One Stop Vacation in Monas (Monumen Nasional)

Monas atau Monumen Nasional merupakan icon kota Jakarta, ibukotanya Indonesia * in case ada yang belum tahu. * Setiap orang yang berasal dari luar Jakarta, pasti belum lengkap rasanya kalau belum menyambangi monas. “Bagai sayur asem tanpa garam,” kalau orang betawi bilang * secara saya berdarah separuh betawi. * Monas juga bisa saya bilang sebagai One Stop Vacation. Di sini kita tidak sekadar liburan semata, tapi bisa juga berolahraga, bermain, sekaligus belajar, dari anak-anak, remaja, dewasa, orang tua hingga manula bisa menikmati liburan di Monas.

Kantor Pengelola Monumen Nasional Provinsi DKI Jakarta
Jl. Kebon Sirih No.22 Blok H Lt.IX No.53
Jakarta Pusat
Telp: (021) 382 3041

Monas dibangun pada masa pemerintahan Soekarno, yaitu mulai 17 Agustus 1961-1968, namun baru sepenuhnya selesai dan dibuka untuk umum di masa pemerintahan Soeharto, yaitu pada tahun 1972. Kalau saya tidak belajar sejarah, mungkin saya akan mengira kalau monas ini pasti rancangan orang luar alias orang asing.

Secara ya, monas ini dibangun zaman dahulu. Akan tetapi, betapa kaget sekaligus bangganya saya, ternyata, orang yang merancang monas adalah arsitek asli Indonesia. * Whoaaa… kereeeen. * Orang-orang keren itu adalah Ir. Soekarno (arsitek utama), Soedarsono (arsitek pelaksana), dan Ir. Rooseno (penasehat konstruksi).

Oiya, kalau saya ke monas, pasti tidak ketinggalan untuk melihat taman di sekitar monas. Karena, di taman inilah biasanya saya berteduh atau sekadar ‘piknik’ sambil menikmati keindahan monas dari kejauhan. Nah, taman di monas ini biasanya disebut taman hutan kota atau taman monas * maklum, satu-satunya tempat yang buanyak pohonnya di tengah-tengah kota Jakarta, liat saja gedung di sebelah kanan dan kirinya yang notabene terbuat dari beton yang menjulang. * bagi yang suka berkeliling, jangan khawatir, karena di sini kita bisa menyewa andong alias delman, untuk sekadar berkeliling monas.

Waktu itu, saya dan rombongan * hanya mama dan sepupu doank sih, hehe * mengunjungi monas dalam rangka mengisi liburan sepupu saya. Saya ingin, mereka mengenal monas, tidak hanya sekadar tahu monas itu tampak seperti apa, tapi lebih kepada ingin memperkenalkan mereka terhadap sejarah monas itu sendiri. Jadilah kami pergi ke monas dengan memanfaatkan sarana bus transjakarta alias busway. Sesampainya di sana, kami mulai dengan berjalan menuju Monas, melewati taman Monas, kemudian masuk terowongan langsung ke dalam Monas itu sendiri.

Menuju monas. Look at! Monas is behind us ^^

Menuju monas. Look at! Monas is behind us ^^

It started with…

Melewati Taman Monas

Ternyata eh ternyata, taman monas ini dahulu dikenal dengan nama Lapangan Gambir. kemudian sempat berubah nama beberapa kali menjadi Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas hingga akhirnya hanya disebut sebagai Taman Monas. Taman seluas 80 hektar * WOW! *  ini berada di sekeliling tugu monas. Taman tersebut bisa kita lihat secara keseluruhan dari Puncak tugu Monas * can’t wait to see it. * For your info, di taman ini ada:

monas10

Pepohonan yang rimbun mengundang saya dan rombongan untuk sekadar duduk berteduh di bawahnya sambil memandangi tugu monas dari kejauhan.

Jalan berbatu di taman ini saya pakai sebagai sarana buat pijat refleksi gratis. Apalagi kalau di siang bolong, wuidih… panasnya batu bikin pijatan makin asik.

Jalan berbatu di taman ini pastinya merupakan sarana untuk pijat refleksi gratis * my mom really really love this. * Apalagi kalau di siang bolong, wuidih… panasnya batu bikin pijatan makin asik.

Lapangan futsal dan basket juga ada di sini. Kalau lo suka olahraga , lo bisa manfaatin lapangan ini. Enaknya sih di pagi hari atau di sore hari ya.

