Monday Music: It’s a Beautiful Day by Lighthouse Family

Video

Ok, this is Monday. When lots of people hate Monday, I am just the opposite. Cos I love Monday. And this song is filled this whole day of mine and hopefully for the whole week. Felt connected with the lyrics, “It’s a beautiful Day outside…”

And this is Earth Day, Lets’ make everyday as beautiful as this day. Love our environment more than today.

Full Lyrics from azlyrics

“It’s A Beautiful Day”

There’s nothing wrong with me, I’m OK
It’s only because recently been kind of Grey that I feel down
I know what I’m aiming for
Don’t think so much about everything and let the day take over
It ain’t that hard to do

It’s a beautiful day outside
But you don’t know how to fly

There’s nothing wrong with you, you’re OK
It’s only because things don’t always go your way that you feel down

Hey what you waiting for ?
Don’t think so much about everything and let the day take over
It ain’t that hard to do

It’s a beautiful day outside
But you don’t know how to fly
It’s a beautiful day outside
But you don’t know how to fly

Hey, what you waiting for?
Don’t think so much about everything and let the day take over
It ain’t that hard to do

It’s a beautiful day outside
But you don’t know how to fly

It’s a beautiful day outside
But you don’t know how to fly
It’s a beautiful day
It’s a beautiful day
It’s a beautiful day
It’s a beautiful day

Advertisements

Goodbye, Seems to be The Hardest Word

2013-05-16-12-35-41_deco

Who would have though that I would feel very sad for letting go some of my student. It is strange. It seems that saying goodbye to them is the hardest word for me to say. It is not that I’m not happy for them, cause I do. Watching them grew little by little, time after time are the most precious moments for me as their teacher. From just bubbling until they spoke sentences. From hardly held markers until they could write their name. From asking help from me until they can helps others children. From speaking in Bahasa until they spoke fluently in English * even though some of them maybe only for a sentence *  How they are growing in front of my eyes are very memorable.

So, the background story of this writing is, 8 of my student graduated from my class which is PreSchool, and now they already move to PreKindy. We spent almost 1,5 years together, experiencing  fun and joyful learning. We learned as we played and  interacted to each other. We share experiences during those times. They learned from me and I definitely learned a lot from them. They are such a great student. And I am really proud of them. It’s such a honor for me to be part of their life, as their teacher in their early childhood * I don’t think they will remember me later on, since human memories is very limited *

Well, I guess this is just such a farewell syndrome. Hard to let go because separate from them means that I lost my comfort zone with them. I believe that time  will heal. That there will be another children to fill my comfort zone. That Later on, smile will be upon my face every time I recall to the past.

Farewell is not the end.

It is just the beginning of something.

And memories is something that will last forever.

Goodbye my lovely student.

Enjoy your new journey in a new classroom.

Hope that you all will go through much fun learning experiences.

 

Thanks GOD for waking me up again this morning.

Village

Village (Photo credit: Dani Croitor)

The sentence above showing my grateful for having another chance to enjoy morning view. Every morning, I felt the same way. But that day was an exception.

I went out right after Subuh (4.45 am). When some people still dreaming on their bed. When the Village still in silenced. When street lights shone so bright. When darkness still surrounds. And the air, there is no question that the air was fresh enough.

Gosh, I LOVE MORNING. Especially that day. No wonder my mom always drag me out to accompany her jogging in early morning. Well, I just done that a couple of times with her and only near our house so never felt so much excited like that particular day. But, as I recalled my memories. I’ve seen some crazy beautiful morning view before. Not in Jakarta though. Let’s see.

Sunrise in BROMO MOUNTAIN is amazing.

Quite beautiful in PUNCAK Bogor.

PASIR PUTIH LAMPUNG also have great morning view.

In BALI, you could always find eyes catching morning view, especially when you witnessed from the beach.

Where else to think? Hmm, too many places in INDONESIA.

But the last I want to mention here are THOUSAND ISLAND, PANGANDARAN, PARANG TRITIS, DIENG, and off course in a village where my mom was born, SUSUKAN VILLAGE with SLAMET MOUNTAIN as background.

Don’t believe me? see these picture below.

Be grateful, everytime we open our eyes each and every morning.

For being able to breathe once again.

For God still give us chances to live our life much much better than the past.

