Momen in Prau Day 1: Menuju Wonosobo

Setelah lama tidak kembali ke alam. Akhirnya, kesempatan datang juga. Tidak dinyana tidak diduga, dengan modal nekat dan seadanya. Saya dan Dwi memutuskan ikut melanglang buana ke gunung Prau di daerah Dieng.

Kenapa dibilang nekat, karena ini kali pertama kami pergi ke suatu tempat, yang jauh pula, tanpa perencanaan jauh-jauh hari. Maklum, kami ini termasuk orang yang terstruktur. Setidaknya, akhir-akhir ini.

Jumat Sore

Sebelum berangkat, kami berkumpul di basecamp. Disinilah saya ketemu para expert yang suwer belum pernah saya kenal sebelumnya. Mereka ini tidak lain dan tidak bukan adalah teman masa kecil Dwi. Kesan pertama saya, “wow, hikers sejati, backpacker sejati.” Ada yang lagi packing carier, ada yang lagi makan, ada yang ga pake baju. Nah loh.

Dan waktu itu, saya bertanya-tanya dalam hati, “ngapa belon pada siap inih, katanya jam setengah 4 dah berangkat. Napa masi pada nyantai begini ya?” Usut punya usut, ternyata bisnya berangkat jam setengah 5.

Aisshh, kalo tau kan kami bisa leyeh-leyeh dikit di sekolah. Tapi saya ngerti sih, secara di Jakarta, di Indonesia, biasanya kan jam karet. Jadi, untuk mengantisipasi hal-hal yang mustahil, dimajukanlah jamnya.

img_0876

Setelah selang berapa waktu, lengkaplah komplotan kami. Total 11 orang, 5 cewe cantik sisanya kayanya si cowo tulen. Perjalanan dimulai dengan menaiki bis menuju Wonosobo. Berhubung saya dan Dwi hanya pengikut alias pemula alias anak bawang, kami pun menyerahkan segala urusan transportasi dan akomodasi kepada pihak-pihak yang sudah expert.

Siapakah para expert ini? Roghi, Mega, Arif, Amri, Anda, Ponco, dan komplotannya. Kami pun berangkat naik bis Sinar Jaya AC Ekonomi, kursi 2-3 dari terminal Depok. Ajaibnya, kami memiliki jam yang berbeda dengan bis Sinar Jaya.

Di awal, kami diberitahu bahwa keberangkatan tepat pukul setengah 5. Tapi pas udah setengah 5 kok ya ini bis tidak jalan-jalan juga. Dengan manisnya diam di tempat. Tidak tahunya, jam didalam bis terlambat setengah jam dari jam di pergelangan tangan kami.

Alhasil, kami memang berangkat jam setengah 5 Waktu Indonesia Bagian barat melainkan setengah 5 Waktu Bis Sinar Jaya. Baru tahu saya kalau ada pembagian waktu juga didalam bis. Jangan-jangan beda bis beda jamnya. Sumpah, lucu.

Photocredit: Komplotan 13 (mega, fira, ika, melly, dwi, anda, fajar, ponco, amri, eko, engkong, ilham, arif)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s