Lapangan futsal dan basket juga ada di sini. Kalau suka olahraga, kita bisa memanfaatkan lapangan ini * kalau saya sih belum mencobanya. *

Ga ketinggalan, sambil bersantai kita ngeliat kawanan rusa. Rusa-rusa ini didatangkan dari Istana Bogor khusus untuk meramaikan Taman Monas

Tidak ketinggalan, sambil bersantai kita bisa melihat sekawanan rusa. Rusa-rusa ini didatangkan dari Istana Bogor khusus untuk meramaikan Taman Monas * he, tapi sekarang masih ada tidak ya, berita terakhir kan rusa-rusa tersebut kelaparan dan kehausan karena sesuatu hal. *

Nah, yang paling keren nih, Air Mancur menari. Air mancur di monas ini sudah terkenal seantero Jakarta. Dulu, waktu saya masih kecil, penasaran banget ama yang namanya air mancur ini. Abis katanya bisa joged (bahasa kerennya nari). Di benak saya yang masih polos bertanya-tanya, “Gimana bisa joged? Emang air mancur benda hidup apa, bisa gerak sendiri trus joget-joget gitu.” Hehehe, ternyata tuh air mancur bergerak sedemikian rupa mengikuti alunan musik sampe-sampe kaya lagi menari. Jujur, waktu pertama kali liat, saya terkagum-kagum (maklum masih bocah). Di gelapnya malam, air mancur bergerak lemah gemulai mengikuti musik yang mengalun. Ditambah dengan permainan lampu dan laser berwarna-warni. Sumpah keren abis. Dan dulu, di jakarta sinih, air mancur macam begini hanya ada di Monas. So, kalau lo ke monas, jangan lewati pertunjukan air mancur menari ya. Tapi inget, hanya ada di malam hari ya, kalau ga salah jam 19.00 WIB

Nah, yang paling keren nih, Air Mancur menari. Air mancur di monas ini sudah terkenal seantero Jakarta, malah mungkin seantero Indonesia. Dulu, waktu saya masih kecil, penasaran banget sama yang namanya air mancur ini. Why? katanya bisa joged * bahasa kerennya nari. * Di benak saya, yang saat itu masih masih polos, bertanya-tanya, “Gimana bisa joged? Emang air mancur benda hidup apa, bisa gerak sendiri trus joget-joget gitu.” Hehehe, ternyata eh ternyata, air mancur bergerak sedemikian rupa mengikuti alunan musik sehingga terlihat seperti sedang menari. Jujur, waktu pertama kali melihat, saya terkagum-kagum * maklum masih bocah. * Di gelapnya malam, air mancur bergerak lemah gemulai bak penari yang sedang mempertontonkan tariannya. Ditambah lagi dengan efek yang canggih * pada masa itu ya canggih, kalau sekarang sepertinya sudah biasa * dengan permainan lampu dan laser berwarna-warni. * Sumpah keren abis. * Dan dulu, di jakarta sinih, air mancur macam begini hanya ada di Monas * logat betawinya keluar deh :p * So, kalau kalian ke monas, jangan lewatkan pertunjukan air mancur menari ya. Tapi harap ingat, hanya ada di malam hari, kalau tidak salah, mulai pukul 19.00 WIB

Oiya, hebatnya taman monas ini adalah G R A T I S tis tis. Terbuka untuk umum, siapa saja. Mau miskin mau kaya, mau gendut mau kurus, mau artis mau orang biasa, mau pejabat mau buruh, semua bisa masuk dan menikmati sarana yang ada. Asal inget ya, JAGA KEBERSIHAN. Jangan buang sampah sembarangan, pipis sembarangan atau merusak sarana dan prasarana yang ada di sini. Kan yang rugi kita juga kalau taman monas sampai rusak dan tidak indah lagi. Ya ngga!

Now, kita Menuju Monas

Untuk masuk ke tugu Monas, kita melalui terowongan, yang pintu masuknya berada dekat patung Diponegoro. Dari sini, kita berjalan hingga ujung terowongan kemudian beli deh tiket masuknya. Tiket yang dibeli di sini hanya sampai pelataran bawah (cawan) saja. Untuk ke pelataran puncak, kita harus membeli tiket lagi di dalam tugu monas. Dicatat ya, Monas buka dari pukul 09.00 – 16.00 WIB.

monas2

the tunnel… mumpung sepi, jadi kita bisa bergaya dulu, cheese…!

loket...

loket…

a little bit about Monas. Morfologi Monas

monas mel-001

the size..

part of it… Fisiologi Monas

Lidah Api. Lidah api ini adalah bagian yang paling terkenal dari tugu monas. Why? Karena dilapisi emas. Semula seberat 32 kg dan pada tahun 1995 saat Republika Indonesia berusia 50 tahun, ada penambahan emas seberat 18 kg, sehingga berat emas pada Lidah Api Kemerdekaan menjadi 50 kg * ckckckc, jadi ingin mengerik sediiiikiit saja emas itu, hehehe. * Sementara bagian dalamnya terbuat dari perunggu yang tingginya 17 m dan berdiameter 6 m dengan berat 14,5 ton.

Pelataran Puncak. Luasnya 11×11 m. Kalau mau ke pelataran puncak, setelah beli tiket, kita harus rela mengantri. Apalagi kalau weekend atau musim liburan anak sekolah, jangan tanya berapa lama kita harus mengantri, bisa berjam-jam. Contohnya ya, seperti kami ini, pergi saat liburan anak sekolah, harus ikhlas mengantri selama lebih kurang 3 jam untuk bisa masuk lift.