Donor Sekarang, Setetes Darah Anda Nyawa Mereka

Donor Darah.

Rasanya frasa ini sering kali kita dengar di dalam kehidupan kita sehari-hari. Tapi, pernahkah kita melakukannya? Sebagian orang mungkin pernah, setidaknya sekali dalam hidupnya mendonorkan darah mereka, Sementara itu masih banyak juga orang yang “belum berani” mendonorkan darahnya.

Kenapa saya mengatakan belum berani? Karena sebagian masyarakat kita masih takut dan ragu-ragu untuk mendonor. Mereka masih memercayai mitos-mitos yang sampai saat ini, sayangnya, masih berkembang di masyarakat. Padahal, faktalah yang seharusnya kita percayai, bukan mitos. Untuk mengetahui fakta-fakta yang membantah mitos tersebut, bisa dibaca di kompas.com

Sebenarnya, apa sih donor darah itu? menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ke-3, do·nor n 1 penderma; pemberi sumbangan; 2 penderma darah (yang menyumbangkan darahnya untuk menolong orang lain yang memerlukan). Jadi, donor darah artinya adalah penderma darah.

Bagi saya, hal ini cukup menggiurkan. Bagaimana tidak, di otak saya, terpikir bahwa saya bisa menjadi seorang penderma, meskipun saya mungkin tidak punya materi untuk didermakan dalam artian materi disini adalah uang dsb.

Ditambah lagi iming-iming bahwasanya darah yang kita dermakan bisa menyelamatkan nyawa atau kehidupan orang lain. Yang artinya, keberadaan saya bisa bermanfaat bagi orang lain, walaupun dalam bentuk setetes darah saja. Dari situlah saya memberanikan diri, menguatkan hati, menyiapkan fisik, lalu mengambil seribu langkah menuju kantor PMI DKI Jakarta.

Apa sih syaratnya kalau saya mau mendonorkan darah? Hal itu yang pertama terbersit dalam benak saya ketika berniat mendonorkan darah.

Menurut Palang Merah Indonesia, kriteria umum yang ditetapkan PMI adalah sebagai berikut.

  • Calon donor harus berusia 17-60 tahun,
  • Berat badan minimal 45 kg
  • Tekanan darah 100-180 (sistole) dan 60-100 (diastole).
  • Jika berminat, calon donor dapat mengambil dan menandatangani formulir pendaftaran; lalu menjalani pemeriksaan pendahuluan seperti kondisi berat badan, HB, golongan darah; serta dilanjutkan dengan pemeriksaan dokter.
  • Jika lulus, barulah darah dan contoh darah diambil.
  • Namun, harus diingat, demi menjaga kesehatan dan keamanan darah, individu yang antara lain memiliki kondisi seperti alkoholik, penyakit hepatitis, diabetes militus, epilepsi, atau kelompok masyarakat risiko tinggi mendapatkan AIDS serta mengalami sakit seperti demam atau influensa; baru saja dicabut giginya kurang dari tiga hari; pernah menerima transfusi kurang dari setahun; begitu juga untuk yang belum setahun menato, menindik, atau akupunktur; hamil; atau sedang menyusui untuk sementara waktu tidak dapat menjadi donor.

Lalu bagaimana prosedur donor darah? Ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan. Berikut ini merupakan prosedur donor darah yang saya kutip dari website PMI DKI Jakarta dan yang sudah saya alami sendiri ketika donor darah untuk pertama kalinya.

PROSEDUR DONOR DARAH

PEMERIKSAAN PENDAHULUAN 

  • Mengisi formulir pendaftaran * pulpen disediakan, jangan lupa membawa KTP * di lobi kantor PMI.
Lobby PMI DKI Jakarta

Lobby PMI DKI Jakarta

  • Serahkan form ke petugas pencatat, tunggu hingga nama saya dipanggil
  • Selagi menunggu, timbang berat badan
  • Pemeriksaan kadar HB

PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH

Siap untuk dicek gol darah. Tapi sekarang alatnya sudah canggih, seperti pulpen, dan tidak terasa sakit.

Setelah selesai dan lolos kualifikasi, tunggu di ruangan selanjutnya hingga nama atau nomor urut saya dipanggil.

