Mengurus Paspor di Kanim Jakarta Selatan? Siapa Takut!

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman ketika saya membuat paspor.

MENDAFTAR SECARA ONLINE

Bagi pembuat paspor baru, saya sarankan untuk mendaftar secara online. Hal ini akan sangat mempermudah kita dan juga menghemat waktu untuk membuat paspor.

1.   Sebaiknya siapkan dokumen yang dibutuhkan untuk mengisi formulir online. Yaitu;

  • KTP
  • Kartu Keluarga
  • Akte Kelahiran/ Ijazah/ Buku Nikah (pilih salah satu saja, saya pribadi menggunakan akte kelahiran)

2.   Fotokopi ketiga dokumen tersebut di atas kertas A4.

Pastikan semua dokumen difotokopi memakai kertas A4. Begitupula dengan KTP dan Buku Nikah, jangan dipotong alias tetap dalam bentuk kertas A4. Untuk Ijazah atau Akte kelahiran yang ukurannya biasanya lebih besar dari A4, jangan lupa untuk diperkecil sehingga muat di A4 (catatan: jangan sampai terpotong). Kalau tidak dalam bentuk A4 dan terpotong, maka akan menghambat proses verifikasi  * kita akan diminta untuk memfotokopi ulang. Di Kanim memang ada tukang fotokopi, tapi biasanya ramai alias penuh. *

3.   Ketiga dokumen tersebut harus discan dan disave dalam bentuk .jpeg dengan ukuran maksimal 1.8 MB untuk setiap file. File yang di scan aslinya atau scan fotokopinya saja.

4.   Buka web http://www.imigrasi.go.id, klik Layanan Permohonan Paspor Online atau langsung buka web http://ipass.imigrasi.go.id:8080/xpasinet/faces/InetMenu.jsp.

Kemudian klik Pra Permohonan Personal. Lalu isi formulir sesuai petunjuk yang bisa kita baca di sini. Perhatikan baik-baik, isi semua data-data dengan benar sesuai dengan dokumen yang sudah kita siapkan tadi demi kelancaran proses verifikasi.

5.   Lampirkan filenya di bawah ini.

File yang sudah kita siapkan tadi (KTP, KK, Akte kelahiran/ Ijazah/ Buku Nikah) kemudian kita upload. Ingat, minimal 3 dokumen pendukung harus di-upload. Sekali lagi, hal ini untuk mempermudah proses verifikasi.

6.   Pilih Kanim yang akan didatangi untuk proses verifikasi, foto dan wawancara, dan pengambilan paspor.

Kemudian klik Cek Tanggal untuk memilih tanggal yang available (yang bisa kita datangi). (Untuk Kanim yang dipilih, tidak harus sesuai domisili di KTP). Untuk saya pribadi, saya memilih Kanim yang lokasinya mudah dijangkau dan dekat dengan tempat tinggal saya, yaitu Kanim Jakarta Selatan

7.   Setelah selesai, klik bukti permohonan dan print bukti tersebut di atas kertas A4.

Kita akan mendapatkan 2 lembar bukti permohonan. 1 lembar untuk petugas bank dan 1 lembar lagi untuk pemohon. Bukti permohonan ini HARUS diprint karena akan dilampirkan pada saat kita nanti mendatangi Kantor Imigrasi untuk proses selanjutnya.

MEMBAYAR BIAYA PASPOR

Setelah mengisi formulir dan mendapatkan bukti permohonan, proses selanjutnya adalah membayar biaya pembuatan paspor sebesar Rp. 255.ooo,-

Hal yang perlu diingat:

  • Pembayaran ini harus dilakukan di Bank BNI. Ingat bahwa, kita tidak bisa membayar melalui ATM karena kita membutuhkan lembar bukti pembayaran yang dikeluarkan oleh Bank BNI (nantinya lembar bukti tersebut akan dilampirkan pada saat mendatangi Kanim).
  • Siapkan bukti permohonan yang sudah kita print. Lembar yang dipojok kanan atas tertuliskan petugas bank.
  • Pastikan kita sudah membayar paling telat sehari sebelum tanggal kedatangan kita ke Kanim.
  • Ingat bahwa, setelah kita membayar, maksimal 7 hari masa berlakunya. Artinya, jika kita ternyata tidak bisa mendatangi Kanim hingga 7 hari setelah tanggal pembayaran, maka uang kita akan dianggap hangus (tidak bisa refund). Dan artinya, kita harus mulai lagi dari awal (mendaftar secara online).