Coba bayangkan, kalau liburan, pengunjung monas bisa mencapai 3000-4000 orang. Nah, kalau ke puncak, kita harus naik lift yang hanya cukup untuk 15-an orang dengan lama perjalanan 3 menit, 6 menit bolak-balik. Bisa dibayangkan berapa lama kita harus mengantri.

Sedangkan, bagi saya, tidak afdol kalau ke monas tapi tidak mampir ke puncak. Lagipula, tujuan saya adalah mengajak sepupu saya melihat kota Jakarta dari puncak monas dan belajar sedikit sejarah mengenai monas.

monas3

antri…antri…antri…

Begitu sampai di atas. Kita bisa melihat pemandangan kota Jakarta dari atas (seperti burung yang melihat Jakarta kalau ia terbang di langit Jakarta). Bahkan jika udara cerah, pengunjung dapat melihat Gunung Salak di Jawa Barat maupun Laut Jawa hingga Kepulauan Seribu. Apalagi di sini, juga disediakan teleskop untuk melihat pemandangan dengan lebih jelas. Tentu saja, setelah kita membeli koin.

Yang paling saya suka disini adalah, anginnya bo… kenceng beneeerr… sampai-sampai, pernah saya melihat rok ibu-ibu terbang ke atas, persis seperti gaya Marilyn Monroe yang terkenal itu. Ketika kami sudah puas, waktunya turun deeeeh. Tapppiiiii, sama seperti di bawah, di sini pun kita harus mengantri lagi. Sabar sabar sabar. Gawatnya ni ya, kalau kita ingin ke toilet, karena di sini tidak ada toilet * jadi pastikan, pergi ke toilet sebelum menuju Puncak tugu Monas *

monas5

sampai juga ke puncak, setelah mengantri berjam-jam.

monas6

it’s beautiful, isn’t it…

Pelataran Bawah (Cawan). Luasnya 45×45 m. Biasanya, dari Puncak, kita akan turun di Cawan (mencegah ‘kemacetan’ di depan lift di lantai dasar). Di sini, saya dan rombongan bisa melihat pemandangan kota Jakarta dari ketinggian yang lebih rendah, selain itu juga melihat taman monas yang indah.

monas4

dan tentunya, waktunya untuk bergaya ^^. cheese..!

Ruang Kemerdekaan. Setelah dari cawan, kami langsung ke ruang kemerdekaan. Di ruangan ini kita bisa melihat burung Garuda kokoh terpancang di dinding. Selain itu, kita bisa melihat naskah proklamasi yang asli sekaligus mendengar rekaman Bung Karno membacakan naskah tersebut. Saya merinding setiap kali mendengarnya. Bagaimana tidak, sejak saat pembacaan naskah proklamasi itulah, nasib bangsa Indonesia berubah hingga akhirnya saya bisa ada di sini dan menikmati hasil perjuangan leluhur saya.

monas7

…menyatakan dengan ini, kemerdekaan Indonesia…

Museum Sejarah Nasional. Dari ruang kemerdekaan lanjut ke Museum yang menampilkan sejarah  perjuangan bangsa Indonesia. Luas dari museum ini adalah 80×80 m. Terdapat 12 diorama (jendela peragaan) yang menampilkan sejarah Indonesia dari zaman kerajaan-kerajaan nenek moyang Bangsa Indonesia hingga G30S PKI.

monas

Diorama ini dilengkapi dengan penjelasan dalam bahasa indonesia dan bahasa inggris.

It’s time to go home

Melalui jalan yang sama pada saat kita masuk, kita keluar dari tugu monas. Begitu keluar, kita bisa menunggu di taman monas hingga malam tiba untuk melihat air mancur menari. Atau kalau mau pulang, kita bisa mengantri ditempat yang disediakan untuk menaiki kereta wisata. Kereta ini akan membawa kita hingga ke dekat tempat parkir atau dekat gerbang masuk monas, jadi kita tidak perlu berjalan jauh kalau mau pulang * kan sudah cape tuh muterin monas. * Akhirnya… selesai juga petualangan kami di Monas, dari pagi hingga malam, dari taman hingga puncak monas… lelah, senang, puas, bangga. Itulah perasaan kami saat pulang ^_^

monas9

Untuk naik kereta ini, sekali lagi GRATIS, tapppiiiiii hanya untuk pengunjung Tugu Monas. Biasanya kita diminta menunjukkan tiket masuk monas. Makanya, simpan tiket masuk yang sudah kita beli ya.

Advertisements

2 thoughts on “One Stop Vacation in Monas (Monumen Nasional)

  1. Pingback: Menikmati Wisata Malam di Monas | my30uplife

  2. Pingback: AYO Sehat Indonesiaku: Menjadi Bagian dari Rekor MURI Peserta Yoga Terbanyak | my30uplife

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s