Bermain, Belajar, dan Bergembira di Festival Taman 2013

Festival Taman? Apaan tuh? Di mana? Kapan? Emang ada yah?

Setidaknya, begitulah pertanyaan orang-orang di sekitar saya ketika saya mengajak mereka menyambangi Festival Taman 2013 di Taman Cattleya, Jakarta Barat.

Jujur, ini juga kali pertama saya mendengar dan excited sekali untuk datang ke festival taman ini. Apalagi setelah melihat beritanya di TV, dibuka oleh Bapak Jokowi. Bahkan mama pun, semangat sekali untuk datang ke sana.

Nah, tengah hari bolong, tepatnya sehabis zuhur, saya dan mama naik busway jurusan PGC-Gogol. Kami turun di halte Rumah Sakit Harapan Kita.

Bermodalkan semangat 45, kami berjalan kaki menelusuri trotoar mencari Taman Cattleya. Patokan saya saat itu hanya, Mall Taman Anggrek. Katanya, background pemandangan taman cattleya adalah Mall Taman Anggrek.

Alhasil, teruslah kami berjalan, hingga akhirnya menemukan titik terang. Sebuah Tembok bertuliskan “Taman Cattleya.” Alhamdulillah…

Lanjut menuju ke bagian dalam taman, kami melihat banyak kendaraan terparkir, sebuah panggung, tenda dan kelompok orang di beberapa bagian taman. Penasaran, kami pun menjelajahi taman dan berkeliling.

Sesaat, kami berhenti untuk melihat sepeda yang bisa menghasilkan listrik. Bayangkan saja, kita bisa nge-charge hp dengan syarat mengayuh sepeda untuk menghasilkan listrik.

Sambil berolahraga, sambil nge-charge hp, sambil menghemat bayar listrik. Kira-kira, seperti itulah idenya.Sayang saya lupa memfoto mama yang sedang mencoba sepeda tersebut.

Selesai dengan sepeda, kami mengunjungi komunitas penyayang ular. Tidak lain dan tidak bukan adalah Yayasan Sioux Ular Indonesia.

Lembaga Studi Ular Indonesia yang berkembang menjadi Yayasan Ular Indonesia, lembaga swadaya, swadana, dan swakarsa yang lahir dan terbentuk dari rasa kecintaan terhadap ular @siouxindones.

Puas bertanya kesana-kemari mengenai ular, kami pun berkeliling melihat pameran yang diadakan berbagai komunitas yang ada di indonesia, jakarta khususnya.

Mulai dari komunitas 1001 buku, greeneration ID, HAAJ, KHI, MKI (masyarakat komik indonesia), PHJ (Peta hijau Jakarta) dan masih banyak yang lainnya. Setelah itu, kami berjalan masuk ke bagian dalam taman, untuk melihat beberapa workshop yang diadakan panitia.

Ada workshop di area belajar, area bergembira, dan area bermain. Senang rasanya melihat sekeliling saya saat itu. Taman yang hijau nan rindang, dipenuhi orang yang berkegiatan bersama.

Sayup-sayup terdengar gelak tawa, derap kaki berlari, dan celotehan anak-anak kecil. Bahkan saya sempat melihat ada cosplay yang sedang melakukan pemotretan. Seruuu.

Dipikiran saya, beginilah seharusnya apa yang disebut sebagai taman. Bukan tempat untuk tinggal sementara, tempat buang sampah sembarangan, apalagi tempat pacaran alias bermesra-mesraan.

Tapi seperti inilah seharusnya, tempat berolahraga, bermain, belajar, bergembira, menambah pertemanan, dan sekadar untuk melepas lelah juga kepenatan dari kesibukan ibukota.

Semoga, festival seperti ini rutin dan sering diadakan. Semoga semua taman di Indonesia, di Jakarta khususnya, dapat dijaga dan difungsikan sebagaimana mestinya. Mengingat ruang terbuka hijau sudah langka di Jakarta.

Mau tahu lebih lanjut mengenai festival taman 2013, klik saja http://festivaltaman.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s