Operasi Sinus (Fess), Koreksi Pembengkokan Tulang Hidung (Septum Deviasi), dan Reduksi Konka: Pra-Operasi

Rasanya sudah lama banget tidak update blog. Kali ini, saya mau sharing tentang operasi sinus, koreksi tulang hidung yang bengkok, dan reduksi konka. Sebenernya, saya hanya ingin membuat rekam jejak salah satu pengalaman paling tak terlupakan dalam hidup saya ini. Sebagai pengingat saya kelak di masa depan, jangan sampai hal ini terulang lagi.

Jadi, postingan ini kelanjutan dari postingan saya

A perfect start in Desember dan

A day at Premier Bintaro hospital, case: Sinusitis.

Apa sih yang dimaksud dengan operasi Fess?

FESS is a procedure to unblock the sinus openings into the nose. This allows the lining of the sinuses to heal and decreases the discharge, pain and pressure that occurs with blocked sinuses.

Kenapa harus operasi Fess?

Untuk mencegah raa sakit dan infeksi sinus.

Bagaimana Operasi Fess dilakukan?

It is done under an anesthetic. The surgeon places a telescope with a special light system (called an endoscope) into the nose. This allows him/her to magnify and see the sinus openings. Small surgical tools are used to enlarge the sinus openings so that the sinuses can drain into the nose.

 

Setelah hampir sebulan saya menderita batuk yang tak kunjung sembuh, bagian dada dan diafragma yang nyeri, hidung yang mampet, serta puyeng yang tak kunjung pergi. Akhirnya saya memberanikan diri untuk operasi sinus, koreksi tulang rawan hidung saya yang bengkok, dan reduksi konka. ketika saya menandatangani  surat persetujuan operasi, yang ada di benak saya hanya, insyaallah sehabis operasi pasti sembuh.

Jadi, saya kembali ke Rumah Sakit Premier Bintaro, ke bagian THT (ENT) dengan Dr. Dini. Setelah menyetujui dilakukannya tindakan operasi, saya langsung menuju ACS untuk booking jadwal operasi dan kamar rawat inap. Saya dijadwalkan operasi tanggal 27 Desember 2014 jam 4 sore.

Selesai mengurus booking rawat inap, saya langsung menuju ke… bagian apa ya namanya * lupa * untuk mengetahui perincian biaya operasi. *deg deg an saya, sumpah, takut mahal banget * Setelah rincian biaya keluar, saya diminta menunggu kabar dari pihak RS yang akan konfirm terlebih dahulu ke pihak Asuransi. Saya berdoa, semoga semua biaya asuransi dan rawat inap di full cover sama asuransi * kebetulan saya memakai asuransi Inhealth Gold * Setelah itu, saya ke bagian kasir terus lanjut ke bagian farmasi.

Nah, ketika saya sedang makan sore * saking kelewatnya jadwal makan siang * pihak RS menelepon kalau semua biaya operasi saya dicover asuransi * alhamdulillah ya Allah * Ketika mendengar kabar ini, mama sampai mau nangis karena lega *

Sambil menunggu jadwal operasi, saya masih tetap kontrol dokter seminggu sekali. Saya juga meneruskan terapi inhalasi dan terapi pemanasan setiap hari * sampai-sampai perawat di tempat terapi hapal sama saya. Hapal apa bosen kali ya liat saya setiap hari *

Kamis, 11 desember 2014

Seminggu setelah persetujuan operasi, ternyata kondisi saya tidak juga membaik. Well, sedikit sih membaik, sedikit banget. Kondisi ini membuat saya terpaksa tidak bekerja. Dokter tidak mengijinkan saya bekerja karena pekerjaan saya berhubungan dengan anak-anak balita. Secara fisik, saya juga tidak kuat. Tau sendiri gimana kelincahan anak-anak usia preschool. Mereka tidak ada capenya, kaya pake baterai energizer. Saya, yang buat napas diri sendiri saja empot-empotan, mana kuat belajar, bermain, dan mengikuti level energi mereka.

Setelah berbagai pertimbangan, akhirnya saya disarankan untuk operasi secepatnya. Alhasil, jadwal operasi dimajukan ke hari senin tanggal 15 desember 2014 jam 4 sore. Which is, saat itu berarti 3 hari lagi * Oh my gosh, mulailah saya deg-degan * Pikiran saya tidak karuan. Bukan karena operasi yang saya takutkan, tapi karena saat itu jadwal pembagian ‘rapot’ di sekolah tempat saya bekerja. Saya harus menyelesaikan 7 ‘rapor’ anak-anak saya * my God, gimana saya ngerjaiinnya coba dengan kondisi saya saat itu * Anyway, sebagian saya berhasil selesaikan sebelum deadline operasi. Well, the rest, saya lanjutkan pengerjaannya di RS.

Minggu, 14 Desember 2015

Saya sama sekali tidak kepikiran mengenai operasi * sumpah deh, beneran * Yang ada di otak saya cuma rapotan. Saya harus menyelesaikan rapot yang menjadi tanggung jawab saya. Semakin malam, saya mencoba untuk tidur, tapi ternyata gagal total. Pikiran saya kosong. Tidak ingat dan tidak jelas apa yang saya pikirkan. Akibatnya, saya hanya berhasil tidur ketika pagi sudah menjelang.

Lanjut ke postingan:

Operasi Sinus (Fess), Koreksi Pembengkokan Tulang Hidung (Septum Deviasi), dan Reduksi Konka: D-day

Advertisements

3 thoughts on “Operasi Sinus (Fess), Koreksi Pembengkokan Tulang Hidung (Septum Deviasi), dan Reduksi Konka: Pra-Operasi

  1. Pingback: A Day At Premier Bintaro Hospital, Case: Sinusitis | my30uplife

  2. Pingback: Operasi Sinus (Fess), Koreksi Pembengkokan Tulang Hidung (Koreksi Septum Deviasi), dan Reduksi Konka: Pasca-Operasi. | my30uplife

  3. Pingback: Operasi Sinus (Fess) dan Pembengkokan Tulang Hidung (Septum Deviasi): D-Day | my30uplife

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s