Donor Sekarang, Setetes Darah Anda Nyawa Mereka

Donor Darah. Rasanya frasa ini sering kali kita dengar di dalam kehidupan kita sehari-hari. Tapi, pernahkah kita melakukannya? Sebagian orang mungkin pernah, setidaknya sekali dalam hidupnya mendonorkan darah mereka, Sementara itu masih banyak juga orang yang “belum berani” mendonorkan darahnya. Kenapa saya mengatakan belum berani? Karena sebagian masyarakat kita masih takut dan ragu-ragu untuk mendonor. Mereka masih memercayai mitos-mitos yang sampai saat ini, sayangnya, masih berkembang di masyarakat. Padahal, faktalah yang seharusnya kita percayai, bukan mitos. Untuk mengetahui fakta-fakta yang membantah mitos tersebut, bisa dibaca di kompas.com

Sebenarnya, apa sih donor darah itu? menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ke-3, do·nor n 1 penderma; pemberi sumbangan; 2 penderma darah (yang menyumbangkan darahnya untuk menolong orang lain yang memerlukan). Jadi, donor darah artinya adalah penderma darah.

Bagi saya, hal ini cukup menggiurkan. Bagaimana tidak, di otak saya, terpikir bahwa saya bisa menjadi seorang penderma, meskipun saya mungkin tidak punya materi untuk didermakan (materi disini adalah uang dsb.) Ditambah lagi iming-iming bahwasanya darah yang kita dermakan bisa menyelamatkan nyawa atau kehidupan orang lain. Yang artinya, keberadaan saya bisa bermanfaat bagi orang lain, walaupun dalam bentuk setetes darah saja. Dari situlah saya memberanikan diri saya, menguatkan hati saya, menyiapkan fisik saya, lalu mengambil seribu langkah menuju kantor PMI DKI Jakarta.

Apa sih syaratnya kalau saya mau mendonorkan darah? Hal itu yang pertama terbersit dalam benak saya ketika berniat mendonorkan darah. Menurut Palang Merah Indonesia, kriteria umum yang ditetapkan PMI adalah sebagai berikut.

  • Calon donor harus berusia 17-60 tahun,

-  Berat badan minimal 45 kg

-  Tekanan darah 100-180 (sistole) dan 60-100 (diastole).

-  Jika berminat, calon donor dapat mengambil dan menandatangani formulir pendaftaran; lalu menjalani pemeriksaan pendahuluan seperti kondisi berat badan, HB, golongan darah; serta dilanjutkan dengan pemeriksaan dokter.

-  Jika lulus, barulah darah dan contoh darah diambil.

-  Namun, harus diingat, demi menjaga kesehatan dan keamanan darah, individu yang antara lain memiliki kondisi seperti alkoholik, penyakit hepatitis, diabetes militus, epilepsi, atau kelompok masyarakat risiko tinggi mendapatkan AIDS serta mengalami sakit seperti demam atau influensa; baru saja dicabut giginya kurang dari tiga hari; pernah menerima transfusi kurang dari setahun; begitu juga untuk yang belum setahun menato, menindik, atau akupunktur; hamil; atau sedang menyusui untuk sementara waktu tidak dapat menjadi donor.

Lalu bagaimana prosedur donor darah? Ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan. Berikut ini merupakan prosedur donor darah yang saya kutip dari website PMI DKI Jakarta dan yang sudah saya alami sendiri ketika donor darah untuk pertama kalinya.

PROSEDUR DONOR DARAH

PEMERIKSAAN PENDAHULUAN 

- Mengisi formulir pendaftaran (pulpen disediakan, jangan lupa membawa KTP) di lobi kantor PMI.

Lobby PMI DKI Jakarta

Lobby PMI DKI Jakarta

Contoh form yang harus diisi. Yang jujur ya, terutama tentang riwayat medis.

- Serahkan form ke petugas pencatat, tunggu hingga nama saya dipanggil

- Selagi menunggu, timbang berat badan

- Pemeriksaan kadar HB

PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH

Siap untuk dicek gol darah. Tapi sekarang alatnya sudah canggih, seperti pulpen, dan tidak terasa sakit.

Setelah selesai dan lolos kualifikasi, tunggu di ruangan selanjutnya hingga nama atau nomor urut saya dipanggil.

PEMERIKSAAN DOKTER

  • Pemeriksaan tekanan darah
  • Riwayat medis

  • Pemeriksaan fisik sederhana

Setelah lolos dari pemeriksaan dokter, saya dipersilakan masuk ke ruangan donor. Sebelum itu, saya diwajibkan mencuci kedua lengan saya dengan sabun agar lebih steril.