PEMERIKSAAN DOKTER

  • Pemeriksaan tekanan darah
  • Riwayat medis
  • Pemeriksaan fisik sederhana

Setelah lolos dari pemeriksaan dokter, saya dipersilakan masuk ke ruangan donor. Sebelum itu, saya diwajibkan mencuci kedua lengan saya dengan sabun agar lebih steril.

PENGAMBILAN DARAH

Perawat kemudian memanggil nama saya dan memersilakan untuk berbaring di tempat yang sudah disediakan. Biasanya, bagi pendonor lama, perawat langsung menanyakan, di lengan mana pengambilan darah biasanya dilakukan.

Sementara untuk pendonor pemula, perawat menjelaskan bahwa beliau akan mencoba mengambil darah di salah satu lengan, jika pembuluh darah sulit ditemukan, maka perawat akan menyarankan untuk mencoba di lengan yang satunya lagi.

Alhamdulillah, saat perawat mencoba di lengan kiri saya, transfusi sudah bisa dilakukan, saya hanya tinggal menunggu sambil berbaring dan menonton TV dan sesekali bertanya tentang ini-itu ke sang perawat. Selang berapa lama, kantung sudah terisi penuh, dan selesailah proses pengambilan darah.

Perawat menanyakan apakah saya pusing atau ada keluhan lain yang tidak wajar. Jika iya, maka beliau memmersilakan saya untuk berbaring dan beristirahat terlebih dahulu. Jika tidak, seperti saya, maka bisa lanjut ke proses selanjutnya.

PENGAMBILAN KARTU DONOR

Ini saatnya mengambil kartu donor. Warna kartu donor disesuaikan dengan golongan darah. Berhubung saya bergolongan darah AB, maka kartu saya berwarna kuning. Di dalam kartu donor juga diselipkan semacam ‘voucher’ makan.

ISTIRAHAT : HIDANGAN RINGAN

Darah sudah diambil, kartu sudah ditangan. Sekarang saatnya menuju cafetaria pendonor dan menikmati hidangan ringan. Yang, bagi saya sebenarnya tidak ringan. Bayangkan saja, mie, telur rebus, susu coklat, air putih siap mengisi perut.

Saya hanya perlu duduk, lalu pelayan akan mengambil ‘voucher’ makan dan mengantarkan hidangan tersebut langsung ke meja saya. Tempatnya pun, cukup cozy, untuk ukuran sebuah cafetaria.

PULANG

Ketika nampan yang tadinya penuh ‘mendadak’ kosong, itu menandakan waktunya saya untuk pulang. Tuntas sudah urusan saya. Lega, itulah yang saya rasakan. Akhirnya bisa juga donor darah, setelah 3x ‘ditolak’ dengan berbagai alasan.

Tidak ada rasa lemas, pusing, mual, ataupun yang lainnya seperti yang dikhawatirkan banyak orang. Saya justru merasa bugar, sepertinya energi positif mengaliri tubuh dan jiwa saya. Sekarang tinggal menunggu 3 bulan lagi, untuk saya mendonorkan darah kembali.

Jangan takut untuk mendonorkan darah, karena banyak manfaat positif yang kita peroleh darinya. Sesegera mungkinlah kita mendonorkan darah.

Ingatlah bahwa, setetes, ingat, bukan sekantung tapi se.te.tes darah kita bisa menyelamatkan nyawa seseorang, dan saya jelas percaya hal itu. Walaupun, takdir hidup seseorang tetaplah hanya kuasa ALLAH SWT.

Mama saya merupakan contoh nyata, bukti hidup, bahwasanya darah orang lain telah menyelamatkan nyawa beliau dan nyawa adik saya. Jika saja, saat Mama melahirkan adik saya, dan tidak ada orang yang mendonorkan darahnya untuk Mama, maka wallahua’lam, entah apa yang akan terjadi pada mereka berdua.

Jadi, sekali lagi, jangan takut untuk donor darah. Segera datangi kantor PMI terdekat atau mobil unit darah atau unit-unit donor darah lainnya yang terdekat dari rumah kita.

PMI DKI JAKARTA
Jl. Kramat Raya No. 47 Jakarta Pusat 10450
Telp.: (021) 3906666 (Hunting)
Fax.: (021) 3101107
Email: info@pmidkijakarta.or.id

Blood for life.

If you donate money, you give food, clothes, or home for living. It’s all for a better life.

But if you donate blood, you give life. A new chance for life to live.