Pengalaman saya ketika membayar biaya pembuatan paspor sungguh sangat menakjubkan. Betapa tidak, saya mendatangi Bank BNI di hari Jum’at dan setelah jam makan siang, dan lokasinya dekat pasar. Saat itu, tidak terbayang oleh saya kalau saya harus menunggu antrian, lamaaaa sekali.

  1. Datangi Bank BNI terdekat. Saya sarankan datangi Bank BNI yang lokasinya jauh dari pasar atau datang pagi-pagi sekali ketika bank baru buka, atau datang di hari sabtu pagi * ini yang saya suka, Bank BNI buka di Hari Sabtu. *
  2. Ambil nomor antrian. Untuk saya, saya datang di tempat, hari, dan waktu yang tidak tepat. Jadilah nomor antrian saya besarrr dan jumlah antrian sebelum saya adalah, jreng-jreng, 91 antrian * Oh My God. *

    paspor 1

    Nomor antrian di Bank BNI. 91 antrian!!

  3. Tunggu dengan penuh kesabaran dan kepegalan, hehehe. Untuk membayar pembuatan paspor, kita tidak perlu mengisi formulir, cukup siapkan bukti permohonan yang sudah kita print.
  4. Akhirnya tiba giliran saya * huaaa akhirnya T_T, btw, teller Bank BNI sangat ramah bahkan sekuriti yang membantu memanggil nomor antrian juga sangat humoris. * Serahkan nomor antrian, print bukti permohonan, uang sejumlah Rp 260.000 (Biaya paspor sebesar Rp. 255,000 saya dikenakan biaya Rp. 5000 jadinya total p. 260.000), dan sebutkan tujuan kita membuat paspor  * sepertinya ini akan berpengaruh terhadap berapa banyak jumlah print bukti pembayaran. * Berhubung saya bilang untuk umroh, maka saya diberikan 4 lembar bukti pembayaran.
  5. Simpan bukti yang asli, untuk kita pribadi.

MENDATANGI KANTOR IMIGRASI (KANIM) JAKARTA SELATAN UNTUK VERIFIKASI, FOTO, DAN WAWANCARA

Kanim Jakarta Selatan:
Jl. Warung Buncit Raya No. 207 Pancoran

Sebelum mendatangi Kanim, untuk mempermudah proses yang akan saya jalani nantinya, saya siapkan kembali dokumen di bawah ini, dan masukkan dalam 1 map.

  • Dokumen pendukung asli, sesuai dikumen yang kita upload pada saat mendaftar secara online (di klip jadi satu).
    1. KTP
    2. KK
    3. Akte Kelahiran/ Ijazah/ Buku Nikah
  • Dokumen asli (diklip atau distapler jadi satu)
    1. Print Bukti Permohonan (yang dipojok kanan atas tertulis untuk pemohon)
    2. Bukti pembayaran biaya pembuatan paspor dari Bank BNI (tidak usah yang asli ya)
  • Fotokopi dokumen pendukung asli (seperti yang sudah kita fotokopi sebelumnya, yaitu diatas kertas A4). Kemudian klip jadi satu.
    1. Fotokopi KTP
    2. Fotokopi KK
    3. Fotokopi Akte Kelahiran/ Ijazah/ Buku Nikah

Hal yang perlu diingat:

  • Gunakan pakaian yang sopan dan formal. Usahakan tidak memakai kaos dan sandal.
  • Untuk kepentingan foto paspor. Untuk yang tidak berjilbab, harus memakai kemeja atau kaos berkerah (hal ini juga berlaku untuk yang memakai jilbab yang tidak menutupi bagian kerah). Baju dan jilbab yang dikenakan tidak boleh berwarna putih (karena background foto berwarna putih).
  • Datangi Kanim sejak pagi sekali * kalau bisa sebelum Kanim buka deh, apalagi kalau kanimnya terkenal ramai. * Untuk Kanim Jaksel, pengambilan nomor antrian dimulai pukul 07.00 pagi. Sedangkan pelayanan dimulai pukul 08.00 pagi.
  • Bagi pendaftar yang tidak memanfaatkan sistem online, sebaiknya datang sepagi mungkin. Karena jumlah pemohon hanya dibatasi 100 orang setiap harinya * Beda dengan pendaftar online yang tidak dibatasi jumlahnya. *

Mengingat banyak cerita mengenai antrian yang panjang, akhinya saya memutuskan berangkat pagi-pagi sekali. Untuk menuju lokasi, saya memanfaatkan BUSWAY alias Bus Trans Jakarta Rute Ragunan-Kuningan. Alhamdulillah, saya langsung turun di halte Imigrasi persis di depan Kanim.

