusia Belezza by Irna La Perle also L’officiel FASHION FIRST feat Ek Thongprasert, Lulu Lutfi Labibi, and etc. I guess, I just need to visit their booth to fullfill my eagerness.

Now, let’s count down to the D-Day. I’ll share my experience in this event right after it ended (hopefully the paperworks won’t be too pile up by the end of the week).