Hari Gajian, Saatnya Memberikan Kepada Yang Berhak

Finally, payment day.

Gajian sudah tiba. Mulailah saya budgeting untuk 1 bulan ke depan. Pertama, yang harus saya ingat adalah ada hak orang lain dalam gaji saya. Kedua, nabung. Ketiga, nabung. Keempat, nabung lagi.

Apa maksudnya tentang hak orang lain? Bagi saya, ada 5 hak di dalam gaji saya.

Naik Haji jika mampu.

1. Hak Allah.

Berarti menggunakan sebagian rezeki saya untuk mendekatkan diri saya kepada Allah. Misalnya saja menabung untuk pergi Haji (kapan ya?), membeli hewan kurban, atau aqiqah * kalau belum. *

2. Hak fakir miskin.

Berarti menyisihkan sebagian rezeki saya untuk membantu orang lain yang hidupnya lebih susah dari saya. Bisa dalam bentuk menyumbang ke yayasan-yayasan sosial, membeli buku untuk taman bacaan, memberi makan pengemis, memberikan susu ke pengamen anak-anak atau anak jalanan, dan banyak cara lainnya.

3. Hak orang tua.

Berarti menyisihkan sebagian rezeki saya untuk orang paling penting di dunia, orangtua. Walaupun saya merasa, seberapa banyak pun yang sudah saya berikan ke mereka,  tidak akan bisa membalas semua yang mereka sudah berikan kepada saya. Tetapi, bahagia rasanya kalau saya bisa memberikan uang kepada mereka * kan selama ini biasanya saya yang meminta uang kepada mereka. * Sayangnya, sekarang ini saya cuma bisa membahagiakan mama. Sedangkan sudah terlambat bagi saya untuk membahagiakan bapa * rest in peace. * Oleh karena itu, apapun rasanya ingin saya berikan ke mama. Want to make her as happy as it could be.

4. Hak saya pribadi.

Untuk yang satu ini, tidak perlu dibahas lebih panjang. Intinya, Anything that I, me, myself want to do, just do it. Asal sesuai budget. Tapi tetap, harus ingat untuk menggunakannya secara bijak alias wisely. Ditabung pun boleh, wajib malah hukumnya. Anggap saja tabungan untuk merealisasikan wishlist saya.

 5. Hak negara.

  • kalau gaji kita sudah memenuhi kriteria untuk kena pajak ya * Alias PAJAK. Kalau kata iklannya sih: “hari gini tidak bayar pajak! Apa kata dunia!” Walaupun akhir-akhir ini banyak oknum perpajakan yang membuat kita tidak rela dan malas untuk membayar pajak, namun saya berprasangka baik saja dengan tetap membayarkannya. Kalau memang kita sudah termasuk wajib pajak, maka bayarlah, masalah dikorupsi atau tidak oleh para oknum yang tidak bertanggung-jawab, biarlah menjadi urusan mereka dengan Tuhan.

Kalau sudah memenuhi kelima hak tersebut, maka tenanglah saya. Nikmati dan bersyukurlah.

Just enjoy and grateful for every rupiah that I get so far. 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s