Begitu masuk Kanim, saya langsung menuju Lantai 2. Jam di tangan menunjukkan pukul 7.45 pagi. Alangkah kagetnya saya, melihat puanjaaaangnya antrian manusia yang sudah mengular * alhamdulillah, ternyata itu antrian untuk pemohon non-online. *

Tiba-tiba terdengar suara dari speaker yang menyatakan kalau jumlah pemohon non-online sudah mencapai 100 orang sehingga yang lain dipersilakan untuk datang kembali di keesokan harinya (* h my God, seingat saya, pengambilan nomor ntrian baru dibuka pukul 07.00 dan sekarang baru 07.45 tapi sudah 100 orang yang mendapat nomor antrian! *

Saya sungguh kasihan dengan puluhan atau ratusan orang yang mengantri tadi tapi ditolak karena kuotanya sudah penuh. Jadilah Kanim agak sepi, antrian manusia yang mengular tadi tiba-tiba menghilang.

  1. Datangi kanim yang sudah kita pilih saat mendaftar online. Pastikan tanggalnya juga sesuai yang kita pilih.

    Kanim Jakarta Selatan

    Kanim Jakarta Selatan

  2. Berikan dokumen asli (print bukti permohonan online, bukti pembayaran, dan dokumen pendukung) kepada petugas. Beliau akan mengecek kemudian men-scan barcode yang ada di bukti permohonan online. Lalu, keluarlah nomor antrian untuk verifikasi dokumen. Petugas akan men-stapler nomor antrian tersebut bersama-sama dengan bukti permohonan online kita.
    Mesin yang akan men-scan barcode dan mengeluarkan nomor antrian.

    Mesin yang akan men-scan barcode dan mengeluarkan nomor antrian.

    Nomor antrian (loket nomor 2 antrian ke 71)

    Nomor antrian (loket nomor 2 antrian ke 71)

  3. Menunggu… dengan penuh kesabaran, terlebih lagi jika loket yang melayani hanya 1 saja. Untuk pendaftar online, biasanya dilayani di loket 2-4.
    Loket verifikasi.

    Loket verifikasi.

    Sambil menunggu, cek kembali kelengkapan dokumen. Jika kita membuat paspor untuk umroh atau haji (tujuan negara Arab Saudi), pastikan bahwa nama yang akan tertera dalam paspor anda terdiri dari 3 suku kata. Ini adalah wajib hukumnya. Contohnya saya, nama saya melly astriani. Tapi untuk berjaga-jaga seandainya saya umroh dalam waktu dekat, saya tambahkan nama saya menjadi melly astriani somad. Nah, untuk penambahan nama ini, kita harus melampirkan surat pernyataan penambahan nama yang berisi materai. Surat ini bisa kita beli di koperasi (tempat foto kopi tepat di seberang loket 1 & 2). Harganya Rp 7000 sudah lengkap dengan materai. Kita tinggal mengisi data dan tanda tangan. Surat ini kemudian kita satukan (klip) bersama dengan fotokopi dokumen pendukung yang sudah kita siapkan.

    Surat pernyataan penambahan nama (khusus bagi kita yang mau mengunjungi arab saudi untuk umroh atau haji)

    Surat pernyataan penambahan nama (khusus bagi kita yang mau mengunjungi arab saudi untuk umroh atau haji)

  4. Ketika nomor antrian kita tiba * perhatikan loket mana yang akan melayani nomor antrian kita, * serahkan nomor antrian yg sudah distapler tadi, fotokopi dokumen pendukung, dan dokumen asli. Petugas akan mengecek (memverifikasi) data kita. Setelah dinyatakan lolos, petugas akan mengembalikan dokumen asli dan juga nomor antrian kita).

    Kelengkapan dokumen yang diserahkan ke petugas verifikasi.

    Kelengkapan dokumen yang diserahkan ke petugas verifikasi.

  5. Pergi menuju tempat foto, sidik jari biometrik, dan wawancara.

    Tempat foto dan wawancara.

    Tempat foto dan wawancara.

