Mengenal Jenis Layang-layang di Museum Layang-layang Indonesia

Kala itu, liburan telah tiba. Waktunya kami mengeksplorasi dan memperkaya pengetahuan mengenai Indonesia.

Teringat akan permainan tradisional yang sering kami mainkan saat masih kanak-kanak, yaitu layang-layang. Kamipun beranjak menuju Museum Layang-layang Indonesia di daerah Pondok labu, Jakarta Selatan.

img_3074

Begitu masuk gerbang Museum, kami disambut dengan pemandangan yang sangat asri. Lanjut memasuki ruang dalam museum, kamipun terkagum-kagum.

img_3055

Meskipun ruangannya tidak terlalu besar, namun ruangan tersebut dimanfaatkan dengan sangat baik. Banyak sekali layang-layang super besar yang tergantung di dinding maupun di langit-langit. Ada juga layang-layang dalam kotak kaca ataupun yang diletakkan di lantai.

img_2996

img_3013

Kami semakin tidak sabar untuk mengetahui lebih lanjut mengenai museum ini. Pemandu wisata museum pun mulai menjelaskan asal muasal museum ini.

img_2952

Museum layang-layang didirikan oleh seorang pakar kecantikan bernama Endang W. Puspoyo yang memiliki passion terhadap dunia layang-layang. Beliau menekuni dunia layang-layang sejak tahun 1985 yang diawali dengan membentuk merindo Kites & Gallery. Sejak itu, beliau secara aktif mengikuti berbagai festival layang-layang baik di dalam maupun di luar negeri. Karena cintanya itu, maka beliau mendirikan Museum layang-layang pada tanggal 21 Maret 2003 untuk memperkenalkan layang-layang dari seluruh daerah di Indonesia.

Kami mendapat pengetahuan baru. Bahwa salah satu permainan tradisional Indonesia ini sudah ada sejak zaman prasejarah. Bahwa setiap daerah di Indonesia memiliki layang-layang khas daerahnya masing-masing.

Koleksi Layang-layang Purba

Layang-layang sudah ada sejak zaman prasejarah. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya Lukisan layang-layang dalam gua di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. yang dilukis dengan menggunakan getah daun.

img_3030

Layang-layang purba umumnya terbuat dari daun ubi hutan atau gadung. Kerangkanya terbuat dari bamboo dan benangnya terbuat dari serat daun pandan duri.

img_3008

Koleksi layang-layang 2 dimensi (2D) dari berbagai daerah di Indonesia

img_3001

img_3017

img_3011

img_3031

img_3045

img_3047

Koleksi layang-layang 3 dimensi (3D) yang ada di museum ini

Layang-layang berbentuk rangkaian lingkaran merupakan bagian dari tubuh layang-layang berbentuk naga yang panjangnya bisa mencapai 15-250 meter.  Sekilas mirip naga kecil (liong) kalau dalam pertunjukan barongsai. Jika diterbangkan, layang-layang naga biasanya dilengkapi alat yang bisa mengeluarkan asap merah dari mulutnya.

img_3040

img_2998

Sang pemandu juga bercerita kalau layang-layang yang terkenal dari Indonesia, terutama buatan workshop museum adalah layang-layang berbentuk ikan Koi.

img_2999

Layang-layang ini harganya mencapai 15 juta rupiah. Namun akhir-akhir ini, layang-layang bentuk koi tersebut sering diklaim asli buatan Malaysia.

img_2953

img_2978

img_2955

Berikut ini adalah alat yang digunakan pelayang jika mereka menerbangkan layang-layang berukuran sangat besar, seperti layang-layang 3D. Mereka akan duduk di alat tersebut sembari menerbangkan layang-layang.

img_3043

Koleksi layang-layang berukuran kecil

img_3000

 

Masih ingat rasanya bermain layang-layang?

Ingatkah sensasi keberhasilan menerbangkan layang-layang?

 

Operasional

Buka setiap hari, kecuali hari libur nasional
Buka: 09:00 – 16:00 WIB
HTM:  Rp. 15.000

Alamat

Jl H Kamang No.38, Pondok Labu, Jakarta Selatan 12450,
No. Tlp 021.7658075 –  021. 7505112
Fax. 021. 75904863

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s