Momen in Paru, Day 2 (Mendaki Gunung Prau)

Siap dengan ransum alias perbekalan alias logistik. Kami lanjut mendaki. Akhirnya kali ini beneran mendaki. Suwer, diawal-awal, pas jalanan masih mulus rata, saya dan Dwi yang pemula dan sudah berusia (kalau sudah begini, baru deh bawa-bawa usia) ngos-ngosan parah. Ketawan dah ga pernah olah raga.

Untungnya, saya lebih mendingan daripada Dwi. Intinya, kami berjanji (dengan semangat berapi-api) bahwa kami akan rutin berolah raga sekembalinya kami dari pendakian bersejarah ini. Untungnya, anggota komplotan yang lain sangat pengertian, gentleman banget dah (ehm ehm) mau ngertiin kita yang anak bawang ini.

Limpahan semangat dan kekuatan dari mereka yang membuat kami bisa sampai ke tujuan, PUNCAK GUNUNG PRAU. Salut banget sama mereka, yang pada kurus kering kerempeng, dengan carier yang beratnya kiloan, ditambah jadi porter dadakan tapi tidak ada masalah untuk mencapai PUNCAK. Respek!

img_0888img_0891Belum juga separuh jalan, kami sudah berhenti tuk sekedar manarik napas dan meluruskan kaki. Sepertinya, para hiker expert ini memaklumi kami atau terpaksa selalu berhenti demi kami (saya, dwi, dan Fira).

Perjalanan pun berlanjut, target kami adalah sampai di Puncak Gunung Prau ketika Ashar. Supaya bisa mendirikan tenda dan memasak sebelum sunset tiba.

Lallu pendakian yang sesungguhnya pun dimulai. Trek yang kami lalui mulai membutuhkan ekstra perhatian dan tenaga.

Sampai juga di Pos III Cacingan. Kenapa cacingan ya namanya? Perlukah kutanyakan pada semak-semak disekitar? Yang jelas, bawaannya mau pose kaya orang cacingan.

Ini dia trek yang paling menantang. Sudah hampir menuju puncak. Saking licinnya Sampai-sampai kami harus memanjat ke atas sambil pegangan tali. Untung kemarin tujuh belasan sempat ikutan lomba tarik tali tambang alias tug of war. Lumayan buat pemanasan jadi tidak kaget-kaget amat.

Finally, after a looong hours, sekitar 3 jam-an, itupun karena kami sering berhenti, sampai juga di PUNCAK. Yippieee yeye!!! Istirahat sejenak, sholat dzuhur lalu merebahkan diri, melonjorkan kaki. Alhamdulillah…

We made it! Really can’t believe we made it!

Photocredit: Komplotan 13 (mega, fira, ika, melly, dwi, anda, fajar, ponco, amri, eko, engkong, ilham, arif)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s