Momen in Prau Day 2: Menuju Patak Banteng, Dieng

Sabtu Pagi

Waktu di bis, kami habiskan buat tidur-bangun-ngemil-tidur-bangun-ngemil dan seterusnya, berulang-ulang dah kaya patterns. Alhamdulillah perjalanan lancar, dan kita sampai di alun-alun Wonosobo lebih kurang jam 6-an pagi.

Disini, komplotan kami jadi 13 orang. Nah loh, dari mana yang 2 lagi ya? Satu ketemu di pool Sinar Jaya, satu lagi ketemu di alun-alun wonosobo.

Maka, dilanjutkanlah perjalanan kami ke Dieng. Ternyata masih jauh dari Wonosobo. Saya lupa-lupa inget, padahal dulu banget pernah ke Dieng sama orangtua.

Dengan membayar 10.000, supir bis mengantar kami ke Dieng, tepatnya ke spot pendakian Gunung Prau di Patak banteng, Dieng. Lumayan jauh juga ternyata, hampir 2 jam-an kami baru sampai disana. Pas turun, udara dingin mulai merangsek menusuk ke dalam kulit. Brrr…

img_0877

Setelah lapor ke pihak yang berwajib. Siaplah kami mengangkat ransel. Baru berapa langkah, eh terhenti. Ternyata, sarapan menanti. Hanya dengan membayar 3000, perut sudah terisi penuh, lengkap dengan nasi, oseng kacang, mie goreng, dan tempe goreng. Alhamdulillah.

Abis itu, dimulailah pendakian. Well sort of. Baru beberapa langkah, eh, terhenti lagi. Eh, ada apalagi ini? Ternyata, kepala komplotan mau belanja dulu. Belanja apa hayooo tebak! Belanja sayur booo.

img_0885Mulai dari sayuran sop-sopan, ikan cuek, telor, melon, dan pisang. Nah loh. Mau ngapain coba di atas? Ini mau piknik apa kemping ya?

Saya bertanya-tanya keheranan dan penuh takjub dalam hati. Maklum aja, selama saya pergi ke alam, sama siapa pun itu, jarang banget yang namanya masak. Kalaupun masak, ya paling masak mie instan.

Lauk bawa yang kering-kering aja, macam tempe orek, kentang kering, kornet, atau sarden. Kornet sama sarden pun kaga dimasak, langsung “glek” dari tempatnya. So, don’t blame me if I was really surprised back then.

Ditambah lagi ngeliat ikan cuek, melon, ama pisang. Mau diapain itu mereka di atas sana? Amazing memang para expert ini alias hiker propecional inih.

img_0883

Zulfah. dede imut yang tidak sengaja ketemu di tukang sayur. Btw, kerupuk yang jadi latar belakang de Zulfah juga dibawa ke Puncak loh.

Photocredit: Komplotan 13 (mega, fira, ika, melly, dwi, anda, fajar, ponco, amri, eko, engkong, ilham, arif)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s