  6. Menunggu lagi… * Kali ini, saya menunggu cukup lama karena terpotong istirahat makan siang dan juga banyaknya antrian. *
  7. Istirahat makan siang pukul 12.00-13.00. Manfaatkan waktu untuk makan siang dan sholat. Kebetulan di lantai satu gedung imigrasi, ada Hazel & Nut Cafe yang menawarkan banyak sekali makanan. Saya pribadi memilih soto dan pancake * and it taste really good, not bad at all. *
  8. Selesai maksi, kembali mengantri. Hingga akhirnya muncullah nomor antrian saya di layar LCD. Saya lihat kala itu waktu menunjukkan pukul 15.00 * ckckckc, lumayaaaan…* Pintu akan dibuka dan serahkan nomor antrian kita.
  9. Menunggu… lagi, hingga petugas memanggil nama kita.
  10. Melly… * ya pak saya pak, semangat 45. * Waktunya pas foto dan foto biometrik alias sidik jari. Persis seperti bikin e-KTP. Alhamdulillah giliran saya tiba, begitu pikir saya hingga tiba-tiba… jreeeng!!! layar komputer si petugas blank! alamak… nge-heng! Sempat ketar-ketir berpikir, “gimana ini kalo ga bisa dibenerin, terus ditunda besok, ahhhh tidaaaak!” alhamdulillah… beberapa menit kemudian kembali normal.
  11. Jepret! diambillah foto saya yang saya jamin 100% sudah kucel, kumel, kinclong, dan tak bening lagi * hehe, kaya mukenye bening aje. sayang tu foto kaga bisa diedit kaya di hape. * Selesai foto, tinggal sidik jari kita. dan selesai sudah sesi pemotretan * berasa model. *
  12. Menunggu… lagi. Tapi kali ini tidak lama ko. Selang beberapa belas menit, nama saya dipanggil dan saya siap diwawancara. Pertanyaannya seputar tujuan kita membuat paspor. Petugas kemudian memberikan kita waktu untuk mengecek kembali data-data kita apakah penulisannya benar atau tidak. Di sinilah kesempatan terakhir kita untuk memperbaiki bila ada yang salah. Cek cek dan cek lagi.
  13. Selesai wawancara, tinggal Tanda tangan. Daaaaan, simpan tanda terima yang diberikan petugas. Tanda terima ini nantinya kita pakai untuk mengambil paspor.
    Tanda terima pengambilan paspor.

    Tanda terima pengambilan paspor.

    Dan tunggu 3-4 hari kerja, maka jadilah paspor kita. Untuk saya pribadi, petugas memberitahu untuk mengambil paspor di hari jum’at * FYI, saya diwawancara hari Senin, karena terpotong libur tahun baru, maka hari jum’at baru jadi. *

MENGAMBIL PASPOR

Tibalah hari Jum’at dan saya siap mengambil paspor. Jangan lupa untuk membawa tanda terima pengambilan paspor.

  1. Datangi loket pengambilan paspor.
  2. Taruh tanda terima di kotak yang sudah disediakan.
  3. Tunggu hingga nama kita dipanggil.
  4. Ketika dipanggil, tanda tangan di tempat diminta. Cek data kita yang tertulis di paspor * apakah ada yang salah atau tidak. * Jika ada, langsung laporkan. Jika tidak, bawa paspor dan fotokopi 1 x.
  5. Fotokopi paspor 1 x di koperasi * serahkan saja paspor ke tukang fotokopi. Mereka sudah tahu harus bagaimana memfotokopinya *
  6. Serahkan fotokopi tadi ke petugas yang tadi memberikan paspor kita.
  7. Selesai!!!!! YEEEEEEYYY!! paspor sudah di tangan.
Pasporrrr!!!

Pasporrrr!!!

Sebenarnya, sangat mudah untuk mengurus paspor sendiri. Terutama jika kita sudah menyiapkan dokumen yang dibutuhkan dan mendaftar secara online. Apalagi, kalau kita mengurusnya di hari yang tidak ramai * misal, jauh hari sebelum musim liburan atau haji atau di hari jum’at. *

Ketika saya mengambil paspor di hari jum’at, saya lihat jumlah orang yang mengantri tidak separah di hari senin. Bahkan, saya dapat info dari keluarga, kalau kita mengurus di kanim yang ‘mungkin’ lokasinya jauh * relatif ya * atau di hari sepi, paspor bisa jadi dalam satu hari dan jumlah antrian pun tidak banyak.

Intinya, pengalaman membuat paspor ini sangat bermanfaat bagi saya. Tidak sesusah dan sesulit yang saya pikirkan sebelumnya. So, BIKIN PASPOR SENDIRI? SIAPA TAKUT!!!

Advertisements

3 thoughts on “Mengurus Paspor di Kanim Jakarta Selatan? Siapa Takut!

  1. Pingback: #Jan 4 | my30uplife

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s