Chocodot, Coklatnya Indonesia

Pagi itu, morning meeting (gaya dikit ah) dengan teman-teman kuliah saya, Dida dan Dinul (nama asli mereka berdua sebenarnya adalah dini, berhubung punya nama yang sama, jadilah mereka punya nama panggilan yang berbeda). Di awali dengan makan lontong sayur padang (which is pertama kalinya untuk saya, biasanya makan lontong sayur betawi), yang bagi saya, dari segi kuantitas, sangat tidak mencukupi kantong-kantong kosong dalam perut saya. Tapi dari segi kualitas, uenakkkk… tenan ^^  Berlanjut dengan bergegas melangkah ke rumah dida. Sampai dinul menunjukkan foto chocodot dengan judul yang menarik perhatian saya. COKLAT ENTENG JODOH. Aih aih, coklat macam apa ini…. (ketauan dah ga gaul, padahal katanya ni coklat dah lama wara-wiri baik di dunia nyata maupun maya). Jadilah kita mampir ke toko si penjual  ni coklat.

Setelah ketawa-ketiwi membaca setiap coklat yang dijajarkan di shelf sekaligus dengan tanpa malunya berfoto ria sambil megang tu coklat. Akhirnya, setelah memikirkan apa yang paling kami bertiga inginkan saat ini, kami yakin bahwa kami ingin enteng jodoh (bwahahahaa… ngarep.com) dan segera membayar sebungkus coklat enteng jodoh ke mas-mas kasir.

IMG_1015

IMG_1017

Dinul yang sejak tadi sepertinya merasa malu dengan tingkah kami berdua, dan mungkin berharap tidak kenal kami (itu yang kamu pikirkan kan din, hayo ngaku hehe) serta menolak keras untuk ikutan berfoto dengan kami bersama dengan si coklat akhirnya bernapas lega ketika kami akhirnya keluar dari dalam toko.

Tinggal saya yang penasaran dengan rasa coklat ini. Bismillah… dengan perlahan dan penuh pengharapan, kami membuka bungkus coklat ini. Mematahkan sekotak demi sekotak coklat, membaginya, dan menggigitnya hingga lumer di dalam mulut. Dengan setiap gigitan dipenuhi doa…”enteng jodoh ya Allah, enteng jodoh… (hahahaha… ada-ada aja, jadi gila nih kita bertiga).

Rasanya tuh ya… hmm… seperti melayang di udara, terkena kibasan angin sepoy-sepoy, jatuh ke awan, tepat ke dalam dekapan Nicholas Cage (saat dia main Gone in 60 second)… lembut, manis… persis seperti… COKLAT PUTIH! Hahahaha…. Rasa coklat putih… (ternyata abang Nicho cuman imaginasi saya…).

abang Nico

Yahh, at least ni coklat dah bikin kami bertiga tersenyum… Hayo siapa yang mau bergabung dengan kami. Bagi yang memiliki permasalahan seperti pengen ketemu jodoh, takut miskin, stress dll… mungkin coklat ini tidak bisa menyelesaikan masalahnya tapi pastinya bikin kita semua tersenyum… gila… HAHAHAHAHA…

chocodot1

Want to buy this chocodot? and join the crazyness. Try this one, toko chocodot online.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s