PENGAMBILAN DARAH

Perawat kemudian memanggil nama saya dan memersilakan untuk berbaring di tempat yang sudah disediakan. Biasanya, bagi pendonor lama, perawat akan langsung menanyakan, di lengan mana pengambilan darah biasanya dilakukan. Sementara untuk pendonor pemula (seperti saya), perawat akan menjelaskan bahwa beliau akan mencoba mengambil darah di salah satu lengan, jika pembuluh darah sulit ditemukan, maka perawat akan menyarankan untuk mencoba di lengan yang satunya lagi. Oke, kata saya.

4

rasa sakitnya seperti digigit semut.

Alhamdulillah, saat perawat mencoba di lengan kiri saya,  transfusi sudah bisa dilakukan (jadi tidak perlu mencoba di lengan kanan), saya hanya tinggal menunggu sambil berbaring dan menonton TV (diselimutin pula, hehehehe jadi mengantuk) dan sesekali bertanya tentang ini-itu ke sang perawat. Selang berapa lama (sungguh tidak terasa, sepertinya hanya beberapa menit saja, apa karena saya terlalu excited ya), kantung sudah terisi penuh, dan selesailah proses pengambilan darah.

Inilah prosesnya.

Contoh kantung darah yang sudah terisi.

Contoh kantung darah yang sudah terisi.

Perawat menanyakan apakah saya pusing atau ada keluhan lain yang tidak wajar. Jika iya, maka beliau mempersilakan saya untuk berbaring dan beristirahat terlebih dahulu. Jika tidak, seperti saya, maka bisa lanjut ke proses selanjutnya.

PENGAMBILAN KARTU DONOR

Ini saatnya mengambil kartu donor (yippie… senengnya bukan main). Warna kartu donor disesuaikan dengan golongan darah. Berhubung saya bergolongan darah AB, maka kartu saya berwarna kuning. Di dalam kartu donor juga diselipkan semacam ‘voucher’ makan.

Kartu donor Gol. darah AB

Kartu donor Gol. darah AB

ISTIRAHAT : HIDANGAN RINGAN

Darah sudah diambil, kartu sudah ditangan. Sekarang saatnya menuju cafetaria pendonor dan menikmati hidangan ringan. Yang, bagi saya sebenarnya tidak ringan. Bayangkan saja, mie, telur rebus, susu coklat, air putih siap mengisi perut. Saya hanya perlu duduk, lalu pelayan akan mengambil ‘voucher’ makan dan mengantarkan hidangan tersebut langsung ke meja saya. Tempatnya pun, cukup cozy, untuk ukuran sebuah cafetaria.

DSC_0204

Hidangan ringan

PULANG

Ketika nampan yang tadinya penuh ‘mendadak’ kosong, itu menandakan waktunya saya untuk pulang. Tuntas sudah urusan saya. Lega, itulah yang saya rasakan (akhirnya bisa juga donor darah, setelah 3x ‘ditolak’ dengan berbagai alasan). Tidak ada rasa lemas, pusing, mual, ataupun yang lainnya seperti yang dikhawatirkan banyak orang. Saya justru merasa bugar, sepertinya energi positif mengaliri tubuh dan jiwa saya (lebay…but, it’s true). Sekarang tinggal menunggu 3 bulan lagi, untuk saya mendonorkan darah kembali.

Jangan takut untuk mendonorkan darah, karena banyak manfaat positif yang kita peroleh darinya. Sesegera mungkinlah kita mendonorkan darah. Ingatlah bahwa, setetes, ingat, bukan sekantung tapi se.te.tes darah kita bisa menyelamatkan nyawa seseorang, dan saya jelas percaya hal itu (walaupun, takdir hidup seseorang tetaplah hanya kuasa ALLAH SWT). Ibu saya merupakan contoh nyata, bukti hidup, bahwasanya darah orang lain telah menyelamatkan nyawa beliau dan nyawa adik saya. Jika saja, saat ibu melahirkan adik saya, dan tidak ada orang yang mendonorkan darahnya untuk ibu, maka wallahua’lam, entah apa yang akan terjadi pada mereka berdua.

Jadi, sekali lagi, jangan takut untuk donor darah. Segera datangi kantor PMI terdekat atau mobil unit darah atau unit-unit donor darah lainnya yang terdekat dari rumah kita.

122

Mobil darah

PMI

PMI DKI JAKARTA
Jl. Kramat Raya No. 47 Jakarta Pusat 10450
Telp.: (021) 3906666 (Hunting)
Fax.: (021) 3101107
Email: info@pmidkijakarta.or.id

Blood for life. If you donate money, you give food, clothes, or home for living. It’s all for a better life. But if you donate blood, you give life. A new chance for life to live.

Categories: Sekadar Coretan | Tags: , , , , , , , , , | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Donor Sekarang, Setetes Darah Anda Nyawa Mereka

  1. Pingback: Heal The World by Michael Jackson | my30uplife

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 90 other followers

%d bloggers like this: